NovelToon NovelToon
PENAKLUK SEMESTA

PENAKLUK SEMESTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arman A

Di benua tempat langit dan bumi saling menyatu, kekuatan sejati bukanlah tentang seberapa tajam pedang yang kau genggam atau seberapa tinggi tingkatan kultivasimu melainkan seberapa murni hatimu dan seberapa tulus kasih sayang yang kau berikan kepada dunia.

Lin Mo seorang pemuda yang lahir tanpa bakat istimewa di mata orang lain memulai perjalanan panjangnya menembus kabut tebal yang menyelimuti langit dan bumi. Ia menghadapi petir surgawi yang menggetarkan jiwa saat menerobos setiap tingkat kekuatan. Ia menembus hutan purba yang dijaga makhluk purba yang tak pernah menampakkan wujudnya kepada siapa pun. Ia mendaki puncak salju abadi yang membekukan jiwa bahkan sebelum membekukan tubuh.

Dengan hati yang tetap murni dan rendah hati meskipun kekuatan di tangannya semakin dahsyat Lin Mo mengumpulkan kembali empat kekuatan suci yang telah terpisah ribuan tahun. Cahaya api yang membakar kejahatan. Cahaya kehidupan yang menyembuhkan luka. Cahaya keheningan yang melatih kesabaran. Cahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arman A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 CAHAYA DI ATAS ISTANA DAN TAKHTA YANG KEMBALI SUCI

Saat mereka bertiga melangkah keluar dari lorong gelap menuju halaman istana yang luas, matahari pagi yang terang benderang seketika menyambut kedatangan mereka. Cahaya keemasan matahari tampak menyatu dengan cahaya ungu keemasan yang memancar dari tubuh ayah dan anak itu sehingga bayangan mereka seakan memancarkan cahaya terang yang menyejukkan hati siapa pun yang melihatnya. Seluruh prajurit elit yang berdiri menjaga istana terpaku diam di tempat. Mereka menatap sosok pria yang berjalan di tengah-tengah itu dengan mata yang membelalak tak percaya. Pria itu adalah Kaisar Agung yang dikabarkan telah wafat bertahun-tahun silam. Yang kini berjalan tegak gagah dengan wajah yang bugar dan penuh wibawa yang tak tertandingi. Di sebelahnya berjalan pemuda yang wajahnya persis menyerupai kaisar muda dulu dan memancarkan kekuatan yang begitu murni dan agung.

Berita itu menyebar bagaikan angin kencang ke seluruh penjuru istana. Para pejabat yang takut akan kejahatan penguasa palsu itu berlari keluar dari ruangan mereka satu per satu. Mereka berlutut di sepanjang jalan menatap dengan mata berkaca-kaca sosok kaisar mereka yang telah kembali dari kematian. Air mata bahagia jatuh membasahi pipi mereka yang selama ini hidup dalam ketakutan dan kesedihan yang mendalam.

Penguasa palsu yang duduk di atas takhta itu mendengar kegemparan di luar dan segera melangkah keluar dari aula utama istana dengan wajah yang penuh kemarahan sekaligus ketakutan yang tak mampu ia sembunyikan lagi. Wajahnya tampak pucat dan kurus karena kekuatan gelap yang selama ini ia curi telah ditarik kembali meninggalkannya tanpa daya. Ia berdiri di tangga aula istana yang tinggi sambil menatap ke bawah dengan pandangan yang penuh kebencian sekaligus keputusasaan yang mendalam.

"Kau... Kakakku... Kau masih hidup..." Penguasa palsu itu berbicara dengan suara yang bergetar hebat. Ia menatap Kaisar Agung dengan mata yang berkaca-kaca namun penuh rasa bersalah yang tak mampu ia sangkal. "Aku kira... sangkar batu itu tak akan pernah bisa dibuka oleh siapa pun... Aku kira kau akan tetap terkurung di sana hingga napas terakhirmu..."

Kaisar Agung berhenti melangkah di tengah halaman istana yang luas itu. Ia menatap adiknya yang berdiri di atas tangga dengan pandangan yang lembut namun penuh kesedihan yang mendalam. Suaranya terdengar lantang dan jelas terdengar oleh setiap orang yang berdiri di sana.

"Aku pun mengira demikian... Namun kau lupa satu hal... Tak ada tembok apa pun yang mampu menahan takdir... dan tak ada kekuatan gelap apa pun yang mampu melenyapkan cahaya kebenaran... Kau mengambil takhta ini dengan kekejaman... dan kau mempertahankannya dengan ketakutan... Takhta yang dibangun di atas darah dan air mata rakyat tak akan pernah berdiri tegak... Sekarang... turunlah... dan serahkanlah kembali apa yang bukan milikmu... Jangan tambah lagi dosamu dengan perlawanan yang sia-sia..."

