NovelToon NovelToon
Bukan Duda Biasa

Bukan Duda Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Duda
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Bagi publik, Arka Dirgantara adalah pengusaha sukses berselimut gosip miring, mulai dari disfungsi ereksi hingga rumor menyukai sesama jenis. Tak ada yang tahu rahasia terbesarnya, ditinggal kabur mantan istri di malam pengantin membuatnya trauma dan masih perjaka.

Terdesak ancaman dicoret dari warisan dan runtuhnya investasi, Arka nekat mengajak Naya Kirana, gadis ceria yang butuh uang pengobatan ibunya, untuk menjalani pernikahan kontrak satu tahun. Aturannya tegas, pura-pura mesra di depan media, tapi dilarang saling sentuh di rumah.

Namun, hidup seatap dengan Naya yang blak-blakan perlahan meruntuhkan dinding kaku Arka. Ketika sang mantan istri kembali untuk membongkar rahasia kelamnya, akankah sandiwara konyol ini hancur, atau justru berubah jadi cinta sejati yang menyembuhkan trauma masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Dibalik Ruang Kerja

Ruangan kerja yang semula begitu megah dan tenang seketika terasa menyesakkan bagi Naya. Udara di sekitarnya seolah menguap habis, digantikan oleh gelombang panas yang membakar seluruh permukaannya, dari leher hingga ke ujung telinga.

Pertanyaan Arka yang teramat blak-blakan itu terus bergema di kepalanya, menembus benteng pertahanan dirinya yang memang sudah rapuh sejak berhadapan dengan tuduhan para staf di lobi tadi.

“Pak Arka!” seru Naya setengah berbisik, panik luar biasa. Tangan kanannya refleks menutupi wajahnya yang merah padam, sementara matanya bergerak liar mencari arah pandang lain selain wajah pria di depannya.

“Bisa tidak... jangan bicara sesembarangan itu?”

Arka tidak mundur sama sekali. Seringai tipis di bibirnya justru makin terkembang, memperlihatkan sisi lain dari sang CEO Dirgantara Group yang tak pernah tersentuh oleh publik, sisi yang menggoda, santai, namun sarat akan dominasi yang penuh perhitungan.

Arka mengulurkan tangan, jemarinya yang hangat dan kokoh dengan lembut menyentuh pergelangan tangan Naya, menariknya pelan agar wanita itu tidak lagi menyembunyikan wajahnya.

“Saya hanya bertanya hal yang logis, Naya,” ujar Arka dengan nada suara rendah yang tenang, seolah sedang mendiskusikan laporan keuangan tahunan perusahaan.

“Kamu terganggu dengan rumor itu. Dan cara terbaik untuk menghilangkan keraguan adalah dengan meluruskan faktanya, bukan?”

“Saya sama sekali tidak meragukan apa pun!” potong Naya cepat, suaranya naik satu oktav. Manik matanya bergetar saat bertatapan langsung dengan Arka.

“Saya cuma... saya cuma tidak habis pikir kenapa orang-orang tega menyebarkan prasangka seburuk itu tentang kamu. Padahal mereka sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Tatapan Arka tertahan sejenak pada sepasang mata Naya yang memancarkan kejujuran polos. Riak geli di wajah Arka perlahan memudar, berganti dengan kedalaman rasa yang hangat.

Pria itu menyadari, di balik rasa malu yang membakar wajah istrinya, ada pembelaan yang murni untuk dirinya.

Naya tidak mengkhawatirkan harga dirinya sendiri yang diinjak-injak dengan sebutan 'cewek asing' atau 'pemakai pelet', melainkan mengkhawatirkan martabat pria yang baru dinikahinya kemarin.

Arka menghela napas pelan. Ia mengusap punggung tangan Naya dengan ibu jarinya, sebuah gerakan lembut yang perlahan meluruhkan ketegangan di antara mereka.

“Dunia bisnis memang seperti ini, Naya,” tutur Arka halus. “Ketika seorang pria berada di puncaknya tanpa pernah menunjukkan wanita di sisinya, publik akan selalu mencari celah. Jika tidak bisa menjatuhkan saya lewat kinerja atau finansial, mereka akan menyerang ranah pribadi.”

Arka mendekatkan wajahnya sedikit lagi, menatap dalam ke manik mata Naya.

“Tetapi selama kamu yang berdiri di samping saya tidak mempercayai omong kosong itu, kata-kata orang luar tidak ada artinya bagi saya.”

Naya terpaku. Sentuhan lembut Arka dan kedalaman nada suaranya membuat jantung Naya kembali berdegup kencang, namun kali ini bukan karena ketakutan atau rasa malu, melainkan karena getaran aneh yang makin menelusup ke dalam dadanya.

