NovelToon NovelToon
Sistem: Keberkahan

Sistem: Keberkahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vyyy ink

Shevi (20 tahun) adalah pemuda miskin di Jakarta yang menyambung hidup sebagai buruh cuci motor panggilan. Sudahlah dihina dan dicampakkan oleh pacarnya karena dianggap tidak punya masa depan, emaknya pun terancam diusir dari kontrakan petak karena menunggak tiga bulan.

Di titik terendah hidupnya, sebuah mukjizat datang lewat "Sistem Poin Keberkahan".

Setiap kali Shevi bersabar dari hinaan, bekerja jujur, dan ikhlas menolong sesama di kerasnya ibu kota, dia akan mendapatkan Poin Keberkahan yang bisa ditukar dengan uang tunai atau kemampuan ajaib. Berbekal jalur langit ini, Shevi merangkak naik membalikkan takdir dari buruh jalanan menjadi miliarder nomor satu di Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelombang Pertama dan Ujian Kecepatan

Sinar matahari pagi menyengat aspal Daan Mogot ketika jarum jam di dinding ruko Bengkel Keberkahan menunjuk pukul delapan tepat. Dika baru saja selesai menyapu teras dan menata dua deret kunci ring-pas di atas meja peralatan. Bau oli segar dari drum yang mereka beli dari Grosir Cengkareng semalam masih tercium samar di dalam ruko.

Tepat pukul delapan lewat sepuluh menit, deru belasan mesin sepeda motor memecah keramaian jalan raya. Dari arah perempatan utama, sepuluh unit motor bebek dan matic dengan boks penyimpanan hitam berlogo perusahaan logistik Gita bergerak konvoi memasuki pelataran ruko.

Beni, kepala operasional lapangan kurir, turun dari motor paling depan. Di belakangnya, sembilan kurir berseragam jingga-hitam melepaskan helm mereka dengan raut wajah lelah usai menyelesaikan giliran pengiriman malam.

"Pagi, Mas Shevi! Pagi, Dika!" sapa Beni ramah seraya menyodorkan lembar manifes operasional resmi bertanda tangan Gita. "Sesuai arahan Mbak Gita, ini sepuluh unit gelombang pertama untuk servis berkala maraton. Lima unit ganti oli dan kampas rem, tiga unit perbaikan kabel kopling dan rantai, lalu dua unit sisanya butuh penyetelan ulang sistem pembakaran karena kemarin sempat mogok di daerah Kalideres."

Shevi menerima lembaran manifes itu dengan ketenangan teratur. Dia membaca setiap detail permintaan dengan cepat, mencocokkannya dengan stok sparepart yang tersusun di rak belakang.

"Sepuluh unit ini ditargetkan harus kembali mengaspal jam satu siang nanti, Mas," tambah Beni dengan wajah sedikit sungkan. "Soal tagihan biaya perawatan, Mbak Gita minta dibuatkan kuitansi akumulasi mingguan yang dicairkan setiap hari Jumat."

Dika yang mendengar batas waktu jam satu siang refleks menelan ludah. Waktu pengerjaan kurang dari lima jam untuk sepuluh unit motor berarti rata-rata mereka hanya punya waktu tiga puluh menit per unit!

"Siap, Mas Beni," jawab Shevi mantap tanpa keraguan. "Jam satu siang seluruh armada dijamin sudah siap tempur di jalan raya."

Beni menepuk bahu Shevi dengan rasa percaya penuh, lalu pamit menuju kantin seberang jalan bersama para kurir untuk beristirahat.

Begitu deretan motor terparkir rapi di area kerja, Shevi menoleh ke arah Dika. Tangan kirinya yang terbalut kassa masih berdenyut perih, bekas luka bakar sengatan las kemarin belum sepenuhnya kering. Namun, pandangan mata Shevi fokus dan penuh tekad.

"Dik, kita bagi tugas," panggil Shevi tegas. "Kamu pegang lima unit ganti oli dan kampas rem di area hidrolik nomor dua. Gunakan pompa oli drum otomatis supaya pengerjaanmu efisien. Saya pegang lima unit sisanya untuk perbaikan kabel kopling, rantai, dan penyetelan pembakaran di hidrolik utama."

Dika mengangguk cepat, menyambar kunci soket. "Siap, Shev! Gua gedor dari bawah!"

