NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Masuk Ke Tubuh Selir Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Elara terjebak dalam novel–bukan sebagai pahlawan, bukan juga sebagai penjahat, melainkan selir yang bahkan namanya kerap terlupa.

Lebih dari itu, ia adalah orang yang hanya ingin hidup tenang, bermalas-malasan, bahkan terlalu malas untuk melafalkan dialog yang ditetapkan untuknya.

Oleh sebab itu, sebagai tokoh pendukung yang bangkit dari kematian, ia tak berniat menuntut balas? Ia memilih tak ikut campur sedikit pun.

Namun, bagaimana jika alur malah berbalik dan membuatnya menjadi tokoh utama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Putri Mahkota Aurelia duduk di kursi tamu dengan postur yang sempurna. Jubahnya berwarna putih dan emas, melambangkan kemurnian dan dukungan Gereja Matahari. Di sebelahnya, dua orang pendeta tua duduk dengan wajah masam, seolah-olah mereka baru saja mencium bau bangkai.

Ketika Elara masuk.. Atau lebih tepatnya, ketika Nira mendorong kursi roda yang berisi Elara yang terlalu malas untuk berjalan, Aurelia menyipitkan matanya.

“Selir Elara,” sapa Aurelia, suaranya manis namun tajam seperti silet. “Kau terlihat.. Sangat santai. Mengingat kakak kandungmu baru saja diseret ke ruang bawah tanah atas tuduhan pengkhianatan.”

Elara bersandar di kursi rodanya, matanya setengah terpejam. “Putri Mahkota, kakakku yang menyeret dirinya sendiri ke ruang bawah tanah dengan mulutnya yang besar. Aku hanya duduk di sini dan makan melon. Sangat santai. Ada yang bisa kubantu? Kalau tidak, aku mau tidur siang lagi.”

Aurelia tersenyum tipis. Senyum yang dirancang untuk menjatuhkan mental lawan. “Kau mungkin pura-pura tidak tahu, Elara. Tapi hukum Aethelgard jelas. Jika seorang bangsawan melakukan pengkhianatan tingkat tinggi, seluruh keluarganya dianggap bersalah oleh asosiasi. Harta mereka disita, dan mereka diasingkan atau dieksekusi.”

Salah satu pendeta di samping Aurelia mengangguk setuju. “Hukum Dewa Matahari menyatakan bahwa dosa ayah akan ditimpakan kepada anak, dan dosa kakak kepada adik. Kau adalah satu-satunya anggota keluarga Clervant yang tersisa di istana. Secara teknis, kau adalah komplotan.”

Elara menatap ketiga orang itu.

Ah, klasik. Guilt by association. Di dunia modern, ini namanya hukuman kolektif. Sangat tidak efisien dan secara moral cacat. Tapi di dunia feodal, ini adalah senjata standar untuk menyingkirkan rival politik.

“Jadi,” ucap Elara pelan, suaranya terdengar sangat malas. “Kalian datang ke kamarku, mengganggu waktu istirahatku, hanya untuk memberitahuku bahwa aku akan dihukum karena perbuatan orang lain? Apakah kalian pikir aku akan menangis? Memohon ampun? Atau mungkin pingsan seperti Selir Lin?”

Aurelia tertawa kecil. “Tentu tidak. Kau terlalu licik untuk pingsan. Aku hanya ingin memberimu kesempatan untuk mengundurkan diri secara sukarela. Menyerahkan semua gelar dan hartamu, lalu masuk ke biara. Itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawamu dari kemarahan Kaisar.”

Elara menatap Aurelia. Lalu ia menatap Nira.

“Nira.”

“Y-Ya, Yang Mulia?”

“Catat ini. Kalau ada orang datang dan mengancam akan mengambil gaji kita dengan alasan yang tidak masuk akal, kita laporkan ke departemen SD.. eh, ke Kepala Pelayan. Ini namanya workplace harassment"

“Hamba.. hamba akan mencatatnya, Yang Mulia,” jawab Nira, meskipun wajahnya menunjukkan kebingungan total.

Elara kembali menatap Aurelia. Ia menguap lebar, air mata kecil menggenang di sudut matanya.

“Dengar, Putri Mahkota. Kakakku, Julian, adalah seorang individu. Aku, Elara, adalah individu yang berbeda. Kami berbagi DNA, ya. Tapi kami tidak berbagi rekening bank, kami tidak berbagi rumah, dan kami pasti tidak berbagi rencana pengkhianatan.”

Elara mengangkat satu jari. “Di desa kuno saya, ada konsep bernama Piercing the Corporate Veil atau dalam kasus ini, Membiarkan Tirai Korporasi Tetap Tertutup. Keluarga Clervant adalah entitas yang terdiri dari banyak individu. Julian melakukan kejahatan secara pribadi menggunakan aset pribadinya. Aku tidak tahu, tidak ikut, dan tidak mendapat keuntungan.”

Aurelia mengerutkan kening. “Entitas? Tirai? Apa yang kau omongkan? Hukum Aethelgard tidak mengenal konsep seperti itu!”

“Tepat,” potong Elara. “Karena hukum kalian kuno. Tapi coba pikirkan ini. Jika Julian bersalah, maka seluruh keluarga Clervant bersalah. Berarti, paman buyutku yang berusia delapan puluh tahun yang tinggal di pedesaan juga harus dipenggal? Sepupuku yang berusia lima tahun yang baru saja belajar berjalan juga harus dipenjara?”

