Romeo terpaksa menikahi guru yang paling ia benci karena suatu hal. Bukan seperti kisah Romeo dan Juliet yang saling mencintai terpisahkan karena tidak mendapatkan restu.
Kisah mereka adalah kisah Romeo dan Juliet yang berusaha untuk terpisah dari pernikahan paksa ini.
Bagaimana akhir kisah pernikahan mereka? Akan mereka berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda FK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangga Pecinta Melon
Sumpah demi apa Juliet merasa malu ketika para orangtua melihat mereka berciuman. Saat ini Juliet terus mengumpat memarahi suaminya yang selalu mencium tidak tahu tempat.
"Kau membuatku malu Romeo," protes Juliet dengan wajah memerah.
"Mana aku tahu para Opa ada di dalam ruangan itu, biasanya mereka enggak pernah masuk ruangan itu," jawab Romeo.
"Ish, lagian ngapain sih ngajakin kesana?" sewot Juliet yang masih kekeh menyalahkan Romeo padahal ia pun sama-sama menikmati.
"Dih, sama-sama mau juga. Aku terus yang disalahin," elak Romeo dengan bibir mengerucut.
"Lagian ngapain sih pakai baju terbuka gini? Sengaja ya godain aku?" lanjutnya lagi sambil menunjuk gaun yang dikenakan oleh Juliet.
"Ish kan ini matching sama jas kamu," timpal Juliet kesal.
"Cie pengen couple an sama aa ya neng?" goda Romeo sambil mencolek dagu istrinya yang sedang merenggut.
"Idih males!" kilah Juliet masih gengsi tapi mau.
"Lanjutin yang tadi yuk! Sekarang kan kita di kamar, jadi bebas ngapain aja," ajak Romeo sambil memeluk pinggang istrinya.
"Enggak mau! Aku ngantuk," tolak Juliet lalu berjalan menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
Bukan Romeo yang diam saja ketika ia menginginkan sesuatu. Ia tersenyum nakal ketika ia melihat saklar lampu di dekatnya, ia lalu menekan saklar sambungan lampu didalam walk in closet. Juliet yang hanya mengenakan dalaman saja auto keluar ketika lampu padam.
"Romeo!" panggil Juliet. Ia terkejut ketika melihat lampu di dalam kamar masih menyala, astaga ia baru saja dikerjai oleh suaminya.
Juliet baru tersadar apabila ia saat ini hanya mengenakan pakaian dalam saja. Ia hendak berjalan masuk kembali ditahan oleh Romeo. Romeo menggendong Juliet membawanya ke atas tempat tidur.
"Nakal ya, kamu godain aku Buju," ucap Romeo mendramatisir, padahal ia yang sengaja menjebak Juliet.
"Buju?" tanya Juliet sambil mengkerutkan keningnya.
"Iya, Bu Juliet ku sayang," jawab Romeo langsung menyambar bibir ranum istrinya.
Juliet yang awalnya malu-malu meong kini mulai membalas ciuman yang diberikan oleh suaminya. Keduanya melanjutkan ciuman panas yang sempat tertunda. Bahkan dengan nakalnya Romeo meninggalkan jejak dileher istrinya.
Tubuh Juliet menggeliat ketika merasakan mulut nakal suaminya sudah memainkan milkshake favoritnya. Kali ini keduanya sudah tidak dapat menahan gejolak yang ada dalam diri mereka.
Mereka berdua sudah sama-sama bergairah, keduanya menginginkan lebih dari ini. Bahkan kini mereka sudah sama-sama tidak mengenakan apapun. Pertama kalinya Juliet melihat cacing Alaska yang selalu dalam bayangannya kini terpampang nyata didepannya.
Jadi jemari Juliet dengan nakal memainkan benda favoritnya yang menggemaskan. Lama keduanya melakukan pemanasan, kini mereka tiba pada hidangan pembuka. Senyum Romeo memudar ketika ia melihat noda darah di atas sprei, ia kembali menatap senjata yang sudah siap bertempur dengan semangat enam sembilan.
"Kok berdarah Buju? Aku belum ngapa-ngapain lho?" rengek Romeo sebal.
"Darah? Astaga? Aku datang bulan?" pekik Juliet lalu berlari menuju kamar mandi. Tak lupa ia mengambil pembalut yang ia taruh di dalam laci.
"Alamak Solo lagi!" keluh Romeo lalu berjalan gontai masuk ke dalam kamar mandi ketika melihat Juliet yang baru saja keluar dari sana.
