NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Jas Putih

Cinta Di Balik Jas Putih

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Sandra berjalan cepat ke arah IGD yang sudah tampak ramai, pemandangan wajah cemas dan juga tangis haru sudah menjadi gambaran di IGD kota kecil itu.

Di balik sikap profesionalnya, nyatanya Sandra menyimpan lukanya sendiri yang bahkan bertahun-tahun tak bisa dia sembuhkan.

Hingga akhirnya seseorang yang tak sengaja dia temui malah merubah seluruh dunia yang sudah membuatnya nyaman, memaksanya untuk kembali percaya akan cinta, tapi sayangnya jurang perbedaan mereka besar dan masa lalu yang mulai kembali menghantui Sandra.

Bisakah Sandra mengeluarkan diri dari traumannya dan menerima pria yang bahkan tak pernah dia bayangkan akan hadir dalam hidupnya? ataukah dia tetap tak bisa melupakan masa lalunya dan kembali menerimanya?

Pernyataan: Novel ini ditulis tidak untuk menyudutkan atau menjelekkan seseorang, kalangan tertentu, atau pun profesi tertentu, semua yang ditulis hanya untuk pengetahuan dan hiburan semata, cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24.

Pintu mobil mewah itu terbuka, dengan senyuman manisnya Devan turun begitu saja membuat mata Sandra membesar, mau apa lagi dia? Bisa runyam ini.

Devan memberikan senyum pada Rianti dan Roy yang memandangnya dengan sedikit wajah heran, ditanggannya sebungkus plastik sudah ada.

"Wah ada tamu?" Kata Devan berdiri di dekat Sandra. Dia lalu memalingkan wajahnya pada Sandra yang bengong, "maaf nunggu lama, ini ngantri tadi belinya, bawa masuk Gih abis ini kita makan sama-sama tadi katanya udah lapar," kata Devan dengan lembut, menyodorkan plastik makanan itu pada Sandra yang kebingungan namun langsung menyambutnya.

"Eh, iya, iya, ini aku siapin dulu," kata Sandra yang bingung, tapi dia segera membawa makanan itu ke dalam, di dalam dia melihat ke arah Devan yang tersenyum pada Rianti dan Roy.

"Oh, masuk dulu," tawar Devan.

"Enggak! Dia siapa anda?" Tanya Rianti yang sedikit punya tata Krama tak mungkin langsung bar-bar memarahi pria ini.

"Dia teman wanitaku," tegas Devan yang langsung mengundang kerutan di wajah Roy, selama ini dia tahu Sandra adalah wanita tanpa pasangan, tapi kenapa malah ada pria ini.

"Nah! Kasih tau ya sama teman wanita Anda itu, jangan mau keluar diajak cowok yang udah punya istri," kembali nada bicara Rianti meninggi. Devan menanggapinya dengan wajah heran dan sedikit tersenyum bingung.

"Diajak jalan? Kayaknya ada salah paham deh mbak, Sandra tidak pernah pergi dengan siapapun, hari ini dia dengan dia seharian, saya baru saja keluar sebentar mencari makan malam kami, lagi pula kalau dia diajak keluar sama suami mbak, dandannya pasti gak begitu kan?" Kata Devan menjelaskan membuat Rianti sedikit terdiam, benar juga pikirnya, masa suaminya sudah Serapi ini tapi wanita tadi malah sekusut itu.

"Jadi saya rasa masalahnya di sini adalah suami Mbak, dia yang datang menghampiri teman wanita saya. Mbak, lebih baik dijaga suaminya agar jangan datang ke rumah wanita malam-malam mengajak keluar, ya Mbak," kata Devan pelan membuat Rianti jadi malu sendiri dan kesal menatap suaminya yang tampak salah tingkah.

Sandra yang selesai memindahkan makan itu langsung segera kembali menemui 3 orang di depan pintu rumahnya yang tampak berbincang.

"Sudah?" Tanya Devan melihat Sandra yang datang.

"Iya," angguk Sandra sungkan.

"Mbak, mau masuk sama suaminya? Makan sama-sama?" Tawar Devan lagi.

"Eh, enggak, kami pulang, Ayo pulang!" Kata Rianti ketus pada suaminya dan sungkan pada Devan yang tampak tetap saja ramah.

Roy memperhatikan Sandra sekilas lalu melihat Devan yang tersenyum lebar padanya, sedikit bingung hingga akhirnya dia ditarik oleh Rianti dan mereka segera masuk ke dalam mobil mereka, mobil yang dinaiki Rianti dibawa oleh supir.

Devan melambaikan tangannya ramah mengantar kedua mobil itu meninggalkan area rumah Sandra.

Hening cepat menyergap, lagi-lagi Sandra kaku tak bisa mengatakan apapun, semerbak wangi yang lembut itu kembali memanjakan hidungnya. Sandra mengapitkan kedua bibirnya lagi.

Devan menoleh ke arah Sandra, tanpa mengatakan apapun dia hanya tersenyum tipis lalu berjalan ke arah mobilnya.

"Devan!" Panggil Sandra membuat Devan yang baru saja ingin masuk ke dalam mobilnya menoleh, Sandra saja tak sadar dia memanggil nama itu, hanya saja perasaannya tak nyaman Devan pergi begitu saja.

"Terima kasih," kata Sandra salah tingkah.

