NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: DION DAN PERHATIAN YANG BERBAHAYA

Suasana di SMA Garuda Bangsa pagi itu terasa sedikit lengang, namun tekanan yang menyelimuti langkah Clara tidak berkurang sedikit pun. Arsen berjalan di sisinya dengan wajah mengeras, menggenggam jemari Clara erat-erat sepanjang koridor utama—sebuah pemandangan yang makin memancing bisik-bisik dari para siswa.

Namun, fokus Arsen yang terbagi akibat kedatangan Baskara membuat celah kecil yang dimanfaatkan oleh Dion.

Saat Arsen terpaksa menghadiri rapat mendadak bersama dewan pembina sekolah di ruang rektorat, Clara diminta menunggu di perpustakaan lantai dua. Clara duduk sendirian di sudut yang sepi, meremas ujung rok seragamnya. Rasa lemas dan pusing mendadak menyerang kepalanya—efek dari anemia yang kambuh akibat stres berat yang ia alami sejak semalam.

Bruk.

Sebotol minuman nutrisi hangat dan sebungkus roti diletakkan secara perlahan di atas meja kayu di hadapan Clara.

Clara mendongak kaget. Dion berdiri di sana, menatapnya dengan raut wajah yang dipenuhi kekhawatiran hangat.

"Wajahmu pucat sekali, Clara," ujar Dion pelan, lalu menarik kursi di seberang Clara dan duduk tanpa ragu. "Minumlah ini. Biskuit dan obat penambah darahmu ada di dalam kantong."

"D-Dion..." Clara membelalakkan mata, refleks melirik ke arah pintu keluar perpustakaan dengan cemas. "Kamu... kamu tidak boleh di sini. Arsen bisa lihat."

"Arsen sedang di ruang rektorat bersama para pengurus sekolah," potong Dion lembut namun penuh penekanan. Ia menatap Clara lekat-lekat, menyadari memar kebiruan samar di pergelangan tangan Clara akibat cengkeraman ketat Arsen di ruang makan tadi pagi.

Dion mengulurkan tangannya, bermaksud menyentuh pergelangan tangan itu, namun Clara buru-buru menarik tangannya ke bawah meja.

"Clara, katakan jujur padaku," bisik Dion, matanya memancarkan rasa tidak tega yang amat sangat. "Apa yang sebenarnya dilakukan Arsen padamu? Mengapa kamu harus melayaninya sampai seperti ini? Mengapa kamu terlihat begitu ketakutan setiap kali dia berada di dekatmu?"

"Aku... aku hanya bekerja untuk melunasi utang ibuku," cicit Clara, menundukkan kepala dalam-dalam. "Arsen menolongku dari penagih utang."

"Tapi cara dia memperlakukanmu bukan seperti majikan pada asistennya!" Dion mengepalkan tangannya di atas meja, suaranya sarat akan kemarahan yang tertahan. "Dia menguncimu, mengawasimu selama 24 jam, dan memperlakukanmu seperti barang miliknya. Ini bukan perlindungan, Clara. Ini penyiksaan psikologis."

Clara terdiam membisu. Kata-kata Dion seperti menghantam kesadaran dirinya. Namun di dalam hatinya yang paling dalam, ada rasa hangat ganjil dari perlakuan Arsen yang tak sanggup ia jelaskan pada Dion—rasa aman di balik sangkar posesif yang diciptakan pria itu.

"Aku bisa membantumu, Clara," lanjut Dion tegas, menatap langsung ke dalam mata cokelat Clara. "Berapa utang ibumu? 50 juta? Aku bisa meminta keluargaku melunasinya hari ini juga. Kamu tidak perlu lagi terikat pada keluarga Baskara. Kamu bisa bebas."

Clara tertegun. Bebas dari utang? Bebas dari cengkeraman Arsen?

Pertanyaan itu berputar liar di kepala Clara, memicu secercah harapan sekaligus ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Namun sebelum Clara sempat membalas ucapan Dion, hawa dingin yang mencekam mendadak merayap ke seluruh ruangan perpustakaan.

"Bebas?"

Sebuah suara bass yang rendah dan mematikan bergemung dari arah pintu masuk.

Arsen berdiri di sana. Seragam sekolahnya sedikit berantakan di bagian kerah, dan kedua matanya memancarkan kegelapan yang amat pekat—sisi gelap dan kecemburuan gila yang baru saja tersulut habis melihat Dion duduk terlalu dekat dengan penawar hidupnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!