NovelToon NovelToon
Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Labirin Ingatan "Antara, Aku Kamu Dan Masa Lalu"

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Bad Boy
Popularitas:474
Nilai: 5
Nama Author: YirumaNitya

Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang BK

"Kenapa baru angkat telpon" Tanya Langit cemas.

"Males" Gerutu Cherry nadanya tinggi dan terbalut emosi.

"Maafin gue ya." Ucap Langit menyesal.

Cherry terdiam ia merasa kesal sekali pada Langit, hari ini moodnya turun drastis, ia galau karena gosip di forum sekolah itu, kalau saja Langit tidak jahil mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.

"Lo mau duit berapa? gue bawain ya, 300 juta cukup?"

Sontak Cherry bereaksi "Langit apaan sih malah bahas duit, dasar sok kaya lo"

Namun pria itu nampak serius ia berkata lagi "Katanya Lo suka duit, kebetulan uang jajan gue bulan ini belom abis, gimana kalau buat Lo aja biar enggak galau dan bete lagi."

Cherry selalu saja dibuat takjub dengan orang yang satu ini, ada saja gebrakannya. Bisa bisanya dia berfikiran yang diluar nalar Cherry.

"Ya suka, suka banget, tapi kan ini masalahnya bukan soal Duit Lang."

"Iya Langit paham, Langit cuma gak mau Cherry sedih ngadepin masalah ini." Ujarnya tulus.

"Terus apa yang musti Gue lakuin kira kira?" Tanya nya butuh persetujuan Cherry dulu.

"Gue juga bingung Lang, paling paling besok kalau gosipnya tambah rame kita di panggil ke ruangan BK"

"Yaudah gak apa apa, kita hadapi bareng masalah gak penting ini, gimana?" Ucapnya menenangkan

Cherry merasa bebannya langsung berkurang.

"Iya" jawabnya.

"Cuma gosip, gak akan bikin dikeluarin dari sekolah, Lo tenang aja ya Cher, yang penting di gosipin nya kan sama cowok ganteng kayak gue." Langit tertawa ringan.

"Tuh tuh mulai, selalu aja narsis kayak gitu"

"Emang ganteng kan?"

Cherry tambah kesal "Jelek" ujarnya berbohong.

"Bohong dosa Cher, nanti kamu dikutuk jadi putri tidur kalau suka bohong" banyolnya

"Hahaha sekalian aja kutuk jadi batu" Cherry tertawa meski capek mendengar ke asbunan cowok tengil itu.

Kata kata Langit selalu saja bisa membuat Cherry tertawa, entah mengapa sikapnya yang urakan dan spontan itu justru membuatnya tidak ilfeel sama sekali.

"Lo beneran gak mau uang gue, kalau gak mau uang, gue ajak jalan jalan mau gak?"

Cherry menolak halus "Gak usah Langit, entar malah dimarahin Kevin."

"Gak bakal, kalau sama gue pasti dia ijinin."

"Sok tau, Lo belum tau aja si Kevin kayak gimana orangnya."

"Gue bilang, dia gak bakal marah, yaudah tunggu 5 menit gue buktiin, tutup dulu aja telponnya." Ujar Langit yakin.

Cherry menutup telpon lelaki jail itu.

Tak berselang lama sebuah panggilan masuk dari Kakak posesifnya.

"Dek"

"Apaan"

"Mau pergi keluar sama si Langit?" Tanya Kevin dengan nada biasa.

"Iya dia ngajak keluar, emang boleh?" Tanya Cherry pasrah saja dengan jawaban yg akan ia dapat.

"Oh yaudah."

"Hah yaudah apaan kak?" Cherry keheranan.

"Yaudah sana pergi."

Cherry mengangkat alisnya ia merasa sangat keheranan dengan respon santai kakaknya itu.

"Beneran?" Tanyanya seolah tak percaya.

"Ya sana kalau mau jalan sama si Langit, hati hati aja." Ujarnya.

Cherry tersenyum senang bukan karena mau jalan dengan cowok tengil bermarga Wijaya itu. Tapi karena respon tak lazim Kakaknya yang saat itu sangat baik hati.

***

Sebuah mobil sport berwarna hitam masuk ke halaman Rumah keluarga Nugraha.

Seseorang turun dari mobil itu, Pria setinggi 178 cm, ia berpakaian casual, kali itu ia memakai celana panjang longgar berwarna Khaki, kemeja biru dongker, yang terbuka 1 kancing atasnya, rambutnya seperti biasa berombak tak karuan, ia juga menyempurnakan penampilannya dengan sepatu kets berwarna senada dengan celannya, penampilan biasa yang effortless namun tetap kece.

Cherry mengintip dari jendela kamarnya, lalu buru buru menyiapkan riasan di wajahnya. Make up seadanya dan pakaian yang juga sederhana seperti biasanya.

Karena Sore itu cukup panas Cherry memakai gaun putih casual brukat, rambutnya terurai, tak lupa membawa tas selempang yang senada dengan baju yang ia kenakan.

Ia memasukan beberapa barang ke tasnya, liptint, kaca, handphone dan dompetnya lalu bergegas turun menemui pria yang sudah menunggunya diluar.

"Hai Lang" Sapanya.

Langit menatap Cherry tanpa berkedip, ia menatapi dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu senyum senyum malu sendiri.

"Woy kenapa ngeliatin kayak gitu?" Tanya Cherry.

Pria itu berucap "Cantik"

Cherry tersipu ia menutup sebagian wajahnya "Ih apaan sih Langit." Katanya salah tingkah.

"Ya emang cantik."