Kerja maraton pun dimulai. Suara dentangan kunci besi, semprotan carb cleaner, dan deru mesin uji saling bersahutan di dalam ruko. Dika bergerak sigap membongkar roda belakang, mengganti kampas rem aus dengan barang ori baru dari stok Cengkareng, dan menyedot oli bekas secara sistematis.

Sementara itu, Shevi membongkar bagian karburator dan starter dua unit motor yang bermasalah. Tangan kirinya yang dibalut kassa berulang kali bergesekan dengan kotoran oli hitam dan leher knalpot yang masih hangat. Rasa perih membakar kulitnya, namun Shevi menjaga ritme pengerjaannya tetap presisi. Setiap baut dikencangkan dengan torsi yang pas, setiap setelan kabel kopling diukur tanpa ada celah longgar.

Pukul sebelas malam lewat tiga puluh menit, ketika pengerjaan memasuki unit ketujuh, sebuah mobil sedan ber-blazer hitam berhenti di seberang ruko. Gita turun dari kendaraan operasionalnya bersama seorang staf penilai kinerja dari kantor pusat. Tanpa memberi pemberitahuan terlebih dahulu, Gita berdiri di tepi jalan, memperhatikan alur kerja Shevi dan Dika dari kejauhan.

Staf penilai di samping Gita memegang papan jalan, mencatat kecepatan pengerjaan, kerapian penataan oli bekas, dan standar keselamatan kerja di Bengkel Keberkahan.

Dika yang menyadari kehadiran Gita sempat gugup hingga tangannya hampir menjatuhkan tang pemotong rantai.

"Tetap fokus, Dik," bisik Shevi teratur tanpa mengalihkan pandangan dari penyetelan celah busi. "Kerjakan sesuai standar kompetensi kita. Jangan terburu-buru sampai mengabaikan kualitas."

Perkataan Shevi menenangkan fokus Dika. Keduanya terus bekerja dengan sinkronisasi yang luar biasa. Tidak ada gerakan mubazir, tidak ada perkakas yang berserakan di lantai. Setiap oli bekas dialirkan langsung ke drum penampungan khusus sesuai standar regulasi lingkungan yang kemarin sempat dipermasalahkan oknum perizinan.

Pukul dua belas lewat empat puluh menit—dua puluh menit lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan—unit motor ke-sepuluh selesai dites jalan oleh Shevi. Suara mesinnya meraung halus, responsif, dan siap dihantam beban muatan berat.

Gita melangkah memasuki ruko dengan mengumbar senyum puas. Staf penilai di sebelahnya memberikan tanda centang hijau penuh di lembaran evaluasi kinerja vendor.

"Luar biasa, Shevi," puji Gita dengan nada suara hangat dan kagum. "Bukan cuma cepat, tapi manajemen kebersihan dan standar teknismu jauh melampaui bengkel-bengkel besar yang pernah bermitra dengan kami. Laporan evaluasi hari ini sempurna."

Shevi menyeka keringat di pelipisnya dengan kain perca, menyambut pujian itu secara matang. "Terima kasih, Mbak Gita. Kualitas dan keselamatan kurir adalah prioritas utama tempat ini."

Gita menandatangani manifes penyelesaian pekerjaan sepuluh unit armada tersebut. Nilai jasa pengerjaan dan penggantian suku cadang hari ini tercatat sah sebesar Rp2.100.000,00 yang dimasukkan ke dalam piutang mingguan resmi perusahaan.

Setelah Gita dan rombongan kurir melaju pergi membawa sepuluh motor yang sudah kembali prima, Dika langsung terduduk lemas di atas bangku kayu kasir. Napasnya memburu kelelahan, baju kerjanya basah kuyup oleh keringat, namun matanya memancarkan kebanggaan luar biasa.

"Gila... sepuluh unit beres dalam empat jam..." gumam Dika terkekeh lelah. "Kita bener-bener ngebuktiin kapasitas tempat ini, Shev!"

Shevi tersenyum tipis, membuka perban kain kassa di tangan kirinya yang sedikit merembes darah untuk dibersihkan ulang dengan alkohol antiseptik. Rasa sakit fisik itu menjadi saksi bisu atas cucuran keringat dan perjuangan jujur yang ia bangun.

