NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:798
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Pagi hari di sekolah terasa tenang,Beberapa siswa sudah mulai berdatangan,Di halaman sekolah,Ayla berdiri di dekat taman kecil bersama bagas.

"Bagas."

"Hmm."

Namun beberapa detik kemudian,Ekspresi ayla berubah sedikit ragu.

"Bagas aku ingin bicara sesuatu."

Bagas mengangkat alis sedikit.

"Apa?."

Ayla terlihat berpikir sebentar sebelum berkata.

"Kalau bisa tentang pertunangan kita."

Bagas langsung memperhatikannya dengan serius.

"Kenapa?."

Ayla menunduk sedikit.

"Jangan sampai orang-orang di sekolah tahu dulu."

Bagas terdiam beberapa detik.

"Maksudnya?."

Ayla menjelaskan pelan.

"Kita masih sekolah bagas,Aku tidak mau semua orang membicarakan kita."

Bagas masih menatapnya.

"Aku juga tidak mau nanti jadi bahan gosip."

Ayla menghela napas pelan.

"Lebih baik hanya orang-orang terdekat saja yang tahu."

Beberapa detik suasana menjadi hening,Namun kali ini ekspresi bagas berubah sedikit dingin.

"Kamu malu?."

Ayla langsung mengangkat kepalanya.

"Bukan begitu."

"Tapi kamu ingin menyembunyikan pertunangan kita."

Nada suara bagas terdengar sedikit kesal,Ayla terlihat panik.

"Bagas,Bukan menyembunyikan."

"Lalu apa?."

Ayla menggenggam tangannya sendiri.

"Aku hanya tidak ingin semuanya menjadi rumit."

Bagas menghela napas pelan.

"Aku tidak pernah menganggap ini sesuatu yang harus disembunyikan."

Ayla menatapnya dengan sedikit bersalah.

"Bagas."

Bagas menatap ayla beberapa saat,Lalu akhirnya bagas berucap.

"Baiklah."

Ayla sedikit terkejut.

"Benarkah?."

Bagas mengangguk.

"Tapi hanya untuk sementara."

Ayla terlihat lega.

"Terima kasih."

Beberapa saat kemudian bel sekolah berbunyi.

Ayla tersenyum kecil.

"Aku masuk dulu."

Bagas hanya mengangguk.

"Belajar yang benar,jangan nakal."

Ayla tertawa kecil.

"Iya."

Ayla kemudian berjalan menuju kelasnya.

Pagi hari di sekolah terasa seperti biasa,Sinar matahari masuk melalui jendela kelas,Ayla duduk di bangkunya sambil membuka buku pelajaran,Namun sesekali matanya melirik ke jari manis kirinya,Cincin kecil itu masih terpasang rapi,Ayla tersenyum sendiri.

"Ayla!."

Suara dua sahabatnya langsung membuatnya tersentak,Rina dan salsa sudah berdiri di depan mejanya.

"Dari tadi kita panggil kamu,Kamu malah senyum-senyum sendiri"kata rina curiga.

Salsa tiba-tiba menyipitkan mata.

"Tunggu dulu."

Salsa langsung meraih tangan ayla.

"Apa ini?."

Ayla langsung panik.

"Eh-eh,Salsa!."

Namun sudah terlambat,Salsa sudah melihat cincin di jari salsa,Matanya langsung membesar.

"Ini cincin?."

Rina ikut mendekat.

"Coba lihat."

Ayla mencoba menarik tangannya kembali,tapi rina sudah memperhatikannya dengan serius,Rina menatap ayla dengan wajah tidak percaya.

"Ayla jangan bilang"

Salsa langsung menutup mulutnya.

"Kamu tunangan?."

Ayla langsung memerah.

"Pelan-pelan!."

Rina berbisik heboh.

"Serius ini?."

Ayla menunduk malu.

"Iya."

Rina dan salsa langsung saling menatap.

"ASTAGA!."

Rina langsung duduk di kursi depan ayla.

