NovelToon NovelToon
Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Suara Hati Profesor Kejam Dan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di balik tatapan tajam dan profesi akademiknya, Zain dikenal sebagai profesor dingin dan kejam di kampus. Namun, tak ada yang tahu ia terperangkap dalam pernikahan dingin selama hampir empat tahun bersama Mara. Ikatan itu lahir dari kesalahan masa lalu saat SMA, ketika malam yang dikuasai alkohol memaksa Zain menikahi Mara. Bagi Mara, setiap hari adalah siksaan karena Zain selalu bersikap dingin dan terkesan jijik padanya.

​Hingga sebuah tragedi pada malam penerimaan mahasiswa baru mengubah segalanya. Malam itu tak hanya membuat Mara hamil, tetapi juga memberinya kemampuan misterius, Mara bisa mendengar setiap suara hati Zain.

​Di balik topeng es dan sikap kejam yang ditunjukkan Zain, ternyata tersimpan rahasia besar yang selama ini tersembunyi rapat dalam batinnya. Di antara jeritan hati Zain yang kini bisa ia dengar dan benih kehidupan yang tumbuh di rahimnya, mampukah Mara menyingkap tabir masa lalu dan menyelamatkan rumah tangga mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIMA BELAS

"Eeuuuhhhh.... Aku dimana?"

Gelap gulita. Yunda melenguh pelan saat kesadarannya perlahan pulih. Kedua matanya tertutup rapat oleh kain hitam tebal, sementara tangan dan kakinya terikat erat pada sebuah kursi kayu yang keras. Rasa takut langsung melingkupi dadanya. Dalam hati, Yunda terus menjerit memanggil ibunya, berharap terbangun dari mimpi buruk ini.

Krekkk.

Suara pintu besi tua berdecit nyaring. Langkah kaki berat terdengar mendekat, disusul aroma pekat asap rokok yang menyengat hingga membuat hidung Yunda perih dan nyaris membuatnya terbatuk hebat. Yunda yakin seratus persen bahwa dirinya sedang diculik, padahal orang tuanya hanyalah orang sederhana yang tak mungkin sanggup membayar tebusan.

"Kamu yang bernama Yunda? Tahu apa salahmu?"

Suara berat dan serak dari Jaya bergema di dalam ruangan lembap itu. Jaya mengisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya tepat ke arah wajah Yunda. Diksi dan nada suaranya yang penuh intimidasi membuat Yunda gemetar hebat.

"Ti-tidak tahu, Om," ratap Yunda terbata-bata, suaranya bergetar hebat. "Saya anak baik-baik, Om! Orang tua saya miskin, mereka tidak akan bisa membayar uang tebusan. Tolong lepaskan saya, Om! Tolong..."

"Kamu sudah membuat masalah besar," sahut Jaya dingin. "Masalah yang membuat Bos besar sangat marah."

"Bos? Bos siapa yang Om maksud?" teriak Yunda panik. "Saya tidak punya musuh, Om!"

"Jangan banyak omong," gertak Jaya rendah, memotong kalimat Yunda dengan tegas. "Kamu sudah mengusik hal yang paling sensitif dalam hidupnya."

Jaya tetap mematuhi perintah utama dari Zain. Pria itu sama sekali tidak membocorkan perihal Amara atau identitas majikannya.

"Kesalahanmu sangat fatal, Gadis. Sayang sekali kamu harus berurusan dengan orang yang salah," lanjut Jaya, melangkah memutari kursi Yunda.

"Om... Ampuni nyawa saya, Om!" tangis Yunda pecah di balik penutup matanya. Kain hitam itu kini basah kuyup oleh air mata ketakutan. "Jika saya punya salah, tolong maafkan saya! Tapi sungguh, saya tidak pernah berbuat jahat pada siapa pun!"

Jaya merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebilah pisau lipat tajam yang berkilat. Tanpa ragu, ia menempelkan sisi dingin bilah pisau itu ke permukaan pipi Yunda. Yunda memekik kaku saat merasakan sensasi dingin dan tajam menempel di kulitnya.

"Om... Ampun, Om! Saya masih ingin hidup!" jerit Yunda histeris.

"Apa kamu benar-benar belum tahu kesalahanmu apa?" tanya Jaya menekan pisaunya tipis.

"Saya benar-benar tidak tahu, Om!" raung Yunda sejadi-jadinya. "Saya rajin kuliah, saya bantu orang tua, saya sayang dengan teman-teman baik saya!"