Di dalam kesadarannya, indikator Sistem Keberkahan mencatat performa operasional Bengkel Keberkahan di latar belakang:

[Sistem Keberkahan Terhubung]

• Status Evaluasi Korporat: Terverifikasi Performa Tertinggi (Skor A+)

• Piutang Usaha Resmi (Pencairan Jumat): Rp2.100.000,00 (Armada Logistik Gita)

Namun, saat Shevi sedang membalut ulang tangannya, dari kejauhan di balik tiang listrik jalan raya, seorang pria bertopi kusam tampak mengawasi ruko dengan ponsel di tangan. Pria itu adalah salah satu montir senior kepercayaan Asep Babi yang sengaja dikirim untuk memantau pergerakan Bengkel Keberkahan.

Persaingan di Daan Mogot belum usai, dan Shevi tahu, kejayaan tempat usahanya akan terus mengundang riak-riak tantangan baru di masa depan!

1
Argaaa
plot twist nya dapet banget, sama karakter shevi nya itu loh tenang tapi tegas. Sangat recomended!!!🐴
xvy: "Makasih banyak dukungannya, Kak Argaaa! Semoga seterusnya nggak bikin kecewa ya cerita tentang Shevi ini. Salam hangat dari author! ❤️"
total 1 replies
Was pray
kirain gak dilanjutkan Thor....
xvy: lagi bikin ide supaya ngga di tolak lagi kak🙏
total 1 replies
Ardi
boleh
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
hmhmhm
xvy: siap ketua
total 1 replies
Ardi
.........
xvy: .....
total 1 replies
Ardi
keren
xvy: terimakasih ketua🙏
total 1 replies
Ardi
oke lumayan
xvy: oke ketua..
total 1 replies
Ardi
oke
xvy: oke ketua...
total 1 replies
Ria Gazali Dapson
koq mou ga pake dp ya , buat biaya operaional , gituh , isi nya cuma perjanjian doang , berupa berkas²
xvy: soalnya Shevi baru terjun ke dunia bisnis kak, serta terimakasih atas sarannya 🙏
total 1 replies
Diana Lely
Dikasih bonusnya kecil ya gk kaya novel sistem lainnya....tp saya salut thor jd shevi tdk mengandalkan sistem yg ada jd murni hasil kerja shevi
xvy: betul kak, jadi Shevi ikut berjuang mengubah nasibnya.
total 1 replies
Luna
maaf nih Thor,,,hadiah uangnya segitu apa GK sedikit yh ,nanti bayar gaji karyawan karena dari awal saldonya mentok di 5 juta saja
xvy: kedepannya misi sistem nya lebih susah kakak serta hadiahnya juga lebih besar
total 1 replies
Was pray
nah muncul pelanggan ngeyelan kan...? yg mengandalkan harta dan kekuasaan bokap ... ini persis seperti tingkah anak orang kaya di negeri Konoha... besar mulut doang... 🤣🤣
Was pray: itulah kenapa negara Konoha kalah sama negara kodomo karena mental generasi muda yg pingin serba instan, dari nilai akademik sampai urusan cinta aja instan.... 🤣
total 2 replies
Was pray
beri keahlian beladiri buat shevy Thor, karena terkadang ketemu orang yg berakal pendek yg sulit dikasih pengertian sehingga hilang akal dan mengandalkan otot
xvy: siap kak, nanti update selanjutnya kita kasih Shevi keahlian
total 1 replies
Was pray
nyari bengkel yg jujur dan transparan di negeri Konoha ibarat mencari jarum di tumpukan jerami dan seekor semut di Padang rumput, amat suuulit di jaman now. yg sering ditemui servis kurang memuaskan dan sering dipalak harga diluar nalar apalagi pelanggan dadakan yg motornya rusak diperjalanan langsung di cekek dengan harga gak masuk akal
xvy: betul kak, emng susah
total 1 replies
Was pray
bilang aja emakmu shevi kalau dipercaya oleh seorang bos untuk mengelola bengkel... ntar seiring waktu bilang aja kalau bengkel itu kemudian dibeli karena bosnya udah punya usaha lain yg lebih besar
Was pray: siiip... lanjut Thor... /Good/
total 2 replies
Was pray
berhati baik itu bagus juga shev, tapi profesinal kerja tetap dijalankan, laporan pada manifes ditambah dengan pengelasan rangka
xvy: siap, terima kasih atas sarannya mas🙏🤗
total 1 replies
Was pray
discount 20% ya sama aja minta gratis perawatan kendaraannya... itu kontrak kerjasama parasitisme namanya
xvy: Shevi juga masih dapat untung kka
total 1 replies
Was pray
memori otot?
xvy: siap, terimakasih mas🙏
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!