"Kapan?."

Ayla menjawab pelan.

"Tadi malam."

Salsa terlihat sangat senang.

"Romantis banget."

Rina menatap cincin itu lagi.

"Bagus sekali."

Ayla tersenyum kecil.

"Tapi jangan bilang ke siapa-siapa dulu ya."

Rina langsung mengangguk.

"Tenang saja."

Salsa ikut berkata,

"Ini rahasia kita bertiga."

Ayla terlihat lega,Saat itu guru masuk ke kelas.

"Selamat pagi."

Mereka langsung kembali ke tempat duduk masing-masing,Namun sesekali rina dan salsa masih melirik cincin ayla sambil tersenyum.

Bel istirahat berbunyi.

Suasana sekolah langsung berubah ramai,Banyak siswa berjalan menuju kantin.

Di salah satu meja kantin,Bagas sudah duduk bersama sahabatnya,raka dan dimas.

Saat itu ayla datang bersama rina dan salsa,Begitu melihat mereka,dimas langsung melambaikan tangan.

"Eh!Di sini!."

Rina langsung menarik kursi dan duduk.

"hari ini kita semua ditraktir Bagas semua,yah kan gas?."

Bagas menatap mereka sebentar.

"hmm,Pesan saja gue yang bayar."

Rina langsung menepuk meja senang.

"Serius?!."

Raka tersenyum sambil menunjuk Dimas.

"Sudah Dim,Kamu saja yang belikan."

Dimas langsung menghela napas dramatis.

"Kenapa selalu aku?."

"Udah nurut aja,nih uangnya"ucap bagas sambil membawa 3 lembar uang merah.

Rina langsung berkata cepat.

"Aku mie ayam sama es teh!."

Salsa mengangkat tangan sedikit.

"aku samain aja sama rina!."

Ayla berpikir sebentar.

"Aku nasi goreng sama es jeruk saja!."

Dimas menoleh ke Bagas.

"Seperti biasa!."

Bagas mengangguk.

"aku bakso sama es teh!"ucap raka.

Dimas berdiri sambil menggerutu kecil.

"Baiklah,aku jadi pelayan hari ini."

Dimas lalu berjalan menuju tempat pemesanan.

Sementara menunggu,rina dan salsa diam-diam tersenyum melihat ayla dan bagas duduk berdampingan.

Rina berbisik pelan ke salsa.

"Masih tidak percaya ayla sudah tunangan."

Salsa ikut berbisik.

"Apalagi sama bagas."

Ayla langsung menatap mereka dengan wajah merah.

"Kalian jangan mulai lagi."

Raka yang mendengar langsung tersenyum.

"Kenapa?Malu?."

Ayla semakin menunduk,Raka menatap cincin di jari ayla.

"Cincinnya bagus."

Bagas hanya berkata singkat.

"Aku yang pilih."

Rina langsung menatap bagas dengan wajah usil.

"Wah,romantis juga ternyata."

Bagas hanya mengangkat bahu sedikit.

Saat itu dimas kembali membawa beberapa nampan makanan.

"Pesanan datang!."

Dimas  meletakkan makanan satu per satu di meja.

"Mie ayam dan es teh untuk rina dan salsa."

"Nasi goreng dan es teh untuk ayla."

"Bakso dan es teh untuk aku,Bagas dan raka"

Lalu dimas duduk kembali.

Rina langsung menatap bagas sambil tersenyum lebar.

"Bagas."

Bagas menoleh.

"hmm,?."

Rina berkata dengan nada menggoda.

"Terima kasih ya calon suami ayla."

Ayla langsung tersedak minumannya.

"RINA!."

Salsa langsung tertawa.

Dimas ikut tertawa keras.

"Hahaha!Sudah terang-terangan sekarang."

Raka menyandarkan punggungnya di kursi sambil tersenyum.

"Sepertinya sebentar lagi seluruh sekolah juga tahu."