Penguasa palsu itu tertawa kering penuh kepahitan. Matanya menatap ke arah langit yang cerah benderang seakan tak sanggup menatap wajah kakaknya yang penuh kelembutan itu. Ia menggeleng lemah dan berkata dengan suara yang penuh keputusasaan.

"Sudah terlambat... Kakak... Sudah terlalu banyak darah yang mengalir... Sudah terlalu banyak dosa yang kuperbuat... Bahkan jika kau memaafkanku... Aku tak akan pernah mampu memaafkan diriku sendiri... Namun sebelum aku pergi... Izinkan aku mengatakan satu hal... Aku tidak pernah benar-benar membencimu... Aku hanya iri... iri karena kau memiliki segalanya... sementara aku hanya berdiri di bayang-bayangmu seumur hidupku..."

Penguasa palsu itu perlahan mundur selangkah demi selangkah. Matanya terus menatap wajah kakaknya yang penuh kasih sayang tanpa sedikit pun tampak kemarahan atau dendam. Dengan senyum yang samar namun penuh penyesalan yang mendalam, ia berbalik dan melangkah masuk kembali ke dalam aula istana yang megah itu. Tak lama kemudian terdengar suara benda berat jatuh diikuti keheningan yang menyelimuti seluruh halaman istana. Penguasa yang penuh dosa itu telah mengakhiri hidupnya sendiri di hadapan takhta yang dirampasnya secara keji.

Kaisar Agung menundukkan kepalanya perlahan. Air mata kesedihan jatuh membasahi pipinya. Ia tidak membenci adiknya. Ia justru merasa bersalah karena tidak pernah menyadari perasaan yang tersembunyi di hati adiknya sendiri. Namun segala sesuatu telah terjadi. Dan penyesalan memang selalu datang terlambat.

Lin Mo melangkah mendekati ayahnya dan meletakkan tangan di bahu ayahnya dengan lembut. Ia tidak mengatakan apa-apa. Hanya kehadirannya saja sudah cukup untuk menghibur hati ayahnya yang sedang bersedih. Chen Yu berdiri di belakang mereka dengan penuh rasa hormat dan kesunyian yang tulus.

Kaisar Agung mengangkat wajahnya perlahan dan menatap ribuan prajurit serta pejabat yang berlutut di halaman istana. Cahaya ungu keemasan yang lembut namun penuh wibawa perlahan bersinar dari tubuhnya menyelimuti seluruh orang yang hadir di sana. Suaranya terdengar lantang dan penuh kasih sayang yang menyentuh hati setiap orang yang mendengarnya.

"Bangkitlah... Wahai rakyatku... Hari-hari gelap telah berlalu... Cahaya telah kembali... Dan sejak hari ini... takhta kekaisaran tidak akan lagi dikuasai oleh rasa takut atau keserakahan... Melainkan oleh keadilan... kasih sayang... dan tanggung jawab yang besar..."

Kaisar Agung menggandeng tangan putranya dan melangkah naik menuju aula utama istana. Diiringi oleh langkah kaki yang teratur dan penuh hormat dari Chen Yu. Mereka berjalan melewati barisan prajurit yang menundukkan kepala penuh hormat dan rasa bahagia yang tak terhingga. Cahaya ungu keemasan dari tubuh ayah dan anak itu menyapu seluruh ruangan istana yang dulunya gelap dan suram kini berubah menjadi terang benderang dan penuh kehangatan.

Sesampainya di dalam aula utama yang luas dan megah itu, Kaisar Agung berhenti tepat di depan takhta emas yang menjulang tinggi dan berkilauan indah di bawah cahaya matahari yang masuk lewat jendela-jendela besar. Ia menatap takhta itu sejenak lalu berbalik menatap putranya yang berdiri tegak di sampingnya. Cahaya ungu keemasan yang samar namun murni terus berdenyut lembut di sekujur tubuh Lin Mo. Wajahnya tampak tenang dan rendah hati namun memancarkan wibawa yang begitu agung dan tak tergoyahkan.

Kaisar Agung meletakkan kedua tangannya di bahu putranya dengan penuh kasih sayang dan kebanggaan yang tak terhingga. Ia berbicara dengan suara yang lembut namun terdengar bergema di seluruh ruangan aula yang luas itu.

"Lin Mo... Putraku... Selama ribuan tahun... takhta ini diwariskan dari leluhur kepada keturunannya... Namun takhta ini bukanlah milik siapa pun untuk dinikmati semata... Takhta ini adalah amanah... Amanah untuk melindungi rakyat... menegakkan kebenaran... dan membawa kedamaian bagi semua makhluk di bawah langit... Hari ini... Aku menyerahkan takhta ini kepadamu... Bukan karena kau adalah darah dagingku... melainkan karena langit sendiri telah memilihmu... Cahayamu yang begitu murni... hatimu yang begitu lembut... dan kekuatanmu yang begitu besar namun tak pernah kau gunakan untuk menindas yang lemah... Semua itu membuktikan bahwa kaulah yang paling pantas duduk di atas takhta ini..."