Di sisi lain Ghea saat ini terus memanasi kakaknya agar ia berusaha memisahkan Juliet dari Romeo. Ia bahkan menjelek-jelekkan Romeo yang selalu bergonta-ganti pacar.
"Aku yakin Kak Juliet enggak bahagia nikah sama Romeo," ucap Ghea yang terus memanasi Marvel.
Ghea tahu apabila kakaknya sejak kecil menyukai Juliet, namun karena pernikahan kedua orang tua mereka Marvel terpaksa mengubur perasaannya. Ghea tidak terima apabila Juliet kini menjadi ratu di dalam istana keluarga Wijaya.
Ia tahu pasti seberapa banyaknya harta kekayaan keluarga Sultan itu. Belum lagi wajah tampan Romeo yang pasti akan memperbaiki keturunannya menjadi mirip pria bule. Andai malam itu ia tahu apabila Romeo yang berada di dalam kamar itu, ia akan memilih dirinya saja yang dijebak bersama Romeo.
"Tenang saja dek! Kakak enggak akan diem aja. Kakak akan cari cara agar mereka berpisah," balas Marvel dengan senyum menyeringai.
Pagi mulai menyapa, suasana indah di pagi hari. Seperti biasa pagi ini mereka semua berkumpul menikmati sarapan pagi mereka. Romeo dan Juliet pun baru saja datang menyapa mereka.
"Pagi semua!" sapa Juliet dan Romeo bersamaan.
"Pagi," jawab mereka.
Romeo dan Juliet duduk di kursi dekat tiga adik kembarnya. Juliet dengan telaten mengambilkan makanan untuk suaminya. Romeo tersenyum, akhirnya ia merasakan apa yang dialami oleh pasangan suami istri meskipun Juliet tidak pernah mengatakan cinta kepadanya. Namun ia tahu apabila istrinya itu sudah mulai terjerat oleh cinta suami brondongnya ini.
Apalagi semalam ketika Juliet membantunya menidurkan cacing kebanggaannya yang gagal berjelajah karena kedatangan tamu tak diharapkan. Oh indahnya ternyata pacaran setelah menikah bebas melakukan apa saja dengan pasangan halal.
Tiba-tiba saja lamunan Romeo seketika ambyar ketika merasakan pukulan mesra dari Mommy tercinta menggunakan sendok sayur yang besar.
"Ngelamun apa sih kamu pagi-pagi?" tanya Mom Cinta selidik, ia melihat sejak tadi putranya terus menerus tersenyum mencurigakan.
Romeo hanya meringis kesakitan dipukul oleh Mommy nya, entah mengapa ia merasa para wanita di keluarga ini memiliki kekuatan singa semua. Mereka semua terlihat lembut di luar namun kenyataannya merek sangat garang.
"Mommy sakit tahu!" protes Romeo sambil merenggut.
"Masih saja manja sama Mommy enggak malu sama istri kamu?" ejek Daddy Key.
"Ish, kenapa aku merasa anak tiri di dalam rumah ini," sewot Romeo sebal.
Tiba-tiba saja Tiffany yang hendak mengambil minum di samping Juliet mendadak berhenti. Pandangannya kini tertuju pada bercak merah pada leher kakak iparnya itu.
"Kakak? Kenapa di leher kakak banyak banget bercak merah?" tanya Tiffany penasaran.
Romeo dan Juliet yang sedang menikmati makanan mereka, tiba-tiba saja tersedak mendengar ucapan Tiffany. Belum lagi ia melihat wajah-wajah yang saat ini sedang tersenyum menyebalkan kepada mereka.
"Oh, ini sepertinya ada serangga di Paviliun," jawab Juliet dengan gugup sambil menutupi leher dengan tangannya.
Romeo mendelik karena tidak terima dianggap sebagai serangga. Mana ada serangga setampan dan sekeren dirinya.
"Kok ada serangga ya? Padahal selalu ada pembersihan setiap minggu?" sahut Junior yang ikut mengejek Romeo.
"Sepertinya serangga langka yang sulit diberantas," timpal Juliet sambil menatap sebal kearah suaminya yang tidak membantunya sama sekali menjawab interogasi dari para keluarganya.
"Udah kalian enggak usah berisik hanya karena serangga ganteng itu," celetuk Romeo yang membuat Juliet rasanya ingin menggetok kepala suaminya saat ini.
Iya, serangga Pecinta Melon..
..............
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