WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******
Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya
Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya
Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MULAI TERUNGKAP.
Alluna memutuskan untuk ke markasnya sekarang karena dia harus mengurus tikus kecil lagi
"Apakah dia sudah berbicara?" Tanya Alluna pada anak buahnya saat tiba di markas
"Dia tetap tutup mulut nona"
"Baiklah biar aku yang mengurusnya" jawab Alluna pergi menuju sel tempat sandaraannya berada
"Hai kita bertemu lagi Surya Wardana" Alluna
(Kalian masih ingat kan dia laki‑laki yang memiliki tato naga di belakang lehernya)
"Siapa kamu sialan, lepaskan!" Teriaknya
"Ohh ayolah harusnya anda sudah mati sejak kemarin namun karena ada hal penting yang harus saya urus jadi saya menundanya dan mungkin ini saatnya tuan" ucap Alluna bersmirk
"Anda tau, siapapun musuhku yang sudah melihat wajahku pasti akan mengingatnya sampai mati tanpa sempat membocorkan siapa diriku, kenalkan tuan saya Alluna skhaya Thompson anak sulung tuang Albertson Thompson dan Elena skhaya yang sudah kalian bunuh 10 tahun lalu" ucap Alluna dengan nada dingin
"T‑tidak mungkin" ucap pelan pria itu
"Hahahaha siap untuk bertemu ayah dan bundaku, saya sarankan untuk anda meminta maaf pada mereka" smirk Alluna
"Lan lo bisa keluar sekarang" batin Alluna memejamkan matanya
"Gue menyukai ini" jawab Allana membuka matanya perlahan
"Ahhh senangnya menghirup aroma darah ini" girang Allana
"Dasar perempuan gila, lepaskan saya atau kamu akan menyesal " teriak Surya
"Enak aja minta lepasin lo pikir waktu lo nyerang keluarga gue, lo dengerin gak permohonan mereka, tidak kan jadi jangan harap gue bebasin lo" tekan Allana
"Sekarang gue tanya siapa bos lo selain Brawijaya?" Tanya Allana dingin
"Sampai mati gue gak akan beritahu sialan!" Bentak Surya
"Gue sih gak masalah, cuma perlu lo tau keselamatan keluarga lo ada di tangan gue, istri dan anak‑anak yang lo jaga harus rasain apa yang gue rasa" ucap Allana tersenyum miring
"Lan biarkan gue keluar sebentar, gue ada kejutan untuknya" ucap Alluna
"Jangan lama, tangan gue udah gatal" ucap Allana membuat Surya kebingungan
Alluna kembali mengambil alih Tubuhnya
"Lo mau lihat sesuatu yang menyenangkan?" Tanya Alluna datar
"Bawa dia masuk" teriak Alluna kepada anak buahnya
Surya sangat terkejut dan marah sangat marah bagaimana tidak dia melihat istrinya ditahan oleh dua pria kekar dengan keadaan istrinya yang telnjang bult bahkan menangis tersedu‑sedu
"Pah hiks tolongin mama pah hikss" isak lemah perempuan itu karena sudah lelah menangis
"T‑tidak, lepasin istri saya, saya mohon lepaskan sialan" emosi surya
"Hahahaha sakit bukan, APA KAU TAU BAGAIMANA AKU MELIHAT BUNDAKU DI PERK*SA DAN DIBUNUH DENGAN BOS KALIAN SIALANN" teriak Alluna marah
"Lo tau gimana hancurnya gue yang saat itu masih kecil menyaksikan bundaku di lecehkan seperti itu bajing*n,, gue hanya ingin anak‑anak lo melihat seperti apa yang gue lihat" geram Alluna setelah itu anak buah Alluna yang lainnya masuk dengan anak‑anak surya dalam keadaan tidur karena dibius
"Ti‑tidak, saya mohon saya akan lakukan apapun tapi tolong jangan istri dan anak saya"
"Gue kasih lo kesempatan siapa bos lo?" Tanya Alluna mencengkeram dagu Surya yang masih diam
"Masih bungkam? Perk*sa wanita itu " perintah Alluna
"Baik nona" jawab mereka
"Jangan hikss jangan pah tolong pahhhh " isak wanita itu
"B‑baik saya akan bilang tapi tolong bebaskan istri dan anak saya" memelas Surya
"Katakan" titah mutlak Alluna
"D‑dia d‑dia t‑tuan Romi Megitson, dan kami hanya anak buahnya, hanya itu yang saya tau sungguh saya tidak berbohong" ucapnya
"Kalian semua yang memiliki tato naga itu hanya anak buah Romi?" Tanya Alluna yang berusaha meredam emosinya