Sebelum Naya sempat merangkai kata untuk membalas, ketukan teratur di pintu kayu mahoni terdengar dari luar, memecah suasana intim yang sempat tercipta.

“Pak Arka, tim legal dan para kepala divisi sudah berkumpul di ruang rapat utama,” suara Doni terdengar dari balik pintu, terdengar sangat formal dan profesional.

Arka tidak langsung berdiri. Ia menatap Naya sebentar lagi, memastikan wanita di depannya sudah jauh lebih tenang, lalu mengusap puncak kepala Naya dengan gerakan protektif.

“Minumlah tehnya,” pesan Arka seraya bangkit berdiri mendongak penuh wibawa.

Pria itu kembali mengancingkan jas hitamnya, seketika mengembalikan aura dingin dan penuh kendali yang biasa ia tampilkan.

“Saya harus menyelesaikan urusan ini sebentar. Jangan ke mana-mana.”

Naya mengangguk pelan. “Iya.”

Arka berjalan menuju pintu, melangkah keluar ruangan tanpa ragu sedikit pun.

Begitu pintu kayu besar itu tertutup rapat, Naya menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya di sofa empuk. Ia menyentuh dadanya yang masih berdebar, lalu meraih cangkir teh hangat yang disiapkan Arka.

Di balik jendela kaca raksasa yang menyajikan lanskap kota, Naya sadar bahwa kehidupannya setelah masuk ke dalam lingkaran Dirgantara Group tidak akan pernah mudah.

Namun, mengingat bagaimana Arka memegang tangannya di lobi tadi dan bagaimana pria itu membelanya, rasa takut di dalam diri Naya perlahan terkikis oleh sebuah keyakinan baru.

Bahwa di samping Arka, ia tidak pernah benar-benar sendirian.

*

*

Naya menatap ponsel pintar berdesain elegan yang terletak di atas meja kaca. Ponsel itu lengkap dengan nomor baru yang sudah terpasang, diberikan oleh Arka beberapa hari sebelum pernikahan sandiwara mereka dilangsungkan.

Arka menyerahkannya secara khusus agar segala bentuk komunikasi pribadi maupun persiapan rapat keluarga dapat dilakukan melalui jalur yang aman dan terkendali.

Sambil menghela napas panjang untuk menetralkan sisa-sisa kegugupan akibat momen intim bersama Arka tadi, Naya meraih benda tersebut.

Ia membuka menu kontak yang masih sangat minim. Ia menggeser layar, lalu mengetikkan deretan angka yang sudah sangat ia hafal di luar kepala, nomor ponsel Andrea, sahabat karibnya sejak masa kuliah.

Andrea bekerja sebagai event coordinator di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, kerap menangani berbagai acara besar yang melibatkan vendor-vendor kelas atas. Jika ada seseorang yang paham betul peta persaingan dan kualitas vendor catering serta dekorasi terbaik di kota ini, Andrea adalah orangnya.

Naya menekan tombol panggil. Suara nada sambung terdengar beberapa kali di telinganya, hingga akhirnya sambungan terhubung.

“Halo?” suara Andrea terdengar di ujung telepon, sedikit ragu karena melihat nomor asing yang tak dikenal.

“Ndre, ini aku, Naya,” ujar Naya pelan, berusaha menjaga suaranya agar tidak terdengar terlalu tegang di dalam ruangan kerja Arka yang luas.

“Naya?! Oh my God, Naya!” pekik Andrea dari balik telepon, suaranya dipenuhi rasa terkejut sekaligus lega yang membuncah.

“Kamu ke mana saja?! Nomor kamu yang lama sama sekali tidak bisa dihubungi dari kemarin! Aku cemas setengah mati, tahu tidak? Katanya kamu sudah nikah? Sama Arka Dirgantara?! Ini beneran, Nay?”

Naya meringis pelan, memijat pelipisnya.

“Panjang ceritanya, Ndre. Nanti aku ceritakan semuanya kalau kita punya kesempatan buat ketemu langsung. Sekarang aku pakai nomor baru ini.”

“Oke, oke, yang penting kamu aman,” helah Andrea, mencoba meredakan nada paniknya. “Tapi seriusan, Nay, berita tentang kamu dan Dirgantara Group itu benar-benar bikin gempar satu kota! Terus, sekarang kamu ada di mana?”

