Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Di dalam rumah mewah bergaya eropa klasik Anya duduk gelisah di ruang kerjanya yang luas. Gadis cantik itu terus memandangi layar ponselnya dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh rasa cemas yang mendalam.
Keringat dingin sebesar biji jagung mulai mengucur perlahan dari pelipisnya yang terlihat sangat pucat siang ini. Piring Kayu Gaharu Berdarah di atas mejanya masih memancarkan wangi yang khas namun energinya tidak lagi sekuat tadi malam.
"Kenapa Paman Surya belum juga memberikan kabar baik sampai jam segini." Gumam Anya dengan nada suara bergetar menahan ketakutan.
Tiba-tiba rasa nyeri yang sangat tajam menusuk dadanya dari dalam membuat gadis itu terbatuk pelan beberapa kali. Kabut ungu tipis mulai merayap keluar dari pori-pori kulitnya dan berputar-putar di sekitar pergelangan tangannya yang kurus.
Kutukan mematikan itu rupanya mulai bereaksi menembus pertahanan karena energi murni dari piring pusaka tersebut perlahan menipis.
Kring kring kring.
Suara dering telepon rumah memecah keheningan ruangan kerja yang terasa sangat mencekam itu.
Anya buru-buru mengangkat gagang telepon kuno di sudut mejanya dengan tangan yang sedikit gemetar. "Halo Paman Surya, apakah kamu sudah menemukan pemuda berpakaian lusuh itu di pasar loak." Tanya Anya langsung ke intinya tanpa basa-basi sedikitpun.
"Maafkan saya Nona muda, kami sudah menyisir seluruh sudut pasar loak dari ujung ke ujung namun pemuda itu seolah menghilang ditelan bumi." Suara Paman Surya terdengar sangat menyesal dan putus asa dari seberang telepon.
Anya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan rasa frustrasi yang luar biasa meledak di dalam dadanya. "Terus cari Paman, kerahkan lebih banyak orang dan jangan kembali ke rumah sebelum kamu menemukan jejak Master Fengshui itu." Perintah Anya dengan suara keras lalu menutup telepon dengan sedikit kasar.
Pip.
"Waktuku tidak banyak lagi, aku harus menemukan pria itu secepatnya untuk bertahan hidup." Batin Anya sambil memeluk tubuhnya sendiri yang kini mulai menggigil kedinginan akibat efek kutukan.
Di bawah teriknya matahari siang Saka terus berjalan santai menyusuri lorong panjang Pasar Antik Kota Lama. Perutnya yang masih kenyang oleh daging wagyu dan pakaian mewahnya membuat Saka sama sekali tidak terlihat kelelahan menerjang panas.
Layar transparan biru dari sistem terus aktif berkedip menyaring ribuan barang rongsokan yang ada di sekitarnya.
[Pemindaian berlanjut, belum ditemukan energi Qi dalam radius lima meter.]
Saka menghela napas pelan merasa sedikit bosan karena pasar yang sangat besar ini benar-benar dipenuhi oleh barang rongsokan modern. Tiba-tiba sudut matanya menangkap sebuah lapak kecil yang menjual tumpukan buku-buku bekas yang halamannya sudah menguning dimakan usia.
Lapak itu hanya beralaskan terpal biru usang dan dijaga oleh seorang kakek tua yang sedang asyik membaca koran harian. Saka awalnya berniat melangkah melewati lapak itu karena buku cetak bekas jarang sekali menyimpan energi mistis di dalamnya.
Namun tepat saat kakinya melangkah maju layar sistem di depannya langsung berkedip merah dengan sangat cepat dan terang.
[Benda Pusaka Tingkat Tinggi Terdeteksi.]
[Sistem menangkap fluktuasi energi Qi yang sangat padat dari dalam kotak kayu di bawah tumpukan buku usang tersebut.]
Mata Saka langsung berbinar cerah membaca notifikasi penemuan besar yang sangat mengejutkan itu. Dia segera menepi dan berjongkok di depan lapak kakek tua itu dengan gaya yang sengaja dibuat acuh tak acuh agar tidak mencurigakan.
"Permisi Kek, saya kebetulan mau cari buku sejarah tua untuk tugas kampus, boleh saya bongkar tumpukan berdebu ini." Tanya Saka dengan suara yang sangat ramah dan sopan.
Kakek itu menurunkan korannya sebentar menatap Saka dari balik kacamata tebalnya lalu mengangguk pelan tanpa minat. "Silakan saja anak muda, bongkar saja sesukamu asal jangan sampai sobek kertasnya karena itu barang dagangan." Jawab kakek itu lalu kembali fokus membaca berita korannya.
Saka mulai memindahkan buku-buku berdebu itu satu per satu dengan tangan kosong secara hati-hati. Hingga akhirnya dia berhasil menggali ke bagian paling bawah dan menemukan sebuah kotak kayu panjang berukir bunga teratai yang kondisinya sangat kotor.