Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.
Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?
Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa
Selamat membaca~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengantinku
Sudah dua jam lamanya Kyle berdiam diri di kantin. Laki-laki itu termenung, memikirkan cara untuk membuat Marsya meninggalkan Erik dan berbalik mencintai dirinya. Kyle memikirkan itu sejak semalam, sejak Hendry mengajukan pertanyaannya. Kyle tidak suka dengan situasi ini, dimana dia merasa tidak yakin pada dirinya sendiri. Kyle tidak suka dirinya yang lemah dan menyerah begitu saja. Sebab semua itu ada benarnya, disaat Marsya sah menjadi istrinya, perempuan itu juga harus menyayangi dan mencintainya sepenuh hati. Kyle akan mencoba bagaimana pun caranya.
"Woy!"
Kyle terkejut setengah mati saat Leo tiba-tiba mendorong bahunya, membuyarkan semua lamunannya.
"Gue liat-liat dari tadi lo bengong terus, mikirin cicilan ya, hahaha"
Ejekan Leo tidak digubris, Kyle justru menatapnya tajam. Jemari Kyle terdengar mengetuk-ngetuk permukaan meja, membuat Leo memperhatikan dengan seksama.
"Wah, wah. Serius banget kayaknya. Gimana, gimana. Ada apa?" Tanya Leo yang mendadak antusias,
"Le, ajarin gue cara bikin cewek suka sama kita"
Uhuk! Uhuk! Pertanyaan Kyle membuat Leo tersedak minumannya, "Lo bercanda, ya? Gue aja jomblo karatan, kok minta ajarin sama gue?"
"Tapi seenggaknya lo pernah pacaran"
"Ya, tapi itu tujuh tahun lalu, Kyle. Ngeledek lo?"
"Ck" Kyle berdecak, memang sahabatnya ini selalu tidak bisa diandalkan. Bukannya memberi saran, Leo justru penasaran dengan sosok perempuan yang dibicarakan Kyle, sebab jarang sekali Kyle terlihat tertarik atau pun membicarakan perempuan setelah cukup lama mereka saling mengenal.
"Gue pengen rebut cewek orang"
"What?! Bro?! Ngerebut cewek orang? Hidup lo kurang menantang, ya?"
"Ini tantangannya, ngerebut cewek orang"
"Stress lo, Kyle. Stress"
Keduanya langsung mengakhiri obrolan. Leo yang merasa tidak bisa membantu Kyle, mulai berpikir liar, dia menunggu apa akan Kyle lakukan demi mendapatkan perempuan incarannya itu, meski dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bagaimana bisa sahabatnya itu menyukai perempuan yang sudah memiliki kekasih diantara banyaknya perempuan dimuka bumi ini?
Sedangkan Kyle, dia berpikir akan memulai dari mana agar bisa mengambil hati Marsya sebab dia tidak mau berbagi cintanya dengan Erik.
"Kamu dimana? Aku di parkiran nunggu kamu"
"Jangan lama, ya. Udah gerimis"
Pesan singkat yang Marsya kirimkan membuat Kyle tersenyum sumringah. Dengan cepat, dia menyambar tasnya dan berlari meninggalkan kantin, tidak peduli meski Leo memanggilnya berulang kali.
Dari jarak yang hampir dekat, Kyle melihat Marsya sedang berdiri dibawah pohon. Gadis itu sedang berlindung dari rintik hujan yang mulai turun sore itu. Angin yang cukup kencang, membuat Marsya kedinginan. Langsung saja, Kyle melepas jaket dan dia pakaikan pada Marsya. Sambil sesekali tangannya menyeka rambut Marsya yang mulai basah. Dua pasang mata pun bertemu, keduanya saling melempar senyum sebelum Kyle menuntun Marsya masuk kedalam mobilnya.
Sore ini, adalah sore terakhir bagi mereka sebagai sepasang calon pengantin sebelum upacara pernikahan yang akan menyatukan mereka esok di pagi hari. Dan ini pun menjadi tempat terakhir yang akan mereka kunjungi sebagai persiapan mereka, yaitu butik tempat dimana Hilda, ibunda Kyle, membuat janji temu dengan designer yang sudah merancang baju untuk Marsya dan Kyle.
Kini, tepat dihadapan Marsya berdiri, ada satu gaun berwarna putih yang akan dia pakai di upacara pernikahannya nanti. Sebuah gaun berbentuk A-Line, sangat pas dipinggang namun melebar secara natural kebawah, berbahan silk dan juga berhiaskan payet, mutiara serta bordiran yang mempercantik tampilan gaun tersebut yang dipersiapkan secara khusus untuk Marsya, sang calon pengantin.
Marsya menarik nafas panjang, dia tidak percaya akan sampai pada titik ini. Kurang dari beberapa jam lagi, dia akan menjadi istri seseorang diusianya yang menginjak dua puluh dua tahun, usia yang masih terbilang muda untuk menyandang status seorang istri. Namun meski begitu, Marsya melakukan ini hanya semata-semata demi sang nenek. Sebab menjadi cucu perempuan satu-satunya membuat Marsya ingin berbakti kepada neneknya itu. Toh, orang tua dan keluarganya turut mendukung dan merestui pernikahannya dengan Kyle. Marsya merasa, menikah dengan Kyle tidak ada salahnya, asalkan seluruh keluarga merasa bahagia.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, setelah mengikuti ajakan Tania dan Hendry untuk makan malam bersama, Kyle pamit undur diri. Marsya pun mengantar laki-laki jangkung itu sampai ke mobilnya. Sebelum Kyle pergi, Marsya menahan tangannya. Ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada Kyle perihal pernikahan mereka esok.
Dengan rasa hati-hati, Marsya mengingatkan pada Kyle bahwa pernikahan mereka berlangsung hanya karena keinginan tetua keluarga mereka. Marsya juga berterus terang bahwa dia masih mencintai dan menyayangi Erik, sehingga Kyle tidak perlu terlalu berharap pada hubungan mereka nanti. Terdengar pahit namun ini lah kenyataannya, Kyle pun berusaha menerima itu.
Tetapi berbanding terbalik, tujuan Kyle tidak akan pernah berubah, dia akan membuat Marsya luluh dan mencintainya. Kyle ingin lihat sejauh mana hubungan Marsya dan Erik akan bertahan. Karena dia yakin, dia lah yang akan menjadi pemenangnya. Jadi untuk sekarang, Kyle akan ikuti ucapan Marsya, biar lah gadis itu melakukan apa pun yang dia inginkan, Kyle tidak akan melarangnya.
"Gue ngerti, jadi lo tenang aja" Ucap Kyle disertai senyum tipis, dia usap kedua bahu Marsya sebelum masuk kedalam mobilnya
"Sampai ketemu besok, pengantinku"
...••••...
To be continued
cieee cieee pengantinkuuu
Hayooo kalian tim siapa nih? Tim Erik atau Kyle???
siapa yang gak sabar liat Marsya Kyle merried??? kira2 gimana nasib Erik yaa nanti???
Yukk biar gak ketinggalan kelanjutannya jangan lupa klik favorite dan lovenyaa, makasih banyak😘🥰💕💕💕💘💘