Lin Mo menatap mata ayahnya yang jernih dan penuh harapan. Ia berlutut perlahan di hadapan ayahnya dan menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat dan ketundukan. Cahaya ungu keemasan dari tubuhnya menyala terang benderang seakan menyepakati janji yang diucapkannya dengan suara yang tegas dan tulus.

"Aku menerima amanah ini... Ayah... Aku berjanji... Selama napas ini masih berhembus... Aku akan melindungi rakyatku dengan segenap jiwaku... Aku akan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu... Dan aku akan memastikan bahwa tidak ada satu pun rakyat yang tertindas atau menderita di bawah kekuasaanku... Jika aku melanggar janji ini... Biarlah kekuatanku lenyap dan takhta ini diambil kembali oleh langit..."

Kaisar Agung tersenyum penuh kebahagiaan. Ia mengangkat kepala putranya perlahan dan menuntunnya melangkah naik menuju takhta emas yang bersinar terang benderang itu. Dengan tangan sendiri, ia menuntun putranya duduk di atas takhta leluhur yang telah lama ditunggu-tunggu oleh keturunannya yang sah. Saat Lin Mo duduk di atas takhta itu, seketika itu juga cahaya ungu keemasan yang terang benderang menyala dari seluruh tubuhnya menyelimuti takhta itu dan menyebar ke seluruh penjuru istana. Cahaya itu begitu hangat dan begitu suci sehingga siapa pun yang terkena sinarnya merasa hatinya tenang dan damai seakan berada di bawah perlindungan surga itu sendiri.

Ribuan prajurit dan pejabat yang hadir di dalam aula itu segera berlutut serentak sambil mengepalkan tangan di dada memberi hormat kepada kaisar baru mereka. Suara seruan yang lantang dan penuh kegembiraan bergema bersamaan membelah langit istana yang cerah benderang.

"Hidup Kaisar Lin Mo! Semoga panjang umur dan berkuasa lama!"

Suara itu terdengar terus-menerus dari dalam istana hingga menyebar ke seluruh penjuru ibu kota dan kemudian ke seluruh penjuru kekaisaran. Rakyat yang mendengar seruan itu pun keluar dari rumah mereka sambil menatap ke arah istana dengan mata yang penuh air mata bahagia. Mereka tahu bahwa hari-hari gelap telah berlalu. Dan masa depan yang penuh kedamaian dan kebahagiaan telah datang bersama dengan kaisar muda yang baik hati dan perkasa itu.

Sejak hari itu, Kekaisaran Langit kembali menjadi tanah yang makmur dan damai. Kaisar Lin Mo memerintah dengan bijaksana dan penuh kasih sayang. Ia tidak pernah membeda-bedakan rakyatnya. Baik yang miskin maupun yang kaya, semuanya diperlakukan dengan adil dan sama di hadapan hukum. Chen Yu diangkat menjadi panglima tertinggi pasukan kekaisaran dan menjadi orang kepercayaan kaisar yang paling setia. Mereka berdua terus berdampingan seperti saudara kandung yang tak terpisahkan. Sementara Kaisar Agung menghabiskan sisa hidupnya dengan tenang di sebuah istana kecil di atas bukit yang hijau, tempat yang tenang dan penuh kenangan indah bersama keluarganya yang utuh kembali.

Dan kisah tentang Kaisar Lin Mo yang kembali dari perantauan jauh untuk merebut kembali takhta leluhurnya dan membawa kedamaian bagi seluruh rakyatnya... Kisah itu terus diceritakan dari generasi ke generasi sebagai kisah keberanian, kesetiaan, dan kemenangan cahaya atas kegelapan yang tak akan pernah pudar sepanjang masa.

 

1
Predi Siswanto
katanya mau memahami kekuatan yg baru di dpat kan kok malah prgi lagi ...AQ jadi curiga jangan jangan kepala Ator nya lagi eror🤣🤣
Arman: maaf jika ada cerita/alur yg kurang memuaskan tapi ini cerita yg bertahap kakak baru baca awal bab jadi wajar jika tokoh utama Masi lemah
total 1 replies
Predi Siswanto
tu kan makin letoy
Predi Siswanto
tambah letoy
Predi Siswanto
tu kan mulai letoy
Predi Siswanto
Alang kah hebat nya oi..jangan jangan begitu keluar langsung keok keok🤣🤣🤣
Alia Chans
ceritanya keren thor/Smile/
Arman: terima kasih pujian mu semangat ku💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!