"Kamu berkata kamu baik," desis Jaya tepat di telinga Yunda. "Tapi kamu malah menjebak orang yang tidak bersalah!"

"Menjebak? Tidak pernah, Om! Demi Tuhan tidak pernah!"

"Lalu mengapa kamu memasukkan obat terlarang ke dalam gelas minuman?" gertak Jaya nyaring.

Kata 'minuman' seketika menghantam ingatan Yunda. Bayangan gelas di pesta semalam berputar cepat di kepalanya. "Minuman? Maksud Om... obat perangsang?"

Seketika wajah Yunda pucat pasi saat teringat pada Amara.

"Om! Katakan!" jerit Yunda mendadak panik luar biasa, mengabaikan pisau di pipinya. "Om yang bersama Amara semalam? Bagaimana keadaan Amara sekarang? Om tidak melecehkannya, kan? Dia baik-baik saja, kan? Kasihan Amara... Itu salahku, Om! Itu salahku! Huaaaa... Mara, maafkan aku!"

Jaya mengerutkan dahi, menatap Yunda dengan pandangan tajam. "Sembarangan! Jelaskan apa maksudmu!"

Di balik penutup matanya, Yunda menceritakan segalanya sambil terisak sesenggukan. Ia menjelaskan bahwa semalam ia menitipkan dua gelas minuman yang sudah dicampur obat perangsang untuk dirinya dan pacarnya kepada Amara dan sudah mengingatkan jangan diminum. Namun, saat Yunda kembali dari toilet, Amara sudah hilang dan salah satu gelas minuman itu telah kosong.

Di balik kegelapan pintu masuk yang terbuka sedikit, sosok Zain muncul secara senyap. Langkah kakinya tanpa suara, nyaris tak disadari oleh siapa pun kecuali Jaya. Zain berdiri mematung di kegelapan, mendengarkan setiap patah kata dari mulut Yunda.

Zain mengangkat tangannya sedikit, memberikan kode isyarat jari kepada Jaya. Jaya mengerti seketika. Tanpa membuang waktu, Jaya menekan titik saraf di leher Yunda, membuat gadis itu langsung terkulai pingsan tak sadarkan diri di atas kursi.

Zain melangkah keluar dari kegelapan, mendesis lirih. "Jadi... Amara tidak sengaja meminum minuman itu, ya?"

"Benar, Bos," sahut Jaya seraya menyarungkan pisaunya kembali. "Menurut pengakuan gadis ini, Nyonya tidak sengaja meminum minuman yang salah."

Zain menghela napas panjang, menatap bayangan dirinya di kaca ruangan yang kusam. "Iya, saya sudah melihat ulang rekaman CCTV aula. Sepertinya tikus manisku itu sedang mengantuk dan salah mengambil gelas. Tapi tak apa... Yang penting Amaraku baik-baik saja."

"Lalu gadis ini kita apakan, Bos?" tanya Jaya sembari menunjuk Yunda yang terkulai.

"Kembalikan dia ke dekat kosannya," perintah Zain datar dan dingin. "Dan jangan lupa, berikan pil pelupa memori ini agar dia lupa kejadian penculikan ini."

"Baik, Bos."

Zain berbalik melangkah pergi tanpa menoleh lagi. Pikirannya sudah dipenuhi oleh Amara, dan ia tidak ingin meninggalkan istrinya terlalu lama sendirian di rumah.

Begitu tiba kembali di kediaman Alfatih, Zain melangkah masuk melalui pintu utama. Pria itu mendapati Amara sedang duduk sendirian di sofa ruang tengah, tampak mengusap tengkuknya yang masih terasa pegal.

Namun, alih-alih mendekat atau menyapa dengan lembut seperti rasa cemas yang berkecamuk di dadanya, Zain justru melintas begitu saja di depan Amara dengan wajah yang amat dingin dan angkuh.

Amara mendengus sebal melihat sikap suaminya. "Dingin dan kaku sekali," gumam Amara pelan.

Zain menghentikan langkahnya di dasar tangga, berbalik dengan raut wajah tanpa ekspresi. "Mulai hari ini, kamu dihukum dilarang pulang lebih dari jam tujuh malam. Berani melanggar, berlaku kurungan rumah penuh selama satu bulan."

Amara membelalak tak percaya, mendongak menatap Zain. "Kak Zain! Jangan keterlaluan!"

"Jangan membantah!" potong Zain dengan suara tajam dan penuh penekanan. "Aku tidak suka punya istri yang keras kepala."

