NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Dokter Anna

Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikiran Laras terus tertuju pada Bara. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di benaknya, membuatnya sulit berkonsentrasi pada hal lain.

Apa benar Bara adalah anak Robby dan Maya?

Laras menggelengkan kepala, berusaha menyingkirkan dugaan yang terus mengusik pikirannya. Ia tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan percakapan yang ia dengar. Bisa saja ada sesuatu yang belum ia ketahui. Mungkin, ada bagian dari penjelasan dokter yang terlewatkan olehnya.

Bagaimanapun juga, setelah Dokter Anna menyampaikan hasil pemeriksaan Robby, ia belum pernah kembali untuk menanyakan hasilnya secara lebih terperinci. Saat itu, ia dan Robby memilih menerima kenyataan jika mereka mungkin tidak bisa memiliki anak secara alami dan memutuskan untuk mengadopsi seorang bayi.

Namun, setelah mengetahui perselingkuhan Robby dan mendengar percakapan antara suaminya dengan Maya, Laras mulai meragukan banyak hal.

Jika Robby memang memiliki masalah kesuburan, bagaimana mungkin pria itu bisa mempunyai anak dengan Maya?

Atau, jangan-jangan, ada kebohongan lain yang selama ini tidak ia ketahui?

Laras menghembuskan napas panjang. Ia tidak ingin terus berspekulasi tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.

"Lebih baik, aku bertanya langsung pada Dokter Anna. Setidaknya, aku bisa memastikan kondisi Robby yang sebenarnya," batinnya.

Laras kemudian mengalihkan pandangan pada sopir yang duduk di balik kemudi.

"Pak, tolong antar saya ke Rumah Sakit Harapan."

Sopir itu meliriknya melalui kaca spion, lalu mengangguk sopan.

"Baik, Nyonya."

Mobil kembali melaju membelah jalanan kota.

Sepanjang perjalanan, Laras berusaha menenangkan pikirannya. Ia harus tetap bersikap rasional. Apa pun yang akan ia ketahui nanti, ia harus siap menghadapinya.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mobil yang Laras tumpangi akhirnya sampai di Rumah Sakit Harapan.

Laras segera turun, merapikan pakaian kerjanya, lalu berjalan memasuki gedung rumah sakit dengan langkah mantap.

Suasana di dalam rumah sakit cukup ramai. Beberapa pasien duduk menunggu giliran pemeriksaan, sementara petugas medis berlalu-lalang menjalankan tugas mereka.

Laras langsung menuju bagian pendaftaran untuk menyampaikan keperluannya. Setelah menyelesaikan prosedur yang diperlukan, ia diarahkan ke ruang tunggu dokter Anna.

Ia duduk di salah satu kursi yang tersedia, menunggu giliran sambil memeriksa ponselnya dan sesekali melirik ke arah pintu ruang pemeriksaan.

Waktu terasa berjalan begitu lambat.

Pikirannya kembali dipenuhi bayangan Robby dan Maya. Ia masih sulit memahami bagaimana suaminya bisa menjalani kehidupan ganda selama ini tanpa menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan.

Namun, Laras segera menepis pikiran tersebut. Ia datang ke rumah sakit untuk mencari kepastian, bukan untuk larut dalam amarah.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar suara seorang perawat memanggil namanya.

"Ibu Laras?"

Laras segera bangkit dari kursinya. "Saya, Sus."

Perawat itu tersenyum ramah, kemudian mempersilakannya masuk.

"Silahkan, Bu."

"Terima kasih, Sus."

Laras masuk lebih dulu, sementara perawat menutup pintu di belakangnya.

"Selamat pagi, Dokter Anna," sapa Laras sopan.

Dokter Anna yang sedang memeriksa beberapa berkas di atas meja, seketika mengangkat wajahnya. "Bu Laras?" Dokter Anna tampak sedikit terkejut. Namun, ia segera tersenyum. "Silakan duduk."

"Terima kasih, Dok."

Laras menarik kursi di depan meja dokter, lalu duduk dengan posisi tegak. Ia berusaha menyembunyikan kegelisahan yang sejak tadi mengusik pikirannya.

Dokter Anna meletakkan berkas yang sedang ia periksa, kemudian menatap Laras.

"Sudah hampir dua bulan sejak terakhir kali kita bertemu, tetapi Ibu belum juga kembali untuk pemeriksaan lanjutan. Saya sempat berpikir jika Anda dan suami memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan."

Laras tersenyum tipis. "Sebenarnya, kami sedang berusaha menerima kenyataan itu, Dok. Setelah mendengar kabar dari dokter sebelumnya, kami memutuskan untuk mengadopsi seorang anak."

"Oh, begitu rupanya." Dokter Anna mengangguk paham. "Saya mengerti. Keputusan seperti itu tentu membutuhkan pertimbangan yang matang. Lalu, apakah ada keluhan tertentu sehingga Anda datang kembali hari ini?"

