NovelToon NovelToon
PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

PEMBALASAN DARAH NONA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vvhiiiiivhy

Jika ada kehidupan kedua, aku bersumpah akan menyeret kalian ke neraka yang paling dalam!"
Di kehidupan pertamanya, Elena adalah Nona Muda yang naif. Ia menyerahkan seluruh harta dan pengaruh keluarganya demi membantu Gavin, sang suami, naik takhta menjadi Kaisar. Namun setelah tujuan tercapai, Gavin justru mengkhianatinya. Pria itu berselingkuh dengan adik tiri Elena, merebut takhtanya, membantai putranya yang masih kecil, dan membakar Elena hidup-hidup di sel penjara bawah tanah.
Namun, takdir berkata lain. Alih-alih pergi ke akhirat, Elena terbangun dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat tiga tahun sebelum pernikahan terkutuk itu terjadi.
Berbekal ingatan dari masa depan, Elena bersumpah tidak akan lagi menjadi domba yang penurut. Ia akan menghancurkan satu per satu orang yang telah menginjak-injak harga dirinya.
Demi melancarkan aksi balas dendamnya, Elena mendekati Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang paling ditakuti di kekaisaran—dan menawarkan sebuah aliansi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vvhiiiiivhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Aliansi yang Berbahaya

Keheningan di dalam kereta kuda mewah milik Duke Killian terasa begitu mencekam, seolah-olah udara di dalamnya membeku menjadi jutaan jarum es yang siap menusuk kulit Elena kapan saja. Elena duduk dengan punggung tegak, menyembunyikan tangannya yang gemetar di balik lipatan gaun beludru birunya. Di hadapannya, bersandar dengan keanggunan seorang predator yang santai namun mematikan, duduklah Duke Killian—sang tirani berdarah dingin yang namanya saja sudah cukup membuat para bangsawan kekaisaran gemetar ketakutan.

Mata merah Killian yang menyerupai warna darah segar menatap Elena dengan intensitas yang nyaris membuat napas wanita itu tercekat. Tidak ada kehangatan di sana. Hanya ada rasa ingin tahu yang dingin dan kalkulasi yang tajam.

"Kau meminta aliansi denganku, Nona Muda Elena," Killian akhirnya memecah kesunyian, suaranya berat, rendah, dan bergema di ruang sempit kereta. "Seorang wanita yang dikenal seluruh ibu kota sebagai domba penurut yang naif, tiba-tiba mencegat kereta kudaku dan menawarkan kesepakatan untuk menghancurkan suaminya sendiri—atau calon suaminya, jika aku tidak salah ingat."

Elena menelan ludah secara diam-diam. Ingatan dari kehidupan pertamanya berputar cepat di kepalanya. Di masa lalu, pria di depannya ini adalah orang yang mengeksekusi Gavin dan seluruh antek-anteknya dengan kekejaman yang tak terbayangkan saat pemberontakan gagal. Killian adalah monster yang nyata, tetapi di kehidupan kedua ini, Elena tahu monster adalah satu-satunya sekutu yang bisa melindunginya dari monster lain yang berwujud manusia seperti Gavin.

"Manusia bisa berubah ketika mereka menyadari bahwa mereka telah berjalan menuju tepi jurang, Yang Mulia," jawab Elena, suaranya terdengar luar biasa tenang dan tegas, mengejutkan dirinya sendiri. Dia menatap langsung ke dalam manik mata merah itu, menolak untuk memalingkan wajah. "Saya tidak lagi naif. Dan Gavin... pria itu bukanlah calon suami saya. Dia adalah musuh yang harus saya seret ke neraka paling dalam."

Killian menaikkan satu alisnya, tampak sedikit terhibur oleh keberanian Elena. "Oh? Menarik. Kebencian yang begitu mendalam untuk seseorang yang, setahu seluruh kekaisaran, sangat kau cintai hingga kau rela menyerahkan harta keluargamu untuknya. Apa yang membuatmu berbalik arah secepat ini, Elena?"

"Informasi," jawab Elena singkat. Dia tahu dia harus memberikan sesuatu yang berharga agar Killian tidak langsung melemparkannya keluar dari kereta. "Saya tahu rencana rahasia Gavin untuk mendekati fraksi barat. Saya tahu tentang persenjataan ilegal yang dia selundupkan melalui pelabuhan selatan untuk mendanai faksi pribadinya. Dan yang paling penting... saya tahu tentang niatnya untuk menjatuhkan Anda dari posisi Grand Duke."

Mendengar kata-kata itu, kilatan berbahaya muncul di mata Killian. Atmosfer di dalam kereta langsung turun drastis. Tekanan sihir atau aura intimidasi yang dipancarkan pria itu membuat Elena sulit bernapas, namun dia tetap mempertahankan posisi duduknya, mengepalkan tinjunya erat-erat.

"Dari mana kau mengetahui hal itu?" tanya Killian, nadanya kini sedingin es utara. "Jika kau memata-mataiku, atau jika kau adalah bagian dari pion Gavin yang dikirim untuk mengujiku, aku bersumpah kepala cantikmu akan terpisah dari tubuhmu sebelum matahari terbenam."

