NovelToon NovelToon
Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Terlalu Tinggi Untuk Kamu Gapai

Status: tamat
Genre:CEO / Balas Dendam / Cintapertama / Tamat
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Kacang atoom

Seorang pelayan yang dihina dan dikhianati bangkit sebagai CEO konglomerat misterius demi membalas dendam, namun takdir penyesalan dan pengorbanan mengubah rasa benci tersebut menjadi perjuangan cinta sejati yang mendewasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang atoom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Dilema di Singapura

​Lampu-lampu gantung kristal di Grand Ballroom Marina Bay Sands, Singapura, memancarkan kemewahan kelas dunia. Ratusan investor asing, pejabat tinggi pemerintah, dan jajaran direksi konsorsium terkemuka berdiri memberikan tepuk tangan riuh.

Di pusat panggung utama, Rendy Adhitama duduk berhadapan dengan pimpinan tertinggi mitra bisnis Singapura. Di samping Rendy, Clara Vaneisha tampil begitu anggun dan berkilau, menyunggingkan senyum kemenangan terbaiknya saat naskah kerja sama bernilai lima puluh triliun rupiah digelar di atas meja kayu mahoni.

​Ini adalah puncak kejayaan karier Rendy. Proyek megaproyek ini akan mengukuhkan Adhitama Group sebagai kekuatan ekonomi tak tertandingi di Asia Tenggara.

​Rendy meraih pulpen berlapis emas murni. Jemarinya yang kokoh melayang di atas garis tanda tangan dokumen sejarah tersebut. Clara menatap Rendy dengan mata berbinar penuh kebanggaan, siap menyambut momen saat nama mereka berdua terukir sebagai pasangan paling berkuasa di dunia bisnis modern.

​Bzzzt... Bzzzt...

​Ponsel pribadi Rendy yang diletakkan di dalam saku dalam jasnya bergetar konstan. Isyarat getar khusus itu menandakan adanya pesan darurat berprioritas tinggi. Rendy menghentikan gerakan pulpennya sejenak, mengernyitkan dahi, lalu mengeluarkan ponselnya dengan tenang.

​Di layar kaca yang jernih, sebuah notifikasi video dari nomor tak dikenal masuk bersama sebuah teks singkat: "Datang sendiri ke koordinat ini dalam dua jam, atau kamu hanya akan menerima mayat wanita murahanmu ini, Rendy."

​Rendy menekan tombol putar.

​Seketika itu pula, video berdurasi belasan detik berputar di telapak tangannya. Wajah Siska yang pucat pasi, terikat di kursi kayu dengan darah yang menetes dari bibirnya, terpampang jelas. Jeritan histeris Siska saat pukulan brutal Danang menghantam tubuhnya bergema halus melalui speaker ponsel. Video itu ditutup dengan wajah gila Danang yang memegang pistol revolver hitam legam, menatap lurus ke kamera dengan senyum maut.

​Seketika, rahang Rendy mengeras kaku. Pandangan matanya yang semula tenang berubah menjadi kilatan es yang amat membekukan. Darah di dalam tubuhnya serasa mendidih hebat oleh gelombang murka yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

​Clara, yang menyadari perubahan aura di tubuh Rendy, menyenggol pelan lengan Rendy seraya berbisik dengan nada cemas namun tegas.

"Rendy? Ada apa? Semua orang sedang memperhatikan kita. Tanda tangani berkasnya sekarang."

​Rendy tidak bergerak. Matanya terkunci rapat pada bayangan Siska yang bersimbah darah di layar ponselnya.

​"Rendy, dengarkan aku!" bisik Clara lagi, kali ini suaranya mengandung nada panik yang tertahan. Tangannya mencengkeram lengan jas Rendy secara protektif.

"Apapun yang terjadi di ponsel itu, abaikan! Jangan biarkan hal sepele menghancurkan proyek triliunan ini! Ini adalah masa depan kita, Rendy! Jika kamu berdiri sekarang, investasi ini akan batal dan reputasimu akan hancur!"

​Semua petinggi di ruangan mulai saling berbisik heran melihat Rendy yang mendadak membeku dengan pulpen melayang di udara.

​Rendy memejamkan matanya rapat-rapat selama dua detik. Di dalam kegelapan pikirannya, ia melihat dua jalan: jalan menuju puncak kejayaan duniawi bersama Clara, atau jalan menuju kegelapan bahaya demi menyelamatkan wanita yang pernah menghancurkan hatinya namun kini berada di ambang kematian.

​Rendy membuka matanya kembali. Tatapannya begitu jernih, tajam, dan tak ragu sedikit pun.

​TAK.

​Rendy melepaskan pulpen berlapis emas itu, membiarkannya menggelinding begitu saja di atas dokumen penandatanganan bernilai triliunan rupiah.

​"Rendy! Apa yang kamu lakukan?!" jerit Clara tertahan, matanya membelalak tak percaya saat melihat Rendy berdiri dari kursinya.

​"Maafkan saya, Clara," ujar Rendy dengan suara rendah namun memotong seluruh keheningan ruangan. "Proyek ini bisa ditunda, tetapi nyawa seseorang tidak memiliki waktu cadangan."

​Tanpa mempedulikan teriakan kaget para investor, seruan heboh awak media, maupun panggilan histeris dari Clara yang berdiri mematung di panggung, Rendy membalikkan badannya. Ia melangkah lebar, menerobos kerumunan tamu undangan dengan aura dominasi yang menerjang apa saja di depannya.

​"Pak Irwan! Siapkan helikopter sekarang juga!" perintah Rendy melalu mikrofon earphone-nya saat ia melintasi pintu keluar.

​Tiga puluh menit kemudian, di atas atap landasan helikopter (helipad) gedung pencakar langit di tengah kota Singapura, badai hujan deras dan angin kencang berembus sangat dahsyat. Cahaya kilat menyambar-nyambar membelah langit malam yang gelap gulita.

Baling-baling helikopter komersial jarak jauh milik keluarga Adhitama berputar cepat, menciptakan deru angin yang memekakkan telinga.

​Pak Irwan berlari mendekati Rendy di bawah tembusan hujan deras. "Tuan Muda! Cuaca sangat buruk! BMKG menyarankan untuk menunda penerbangan lintas batas sampai badai mereda!"

​Rendy menepis payung yang dipegang pengawalnya. Tubuhnya basah kuyup ditimpa hujan malam, namun matanya memancarkan tekad maut yang tak tergoyahkan.

​"Saya tidak punya waktu untuk menunggu cuaca ramah, Pak Irwan," tegas Rendy seraya menaiki tangga helikopter. "Terbang menuju koordinat di Indonesia sekarang juga!"

​Pintu helikopter tertutup rapat. Kendaraan udara itu perlahan terangkat menerjang kegelapan malam, membelah badai hujan yang ganas menuju garis takdir yang menantinya di pinggiran Jakarta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!