yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(season 2) benci menjadi cinta (bab 4) bayangan bisnis gelap
Hari-hari berlalu dengan sibuk namun bermakna di Yayasan Marco, di mana tawa anak-anak yang riang terdengar setiap pagi memenuhi halaman yang hijau, sementara Yuna dan Arga bekerja berdampingan menyusun rencana-rencana yang tertulis rapi di dalam buku catatan tua peninggalan Marco, dan perlahan-lahan rasa canggung di antara mereka berdua menghilang, berganti dengan kepercayaan yang tumbuh perlahan karena mereka berdua memiliki tujuan yang sama — mewujudkan apa yang pernah diimpikan oleh orang yang paling berarti bagi kehidupan mereka berdua. Namun pada suatu sore yang mendung kelabu, saat Arga sedang menata tumpukan dokumen lama di ruang kerja yang dulu digunakan Marco, sebuah map berwarna cokelat tebal yang terselip jauh di bagian paling bawah lemari besi tua jatuh ke lantai, dan saat ia memungutnya dengan tangan yang tiba-tiba terasa gemetar, matanya terbelalak lebar karena tulisan yang tertera di sampulnya membuat darah di seluruh tubuhnya terasa berhenti berdetak sejenak — itu bukan catatan keuangan yayasan, melainkan dokumen yang berisi rincian transaksi besar-besaran yang tidak tercatat secara resmi, nama-nama yang asing namun terdengar mengerikan, dan catatan tentang tempat-tempat yang bahkan tidak ingin disebut oleh orang-orang yang mengetahui dunia kelam itu.
Dengan napas yang terasa berat dan hati yang dipenuhi keraguan yang mendalam, Arga membawa map itu ke ruang tengah tempat Yuna sedang membacakan cerita untuk anak-anak, dan setelah anak-anak masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, ia meletakkan dokumen itu di atas meja kayu yang kokoh di hadapan Yuna dengan kedua tangannya yang masih terlihat jelas gemetar, lalu bercerita dengan suara yang serak dan tertahan seakan ada duri yang menyangkut di tenggorokannya bahwa selama ini Marco tidak hanya hidup di bawah bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan, tetapi ia juga terjebak dalam sebuah jaring bisnis gelap yang sangat besar dan berbahaya yang diwarisi secara paksa dari ayahnya — sebuah dunia yang penuh dengan ancaman, tekanan, dan rahasia-rahasia yang jika terungkap ke permukaan bisa menghancurkan tidak hanya reputasi seseorang, tetapi juga nyawa orang-orang yang dicintainya. Yuna memegang tepi meja dengan tangan yang dingin dan lemas, matanya menatap tumpukan kertas di depannya dengan pandangan yang kosong namun dipenuhi ribuan pertanyaan yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, karena selama ini ia hanya mengetahui Marco sebagai lelaki yang tegas namun lembut, yang berjuang melawan masa lalunya, yang berusaha berubah menjadi lebih baik demi kebahagiaan mereka berdua, tetapi ia tidak pernah menyadari bahwa di balik senyumnya yang tenang dan pelukannya yang hangat, ia sedang menanggung beban yang begitu berat dan menakutkan sendirian tanpa pernah sekalipun mengeluh atau melibatkan istrinya ke dalam bahaya itu.
Arga menjelaskan dengan perlahan dan hati-hati agar tidak membuat Yuna terlalu terkejut, bahwa Marco sebenarnya telah berjuang selama bertahun-tahun untuk melepaskan diri dari jeratan bisnis gelap itu, menolak permintaan-permintaan yang tidak benar, memindahkan sebagian besar asetnya ke tempat yang aman, dan diam-diam mengumpulkan bukti-bukti kesalahan pihak-pihak yang terlibat agar suatu hari nanti ia bisa membebaskan dirinya sepenuhnya tanpa ada yang bisa menyakiti orang-orang yang ia cintai, namun kematiannya yang datang terlalu cepat membuat semua rencana itu belum selesai, sehingga para mitra bisnis gelap yang merasa dirugikan oleh langkah-langkah Marco tersebut belum menerima apa yang menjadi hak mereka, dan mereka percaya bahwa Yuna — sebagai satu-satunya ahli waris yang sah — pasti mengetahui di mana semua catatan penting dan aset tersembunyi itu disimpan. Rasa dingin yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuh Yuna saat ia menyadari mengapa sosok misterius itu berdiri di kejauhan pada hari pembukaan yayasan, mengapa ia merasa selalu diawasi, dan mengapa perasaan cemas itu tak pernah benar-benar hilang — orang-orang itu tidak percaya bahwa Marco telah pergi tanpa meninggalkan jejak apa pun kepada istrinya, dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan apa yang mereka cari, meskipun itu berarti mereka harus mengancam keamanan Yayasan Marco, keamanan anak-anak yang tinggal di sana, bahkan nyawa Yuna sendiri.
Di saat yang sama, di sebuah ruangan yang remang-remang di kejauhan, seorang pria mengenakan setelan jas hitam yang mahal duduk di kursi besar sambil memutar pena emas di antara jari-jarinya dengan senyum tipis yang terlihat dingin dan penuh perhitungan, sambil mendengarkan laporan dari anak buahnya bahwa Yuna telah menemukan dokumen itu, lalu ia berbicara dengan suara yang rendah namun berwibawa dan menakutkan: "Bagus sekali. Biarkan dia tahu. Semakin dia takut, semakin cepat dia akan menyerahkan apa yang menjadi milik kami. Marco mungkin berpikir dia bisa menyembunyikan semuanya di balik bangunan amal dan senyum istrinya, tapi dia salah. Dunia gelap tidak pernah melupakan siapa pun, dan hutang-hutang itu harus tetap dibayar, dengan cara apa pun."
Sementara itu, malam itu Yuna tidak bisa tidur. Ia duduk di dekat jendela yang terbuka sedikit, memegang erat surat terakhir Marco di dadanya, dan di dalam hatinya ia berjanji dengan tekad yang kuat bahwa ia tidak akan menyerah pada rasa takut, ia tidak akan membiarkan semua kebaikan yang mulai tumbuh di tempat ini hancur karena masa lalu yang kelam, dan ia akan menyelesaikan apa yang belum sempat diselesaikan suaminya — bukan dengan kekerasan atau ketakutan, tetapi dengan keberanian dan kebenaran, meskipun ia tahu bahwa perjalanan yang menantinya tidak akan mudah, dan musuh yang sedang mengintai di kegelapan jauh lebih berbahaya daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.