NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Seberapa kuat sebenarnya Isabella

Kael dan Aeron hanya bisa berdiri terpaku menyaksikan pertarungan yang terjadi di depan mata mereka. Keduanya benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja mereka lihat.

Sejak awal, mereka berpikir Isabella akan menggunakan sihir seperti saat dirinya menghadapi monster sebelumnya.

Bagaimanapun juga, mereka sudah tahu bahwa Isabella memiliki kemampuan sihir yang luar biasa, namun ternyata mereka salah besar. Isabella sama sekali tidak menggunakan sihir, tidak ada satu pun mantra yang keluar dari mulutnya, tidak ada cahaya sihir yang muncul dari tangannya, wanita itu hanya mengandalkan kekuatan fisik dan pedangnya dan anehnya itu sudah lebih dari cukup.

"Dia benar-benar mengalahkan mereka?" Kael sampai tidak berkedip melihat pertarungan tersebut.

Aeron yang berdiri di sampingnya juga terlihat sama terkejutnya.

"Dia bahkan tidak menggunakan sihir sedikitpun." Kata Aeron tercengang.

Tatapan mereka mengikuti setiap gerakan Isabella, tubuh wanita itu bergerak begitu cepat. Setiap kali seorang bandit mencoba menyerangnya, Isabella selalu berhasil menghindar dengan mudah. Gerakannya begitu lincah, sementara setiap serangan pedangnya dilakukan dengan sangat tepat.

Satu bandit jatuh, kemudian bandit kedua, lalu ketiga, begitu seterusnya. Tidak sampai satu jam, lima belas orang bandit yang sebelumnya terlihat begitu menakutkan sudah berhasil dikalahkan Isabella seorang diri.

Yang lebih mengejutkan lagi, tidak ada satu pun luka serius di tubuh Isabella.

Kael terdiam cukup lama, dia kemudian melirik Aeron.

"Apa kau juga berpikir seperti yang kupikirkan?" Tanya Kael pada Aeron.

Aeron mengangkat sebelah alisnya, lalu mengalihkan tatapannya kepada Isabella dengan ekspresi penuh kekaguman. Dia benar-benar tidak salah memilih Isabella sebagai tuannya.

"Kalau maksudmu selama ini kita belum pernah melihat kekuatan sebenarnya dari Isabella?" Tanya Aeron, tatapannya masih tertuju pada Isabella yang dengan santai menebas kepala lawannya seperti sedang memotong sebuah apel.

Kael mengangguk perlahan.

"Ya."

Keduanya kembali menatap Isabella, ada rasa kagum dari tatapan keduanya tapi juga ada rasa ngeri. Mereka jadi membayangkan, seberapa kuat Isabella jika dia bertarung dengan menggabungkan kekuatan fisiknya dan juga sihirnya. Kekuatan pedang Isabella bahkan seperti seorang sword master. Sangat jarang ada orang yang memiliki kedua kemampuan itu, kemampuan berpedang dan juga sihir. Tapi Isabella memiliki keduanya, bukankah itu artinya dia benar-benar kuat.

Sedangkan Isabella, wanita itu kini berdiri dengan tenang sambil membersihkan darah yang menempel di pedangnya. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kelelahan, seolah-olah mengalahkan lima belas bandit bukanlah sesuatu yang sulit baginya.

Kael tanpa sadar menelan ludah, selama ini dia mengira Isabella kuat karena sihirnya. Tetapi sekarang dia baru menyadari satu hal, jika tanpa menggunakan sihir saja Isabella sudah mampu mengalahkan lima belas orang lalu bagaimana jika Isabella benar-benar bertarung menggunakan seluruh kekuatannya?

Kael bergidik membayangkannya.

"Aeron..." Panggil Kael.

"Hm?" Aeron menatap Kael dengan alis berkerut.

"Menurutmu, sekuat apa sebenarnya dia jika menggunakan seluruh kemampuannya?" Tanya Kael, pertanyaan itu terus ada di otaknya.

Aeron tidak langsung menjawab, dia hanya menatap Isabella dengan tatapan penuh rasa penasaran.

"Aku tidak tahu."

Kemudian sudut bibir Aeron sedikit terangkat.

"Tapi sekarang aku juga ingin tahu jawabannya." Lanjut Aeron.

Kael mengangguk, benar dia juga penasaran dengan itu.

Kedua binatang magic itu menyadari, jika Isabella mungkin jauh lebih kuat daripada yang selama ini mereka bayangkan.

Mereka jadi tidak sabar untuk menyaksikan hal itu, hari ketika Isabella akan bertarung dengan semua kemampuannya.

"Aku tidak sabar ingin melihatnya." Gumam Aeron yang ternyata di dengar oleh kael. Naga itu hanya mengangguk, membenarkan apa yang di katakan oleh Aeron. Dia juga tidak sabar menunggu waktu ketika Isabella akan bertarung dengan seluruh kemampuannya. Sudut bibirnya tersungging, dia ternyata benar-benar tidak salah memilih tuan.