Laras terdiam sejenak sebelum menjawab. "Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan, Dok. Ini berkaitan dengan kondisi kesehatan suami saya."

Dokter Anna mengangguk, memberi isyarat agar Laras melanjutkan.

"Dua bulan lalu, dokter menjelaskan jika ada masalah pada tingkat kesuburan suami saya. Kalau tidak salah, kemungkinan bagi suami saya untuk memiliki keturunan secara alami sangat kecil, bukan?"

"Iya, benar, Bu."

Dokter Anna kemudian bangkit dari kursinya dan berjalan menuju lemari penyimpanan berkas. Setelah membuka salah satu laci, ia mencari sebuah map yang berisi hasil pemeriksaan Laras dan Robby.

Setelah menemukan map yang ia cari, Dokter Anna kembali duduk di kursinya. Ia membuka berkas tersebut, lalu memeriksa beberapa lembar hasil pemeriksaan sebelum kembali menatap Laras.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kami lakukan saat itu, jumlah dan kualitas sperma suami Anda menunjukkan adanya masalah kesuburan. Peluang untuk memperoleh keturunan secara alami memang sangat kecil."

Laras menggenggam kedua tangannya di atas pangkuan.

"Kalau begitu, apa suami saya benar-benar tidak mungkin memiliki anak?"

Dokter Anna terdiam sesaat, tampaknya berusaha memilih penjelasan yang paling tepat.

"Begini, Bu. Dari hasil pemeriksaan awal, peluangnya memang sangat kecil. Tapi, saya perlu meluruskan satu hal. Hasil tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa suami Anda sama sekali tidak mungkin memiliki anak. Untuk mengetahui kondisi kesuburannya secara lebih menyeluruh, diperlukan pemeriksaan lanjutan."

Laras mengangkat wajahnya. "Jadi, masih ada kemungkinan?"

"Kemungkinan itu tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan awal. Kita perlu mengevaluasi kondisinya kembali, termasuk melakukan pemeriksaan sperma ulang jika diperlukan. Setelah itu, barulah kita bisa memberikan penjelasan yang lebih akurat."

Laras mengangguk pelan, meskipun pikirannya masih dipenuhi berbagai pertanyaan.

Penjelasan itu sedikit berbeda dari kesimpulan yang selama ini ia pegang. Ia mengira masalah kesuburan Robby berarti tidak mungkin memiliki anak sama sekali. Ternyata, kondisi tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Meski begitu, ada satu hal yang kini semakin menarik perhatiannya.

Maya.

Wanita itu mengaku memiliki anak bersama Robby. Namun, apa pengakuan tersebut benar? Atau, selama ini Maya sengaja menggunakan seorang anak untuk mengikat Robby dan membuatnya percaya jika mereka bisa membangun keluarga bersama?

Laras menunduk sejenak, menyembunyikan perubahan ekspresi di wajahnya.

"Jadi, hasil pemeriksaan itu belum membuktikan jika Robby sama sekali tidak bisa memiliki anak. Kalau begitu, aku belum bisa memastikan apa Maya berbohong atau tidak," batinnya.

"Tapi, tidak masalah." Laras tersenyum tipis. "Setidaknya, sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya."

Laras kembali menatap Dokter Anna. "Baik, Dok. Terima kasih atas penjelasannya. Saya akan mencoba membujuk suami saya agar bersedia menjalani pemeriksaan lanjutan."

Dokter Anna mengangguk. "Sama-sama, Bu Laras. Saya sarankan agar suami Anda tidak menunda pemeriksaan terlalu lama. Dengan pemeriksaan lanjutan, kita bisa mengetahui kondisinya dengan lebih jelas."

"Baik, Dok. Saya akan menyampaikannya."

Laras bangkit dari kursinya, kemudian merapikan tas yang ia bawanya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu."

"Silakan, Bu. Semoga semuanya berjalan lancar."

Laras membalas senyum dokter itu sebelum melangkah keluar dari ruang pemeriksaan.

Begitu pintu tertutup di belakangnya, senyum di wajahnya perlahan menghilang. Ia memang belum mendapatkan jawaban pasti mengenai hubungan Robby, Maya, dan Bara. Namun, kunjungan kali ini memberinya satu pelajaran penting, ia tidak boleh membiarkan dugaan mengendalikan langkahnya.

Ia harus mencari bukti.

Bukan hanya untuk membongkar perselingkuhan Robby, tetapi juga untuk mengetahui siapa sebenarnya ayah kandung Bara dan apa yang selama ini suaminya sembunyikan.

Kali ini, ia tidak akan bertindak gegabah. Ia akan mencari kebenaran sedikit demi sedikit, sampai tidak ada lagi yang kebohongan yang Robby dan keluarganya sembunyikan darinya.

1
Fey mldn
jangan2 nama firma hukum Arras singkatan dari Aryan dan Laras 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak ni....Janganlah bikin Aryan Malu😆
total 1 replies
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!