Farhan adalah seorang pebisnis sukses, setelah menikah Farhan memenuhi segala kebutuhannya istrinya, ATM baru pun Farhan siapkan untuk mempermudah istrinya untuk beli apapun yang diinginkannya.
Sifat Farhan yang cuek dan keluhan istrinya dianggap sebagai hal biasa dan dianggap istrinya belum terbiasa dengan kebiasaannya yang sangat males keluar rumah jika sudah pulang kerja lebih memilih tidur setelah seharian bekerja.
Rasa kesal dan hambar selama pernikahan akhirnya Mila istri Farhan memilih untuk pergi tanpa memberikan kabar sama suaminya, setelah kepergian Mila membuat Farhan baru sadar akan kehadiran istrinya yang selama ini diabaikan dan protesnya tidak pernah dipedulikan. Mampukah Farhan menemukan Mila dan membuat istrinya untuk kembali sekaligus memperbaiki rumah tangga yang selama ini terasa hambar dan merubah kebiasaannya dan lebih mementingkan meluangkan waktu untuk membahagiakan istrinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Tidak seperti biasanya Mila sampai jam segini tidak ada di apartemen sama sekali, membuat Farhan cemas pergi kemana istrinya sampai malam tidak ada di apartemen bahkan tidak ada kabar sama sekali membuat dirinya langsung membuka chat milik Mila dan berusaha hubungi istrinya.
"Handphone nya tidak aktif pergi kemana Dek, kenapa tidak ada kabar sama sekali." ucap Farhan mulai cemas karena istrinya tidak bisa dihubungi.
Kepanikan membuat dirinya langsung telefon Erik untuk melacak handphone milik Mila dan melihat penarikan uang terakhir istrinya dimana.
"Mila sepertinya pergi deh Han, karena setelah saya periksa transaksi dari ATM yang kamu kasih dia melakukan penarikan uang tunai cukup banyak dan ada transaksi belanja yang cukup banyak bahkan disini ada transaksi pembelian koper segala." ucap Erik curiga jika istrinya Farhan sengaja melakukan belanja banyak dan penarikan uang tunai, supaya tidak terlacak sama Farhan di kota yang sama.
"Apa Mila pergi, kenapa dia pergi tanpa kasih kabar sama saya padahal kita tidak berantem sama sekali, tidak ada alasan dia pergi tanpa kabar coba besok kamu ke rumah dan lihat apa Mila ada di rumah." perintah Farhan tidak percaya jika istrinya pergi tanpa memberikan kabar sama sekali, karena ingat sekali tadi pagi tidak ada keributan sama sekali jadi tidak ada alasan istrinya pergi tanpa memberikan kabar sama sekali.
"Baik lah saya akan ke rumah besok, keributan memang tidak ada tapi pasti ada alasan lainnya dan semoga malam ini bisa jadi introspeksi diri supaya mengerti alasan istri kamu pergi Han dan selamat beristirahat sobat." lanjut Erik mulai mengerti alasan Mila pergi, membuat Erik jadi faham alasan Mila pergi dan tidak menyalahgunakan Mila karena wanita ingin dimengerti bukan cuman butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari tapi membutuhkan hal lainnya yang diinginkan seorang istri.
Tidak mengerti maksud Erik tadi, membuat Farhan tidak ambil pusing dan melupakan apa yang diucapkan sahabatnya dan berusaha kirim chat ke Mila dan berharap istrinya buka chat dan membalas pesan yang dikirimnya.
**
Rumah sederhana sengaja dipilihnya dan kamar satu untuk tempat istirahatnya, puas melihat isi rumah barunya walaupun rumah sederhana tapi cukup luas dan membuat Mila tidak masalah sama rumah pilihannya.
" Mulai besok jualan kue lagi disini, jualan yang tidak akan ada gangguan sama sekali dan tidak ada yang kenal sama sekali, pasti lebih tenang dan lebih santai menjalankan kehidupan disini." ucap Mila sambil susun barang-barang yang sudah dibeli nya kedalam lemari plastik yang sudah dibelinya tadi.
Tidak ingin ribet membuat Mila sengaja beli lemari plastik yang bisa dibawa sendiri, meja, dan kasur lipat yang mudah dibawa tanpa harus sewa mobil untuk bawa barang-barangnya.
**
Melihat handphone nya membuat Farhan mulai cemas karena istrinya tidak ada kabar sama sekali, apa lagi sampai jam segini istrinya tidak pulang sama sekali membuat dirinya jadi panik kemana istrinya pergi sebenarnya. Sebelum mandi membuat Farhan langsung telefon Erik dan minta sahabatnya langsung ke rumah sebelum pergi ke kantor dan berharap istrinya pulang ke rumah walaupun tanpa kasih kabar sama sekali.
"Baik lah saya akan ke rumah sekarang, apa kamu sudah mengerti alasan Mila pergi mungkin praduga membuat kamu sadar akan sesuatu yang menjadi alasan Mila pergi?" tanya Erik sudah menduga sahabatnya belum sadar akan kesalahannya.
"Apa sih Erik sudah to the point saja, masih pagi jangan bikin kepala saya pusing deh?" tanya Farhan tidak bisa menebak alasan istrinya pergi tanpa kasih kabar sama sekali.
" Dasar dodol, wanita itu pengen dimengerti walaupun kamu sudah menjalankan kewajiban memberikan nafkah yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dia bahkan membuat Mila terlihat lebih cantik, rapih, dan fashionnya terlihat keren. Tapi wanita juga ingin ada waktu bersama suami walaupun cuman sebentar saja entah saat siang hari maupun setelah pulang kerja. Konsekuensi kerja memang capek dan ngantuk tapi kamu harus tahu konsekuensi punya istri harus siap meluangkan waktu untuk istri apa lagi wajib menjalankan kewajiban sebagai suami istri bukannya abai terus menerus Farhan jadi sudah mengerti alasan istri kamu pergi itu sih pra duga saya yang saya tahu istri kamu sedih dan kesal sama kebiasaan kamu pulang kerja lebih memilih tidur dari pada ngobrol santai sambil bermesraan." penjelasan Erik panjang lebar supaya Farhan mengerti akan kesalahannya selama ini terlalu abai sama istrinya.
"Ja jadi Mila kecewa dan akhirnya pergi sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali?" tanya Farhan kaget mendengar ucapannya Erik yang menduga alasan Mila pergi tanpa kasih kabar sama sekali.
Tidak menyangka ucapan Mila waktu itu menjadi teguran atas kekecewaan karena sikapnya yang terlalu egois dan tidak memahami keinginan istrinya dan tidak mengerti akan kewajiban sebagai suami.
Faham dengan penjelasan Erik membuat Farhan langsung siap-siap mencari Mila dan berharap ketemu istrinya, penuh harapan istrinya mau kembali dan tidak minta pisah setelah pergi hampir seharian.