NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Ivy

Kehidupan Kedua Ivy

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Cinta kadang dapat membutakan mata seseorang, itu juga yang terjadi pada Ivy. Cinta membuatnya buta hingga tega merebut tunangan saudara kembarnya sendiri.

Ivy memang berhasil, pertunangan Mateo dan Evelyn dibatalkan dan dia berhasil menikahi Mateo. Tapi sayangnya pria itu tidak pernah mencintai Ivy. Mateo melakukan banyak hal untuk menyakit hati Ivy bahkan dia juga berselingkuh hanya agar Ivy lebih terluka. Tapi Ivy selalu memaafkan Mateo.

Hingga hari itu Ivy benar-benar berhenti mencintai Mateo. Sejak Mateo lebih memilih menemani selingkuhannya dibandingkan mengantarkan putri mereka ke rumah sakit. Hingga akhirnya Ivy harus kehilangan putrinya untuk selamanya. Sejak saat itu, cinta Ivy lenyap dan dia akhirnya memilih bercerai dan meninggalkan Mateo.

Saat Ivy berpikir dia sendirian dan tak punya tempat untuk pulang, Edgar datang memberikan cahaya untuknya. Awalnya Ivy berpikir jika Edgar hanyalah pria biasa. Tapi ternyata identitas Edgar tidak sesederhana itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Cerita Ivy

Ivy perlahan melepaskan pelukannya dari Edgar, wajahnya masih basah oleh air mata, napasnya terdengar berat, seolah semua luka yang selama ini ia pendam kembali terbuka hanya karena kehadiran seseorang dari masa lalunya. Edgar menatapnya dengan tatapan lembut, tangannya terangkat lalu perlahan menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Ivy.

"Jangan menangis lagi." ucap Edgar pelan.

Ivy hanya mengangguk kecil, Edgar kemudian menunjuk salah satu bangku yang berada di sudut toko buku.

"Bagaimana kalau kita duduk dulu?" Tanya Edgar.

Ivy menurut, mereka lalu berjalan menuju bangku tersebut dan duduk berdampingan. Suasana toko buku itu cukup tenang, hanya terdengar suara beberapa pelanggan yang membalik halaman buku dan musik lembut yang mengalun dari pengeras suara.

Beberapa saat mereka hanya terdiam, hingga akhirnya Ivy memberanikan diri bertanya.

"Edgar..."

"Hm?"

"Kalau kau sudah mengingat semuanya sejak dua tahun lalu..." Ivy menatap Edgar dengan mata sembap.

"Kenapa kau tidak pernah mencariku?" Tanya Ivy.

Pertanyaan itu membuat Edgar terdiam, tatapannya jatuh ke lantai sebelum akhirnya ia menghela napas panjang.

"Aku mencarimu, Ivy."

Ivy terkejut.

"Kau mencariku?"

Edgar mengangguk.

"Dua tahun lalu, ketika semua ingatanku kembali, hal pertama yang kulakukan adalah mencari tahu keberadaanmu."

Edgar tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak mengandung kebahagiaan.

"Aku bahkan sempat pergi ke beberapa tempat yang dulu sering kita datangi."

Ivy menundukkan kepalanya.

"Lalu?" Tanya ivy lirih.

"Aku menemukan fakta bahwa kau sudah menikah." Kata Edgar, ada kesedihan di balik suaranya.

Mendengar hal itu, tubuh Ivy seketika menegang. Jadi Edgar mencarinya, lalu seyum tipis terbit di bibir Ivy. Ternyata masih ada yang menginginkan dirinya di dunia ini.

Edgar melanjutkan.

"Awalnya aku ingin tetap mencarimu, aku ingin memastikan kau baik-baik saja. Tapi ketika mengetahui kau sudah menjadi istri seseorang, aku berpikir..."

Edgar berhenti sejenak.

"mungkin kau sudah menemukan kebahagiaanmu."

Ivy menggigit bibirnya.