"Saya bukan pionnya, Yang Mulia! Jika saya pionnya, saya tidak akan membongkar jalur penyelundupannya di selatan," desak Elena, mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan untuk menunjukkan keseriusannya. "Gavin mengincar takhta Kaisar, dan untuk mencapai itu, dia harus menyingkirkan Anda terlebih dahulu. Dia berencana menjebak Anda dengan tuduhan pengkhianatan menggunakan dokumen palsu yang akan ditempatkan di kediaman Anda tiga bulan dari sekarang. Saya bisa membantu Anda menggagalkan rencana itu sebelum dimulai."

Killian terdiam sejenak. Dia mengamati setiap pergerakan mikro di wajah Elena—mencari tanda-tanda kebohongan, kepanikan, atau manipulasi. Namun, yang dia temukan hanyalah sepasang mata yang terbakar oleh api balas dendam yang murni dan sangat pekat. Kebencian seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dipalsukan.

Kereta kuda terus melaju, berguncang pelan melewati jalanan berbatu menuju pinggiran ibu kota. Killian mengetukkan jari-jarinya yang panjang pada sandaran tangan kursi, menciptakan ritme yang monoton namun menegangkan.

"Katakanlah aku memercayaimu," ucap Killian perlahan. "Lalu, apa yang kau inginkan dariku sebagai imbalannya? Seorang tirani sepertiku tidak memberikan bantuan secara gratis."

"Saya ingin perlindungan Anda, Yang Mulia. Perlindungan untuk diri saya dan keluarga saya dari pengaruh Gavin," Elena menjabarkan persyaratannya. "Gavin akan mencoba memanipulasi ayah saya untuk menyerahkan sisa aset keluarga kami. Saya butuh otoritas Anda untuk memblokir pergerakan finansialnya di menara sihir dan bank kekaisaran. Selain itu... saya ingin Anda menjadi pedang saya ketika saatnya tiba untuk mengeksekusinya."

Killian terkekeh, suara tawa yang terdengar kering dan tanpa humor. "Kau ingin memanfaatkan namaku dan pasukanku untuk balas dendam pribadimu? Kau sangat berani, Nona Muda. Sangat berani hingga hampir terlihat bodoh."

"Ini bukan sekadar balas dendam pribadi, Yang Mulia. Ini adalah investasi bersama," balas Elena tanpa ragu. "Dengan menghancurkan Gavin melalui tangan saya, Anda menyingkirkan duri terbesar dalam rencana Anda sendiri tanpa mengotori tangan Anda di depan Kaisar. Saya yang akan menjadi wajah dari kehancurannya, sementara Anda mendapatkan stabilitas kekuasaan yang Anda inginkan."

Killian berhenti mengetukkan jarinya. Dia menatap Elena dengan pandangan yang benar-benar baru. Di matanya, wanita di hadapannya ini bukan lagi domba naif yang dilaporkan oleh para mata-matanya. Dia adalah serigala yang baru saja tumbuh taringnya, siap menggigit leher siapa saja yang telah menyakitinya.

"Aliansi yang menarik," gumam Killian, sebuah senyuman tipis—yang tampak mengerikan namun menawan—terukir di bibirnya. "Baiklah, Elena. Aku akan menerima tawaran aliansimu. Kita akan melihat seberapa jauh serigala kecil sepertimu bisa mencabik-cabik mangsanya."

Killian mengulurkan tangannya yang terbungkus sarung tangan kulit hitam. Elena menatap tangan itu, tahu bahwa begitu dia menyambutnya, tidak ada jalan untuk kembali lagi. Dia telah resmi menjual jiwanya kepada sang tirani demi pembalasan darah.

Dengan mantap, Elena mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Killian. "Kesepakatan tercapai, Yang Mulia."

"Namun, ingat ini," Killian mendekatkan wajahnya, membuat Elena bisa mencium aroma samar tembakau dan kayu cedar darinya. "Jika kau berbohong padaku, atau jika informasi yang kau berikan meleset sedikit saja... neraka yang kau sebutkan tadi akan terasa seperti surga dibandingkan dengan apa yang akan kulakukan padamu."

"Saya memegang kata-kata saya, Duke," jawab Elena, menatap lurus ke mata merah yang mematikan itu dengan keyakinan penuh.

Kereta terus melaju di bawah langit sore yang mulai menggelap, membawa dua jiwa yang terikat oleh kegelapan menuju awal dari badai yang akan menjungkirbalikkan seluruh Kekaisaran.

1
Pelangi Jingga
ceritanya di ulang trus
jenny
pelayan setianya ganti kak? bukannya namanya Yana?
jenny
Misha atau Dara
Nycthophile
banyak bener nih adik tiri punya nama😌
jenny: ha ha hs
total 1 replies
Nycthophile
Thor mohon maaf nih sebelum nya minta tolong kalo ada pergantian nama karakter kasih tau Thor soal nya nama adik tiri nya Elena ganti ganti terus 🙏😔
jenny: saya pikir bukan cuma saya yang bingung cz banyak nama di setiap chapter... 🤭 atau mungkin adik tirinya lebih dari satu dan semuanya tergila-gila dengan Gavin 😄
total 1 replies
Nycthophile
nama adik tiri nya yang benar Mya atau Misha Thor😔
Nycthophile
lagi perasaan tiga bab udah di ulang terus😔
Nycthophile
nama adiknya ganti ya terus Thor awalnya Dara abis itu Misha sekarang Mya😔
Siskasuryaningsih
namanya semua di ganti2, eh bambang lu ye, buat kepala ane pening tau, 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!