“Aku lagi di kantor Arka,” jawab Naya jujur. Ia mengubah posisi duduknya di sofa, menatap keluar jendela raksasa yang memperlihatkan pemandangan pencakar langit Jakarta. “Sebenarnya... selain mau kasih tahu nomor baruku, ada satu hal penting yang mau aku tanyakan ke kamu, Ndre.”

“Soal apa? Tanya saja, bakal aku bantu sebisa mungkin.”

“Kamu kan sering mengurus event besar di kantor kamu,” tutur Naya mengutarakan maksudnya. “Kamu tahu vendor catering dan dekorasi yang bagus? Maksudku, yang kualitasnya benar-benar premium, profesional, dan punya reputasi tanpa cela?”

Di ujung sana, Andrea terdiam sejenak, tampak terkejut dengan pertanyaan sahabatnya itu. “Vendor catering dan dekorasi? Buat acara apa, Nay? Jangan bilang buat acara gala dinner atau resepsi kalian?”

“Bukan,” aku Naya pelan. “Oma Soraya, neneknya Arka minta aku buat memegang tanggung jawab mengurus beberapa persiapan acara, termasuk pemilihan vendor ini. Aku mau semuanya sempurna dan tidak mempermalukan nama Dirgantara Group. Makanya aku teringat kamu.”

Andrea tertawa kecil, suara kekagumannya tak bisa disembunyikan. “Wah, Naya... kamu benar-benar sudah masuk ke laga yang beda sekarang. Tapi tenang saja, kamu tanya ke orang yang tepat. Kalau untuk kelas atas seperti standar Dirgantara Group, aku punya beberapa rekomendasi vendor utama yang biasa dipakai perusahaan tempatku bekerja untuk gala event internasional.”

Naya tegak di atas sofa, matanya berbinar lega. “Bisa kamu sebutkan atau kirim daftarnya ke aku, Ndre?”

–tbc–

1
Maseni Maseni
asyik mulai saling jatuh cintrong nih mereka..... tinggal nunggu arka bucin kak

lanjut
sunaryati jarum
Ia kamu sudah jatuh hati pada Naya, apalagi hanya bersentuhan saja senjatamu langsung mode on
sunaryati jarum
Selalu.terbayang Naya,Nak Arka
sunaryati jarum
Bersentuhan saja bikin berdiri tegak ototnya,apalagi ko pijit🤣🤣🥰
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): dikira mijit otot lengan kali ya😆😆😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Tersiksa sendiri dengan komitmen yang kau buat Nak Arka 🤣🤣🤣 yang dikontrak hidup enjoy yang mengontrak kepanasan .
sunaryati jarum
Itu ular anaconda Naya,kamu polos banget sih.Padahal anak SMP sekarang sudah pada tahu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ular yg berbisa😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Kecewa Arka tahu ada guling mati di ranjangnya 🤣🤣
sunaryati jarum
Semoga acara yang kau tangani sukses,Naya.
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): amiiiiin......
total 1 replies
Wien Ibunya Fathur
paha oh paha 🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): terbayang-bayang paha mulus ya😆
total 1 replies
sunaryati jarum
Makin lemes Arka ,emak suka
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 tidak bisa tidur,balas saja Naya seolah guling juga,impas
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 😂😂😂😂😂😂
total 1 replies
sunaryati jarum
Yakin benengmu tetep kokoh Nak Arka.
sunaryati jarum
Bener tuh kata Doni
sunaryati jarum
Mengapa gengsi Arka,emak sumpahin kau memanggilku perjanjian dan bucin pada istri kontrakmu 😂😂😂
sunaryati jarum
Benar dugaan emak ,kamu itu sarjana yang hanya kurang beruntung.Kamu beruntung punya sahabat yang tepat buat melaksanakan tantangan Oma Soraya.Semogs berhasil Dera,dan melebihi ekspektasi mereka yang meremehkan kamu
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 bagaimana cara membuktikan Arka, jika burungmu bisa terbang?
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): ya dikeluarin dari sangkarnya atuh kak🤭🤭🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Pilihan mendadak pada Naya ternyata tepat ,dia cerdas mungkin sarjana juga,cuma nasib yang kurang beruntung
Maseni Maseni
saatnya menunggu arka tersiksa dengan perasaannya sendiri.... sementara naya B aja dan enjoy dgn kerjaanya yg baru

buat arka jatuh cinta ke naya ya kak... dan naya makin jaga jarak dan sadar diri dgn pernikahan kontraknya
lanjut kak
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): oke😉👌🏻
total 1 replies
Rian Moontero
mampir ah😄👍
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): thank you🙏
total 1 replies
Tiara Bella
kasian sekali km Naya.....Arka jangan galak² Napa km....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!