Pendeta di sebelah Aurelia terbatuk. “Y-Yah.. hukum memang keras, tapi keadilan Dewa..”

“Keadilan Dewa tidak butuh penggalan kepala anak usia lima tahun, Pendeta,” potong Elara datar.

Itu bukan keadilan. Itu pembantaian yang tidak efisien. Jika Kaisar melakukan itu, rakyat akan memberontak. Bukan karena mereka peduli pada keluarga Clervant, tapi karena mereka akan takut bahwa suatu hari nanti mereka juga akan dipenggal karena kesalahan tetangga mereka.”

Elara mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap tepat ke mata Aurelia.

“Jadi, saran saya. Daripada menggunakan hukum kuno yang akan membuat Kaisar terlihat seperti tiran gila, lebih baik Kaisar mengeluarkan dekrit baru. Dekrit yang menyatakan bahwa hukuman pengkhianatan hanya berlaku untuk individu yang terbukti bersalah dan aset yang secara langsung digunakan untuk kejahatan. Sisanya? Tetap milik keluarga yang tidak bersalah. Itu namanya Targeted Sanction atau Sanksi Tertarget.”

Aurelia ternganga. Ia datang dengan rencana untuk menjebak Elara agar kehilangan semua gelarnya dan diusir dari istana. Tapi Elara tidak hanya menolak; dia baru saja mendiktekan kebijakan hukum baru yang akan membuat rencana Aurelia gagal total.

“Kau…” suara Aurelia bergetar karena marah. “Kau berani mendiktekan kebijakan pada Kaisar? Kau pikir beliau akan mendengarkan selir murahan sepertimu?”

“Putri Mahkota,” ucap Elara lembut, menyandarkan punggungnya kembali ke kursi. “Kaisar Lucian bukan orang bodoh. Dia tahu bahwa jika dia mengeksekusi seluruh keluargaku, dia akan kehilangan konsultan paruh waktu yang merombak sistem pajaknya. Dan jujur saja, siapa yang akan mengurus Tabel Kejujuran kalau aku masuk biara? Menteri Keuangan? Dia bahkan tidak tahu cara menghitung diskon.”

Sebelum Aurelia bisa membalas, suara langkah kaki yang tegas terdengar dari ambang pintu.

Kaisar Lucian masuk. Wajahnya tanpa ekspresi, namun auranya begitu menekan hingga kedua pendeta itu langsung berdiri dan membungkuk dalam-dalam, keringat dingin mengucur di pelipis mereka.

1
Wega Luna
disini elara harus mematuhi peraturan novel kah? lah kalo emang gitu ngapain harus dihidupkan lagi di novel ? kan aneh sudah ditime travel eh GK boleh ngerubah alur ceritanya,🙏
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Wega Luna
ternyata yg gelap itu putri mahkota aurelia sendiri🤣🤣🤣🤣🤣apa pendetanya buta semua yh,,,,wahai dewa matahari tunjukkan kuasamu untuk menghukum si aurelia gelap ini
Wega Luna
sederhana jawabannya dari awal kamu masuk ke tubuh ini seharusnya sudah berfikir dampak nya jika berbeda jiwa dan berbeda sifat ,kamu memilih menjadi diri sendiri tapi tidak berfikir dampaknya, jawab saja saya dihidupkan dewa lagi
Ray
🤣🤣🤣
Ray
🤭🤭🤭
Wega Luna
yg mau gimana lagi ,kamu sendiri lebih mentingin tidur daripada waspada , setidaknya harus bisa jaga diri apalagi hidup di kerajaan.
Ray
🤣🤣🤣
Ray
😄😄😄😄😄
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣GK takut gemuk kah nih anak makan tidur makan tidur GK aktivitas lain gitu
Wega Luna
akhirnya nira sekarang naik tingkat menjadi asisten pribadi elara sudah bawa buku dan pena kemana mana🤣🤣🤣🤣🤣🤣, mencatat hal hal random ,jadi ingat pertama kali jadi sekertaris🤣🤣🤣🤣diajak bos rapat atau ketemu klien harus ada memo pad dan stylus pen🤣🤣🤣jadi kebiasaan sampai sekarang,malah sekarang pake iPad 🤣🤣🤣dan kebiasaan itu nurun ke anak anak ku🤭🤭
Wega Luna
lucian itu kosakata bahasa modern,,,sebagai orang jaman purba kamu tidak akan paham🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo digas elara,,,, keluarga mu itu perlu diberi kursus privat sedikit🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
gitu donk thor kalau punya cerita yang sering kocaknya biar kagak stres 🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 kayaknya nanti sampai ending kalo kocak gini seru banget loh no drama drama ,selir elara harus pintar ngedrama biar lucian panjang umur kasian stress mikirin haremnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
ayo elara,,,kita bully selir badut ini🤣🤣🤣🤣🤣 tunjukkan kekuatan mu
Wega Luna
mantap ,👍👍👍ayo elara ajari mereka yg namanya perekonomian, pembukuan,dan bisnis 🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣itu adalah pelajaran pembukuan sederhana versi anak smk,,,,,lucian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
lebih cocok jadi penasehat kerajaan daripada selir🤣🤣🤣🤣🤣
👑Lenny💣
Di tunggu kepanjutan nya, semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!