NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:304
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Kini keduanya baru sampai di Kontrakan karena sudah malam keduanya memutuskan untuk langsung mengistirahatkan tubuh nya karena keduanya merasakan kelelahan dalam perjalanan yang jauh, apalagi Ardan yang belum istirahat sama sekali di perjalanan tadi setelah sebelumnya sudah menyelesaikan Sholat Isya berjamaah berdua.

.

.

Keesokan Pagi

"Aduh maafin Syifa yah Hubby! karena aku bangunnya kesiangan, jadi tidak sempat untuk memasak makanan buat sarapan kamu By." ucap Asyifa sambil merasa bersalah.

"Tidak apa-apa kok Ay! Hubby kan bisa sarapan di tempat kerja saja, ya udah berangkat kerja dulu yah Assalamualaikum." sahut Ardan seraya berpamitan.

"Hati-hati di jalan yah Hubby Waalaikumsalam." ucap Asyifa.

Ardan pun keluar dari Kontrakan untuk berangkat kerja setelah Istrinya mencium punggung tangannya serta dia mencium kening Istrinya.

"Huft..Syifa Syifa kamu tuh gimana sih, kasihan tuh Suami kamu berangkat kerja tapi belum sarapan." batin Asyifa.

Asyifa memarahi dirinya sendiri karena kelalaian dalam tugas menjadi seorang Istri sambil masih berada di depan pintu dan melihat motor yang Suaminya bawa untuk berangkat kerja.

Ketika Asyifa melihat stok makanan ternyata hanya tinggal sedikit akhirnya memutuskan untuk berbelanja di Alfamart.

Kini Asyifa sudah berada di Alfamart yang tidak terlalu jauh dari kontrakan untuk berbelanja, setelah berkeliling mencari keperluannya serta sudah mendapatkan Asyifa pun berniat ingin langsung pulang ke Kontrakan, baru saja Asyifa berada di luar tiba-tiba ada yang memanggil namanya dan juga menghampirinya.

"Hey Syifa!! kebetulan sekali aku bertemu dengan kamu di sini, sudah dari kemaren aku mencari kamu ke Rumah tapi kamu tidak ada di sana, kata para Tetangga kamu sudah pergi di bawa oleh Suami kamu." ucap seseorang yang menghampiri Asyifa ternyata Sahabat yang bernama Nina.

"Iya kamu benar Nin!! sekarang aku tinggal bersama Suamiku, memang ada apa sih sampai kamu mencariku?" sahur Asyifa seraya bertanya.

"Aku ingin mengantar Undangan Adik Sepupuku, pokoknya kamu harus datang yah bersama Suami kamu awas kalau tidak datang, oh iya ngomong-ngomong apa benar kamu sudah menikah lagi, tapi kenapa kamu tidak mengundangku dengan Suamiku." jawab Nina sambil sedikit mengancam.

Di saat Asyifa ingin mengatakan sesuatu tapi ada yang menghentikan karena adanya suara seseorang yang baru saja datang dan menghampiri keduanya.

"Dia tidak akan mungkin mengundang teman-temannya Nina, yang pertama dia di Nikahkan secara paksa karena ketahuan sedang berbuat Zinah di Rumahnya sendiri dan yang kedua karena Suaminya itu orang miskin, Mas Kawin saja cuman seratus ribu pasti dia sangat malu." ucap Mila.

"Jangan sembarangan kalau ngomong Mil, Syifa tidak akan mungkin melakukan hal yang serendah itu." sahut Nina.

"Terimakasih Nina!! emang kamu salah satu Sahabatku yang baik dari dulu, jadi aku mohon untuk diam dulu yah Nin." pinta Asyifa.

"Huft..baiklah Syifa." pasrah Nina sambil menghembuskan nafas pelan.

"Oh iya Mil!! karena kamu sudah menciptakan insiden kejadian waktu malam itu justru aku ingin mengucapkan terimakasih padamu, jadi sekarang aku punya Suami yang baik dan juga pengertian." ucap Asyifa.

"Apa maksud kamu bicara seperti itu, sungguh aku tidak mengerti sama sekali." sahut Mila.

Ketiganya terus saja berdebat tapi yang sebenarnya hanya dua orang saja, sedangkan yang satunya hanya mendengarkan kedua orang temannya yang sedang berdebat.

Tanpa di ketahui ada dua orang di dalam mobil tepat tidak jauh dari samping yang sedang mendengarkan perdebatan dari ketiga orang di samping mobil.

"Bang apa tidak ingin turun dari mobil, untuk membantu Mbak Asyifa yang sedang di rendahkan seperti itu?" tanya Dimas.

"Tidak perlu Dim!! karena Abang yakin Istriku itu bisa mengatasi orang-orang tersebut." jawab Ardan.

Benar saja setelah berdebat yang begitu sengit si biang kerok bernama Mila yang merendahkan Asyifa pun pergi karena kalah berdebat dengan Asyifa.

Nina dan Asyifa mengobrol sebentar karena Nina ingin tahu kebenarannya, tak lama keduanya berpisah setelah nina memberikan surat Undangan, Asyifa pun menerima dan langsung melangkah menuju Kontrakan karena Asyifa ingin segera memasak sebelum Suaminya lebih dulu pulang kerja.

"Bang!! harusnya Abang sudah yakin dong dengan Mbak Asyifa, karena sudah bersedia tinggal di Kontrakan bersama Abang." ucap Dimas.

"Hmm di saat seperti ini bisa jadi karena tidak punya pilihan yang lain, beda di saat sudah memiliki apa yang harus dia miliki olehnya." sahut Ardan.

"Maksud Abang itu aset milik Almarhumah Ibu Mertua Abang itu." ucap Dimas.

"Ya kamu benar Dim!! ketika kita sudah berhasil membantunya dan saat itu pula Cintanya padaku bener-bener Tulus, apabila dia masih ingin tetap tinggal di Kontrakan bersamaku." sahut Ardan.

"Hmm iya saya paham maksud Abang." ucap Dimas.

"Dim apa kamu sudah siap untuk datang ke Pelelangan tersebut?" tanya Ardan.

"Sudah siap Bang!! tapi apa Abang bener-bener yakin, itu Perusahaan hanya tinggal cangkangnya saja." jawab Dimas sambil sedikit ragu.

"Kamu tenang saja Dim!! yang perlu kamu lakukan sekarang hanya ikut di Pelelangan itu untuk mengakuisisi Perusahaan tersebut, sisanya biar Abang yang menyelesaikannya." ucap Ardan.

"Baiklah Bang!!" sahut Dimas.

Setelah Ardan turun dari mobil serta melangkah pergi menuju ke Kontrakan sedangkan Dimas pun langsung pergi ke acara Pelelangan.

Ya beberapa hari yang lalu Ardan sudah membekukan keuangan Perusahaan tersebut dan juga melaporkan semua kejahatan Anak si pemilik Perusahaan yang merupakan Adik Tiri dari Istrinya dan pemilik Perusahaan adalah Ayah Mertuanya sendiri ke Kantor Polisi, sehingga mau tak mau Perusahaan harus di lelang untuk menjamin Anaknya yang berada di Kantor Polisi.

Sesampainya di Kontrakan melihat Istrinya yang sedang memasak, Ardan pun segera menghampiri dan langsung memeluk dari belakang serta menaruh dagunya di bahu Istrinya, hal itu membuat Asyifa tersentak karena kaget.

"Astagfirullah Hubby!!! ish ngagetin saja sih, tiba-tiba langsung memelukku seperti ini." kaget Asyifa sambil mengelus dadanya.

"Hmm baunya sangat harum banget nih...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!