"I‑iya nona, tato naga ka‑kami adalah tanda bahwa kami anak buah tuan Romi" lanjut Surya
"Penggal kepala laki‑laki ini dan bungkus secantik mungkin kita akan jadikan itu sebagai salam perkenalan pada tuan Romi Megitson " ucap Alluna tersenyum miring
"Ti‑tidak saya mohon ampun nona ampuni saya" isak frustasi Surya
"Ti‑tidak nona lepaskan suami saya kasihani anak‑anak kami nona mereka masih membutuhkan sosok ayah hiksss" isak sang istri
Alluna berjalan mendekati wanita itu yang tidak lain istri dari Surya
"Kau tau bahkan suamimu itu ikut dalam pembantaian sadis yang menghabisi kedua orang tuaku sialan" ucap Alluna mencengkeram kuat dagu wanita itu
"Aku bahkan masih sangat baik tidak membiarkan dirimu digilir oleh semua anak buahku, sekarang nikmati apa yang kau lihat jika kau berani melakukan hal bodoh, mungkin anak‑anak mu juga bernasib sama seperti ayahnya" sambung Alluna lagi
"Lakukan dan katakan padaku jika semuanya sudah beres" ucap alluna berjalan menjauh mengabaikan teriakan ampun dari suami istri itu dan juga protes dari Allana karena tidak jadi membunuh
Alluna memutuskan untuk pulang dia harus beristirahat karena besok dia sekolah
"Kakak dari mana?" Tanya Rey saat melihat Alluna memasuki rumah
"Papa mana?" Tanya Alluna mengabaikan pertanyaan Rey
"Papa ada di ruang kerja" jawab Rey
"Ikut kakak ke ruangan papa sekarang" Alluna
Tok tok
"Masuk" papa Alexander
"Pah luna mau ngomong" Alluna
"Duduklah dan katakan ada apa" papa Alexander
"Luna mendapatkan salah satu dalang dalam tragedi itu, dia Romi Megitson " Alluna
"Nama yang tidak asing, Rey cari tau tentang pria itu" ucap Alexander
"Baik pah" jawab Rey
"Aku akan bersih‑bersih, katakan padaku jika kamu mendapatkan sesuatu Rey" titah Alluna
"Baik kak, aku akan memanggilmu nanti" jawab Rey
2 jam berlalu….
Tok tok
"Masuk aja, luna gak kunci" jawab Alluna dari kamar
"Kak aku menemukannya" jawab Rey antusias
"Katakan" titah Alluna
"Romi Megitson yang sekarang terdaftar menjadi perusahaan terkaya ke 4 di kota ini Megitson Company memiliki istri seorang desainer dan juga seorang anak laki‑laki yang identitas sulit ditemukan,, dan kakak tau aku menemukan 1 bukti yang sangat mengejutkan" Jelas Rey antusias yang hanya mendapat tatapan datar dari Alluna
"Romi memiliki seorang putri dari hasil pemerk*saan yang dia perbuat, dia pernah memperkosa salah satu pembantu yang bekerja di rumahnya namun aku tidak mendapatkan apapun seolah semua data dari perempuan itu sengaja di lenyapkan" sambung Rey
"Terus cari tau tentang mereka itu bisa jadi senjata yang berguna untuk aku membalas mereka semua" ucap Alluna.
"Ah iya kak, Romi Megitson juga berteman dekat dengan saudara tiri Ayah Albert yang sekarang menjadi pemilik Albe Company yang di ganti menjadi Derson company,, apa kakak tidak mengetahui dia siapa?" Tanya Rey
"Aku bahkan tidak mengetahui ayah memiliki saudara tiri dan masalah perusahaan Ayah kenapa dia bisa mengambil alih aku pun juga tidak mengetahuinya" jawab Alluna
"Apa kakak tidak ingin menemuinya? Tanya Rey
"Aku pernah ingin menemuinya bahkan aku menyebutkan nama dan margaku namun dia menolak dan sampai saat ini wajahnya sulit untuk diketahui, dia menutup semua akses data tentang dirinya maupun keluarganya" ucap Alluna membuat Rey menatapnya Aneh
"Ada apa?" Tanya Alluna yang mempertanyakan dari tatapan Rey
"Bukankah ini mencurigakan kak, kenapa dia tidak ingin bertemu dengan kak Luna padahal dia tau jika kakak juga keponakannya,, bahkan perusahaan yang dia kembangkan saat ini juga milik ayah kakak" jelas Rey
"Aku sudah lama memikirkan itu, bahkan sejak lama aku berusaha mencari tentang dirinya si pemilik Derson Company" ucap Alluna dengan nada dingin.