Devan hanya tersenyum seadanya, "masuklah, sudah malam."

"Iya," kata Sandra, dia menunggu Devan masuk, tapi sepertinya Devan juga menunggunya masuk, jadi dengan salah tingkah Sandra menutup pintu rumahnya. Benar saja setelah itu terdengar suara pintu mobil tertutup dan suara mesin mobil dihidupkan.

Sandra mendengar suara ponselnya berbunyi, dia lalu mengambil ponselnya, pesan dari Devan yang segera dibukanya.

"Kalau ingin menghindar dariku, tak perlu melakukan hal seperti itu lagi. Jangan melakukan hal yang bisa mempermalukan dirimu sendiri."

Sandra menggigit bibirnya, dia lalu melihat sebuah pesan di atas pesan itu, Sandra memukul jidatnya, nyatanya pesan yang tadi siang dia kirim untuk Roy, malah terkirim ke Devan. Bodohnya dia!

Sandra mengintip ke arah halamannya, mobil mewah hitam itu sudah keluar dari halamannya. Sekarang perasan Sandralah yang tak enak. Bagaimana ini?

---***---

"Huah! Gua harus gimana!" Kata Sandra setengah berteriak di cafe itu.

"Eh! Berisik tau," kata Joshua.

"Kakak sih, ada-ada aja, masa bikin Devan begitu, kasihan tahu," kata Larra yang bukannya menenangkan perasaan Sandra malah memperburuknya.

"Ga tau nih, gua udah malas bantuin lu," kata Joshua kesal.

"Josh!" Kata Sandra lagi mencoba memelas tapi malah seperti membentak.

"Tuh, udah minta tolong ngomongnya tetep aja ga ada halus-halusnya. Hah, jadi sekarang lu mau apa?" Kata Joshua.

"Gua ga enak aja Ama dia, dia udah bantuin gua tapi gua malah gitu," ujar Sandra.

"Ya, tinggal minta maaf, kok repot."

"Tapi dia udah ga hubungin gua 3 hari ini."

"Ya, kakak hubungin duluan, kan kakak yang salah," ujar Larra gemas.

"Iya, lu udah salah, jangan sok jual mahal lagi," kata Joshua mencolek sambal di kentang gorengnya.

"Gua udah usaha, tapi kok kayak bukan gua gitu hubungin dia duluan," kata Sandra lagi, egonya menolak itu.

"Tuh, masih aja ego," kata Joshua.

"Kalo gini ya ga bakalan selesai kak, terkadang kita harus mengalah apalagi kita yang salah," ujar Larra lembut.

"Tuh, usia lu aja yang tua, dewasaan si Larra cara berpikirnya," kata Joshua.

Sandra diam sejenak, cuma rasanya egonya benar-benar tak bisa membiarkan hal itu, sudah berulang kali dia ingin menekan tombol telepon atau mengirim pesan, tapi selalu urung dia lakukan.

"Ga deh," kata Sandra menjauhkan ponselnya.

Joshua dan Larra yang duduk di depan Sandra menghembuskan napas keras, lemas melihat tingkah Sandra.

"Gua kan memang mau dia pergi, jadi ya biarlah, besok juga gua udah baikan," kata Sandra menyakinkan dirinya sendiri sambil menyeruput jus mangga kesukaannya.

"Jadi apa gunanya kami dari tadi berkoar-koar kasih nasehat untuk lu?" kata Joshua frustasi melihat tingkah Sandra.

"Ya, gua cuma curhat aja," kata Sandra lagi.

"Ah! Kayak ABG lu! Udah ah, Larra pulang yuk, lu sahabat gua sekarang," Kata Joshua gedek juga melihat Sandra. Joshua langsung keluar diikuti Larra yang menurut saja.

"Eh ikut, gua ga mau pulang naik angkot," ujar Sandra yang mengikuti Joshua keluar, tetap saja tak tega meninggalkan Sandra dan akhirnya mengantarnya pulang.

1
Wangintowe Tundugi
asik omanya devan
Wangintowe Tundugi
alur cerita quen mmg demikian pasti ada yg maksa karena cinta inilah ke unikan mu quin gak ada yg bisa plagiat thebest
Wangintowe Tundugi
the best persahabatan bang josh dan sandra
Wangintowe Tundugi
🤣🤣
Wangintowe Tundugi
ah beneran si bang jos tuh dokter sandra lebih memilih batu bata dari permata 🤣🤣
Ersa
Luar biasa
bunga cinta
jeruk kok makan jeruk
bunga cinta
suka ide cerita nya, cerdas othornya
bunga cinta
Luar biasa
bunga cinta
banyak ilmu
Nurlaela
terbaik..
Mimilngemil
Keren... keren....
ah... akhirnya happy ending
😍😍😍
Mimilngemil
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mimilngemil
Biang keroknya Gladys /Hammer//Hammer//Hammer/
Mimilngemil
Nirmal sie...
aku juga gitu
wkwkwkwk
Mimilngemil
kaya punya sahabat kaya Jo... gak akan sedih 😂😂😂😅😆
Mimilngemil
😂😂😂😅
Jo... ica ae...
Mimilngemil
😂😂😅😆
Mimilngemil
uhuy....
Sandra...
Abang datang Neng...
Mimilngemil
Graciella dijepit pintu mobil
Devan kejepit pintu mobil
😂😅😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!