zoeya, dia adalah mahasiswa miskin yg berkuliah di universitas empire state. suatu hari ia pergi ke perpustakaan terkenal dan terbesar di kotanya, yaitu CENTRAL INTERNATIONAL LIBRARY.
ia membaca buku catatan dan satu buku novel romansa yg bercerita tentang seorang bos terkaya yg dijodohkan dengan seorang wanita miskin yg cantik dan lumayan pintar, berprestasi dan banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai perlombaan antar negara, antar universitas, nasional maupun internasional, tapi karna dia dilahirkan dari keluarga miskin, orang yg berada disekitar nya sedikit tidak nyaman, bahkan keluarga suami, keluarga nya dan suami nya sendiri pun bersikap sama seperti orang luar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hazelnut_krim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#bab 25
Setelah mereka bertiga memakan habis salad itu, mereka duduk di sana untuk bersantai sebentar sebelum kembali ke mobil lalu pulang, dua pengawal lucas masih tetap berada di mobil sambil terus mengawasi elvina, bi siti dan irene
"eh, kalau ku liat liat emang cantik lah elvina tu" ucap salah satu pengawal lucas yg terus memperhatikan elvina
"heh ngomong apa si kau ni? Inget, dia itu calon istri bos, ga usah ngada ngada kau" sahut teman nya
"kan aku cuman bilang, bukan berarti aku suka, lagi pula aku juga udah punya pasangan kok! Tapi coba lah kau liat. Pantes bos lucas ngejaga banget tu cewe, orang nya aja secantik ini" ucap nya lagi, teman nya menghela nafas kasar
"tapi iya juga si, kalau ku liat emang cantik dia, apa lagi kalau pas senyum" ucap teman nya yg menghela nafas tadi
"nah iya kan, apa ku bilang? Tersepona juga kan kau? Pantes bu lyra manjain banget tu cewe, kalau di bandingin sama non floren…. Ku yakin masih cantikan ini lah" teman yg tadi menghela nafas hanya mengangguk kan kepala nya saja tanpa menjawab sambil terus melihat ke arah elvina
Dua pengawal itu adalah kakak beradik kembar, mereka bernama varo dan vano, mereka bisa di bedakan dengan cara hanya melihat tinggi nya saja, varo memiliki tinggi yg sedikit lebih tinggi dari vano, sedangkan vano memiliki tinggi yg sedikit lebih pendek dari varo, meskipun vano adalah kakak varo, tapi ia terlihat seperti adik varo karna tinggi yg berbeda
DRTT!!! Suara dari hp vano, ia langsung melihat nama pemanggil, terlihat tercantum nama bos lucas di sana, ia langsung mengangkat telpon itu
"halo bos" ucap vano, lucas diam sejenak sebelum menjawab
"gimana keadaan nya?" tanya lucas di seberang telpon
"baik bos, di sini semua nya oke, nona juga keliatan nya seneng dari tadi" jawab vano, lucas kembali diam
"hmmm. Terus awasi!" pinta lucas lalu menutup telpon nya, vano lalu mengantongi hp nya lagi ke dalam saku nya
"sapa van?" tanya varo yg menoleh ke vano
"biasa lah si bos"
"ohh, gw kira sapa" mereka berdua lalu kembali memerhatikan kembali irene, bi siti dan elvina, mereka bertiga masih tetap di tempat duduk yg tadi juga belum berdiri dari sana, masih saja mengobrol dengan penuh candaan
****************
"eh bi siti, ini kita mau pulang kapan?" tanya irene pada bi siti, bi siti melihat jam sebentar
"non, kita mau pulang sekarang?" bi siti yg kemudian bertanya dan melihat ke arah vina, elvina diam sejenak memikirkan dan melihat langit yg masih terbilang cukup cerah untuk di bilang sore
"mmm..... Yaudah deh sekarang aja kita pulang, dari pada nanti kesorean, lagi pula kaya nya tante sama om bentar lagi pulang ke rumah, kita harus sampe duluan di rumah sebelum mereka" ucap elvina yg dijawab anggukan oleh bi siti dan irene, mereka bertiga lalu berjalan menuju mobil yg terparkir tak jauh dari situ
"haaaaa, akhirnya bisa jalan jalan satu hari full, vina seneng deh" ucap vina yg sudah duduk di dalam mobil sambil bersandar