"Terserah!" celeguk Amara mendengus keras, memalingkan wajahnya.

Namun, di dalam dadanya, Amara merasa sangat aneh. Ia mengernyitkan dahi, bingung mengapa saat ini ia sama sekali tidak bisa mendengar gema suara hati Zain seperti beberapa saat lalu di kamar mandi. Suasana di dalam kepalanya benar-benar hening, hanya menyisakan suara vokal Zain yang dingin.

Apa aku harus berhubungan suami istri lagi dengan Kak Zain baru bisa mendengar suara hatinya lagi? batin Amara kaget sendiri. Aahh! Jangan konyol kamu, Amara! Pikirkan hal lain!

Zain berlalu begitu saja, menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai atas.

Amara menyandarkan punggungnya di sofa, memikirkan keanehan suaminya. Suara hati Zain yang sempat ia dengar tadi pagi terus berulang-ulang di dalam kepalanya. Perbedaan antara sikap luar Zain yang bagai gunung es dan suara hatinya yang amat peduli serta liar sungguh bertolak belakang seribu derajat.

Sebenarnya ada masalah apa dengan Kak Zain? Kenapa dia harus bersikap dingin dan tidak pernah berani mengungkapkan keinginannya yang sebenarnya padaku?

Tak ingin kepalanya makin pusing, Amara memilih menyambar ponselnya. Ia membuka aplikasi WhatsApp untuk mengalihkan perhatian, bermaksud membaca pengumuman terbaru di dalam grup perkuliahan kampus.

Amara membuka pesan grup, hampir saja tersedak keripik pisang yang sedang dikunyahnya. Matanya terbelalak membaca pesan menakutkan yang baru saja masuk ke grup mata kuliah.

Pesan itu dikirim langsung oleh Profesor Kaellan Zain Alfatih.

[Selasa besok, kumpulkan 10 jurnal ilmiah terkait mata kuliah Farmasetika. Wajib ditulis tangan rapi di dalam buku diktat khusus. Bagi mahasiswa yang tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, dilarang mengikuti perkuliahan Farmasetika sebanyak 3 kali pertemuan.]

Amara yang membaca pesan yang sama di sofanya seketika mengumpat kesal dalam hati. "Dasar Profesor gila!"

1
SENJA
bisa saling denger apa gimana?🫣
SENJA
pake nanya lu 😤
SENJA
hadeeeh makan aja kok susah ada yah orang kaya gini 😳
SENJA
lu pecat lah silvia gaje itu😤
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
wkwkwkw kalo begitu kau cium saja itu suamimu tiap hari biar bisa mendengar suara hati Zain kan lumayanlah tuh🤔🤭🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
lahhhh kok ternyata kakak Amara sendiri yang merencanakannya kejadian empat tahun yang lalu itu 😱🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kali ini zain menang banyak wkwkw
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
si zain main sosor aja 😭
gak liat situasi apa gimana dah, istri abis sakit malah membrutal wkwkwkwk
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
owalah Zain kau itu benar benar menggemaskan sekaligus ngeselin banget cobalah sekali kali bicara yang jelas dan pikirkan perasaan Amara yang merasa dirinya tak cukup pantas berada disisimu🤔
Muft Smoker
gengsi di gedein zaiiin ,, zaiiin ,,
gmn yx kalo zain tau Amara bisa dgr suara hati ny🤭🤭🤭😂😂😂
Muft Smoker: waah dtggu banget tuh kak dew ,, penasaran ma ekspresi ny si zain ,,
muka doank dingin ,, tp curahan hati ny sangat2 berbahaya 🤭🤭😂😂😂😂
total 2 replies
Muft Smoker
zain peka dikit jd suami ,, sebelum semua terlambat
Muft Smoker
ni dosen kyak ny pake jalur instan nih ,, gx da adab ny
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
apakah ini ciri ciri amara mau pisah?
plot twist nya pas mau pisah malah hamidun miss 🤣
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
Zain tidak bisakah kau turunkan egomu itu jika Amara sudah memasuki fase lelah padamu yang ada kalian akan bubar 🤔🥹
SENJA
mantabs pak wanto 🤣
SENJA
sok tau lo 🤣
SENJA
yeeeeeey huuuu ga tau malu🤣🤣🤣
SENJA
laaaah siapa elu 🤣🤣
SENJA
lu dosen ga ada adab woeee
SENJA
jangan2 zain bisa juga 😳🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!