NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Mangkuk dan cangkir sisa semalam sudah bersih tanpa sisa.

Kini, aroma teh mengalir di udara dingin suaka reruntuhan basal itu, mengusir sisa kabut malam.

Aroma itu menguap dari cangkir hangat yang diletakkan Errinth di atas meja batu dengan gerakan sangat anggun.

"teh Anda, Tuanku," tutur Errinth, nadanya terdengar jauh lebih serius dari biasanya.

Ia tidak tersenyum sama sekali pagi ini.

Malah, tangan kirinya memegang sebuah gawai lipat tipis yang menampilkan beberapa bagan data dengan kerlip merah menyala.

Menyesap isi cangkir perlahan, Kenzo berusaha mengumpulkan fokus pikirannya yang masih samar.

"Ada apa?" tanya Kenzo, langsung pada inti persoalan.

"Ada yang aneh di kota," lapor Ratu Naga itu dengan suara setengah berbisik.

Menyodorkan gawai tersebut, ia menunjuk ke arah layar yang terus menampilkan diagram naik-turun.

"Saya mendeteksi ini saat sedang membersihkan sisa jejak logistik perbankan Nexus Corp."

Kenzo menaruh kembali cangkir tehnya ke atas batu. "Katakan padaku."

"Empat orang tewas dalam waktu 48 jam terakhir," jelas Errinth, jemarinya menggeser tampilan layar gawai.

"Dua mantan penjaga fasilitas bawah tanah Nexus, satu polisi korup, dan seorang informan jalanan dari Sektor B."

Dahi Kenzo langsung berkerut dalam mendengar laporan itu.

"Pembersihan biasa dari Sinode untuk membungkam saksi?" tebak Kenzo, menebak arah taktis lawan.

"Bukan," potong Errinth cepat, menggeleng pelan dengan mata menyipit tajam.

"Masalahnya ada pada cara mereka mati, Tuanku. Lihat ini."

Ia menyentuh salah satu profil korban di layar gawai.

Seketika, data tersebut mengalami distorsi aneh sebelum perlahan memudar secara organik hingga hilang sepenuhnya.

"Mereka tidak sekadar dibunuh secara fisik," bisik Errinth dengan raut wajah tegang.

"Keberadaan mereka sedang dihapus dari dunia ini secara bertahap."

"Dihapus?" tanya Kenzo, mengunci pandangannya pada layar yang kini kosong.

"Benar. Pemilik rumah sewa salah satu korban bahkan tidak ingat pernah menyewakan kamarnya," tutur Errinth menerangkan.

"Keluarga dari polisi korup itu juga bingung melihat pakaian pria di lemari, seolah ingatan mereka tentangnya sudah dikikis habis."

Seketika, ingatan Kenzo langsung terhubung pada kepingan logam keemasan di dalam Penyimpanan Tak Terbatas miliknya.

Jangkar Pengikat Realitas.

Sistem memberinya benda itu tadi malam tentu bukan sebuah kebetulan belaka.

'Ternyata badai yang dimaksud sudah datang,' batin Kenzo, mengepalkan telapak tangannya di bawah meja.

"Mystrul," panggil Kenzo ke arah sudut pilar yang gelap.

Melangkah maju dari balik bayangan pilar, Mystrul tidak mengeluarkan suara sama sekali bagaikan hantu.

"Saya menanti titah Anda, Tuan," ucap Mystrul datar.

"Gunakan persepsi sihirmu. Lacak sisa energi dari lokasi para korban itu," perintah Kenzo tegas.

Mystrul mengangkat tongkat peraknya, membiarkan sepasang mata perak miliknya menyala terang menembus jarak secara konseptual.

Hening sejenak menyelimuti ruangan.

Satu kerutan halus muncul di dahi sang penyihir yang biasanya selalu sedingin es batu.

"Nihil, Tuan," lapor Mystrul, suaranya terdengar berat dan bergema pelan.

"Tidak ada bekas sihir, tidak ada distorsi ruang, bahkan tidak ada pergeseran energi sekecil apa pun."

Ia menurunkan tongkatnya kembali.

"Argh! Menyebalkan! Azzy benci ini!"

Tiba-tiba, segumpal bayangan hitam meletup keras dari bawah lantai batu di dekat kaki Kenzo.

Muncul dari sana, Azzy langsung menubruk lengan kiri Kenzo dan memeluknya seerat mungkin.

Wajahnya cemberut maksimal, sepasang matanya menatap kosong ke udara dengan kekesalan yang meluap-luap.

"Ketiadaan itu mainan Azzy!" gerutu gadis kecil itu sambil menggigit ujung kain jaket Kenzo.

"Tapi yang ini rasanya aneh, seolah ada pencuri yang mengambil permen Azzy lewat tembok rahasia!"

Ia mendengus kencang, merasa sangat jengkel karena kekuatannya sendiri tidak bisa melacak arah kekosongan tersebut.

Sambil mengusap kepala Azzy untuk menenangkannya, Kenzo kembali berpikir keras.

Situasi ini jelas berada di luar batas normal.

Jika indra sihir Mystrul dan insting kosmik milik Azzy saja gagal mendeteksi pelakunya, maka musuh ini sangat berbahaya.

"Kita tidak sedang menghadapi mafia atau korporat biasa," gumam Kenzo dingin.

Ini adalah sebuah Variabel baru.

Seseorang atau sesuatu yang bangkit dengan otoritas anomali di luar kendali Sistem miliknya.

"Jika dibiarkan, ini akan mengarah langsung pada Anda, Tuanku," sahut Errinth, melipat tangan di dada dengan cemas.

Kenzo berdiri dari tempat duduknya, melepaskan pelukan erat Azzy secara perlahan dan lembut.

Meraih jaket hitamnya, ia memakainya dengan satu sentikan gerakan cepat yang taktis.

Di dalam Penyimpanan Tak Terbatas, Belati Frekuensi Tinggi miliknya terasa dingin dan siap beraksi kapan saja.

Satu nama langsung muncul di dalam kepala Kenzo sebagai target berikutnya.

Siska.

Mantan kekasihnya yang dulu mencampakkannya demi harta itu adalah saksi kunci kehancuran Adrian.

Jika si pembunuh berantai misterius ini mengincar siapa pun yang memiliki hubungan dengannya, maka Siska berada di urutan teratas. Karena yang mengenalnya dekat hanya mantannya.

"Tuan Kenzo?" tanya Errinth, mengamati perubahan raut wajah tuannya yang mendingin.

Menatap ke luar celah pilar yang mengarah pada kabut kota di kejauhan, Kenzo hanya tersenyum tipis.

"Siapkan diri kalian. Kita kembali ke kota, aku tahu siapa yang harus kita kunjungi."

Perburuan tanpa jejak ini baru saja dimulai.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!