"Aku tidak ingin mengganggu kehidupanmu, jadi aku berhenti mencari tahu tentangmu."

Edgar menatap Ivy.

"Aku pikir itu adalah keputusan yang benar."

Ivy hanya diam, membiarkan Edgar menyelesaikan ceritanya.

"Namun dua hari yang lalu..." Edgar melanjutkan, "aku tidak sengaja bertemu denganmu di bandara."

Wajah Edgar berubah muram.

"Aku sangat terkejut."

"Kenapa?" Tanya Ivy, jantungnya berdebar keras.

"Karena kau sendirian."

Ivy menunduk.

Edgar mengepalkan tangannya.

"Aku bingung, bukankah kau sudah menikah. Lalu kenapa kau di sini sendirian dan tidak bersama dengan suamimu apalagi wajahmu saat itu terlihat sangat sedih."

Edgar kemudian menghela napas.

"Karena itu aku meminta asistanku mencari tahu tentangmu."

Ivy menatapnya.

"Aku tahu aku tidak memiliki hak untuk ikut campur, tapi aku ingin memastikan kau baik-baik saja." Lanjut Edgar.

Lalu Edgar terdiam beberapa detik.

"Dan ternyata..."

Suaranya menjadi berat.

"kau tidak baik-baik saja."

Ivy memalingkan wajahnya, Edgar menatapnya dengan tatapan penuh kesedihan.

"Aku baru tau kalau kau sudah bercerai."

Ivy tidak menjawab.

"Aku juga baru tau tentang anak kamu."

Mata Ivy langsung berkaca-kaca.

"Grizella..."

Nama itu keluar dari bibir Edgar dengan sangat pelan, Ivy memejamkan matanya, Edgar melanjutkan dengan hati-hati.

"Aku tau kau baru saja kehilangan anak kamu karena kecelakaan."

Satu tetes air mata kembali jatuh dari sudut mata Ivy.

"Aku juga tau tentang suami kamu Mateo yang berselingkuh."

Ivy tersenyum pahit.

"Bahkan aku juga tau kalau selama kamu nikah sama dia, suami kamu itu nggak pernah cinta sama kamu." Kata Edgar, tangannya mengepal saat mengatakan itu. Sungguh, jika Mateo ada di sini mungkin dia sudah memukul pria itu.

Sedangkan Ivy hanya menundukkan kepalanya, sejujurnya dia merasa malu dengan masa lalunya. Dia dulu terlalu bodoh dan naif, hingga dia terus mengejar cinta dari pria yang tidak pernah mencintai dirinya.

"Aku juga tau kalau keluarga kamu udah ngusir kamu."

Napas Ivy tiba-tiba saja terasa sesak.

"Dan keluarga Mateo..." Edgar mengepalkan tangannya. "Tidak pernah benar-benar menganggapmu sebagai bagian dari keluarga mereka."

Hening.

Ivy tidak menjawab perkataan Edgar, dia hanya menunduk. Hingga akhirnya Ivy tertawa kecil, namun tawa itu terdengar begitu menyakitkan.

"Jadi kau sudah tau semuanya."

Edgar mengangguk.

"Hampir semuanya."

Ivy menatap kedua tangannya sendiri.

"Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana."

"Mulai dari apa yang ingin kau ceritakan."

Ivy terdiam cukup lama.

Kemudian ia menarik napas dalam-dalam.

"Dulu aku terlalu bodoh."

Edgar menatapnya.

"Aku benar-benar bodoh."

Suara Ivy bergetar.

"Aku terlalu percaya pada cinta."

Ia tersenyum miris.

"Aku pikir kalau aku mencintai Mateo dengan tulus, suatu hari nanti dia akan bis cinta sama aku."

Air mata kembali memenuhi matanya.

"Aku pikir kalau aku menjadi istri yang baik, menjadi ibu yang baik, dan selalu berada di sisinya suatu hari dia akan melihatku."

Ivy menggeleng perlahan.

"Tapi aku salah."

Edgar tidak menyela.

