Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Mulut Comel Bu Sri
Ajang tempat emak-emak ngegosip ria biasanya kan diwarung sayur. "Tau gak ibu-ibu cewek cantik yang ngontraknya diujung sana itu, aku pernah mergokin pagi-pagi, dia merangkul mesra pacarnya itu saat mau keluar rumah kontrakannya itu lho, ibu-ibu" Celoteh Bu Sri pagi-pagi diwarung sayur mang Darman kepada ibu-ibu penghuni kontrakan itu.
"Berarti pacarnya nginep disitu doang ya kalau pagi-pagi sudah mau pulang mah". Sahut Bu Sekar menimpali dan tak mau kalah.
Hiruk pikuk di warung Mang Darman mendadak makin ramai ketika ibunya Selvi teman kantorku , ikut nimbrung dan mengetaui tentang gosip yang telah menyebar ditempat kerjaku yang dulu.
"Masa sih... Ada lelaki lagi yang lainnya, kabarnya sih selingkuhannya itu balik lagi ke istri pertamanya jadi itu cewek cuma dinikahi siri doang karena sudah terlanjur tekdung duluan". Ucap Ibunya Selvi ikut menimpali obrolan ibu-ibu di Warung Mang Darman.
Dengan semangat berapi-api Ibunya Selvi, Bu Nana. Pun ikut nimbrung tak lupa ceritanya pun ikut ditambahi bumbu penyebab biar gurih ceritanya. Cewek itu kan namanya Winda, dia juga bingung anak yang dikandungnya itu anak siapa ? Suaminya atau pacar gelapnya. Ibu-ibu pun tertawanya makin lepas diwarung sayur Mang Darman.
Gosip emak-emak di Warung sayur Mang Darman tiap pagi selalu menceritakan aib Winda karena seringnya ada lelaki yang menginap ditempat kontrakan Winda. Gosip miring itu pun sampai juga ditelinga pemilik kontrakan ini, Pak Handoko.
Pak Handoko pun secara tegas dan halus mengusir Winda dari rumah kontrakan miliknya.
"Pak Handoko, tau gak kalau Cewek cantik yang sedang hamil kan itu sering mengajak lelaki menginap ditempat kontrakannya, Saya gak mau saja terkena sialnya karena perbuatan maksiat mereka". Ucap Bu Sri dengan bibirnya sengaja di monyong-monyongin agar Pak Handoko tertarik dengannya dan percaya akan ucapannya itu.
"Masa sih Bu, kalau memang benar akan saya usir Bu Winda dari rumah kontrakanku". Sahutnya tegas dan pelan.
Bu Sri pun menyebarkan gosipnya bukan hanya di warung sayur, Pak Handoko saja melainkan Warung sembako Bu Ratna. Mulutnya tak henti nyerocos terus membuka aib Bu Winda.
Tak sengaja Bu Sri melihat Pak Rio masuk ketempat kontrakan Bu Winda tersebut. Ia pun sengaja lewat bolak balik ingin mengetahui kenapa Pak Rio malam-malam begini kerumah kontrakan Bu Winda.
"Lho ko, dari kejauhan itu saya lihat Pak Rio ngpain kerumah kontrakan Bu Winda ya". Batin Bu Sri penasaran dan kepo ingin tau urusan orang lain tersebut.
Ia pun berpapasan dengan Pak Rio yang baru keluar kerumah kontrakan Bu Winda dengan jalan tergesa-gesa dan senyum penuh kebahagiaan terpancar dari aura wajah Pak Rio.
"Lho Pak Rio, Hayo abis ngapain dari rumah kontrakan Bu Winda". Tegur Bu Sri penasaran bin kepo kepada mereka
"Barusan saya pinjam lakban putih kepada Bu Winda karena kabel colokan tv hampir putus". Sahutnya berbohong dengan mencari alasan agar Bu Sri percaya akan ucapannya itu.
"Hampir saja saya kepergok dengan Bu Sri yang sedang ingin mencium Winda, Hadeuh Bu Sri mau tau saja urusan orang lain. Untungnya saya mencari alasan yang tepat agar Bu Sri percaya bahwa saya dan Winda tidak ada hubungan gelap". Batin Pak Rio kesal dengan keingintahuan dan kekepoan Bu Sri yang tingkat tinggi dengan orang lain.
Bu Sri pun tidak percaya akan alasan yang diberikan oleh Pak Rio. Ia pun meyakini bahwa mereka memang punya hubungan spesial dibelakang istri Pak Rio yang sibuk bekerja berjualan sayuran di pasar mulai dari tengah malam hingga pagi hari.