NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25.

"Kamu tadi begitu ganas berteriak padaku! bahkan kamu mengatai aku perempuan murahan dengan suara yang begitu kencang! apa kamu lupa? kamu tadi berteriak padaku!!"

Stephen menggendong Aurora, dan mengambil tasnya, lalu melangkah pergi dari sana diikuti Clarissa.

"Nona, Nona.. !!" Ibu anak lelaki teman Aurora semakin panik.

"Minggir!!"

Clarissa menyenggol Ibu anak lelaki itu, saat ia akan melangkah pergi bersama Stephen dan Aurora.

Melihat Stephen dan Clarissa pergi begitu saja meninggalkan ruang tk, perempuan itu menjadi semakin panik.

Ia dihadang pengawal Stephen, saat ia mencoba akan mengejar Stephen dan Clarissa.

"Nyonya Sylvester! Nyonya, aku memang tidak tahu diri, tolong jangan pergi dulu!!!" teriaknya agar didengar Clarissa.

"Nyonya, ini telepon dari suami anda!" Asisten Stephen memberikan ponselnya kepada Ibu anak lelaki itu.

Dengan tangan gemetar, dan wajah yang takut ia menerima ponsel itu, lalu menaruhnya ke telinganya.

Begitu ponsel menempel di telinganya, seketika ia tersentak dan hampir menangis mendengar suara bentakan suaminya.

"Dasar bodoh! kamu bikin masalah lagi!!!"

"Sayang, aku tidak tahu kalau Nona itu Nyonya Sylvester!!" jawab wanita itu dengan tangisnya yang seketika meledak.

"Malam ini kontrak miliaran yang akan ditandatangani, batal begitu saja karenamu! dasar istri tidak berguna!!!"

Asisten Stephen mengambil ponselnya, dari tangan Ibu anak lelaki teman Aurora itu, sebelum wanita itu kembali menjawab suaminya.

"Ehhh.. !!" wanita panik melihat ponsel itu di ambil pergi begitu saja.

Wanita itu menangis dengan tubuh terhuyung, dan tubuh yang seketika menjadi lemas terduduk di kursi.

Ia menyesal terlalu arogan, sebelum mengetahui siapa orang yang telah ia bentak.

Kediaman Stephen.

"Selamat tidur, nak!" Clarissa melewati senyumannya kepada Aurora, saat Aurora akan melangkah masuk ke dalam kamarnya.

"Tidur cepat, ya? jangan main hp!" pesan Stephen kepada putrinya, dan Aurora menganggukkan kepalanya dengan patuh.

Clarissa tiba-tiba mengaduh kesakitan saat melangkah ke ruang tengah.

Ia memegang pinggulnya dengan wajah meringis.

"Kenapa?" tanya Stephen mendekati Clarissa.

"Barusan ketabrak sedikit!" jawab Clarissa mengelus pinggulnya yang terasa sakit.

"Coba sini, aku lihat!"

Stephen menarik ke atas ujung baju Clarissa, tapi mendadak ia tidak berani untuk menariknya lebih tinggi lagi, untuk melihat kulit Clarissa yang terkena bentur.

Clarissa dapat merasakan gerakan tangan Stephen, yang tidak melanjutkan untuk memeriksa area pinggulnya yang terbentur.

Ia menoleh melihat Stephen tengah menatapnya, "Kenapa? kamu tidak mau lihat?" tanyanya bingung.

Clarissa semakin bingung melihat tatapan mata Stephen, yang tampak begitu lekat menatap matanya, hingga membuatnya memutar tubuhnya berhadapan dengan Stephen.

"Mm.. kenapa?" tanyanya dengan tatapan bingung memandang Stephen.

Mereka kemudian saling menatap dengan lekat beberapa detik.

"Perlu dioles dengan obat" jawab Stephen dengan suara pelan, sembari masih menatap manik mata Clarissa dengan lekat.

"Oh!" Clarissa mengedipkan matanya.

Clarissa melihat sorot mata Stephen menatapnya, terlihat berbeda dari tatapan biasanya.

Stephen mengoleskan obat cream lebam pada pinggul Clarissa, setelah ia mengambil obat, dan mereka duduk di sofa.

Clarissa diam tidak bergerak merasakan jemari Stephen mengoleskan obat ke pinggulnya.

Elusan jemari telunjuk Stephen pada kulitnya, membuat tubuh Clarissa tiba-tiba meremang, dan wajahnya terasa panas.

Tangannya sontak mencengkram pergelangan tangan Stephen.

Stephen menghentikan jarinya mengoleskan obat, ia menatap mata Clarissa yang menatapnya tanpa mengeluarkan sepatah kata.

Mereka kemudian saling menatap.

Tidak satu pun dari mereka mengucapkan sepatah kata.

Lalu wajah Stephen perlahan mendekat, dan tatapan matanya tertuju pada bibir Clarissa.

Clarissa juga melakukan hal yang sama.

Wajahnya perlahan mendekat menatap bibir Stephen, dan hembusan nafas Stephen terasa menyapu wajahnya.

Stephen memiringkan sedikit wajahnya, saat keningnya nyaris menyentuh kening Clarissa.

Saat bibir Stephen hampir saja bertemu dengan bibir Clarissa, tiba-tiba tangan Clarissa di sentuh tangan Aurora.

Dan mereka berdua tersentak, dan seketika menjauhkan wajah mereka.

Bersambung......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!