Mengisahkan seorang gadis cantik yang berprofesi menjadi model, namun memiliki kita kelam semenjak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita licik dan memiliki seorang anak yang bernama Lalita. Isyana selalu di bully di hina dan di perlakuan seperti anak pelayan. Hingga pada suatu hari Isyana di jodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang CEO dingin dan kejam bernama Brayen Lucian Alkantara...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam Motoran Ala Drakor
Malam Bali di villa Jimbaran hangat. Angin laut masuk pelan lewat pintu kaca.
Isyana lagi rebahan di sofa sambil nonton drakor di tablet. Di layar, ada adegan artis cantik dibonceng motor sama pacarnya malam-malam di Seoul, rambutnya terbang-terbang, terus berhenti makan ramen pinggir jalan sambil minum soju, ketawa-ketawa romantis.
Isyana tiba-tiba duduk. Matanya berbinar.
"Mas..." panggilnya manja ke Brayen yang lagi kerja di meja sebelah.
Brayen langsung noleh. "Ya, sayang?"
Isyana nunjuk tabletnya. "Mas liat deh! Seru banget ya jadi mereka! Motoran malem-malem sama pacar, terus makan ramen, minum soju... romantis banget!"
Brayen tersenyum gemas. Dia tau istrinya yang lagi hamil muda ini lagi ngidam pemandangan.
"Kamu pengen kayak gitu, sayang?" tanya Brayen pelan, duduk di sebelah Isyana.
Isyana mengangguk malu-malu, tangannya ngelus perutnya yang masih rata. "Pengen, Mas... Kita kan gak pernah pacaran, Mas. Langsung dijodohin. Jadi aku pengen ngerasain pacaran ala drakor gitu sama Mas. Sekali aja. Motoran malem-malem berdua..."
Hati Brayen meleleh seketika. Istrinya yang dijodohkan dengannya ini, yang awalnya canggung, sekarang sudah berani minta dipacari.
Brayen genggam tangan Isyana erat. "Sayang, Mas ngerti. Mas juga pengen pacaran sama kamu. Walaupun kita dijodohin, Mas mau jadi pacar kamu seumur hidup."
Isyana tersipu.
"Tapi..." Brayen lanjut, nada suami siaganya keluar. "Kamu lagi isi, sayang. Jadi versi drakornya kita bikin versi bumil aman ya. Mas telpon Dokter Sinta dulu, tanya boleh motoran apa enggak. Terus ramen sama soju nya kita ganti."
"Ganti apa?"
"Ramen halal tanpa MSG yang kemarin kamu suka, sama soju nya kita ganti susu strawberry dingin. Jadi drakor versi halal dan bumil friendly. Gimana?"
Isyana ketawa ngakak. "Ih Mas! Soju rasa susu strawberry!"
Brayen video call Dokter Sinta. Dokter bilang sama seperti kemarin, untuk kehamilan sehat tanpa flek dan kram, motoran jarak sangat pendek, pelan banget 20 km/jam, jalan mulus, durasi 10 menit maksimal, pakai helm, jaket, dan kalau tidak nyaman langsung berhenti, itu masih bisa dipertimbangkan. Tapi tetap harus dengarkan tubuh Isyana dan yang paling aman konsultasi langsung.
Setelah oke dari dokter, Brayen langsung action.
Malam itu, jam 9 malam. Jalanan komplek villa Jimbaran sepi dan mulus.
Brayen sudah menyiapkan motor putihnya. Isyana keluar pakai jaket denim oversize milik Brayen, helm putih, dan sepatu kets. Cantik banget kayak artis drakor bumil.
"Siap, nona drakor?" goda Brayen.
"Siap, oppa!" jawab Isyana genit, bikin Brayen ketawa.
Isyana naik pelan dengan bantuan Brayen, melingkar erat di pinggang Brayen.
"Pegangan erat ya, pacar Mas," bisik Brayen, sengaja pakai kata pacar.
Isyana memeluk lebih erat. "Iya, pacarku."
Motor melaju pelan menyusuri jalan pantai. Angin hangat Bali menerbangkan sedikit rambut Isyana yang keluar dari helm.
Tidak ada kebut-kebutan. Hanya motor pelan, bulan di atas laut Jimbaran, dan dua orang yang dijodohkan tapi sekarang sedang benar-benar pacaran.
"Mas!" teriak Isyana pelan di balik helm. "Seru ya kayak di drakor!"
"Seru! Tapi drakor kita lebih cantik, soalnya pemeran utamanya kamu!"
Sampai di ujung komplek, Brayen sudah menyiapkan kejutan. Di teras kecil dekat pantai, ada meja lipat dengan dua mangkok ramen ayam halal yang masih ngebul, dan dua botol susu strawberry dingin yang dikasih sedotan.
Isyana turun dan langsung terpukau. "Mas... ini..."
"Ramen dan soju versi kita," kata Brayen sambil membukakan helm Isyana dengan hati-hati. "Ramen halal, soju susu strawberry. Pacaran ala Isyana-Brayen."
Mereka duduk berdua menghadap laut, makan ramen berdua sambil kaki selonjor. Isyana nyuapin Brayen, Brayen nyuapin Isyana.
"Mas, makasih ya udah mau jadi pacar aku malam ini," kata Isyana pelan, matanya berkaca-kaca bahagia.
Brayen mengelus kepala Isyana, lalu mengelus perutnya pelan.
"Mas bukan cuma jadi pacar kamu malam ini, sayang. Mas jadi pacar kamu tiap hari, seumur hidup. Walaupun awal kita dijodohin, tapi cinta kita yang pilih untuk tetap tinggal."
Isyana bersandar di bahu Brayen, menyeruput susu strawberry nya.
Malam Bali itu hangat. Tidak ada soju asli, tidak ada kebut-kebutan. Hanya ada motor pelan, ramen halal, susu strawberry, dan sepasang suami istri yang dijodohkan, yang malam itu akhirnya benar-benar merasakan rasanya pacaran.
---Bersambung---