Ayla menatap bagas sedikit panik,Namun Bagas hanya berkata dengan tenang.

"Tidak apa-apa."

Semua langsung menoleh padanya.

Bagas melanjutkan santai.

"Cepat atau lambat juga semua orang akan tahu."

Ayla menatapnya sedikit kaget,Namun bagas hanya menepuk pelan kepala ayla.

"Yang penting sekarang makan dulu."

Rina langsung berbisik ke salsa.

"Duh manis banget."

Salsa mengangguk setuju.

Dimas tersenyum jahil sambil melihat bagas.

"Kalau begini kita harus memanggil bagas dengan sebutan baru."

Raka tertarik.

"Apa itu?."

Dimas menunjuk bagas.

"Calon suami paling dingin di sekolah."

Semua langsung tertawa.

Ayla hanya bisa menunduk sambil tersenyum malu,Sementara bagas tetap terlihat tenang seperti biasa.

...••••••...

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi.

Para siswa mulai keluar dari kelas masing-masing,Suasana koridor sekolah kembali ramai,Ayla berjalan keluar kelas bersama rina dan salsa.

Di depan gerbang sekolah,Bagas sudah berdiri sambil menunggu.

Begitu melihat ayla,Bagas langsung menghampiri.

"Ayo pulang."

Ayla menatapnya sebentar lalu berkata santai.

"Sebentar."

Bagas mengangkat alis.

"Kenapa?."

Ayla menunjuk ke arah gerobak di seberang jalan.

"Di sana ada yang jual seblak."

Rina langsung ikut menoleh.

"Eh iya!."

Salsa juga terlihat tertarik.

"Kelihatannya enak."

Ayla langsung tersenyum.

"Aku ingin beli."

Namun bagas langsung berkata datar.

"Nggak."

Ayla menoleh cepat.

"Kenapa?."

Bagas menjawab singkat.

"Pedas."

Ayla mengerutkan kening.

"Memangnya kenapa kalau pedas?."

Bagas menatapnya serius.

"Nanti perut kamu sakit."

Ayla sedikit terdiam.

"Enggak,Aku kuat pedas gas."

Bagas tetap menggeleng.

"Tidak boleh."

Rina dan salsa langsung saling melirik,Salsa berbisik pelan ke rina.

"Mulai."

Rina menahan tawa.

Sementara ayla menatap bagas dengan wajah sedikit kesal.

"Bagas,Aku cuma mau makan seblak."

Bagas tetap tenang.

"Nggak."

Ayla menyilangkan tangan.

"Kenapa kamu seperti sedang melarang anak kecil?."

Bagas menjawab tanpa berubah ekspresi.

"Karena kamu keras kepala."

Rina hampir tertawa mendengarnya.

Ayla semakin kesal.

"Aku tidak keras kepala."

Bagas langsung menjawab.

"Kamu tetap ingin makan walaupun sudah aku larang."

Ayla menunjuk ke arah gerobak seblak lagi.

"Karena aku sudah ingin dari tadi!."

Bagas menghela napas pelan.

"Besok-besok saja."

Ayla langsung menggeleng.

"Nggak,Aku maunya Sekarang."

Rina akhirnya ikut bicara sambil menahan senyum.

"Bagas sepertinya ayla memang sudah sangat ingin sekali."

Salsa mengangguk pelan.

"Iya dari tadi dia bicara soal seblak di kelas."

Bagas menatap ayla lagi.

"sayang."

"Iya."

"Kamu yakin?."

Ayla mengangguk cepat.

"Yakin."

Beberapa detik bagas menatapnya tanpa bicara,Lalu akhirnya ia menghela napas.

"Baiklah."

Ayla langsung tersenyum lebar.

"Serius?!."

Bagas mengangguk sedikit.

"Tidak terlalu pedas,atau tidak sama sekali."

Ayla langsung terlihat senang.

"Iya!."

Rina langsung tertawa.

"Wah,akhirnya menang juga."

Salsa ikut tersenyum.