"Yaudah makasih" Kata Cherry masih tersipu.

"Yaudah sama sama" katanya sambil menirukan cara bicara Cherry.

Cherry refleks memukulnya pelan, lalu Langit menepisnya.

"Jadi ini mau jadi jalan jalan apa mau berantem" Kata Langit.

"Ya makanya jangan jail terus nyebelin ih" protes Cherry.

"Iya tuan putri, yuk naik kereta kudanya"

Mereka tertawa geli, lalu akhirnya pergi bersama ke sebuah restoran Prancis.

* * *

"Besok kira kira apa ya yang bakal terjadi di sekolah?" Tanya Cherry di sela sela makan bersama Langit.

"Kalau Ayah Ibu di panggil ke sekolah gimana ya Lang, Cherry takut banget."

"Gak usah khawatir dengan yang bakal terjadi, semua gak akan seburuk ke khawatiran Lo Cher."

"Tapi belum apa apa gue udah takut duluan." Cherry menunduk sedih.

Langit teringat cerita Kevin, soal masa lalu, Anxiety dan PTSD yang Cherry miliki.

"Gak apa apa, bukan salah kita di gosipin, ini salah orang yang asal jepret dan ngepost biar dapet exposure." Ia mengangkat wajah Cherry lembut.

"Kenapa ya gue gabisa tenang menghadapi masalah yang mungkin buat sebagian orang cuma hal yang sepele." Ujar Cherry pelan, tangannya gemetar menahan cemas.

Langit diam saja mendengarkan.

"Gue kayak cemas dan terus cemas untuk sesuatu yang belum terjadi, pengen banget bisa santai kayak Lo, atau Riana yang bisa cuek aja kalau ada apa apa."

Langit terus diam mendengarkan dengan penuh perhatian, ia terus menatap lembut pada gadis berbulu mata panjang lentik itu.

"Kadang gue merasa diri gue ini cuma beban buat semua orang."

Cherry balas menatap Langit, ia heran dengan respon diam lelaki itu.

"Ada lagi yang mau di ucapin?" Tanya Langit penuh pengertian.

Cherry menggeleng lemah.

"Kita semua pasti punya ketakutan Cherry, tapi ada yang mencoba menutupinya, ada yang berani ngadepin, ada juga yang merasa kalau rasa itu ancaman dan kabur darinya, selama Lo punya orang orang yang sayang sama Lo, Lo gak akan kenapa kenapa."

"Tapi gue selalu takut ngerepotin oranglain, kalau gue tuh cuma jadi beban dan bikin masalah."

"Lo yakin mereka terbebani? Atau yang gak Lo mau akui, mereka justru sayang banget sama Lo dan justru terima kok kelemahan Lo, justru mereka khawatir kalau Lo mencoba pura pura kuat"

Cherry terhenyak pernyataan Langit benar, selama ini ia selalu fokus dengan rasa takut, sampai ia lupa kalau akan selalu ada yang mau menemani dan menguatkannya, ia takut oranglain terbebani tanpa ia sadari kalau mereka tidak merasa keberatan untuk dibebani.

"Masih mau pesen makan lagi gak?"

Cherry menggeleng.

"Pesen aja duit gue masih banyak."

"Gue tau Lo banyak duit Langit, tapi gue bukan babi yang makannya banyak."

Langit tertawa "Yaudah kalau gitu mau beli apa gitu yang bikin tuan putri ngerasa enakan?"

"Beli emas boleh gak kan lumayan buat di jual kalau lagi bokek" Cherry menjawab asal tanpa maksud apapun.

Langit menarik lengan Cherry "Ayo beli, sekalian beli cincin tunangan."

Cherry menepis lengan Langit "Langit bisa serius dikit gak sih, gue kan bercanda."

Langit menarik lengannya lagi "Udah ayok tuh di depan tadi gue liat ada toko perhiasan."

Cherry melongo dan tak bisa berkata kata lagi, lelaki ini memang sungguh tidak bisa ditebak.

* * *

"Langit gue tau Lo Kaya Raya tapi enggak gini juga."

Lelaki tampan itu terkekeh geli tangan panjangnya penuh dengan kantong belanjaan.

Cherry yang seharusnya senang malah jadi salah tingkah.

"Langit nanti kalau tiba tiba Lo nyesel terus minta balikin duit belanjaan ini, gue gamau tanggung jawab ya."

"Haram hukumnya bagi gue ambil pemberian yang udah gue kasih." Langit berkata tegas.

Cherry menggelengkan kepalanya "Langit ini terlalu berlebihan, kalau Ibu tau nanti disangka Cherry pacaran sama sugar Daddy."

"10 tahun lagi kan emang bakal Cherry, gue bakal jadi sugar Daddy Lo."

"Langit bisa gak sih Lo serius dikit." Protes Cherry dengan kalimat yang sama.

"Yang mana dari sikap gue yang gak serius sih?" Tanya Langit santai.

"Lo tuh gak bisa gue tebak Lang, terlalu aneh, terlalu spontan, kemarin Lo tiba tiba nyium gue, hari ini lo beliin gue banyak barang mahal ini terlalu royal, gue takut kalau nanti harus balikin hal yang gak gue minta, gue tuh takut banget sama sikap Lo yang......"

Langit menutup mulut kecil Cherry lalu berkata "Jangan bawel nanti gue cium."

Cherry terdiam dibuatnya.

"Gausah takut Cher semua yang gue lakuin gak ada maksud apa apa kok, ini semua cuma hal yang murni gue lakuin untuk perempuan yang gue sayang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!