Sedangkan Isabella memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung, setelah memastikan tidak ada lagi bandit yang mampu berdiri, dia menghela napas pelan lalu berjalan menuju kereta.

Namun, baru beberapa langkah, Isabella menyadari dua pasang mata sedang menatapnya.

Kael dan Aeron, dunia binatang magic yang telah di kontraknya. Keduanya berdiri di samping kereta dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

Isabella mengangkat alisnya sebelah, menatap kedua binatang magic itu dengan tatapan penuh tanya.

"Ada apa?" Tanya Isabella.

Kael dan Aeron saling berpandangan, sepertinya mereka sama-sama tidak tahu harus mengatakan apa.

"Kalian kenapa melihatku seperti itu?" Isabella kembali bertanya, saat melihat kael yang terus menatapnya.

Kael akhirnya memberanikan diri.

"Isabella"

"Hm?" Jawab Isabella dengan alis berkerut.

"Kenapa kau saat melawan para bandit itu, kau sama sekali tidak menggunakan sihir?" Tanya Kael penasaran.

Isabella berhenti berjalan, kemudian dia menatap Kael dengan santai.

"Untuk apa?"

"Untuk mengalahkan mereka, tentu saja."

Isabella melirik ke arah para bandit yang sudah terkapar tidak bernyawa.

"Mereka tidak cukup kuat untuk membuatku menggunakan sihir." Sahut Isabella santai.

Jawaban itu membuat Kael dan Aeron terdiam.

Tidak cukup kuat katanya?

Lima belas orang bandit sekaligus masih dianggap tidak cukup kuat?

Aeron menghela napas panjang.

"Aku jadi penasaran, sebenarnya seberapa kuat kau?"

Isabella hanya tersenyum tipis.

"Entahlah."

"Entahlah?" ulang Kael dengan wajah tidak percaya.

Isabella mengangguk, lalu tersenyum tipis.

"Aku tidak pernah menghitungnya." Jawab Isabella polos.

Jawaban sederhana itu justru membuat keduanya semakin terkejut. Bagi Isabella, kekuatan bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan. Dia hanya menggunakan kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Kalau lawannya lemah, dia tidak akan menggunakan kekuatan berlebihan.

Kalau lawannya kuat, barulah dia akan menunjukkan lebih banyak. Kael memandang Isabella dengan tatapan kagum, dalam hati dia mulai berpikir bahwa mungkin selama ini mereka terlalu cepat menyimpulkan kemampuan wanita itu. Isabella bukan hanya seorang penyihir hebat, dia juga sword master yang sangat tangguh.

Bahkan mungkin, jauh lebih tangguh daripada yang mereka bayangkan.

Tiba-tiba Isabella menoleh ke arah Kael.

"Kenapa?" Tanya Isabella bingung, karena kael sejak tadi terus menatapnya.

Kael tersentak.

"A-apa?" Tanya Kael gugup.

"Kau terus menatapku." Ucap Isabella, lalu menyelipkan helaian rambutnya ke belakang telinganya.

Wajah Kael langsung berubah.

"Aku hanya..."

Dia terdiam sejenak sebelum akhirnya berkata jujur.

"Aku penasaran."

Isabella mengangkat alisnya sebelah, tatapannya menunjukkan kebingungan.

"Penasaran dengan apa?" Tanya Isabella.

"Jika kau menggunakan seluruh kekuatan mu, kau akan sekuat apa." Kata Kael sambil mengibaskan ekornya.

Aeron yang mendengar itu langsung mengangguk.

"Aku juga penasaran.."

Isabella terdiam, kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Bersabarlah, suatu hari nanti kalian juga akan mengetahuinya." Kata Isabella.

Kael dan Aeron saling berpandangan, jawaban itu bukannya membuat mereka puas. Justru membuat rasa penasaran mereka semakin besar.

Sementara itu, Isabella berjalan melewati mereka dan berjalan ke arah kereta seolah tidak terjadi apa-apa.

"Berhentilah penasaran, ini sudah mulai sore, Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalan." Kata Isabella.

Kael segera mengikuti, Aeron pun menyusul. Namun, sebelum mencapai kereta, Aeron sempat menoleh ke arah lima belas bandit yang telah dikalahkan Isabella.

Dia menghela napas.

"Sepertinya perjalanan kali ini akan jauh lebih menarik dari yang kubayangkan."

Kael tersenyum kecil.

"Aku juga berpikir begitu."

Bersambung

1
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
kiu kiu
kedua mahkluk mitos semakin tunduk pada isabella.bagus dong isa.bela semakin tk terkalahkan...
kiu kiu
good job...isabella harus sering mengasah kemampuannya.agar bisa menjatuhkan raja yg telah menyingkirkannya...kasihan sekali isabella dan ank anknya.mungkinkah ada akhir bahagia utk mereka ...lanjutkan thor..💪💪💪
Mio
lanjut terus thor
kiu kiu
lanjut thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!