"Kalau begitu kita ikut juga."

Bagas memijat pelipisnya pelan.

"Kalian semua memang menyusahkan."

"Yeay traktir part dua"ucap salsa.

Dari belakang,Raka dan dimas yang baru keluar gerbang langsung melihat mereka.

Dimas bertanya penasaran.

"Kalian kenapa di sini?."

Rina langsung menunjuk gerobak seblak.

"Kita mau makan seblak."

Dimas langsung tersenyum lebar.

"Wah,Kebetulan!."

Raka menggeleng kecil sambil tertawa.

"Sepertinya pulang hari ini akan lama."

Sementara itu ayla sudah berjalan lebih dulu menuju gerobak seblak dengan wajah sangat senang,Bagas hanya bisa menghela napas sambil mengikuti di belakangnya.

"Sayang."

Ayla menoleh.

"Iya?."

Bagas berkata datar.

"Kalau nanti perutmu sakit,Jangan salahkan aku."

Ayla tersenyum jahil.

...••••••...

Suasana panti sudah mulai tenang.

Anak-anak kecil satu per satu sudah tertidur,Hanya menyisakan lampu redup di ruang tengah.

Ayla duduk di kasurnya,Memeluk perut sambil meringis pelan.

"aduh."

Ayla menghela napas panjang, lalu meraih ponselnya,Beberapa detik ayla menatap layar, sebelum akhirnya mengetik.

Ayla:

gas

Bagas:

iya

Ayla:

perutku sakit

Di sisi lain.

Bagas yang sedang di kamarnya langsung terdiam tatapannya berubah datar tapi kali ini ada sedikit rasa khawatir.

"Sudah kuduga."

Bagas:

seblak?

Ayla:

iya

Bagas:

aku sudah bilang.

Ayla:

iya maaf

Ayla:

sakit banget

Beberapa detik tidak ada balasan.

Ayla menggigit bibirnya pelan.

"Jangan-jangan dia marah"

Baru saja ayla ingin mengetik lagi ponselnya berbunyi.

Bagas:

Tunggu

Ayla mengernyit.

"Tunggu?"

Belum sempat berpikir lebih jauh sekitar 20 menit kemudian suara motor berhenti di depan panti,Ayla yang masih meringis langsung menoleh ke arah jendela.

Tak lama Pintu diketuk pelan.

Tok tok tok!

Pengurus panti membuka pintu dan di sana bagas berdiri Dengan wajah tenang seperti biasa Di tangannya ada kantong plastik.

"Ayla di dalam?"tanyanya singkat.

Beberapa detik kemudian.

Bagas sudah berdiri di depan kamar ayla.

Ayla yang melihatnya langsung kaget.

"Bagas?!."

Bagas masuk tanpa banyak bicara dan Menatap ayla yang masih memegang perut.

"Seberapa sakit?."

Ayla mengerucutkan bibir.

"Lumayan."

Bagas menghela napas pelan.

"Duduk yang benar."

Ayla langsung menurut tanpa banyak protes.

Bagas membuka plastik yang berisi obat.

Ayla langsung melirik.

"itu apa?."

Bagas menjawab datar.

"Obat."

Ayla mengangguk pelan.

Bagas mengambil obat,Lalu memberikannya ke ayla.

"Minum."

Ayla langsung patuh.

Setelah minum,ayla menyandarkan punggung ke dinding.

"Makasih."

Bagas duduk di sampingnya.

"Masih sakit?."

Ayla mengangguk kecil.

"Sedikit."

Bagas menatapnya.

"Kapok?."

Ayla berbicara pelan.

"sedikit."

Bagas menghela napas pelan.

"Besok tidak boleh makan sembarangan."

Ayla menoleh,menatapnya.

"Iya,Maaf ya."

Bagas tidak langsung menjawab,Tangannya terangkat,lalu tanpa sadar bagas mengusap pelan kepala ayla.

"Jangan keras kepala."

Ayla tersenyum kecil.

"Iya."

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!