"Aku terlalu dibutakan cinta."

Suaranya semakin pelan.

"Aku terlalu sibuk mengejar seseorang yang bahkan tidak pernah melihatku, sampai aku tidak sadar bahwa aku sudah menghancurkan hidupku sendiri."

Ivy menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Kalau saja dulu aku tidak dibutakan cinta..."

Suaranya pecah.

"Kalau saja aku lebih berpikir dengan akal sehat..."

Air mata mengalir deras di sela-sela jarinya.

"Mungkin Grizella masih akan bersamaku sekarang."

Edgar terdiam, kalimat itu terasa seperti luka yang baru saja disayat kembali, Ivy menurunkan kedua tangannya.

"Kalau aku tidak terus mengejar Mateo, aku mungkin akan lebih memperhatikan putriku. Kalau aku tidak terlalu berharap dia mencintaiku, mungkin aku akan menyadari lebih cepat kalau Grizella hanya memiliki aku."

Ivy menangis tanpa suara.

"Dia hanya memiliki aku, Edgar."

Edgar menatap Ivy dengan mata yang dipenuhi kesedihan.

"Dan aku gagal melindunginya." Lirih Ivy.

"Jangan mengatakan itu."

Edgar segera menggenggam tangan Ivy, namun Ivy menggeleng.

"Aku ibunya." Kata Ivy dengan suara serak, hatinya hancur setiap kali mengingat putrinya itu.

"Aku seharusnya bisa melindunginya."

Edgar menggenggam tangannya lebih erat.

"Ivy..."

"Tapi aku terlambat."

Ivy menatap kosong ke depan.

"Kau tau, aku baru sadar setelah aku kehilangan semuanya."

Ia tertawa kecil dengan air mata yang masih mengalir.

"Grizella udah nggak ada."

Edgar tidak mampu berkata apa-apa, Ia hanya tetap berada di sisi Ivy. Ivy menangis sejadi-jadinya, kini dia tidak perlu lagi berpura-pura kuat. Tidak perlu mengatakan kalau dia baik-baik saja, tidak perlu menyembunyikan luka yang selama ini ia bawa seorang diri.

Dan di sampingnya, Edgar hanya diam.

Mendengarkan semua penyesalan, semua luka, dan semua cerita yang selama ini terkubur dalam hati wanita yang pernah sangat ia cintai.

Bersambung

1
Putry Chan
aku mendukung kalian dan semoga kalian bahagia
Putry Chan
langka yang bagus untuk membagikan hubungan baik
Misa
Bagus
Mundri Astuti
aamiin ...aku dukung Edgar 🤭
Dinda Putri
semangat yo thor 🔥🔥🔥
Dinda Putri
lanjut up thor
Putry Chan
wah sepertinya lvy di terima baik
Putry Chan
bagus lah akhirnya MC kita nikah juga
Putry Chan
bagus lah semoga cepat ya ke hubungan yang lebih serius
Putry Chan
ya tapi hati mu tidak berubah
Putry Chan
untung lah ada Edgar yang mulai sekarang nemenin lvy
Putry Chan
dia teman masa kecil lvy dia juga baik lvy sepertinya dia orang yang tepat untuk mu
Putry Chan
apakah ada harapan untuk lvy membangun keluarga lagi ntah lah
Putry Chan
benar lvy seharusnya kau dari dulu melakukan hal ini
Putry Chan
hahahahaha ternyata mereka di kelabui oleh lvy 😄
Putry Chan
ya dia pergi meninggalkan kalian smua termaksud kmu
Putry Chan
mereka ini gak peka atau emg gak punya malu ya lvy itu udah gak mau ketemu sama kalian smua , biarkan dia pergi dan hidup bebas , klo kalian muncul lagi itu malah bikin dia sakit lagi
Putry Chan
lvy ada di Paris dan dia ingin menghilang bagus lvy
Putry Chan
mau menebus dosa klo gitu mati lah
Putry Chan
gak ada kata maaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!