NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Rumah

Saat Hanis turun untuk menemui dan memberikan barang-barang belanjaan pada anak-anak, Sean memilih menunggu di dalam mobil yang mesinnya tetap menyala. Ada sesuatu yang perlu ia cek di ponselnya.

Layar menampilkan deretan transaksi kartu kreditnya yang dibawa Jinny. Lebih dari sepuluh transaksi per harinya, dan masing-masing dalam nominal yang besar. Entah apa saja yang dibeli istrinya itu.

Sean menghembuskan napas kasar. Kemudian menelpon Jinny. Hingga nada tunggu berakhir, panggilan tidak diterima. Diulangi dan tetap sama.

Pintu penumpang depan terbuka, Hanis kembali, dengan senyum lebar terkembang di bibirnya.

“Sudah?” tanya Sean. Raut wajahnya memancarkan kemarahan, bukan pada Hanis melainkan pada Jinny.

Sekedar belanja tak terlalu masalah buat Sean, toh sudah biasa. Namun kali ini Jinny seolah sengaja ingin menghabiskan uang Sean untuk memancing pria itu, sebagai bentuk balas dendam karena pertengkaran mereka sebelumnya.

Terlebih, Jinny sudah seminggu tak dapat dihubungi. Telepon tersambung, namun tidak pernah diterima. Pesan tidak dibalas, dibaca saja tidak. 

Jinny menolak segala bentuk komunikasi dengan Sean, namun terus menggunakan fasilitas kartu kredit Sean. Hal ini yang membuat Sean marah.

Di sebelahnya, Hanis sudah duduk nyaman. Sabuk pengaman sudah dipasang, namun kepalanya menoleh ke luar jendela.

“Jalan sekarang?” tanya Sean sembari meletakkan ponselnya.

“Ya…”

Dari sudut matanya, Sean bisa melihat bagaimana Hanis kebingungan mencari cara untuk menurunkan kaca jendela.

“Dipencet itu,” ucap Sean, tangannya memindah persneling ke posisi D.

Hanis meraba-raba, mencari tombol yang dimaksud namun tak kunjung menemukan.

Sean memilih membantu dari posisinya. Ia menggunakan tombol power window di sisinya untuk menurunkan kaca jendela samping Hanis.

Sebelum mobil bergerak semakin menjauh, Hanis melongok, melambaikan tangan pada anak-anaknya yang juga melambaikan tangan di belakang pagar.

“Dadah… Jangan nakal ya!” pesan Hanis setengah berteriak.

Setelah mobil berbelok ke jalan raya, barulah Sean menaikkan kaca jendela kembali, membuat Hanis sedikit terlonjak kaget. 

“Kamu sudah lapar?” tanya Sean.

“Sedikit,” jawab Hanis hati-hati ketika melihat raut wajah Sean yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Hanis menduga, Sean marah atau tidak suka karena Hanis bertemu Rino. Mungkinkah Sean cemburu? Mengingat hubungan mereka sudah lebih dekat dan akrab, tidak terasa begitu transaksional.

Maka sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di sebuah restoran, Hanis hanya diam. Sean juga diam. Suasana di dalam kabin sangatlah sunyi dan dingin.

“Turun,” perintah Sean sembari melepas sabuk pengamannya sendiri. Membuka pintu dengan kasar dan membantingnya keras.

Hanis mengikut, turun dan berjalan di belakang Sean. 

“Kamu lama tadi,” ucap Sean setelah mereka selesai memesan makanan.

“Maaf,” cicit Hanis. Kepalanya menunduk dalam.

“Jangan coba-coba hubungan sama suamimu. Aku sudah berbaik hati biarkan kamu mengunjungi anak-anak.”

Hanis tersentak. Rupanya benar, Sean cemburu… 

“Bukan apa-apa, tapi kita harus memastikan kalau kamu hamil, itu anakku,” lanjut Sean, memutus kesalahpahaman di kepala Hanis.

“Saya nggak ngapa-ngapain,” ucap Hanis, jujur. Ia memang hanya memberikan belanjaan tadi, memeluk anaknya satu per satu dan mengobrol singkat.

Tidak ada pelukan dengan Rino, tidak ada ciuman, apalagi berhubungan. Tidak sempat dan bahkan tidak terpikirkan. Lagipula empat anak mereka ada disitu, semuanya terbangun dan mengerumuni ibunya.

“Ada anak-anak, dan kita tahu kok.”

“Bagus.”

Selanjutnya, Sean tak berbicara lagi. Makanan datang dan pria itu langsung fokus makan, tidak berbicara sedikitpun pada Hanis.

Suasana hati Sean tidak sedang baik-baik saja. Penyebab utamanya jelas adalah Jinny.

...****************...

1
falea sezi
sean ini bodoh mau ma jiny bekas gt🤣 mending bantuin haniscerai dr suami nya 🤣 trs elu ama hanis aja
Quoari: Eh nanti gelut dong sama Reno 😭
total 1 replies
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!