"nona kaya nya bahagia banget ya" sahut irene yg sambil terkekeh kecil bagitu pula bi siti
"pasti donk, lain kali kalau jalan jalan lagi vina bakal ajak kalian balik ya" bi siti dan irene hanya mengangguk mengiyakan perkataan vina sambil tersenyum manis pada nya, vina pun membalas senyuman itu, varo dan vano hanya fokus pada jalan dan tidak menghiraukan keadaan itu, mereka tak ingin terlibat dengan pembicaraan perempuan, bagi mereka itu tidak menarik, jadi mending fokus saja pada jalan
Saat hampir sampai di rumah, tiba tiba mobil mereka di hadang oleh seorang wanita, varo langsung menghentikan mobil itu secara spontan, sontak elvina yg berada di sebelah jendela tepat nya duduk di kursi belakang varo pun terbentur kursi pengemudi
"shhh ahh" elvina yg keskitan sambil memegangi kepala nya yg terbentur, bi siti, irene, varo dan vano pun panik, merekabtakut elvina kenapa kenapa
"non, non vina ga papa? Ada yg luka ga?" tanya bi siti saking panik nya
"iya non, sakit ga non? Aduh kaya nya nanti itu bisa lebam loh non" sahut irene yg padahal ia juga terbentur tapi tak terlalu keras
"ah saya ga papa kok, tenang aja" jawab elvina yg masih bisa tersenyum meskipun sebenarnya sakit
'duhhh sakit banget lagi, emang iya si kaya ni bakal lebam nanti nya, tapi masa iya gw mau kaya floren yg kegores apa apa langsung ngerengek, kan ga mungkin. Lagi pula juga kaya nya cuman lebam aja ahh ga sampe luka' ucap nya dalam hati yg tak terlalu memikirkan luka nya itu
"itu siapa si? Ngalangin orang jalan aja" kesal vina seketika
"ga tau non, orang itu emang sering banget kaya nya deh ngeberentiin mobil yg lewat kaya gini" sahut vano
"nona, bi siti sama kamu tunggu sini aja, biar kita yg coba liat" ucap varo, bi siti, irene juga elvina hanya mengangguk tak menjawab sambil terus menatap ke arah perempuan yg ada di hadapan mobil mereka itu, varo dan vano lalu turun bersama menghampiri wanita itu
"heh kamu! Kamu siapa si? Ngapain kamu di sini? Ngapain kamu ngeberentiin mobil kami?" tanya kesal vano, wanita itu tak langsung menjawab, ia seperti memikirkan sesuatu
"m-maaf, s-saya mau minta tolong" ucap gugup wanita itu, varo dan vano melihat wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, memang terlihat seperti orang yg gembel, tapi kalau di perbaiki penampilan nya masih tetap bagus
"mau minta apa kamu?" tegas vano, wanita itu tersentak, elvinabyg melihat itu merasa tak nyaman, ia langsung turun dari mobil dan menghampiri varo juga vano, bi siti dan irene hanya mengikuti elvina dari belakang
"ada apa ini?" tanya vina sedikit tegas, bocah kembar itu langsung menoleh ke arah suara yg mereka dengar dan terkejut melihat elvina yg sudah menghampiri nya
"eh non vina, ini non mmm....... Dia kata nya minta bantuan ke kita, padahal kita ga tau nama nya siapa dan ga tau dia orang baik apa gimana" ketus varo, vano langsung mencolek varo agar dia tau kalau elvina masih ada di sana, varo langsung sadar dan menutup mulut nya lalu tersenyum kikuk pada elvina, bi siti dan irene
"dia minta bantuan ke kita?" elvina yg mengulangi perkataan varo tadi, varo dan vano hanya mengangguk tanpa menjawab nya karna ia terlalu fokus oad wanita itu, mereka takut kalau vina di apa apa kan oleh nya
Wanita itu tiba tiba berlutut di hadapan elvina dan memegangi baju elvina dengan erat
"nona, tolong bantu saya nona, non tolong non saya mohon" pinta wanita itu, vina terus menatap wanita itu tapi tetap saja wajah nya belum terlalu kelihatan jelas
"siapa kamu? Nama kamu siapa? Rumah kamu di mana?" vina yg langsung too the point
"mmmm nama saya cilla non" sahut nya lalu menatap wajah elvina, saat melihat wajah wanita itu, betapa terkejut nya vina karna ternyata dia adalah.........