Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2 VENDRA CINDY
"kau.harus tenang, ok! " Minta Zurich dengan hati yang lapang. "Sofia dia!! di temukan keadaan tidak bernyawa di sebuah hutan!! ". Akhirnya Zurich harus mengatakan itu walaupun berat namun harus ia katakan.
Yang tadinya merasa bahagia karena ini adalah hari pernikahan yang ia tunggu, tapi seketika dunia terasa runtuh dalam satu ledakan saat mendengar berkata Zurich kalau Sofia sudah tidak ada di dunia ini, Rajab pun tergoyah terdiam kaku ia terguncang kaget.
"Rajab ada apa? ". Tanya sang ibu nya Rajab yang tiba muncul dengan panik bingung melihat anak laki-laki nya terdiam kaku tidak merespon.
Oma nya Rajab hanya terdiam setelah mendengar Sofia sudah tiada.
Kemudian besok siangnya semua keluarga Rajab mendatangi pemakam untuk melayat terakhir kalinya melihat Sofia. Tampaknya Rajab belum percaya apa yang dilihat saat ini menyaksikan tubuh Sofia kedalam liang lahat.
Rajab berlinang air mata yang harus kehilangan orang yang ia cintai dirinya tidak menyangka akan menyaksikan terakhir kalinya melihat Sofia. kini perasaan hati Rajab sangat berat.
Semua orang membubarkan diri setelah menyaksikan pemakaman Sofia. Hanya Rajab yang masih berdiri memandangi sebuah nisan kayu yang sudah tertulis nama Sofia Boyce Cindy. dengan tatapan kosong nya hanya terdiam kaku rasa tidak percaya, tidak sanggup untuk menerima kenyataan.
Berlahan Rajab berjongkok pegang kayu nisan dengan mata berkaca-kaca di sertai hati yang berat.
"Sayang, kamu tahu? seharusnya kita berdua berbahagia! hemmm!! tapi hari ini kamu sendirian bahagia di sana tanpa diriku! sayang...! aku janji akan mencari orang yang telah bikin kamu seperti ini! aku akan mencari kemana pun mereka pergi!! ". Rajab berkata dengan tangan mengempal tampaknya Rajab akan membalas kan dendam kematian calon istri nya yaitu Sofia ia akan mencari tahu keberadaan orang yang telah bikin Sofia meninggal.
dua tahun telah berlalu....
Seorang wanita bersetelan pakai baju kemeja putih berbalut jaket sweater dia adalah Vendra Cindy berusia 23 tahun yang kini dirinya berada di dalam kereta api yang sedang duduk tertidur, kepala nya menyender di kaca jendela tertidur lelap. Kereta api yang Vendra tumbangi berjalan melaju cepat. Tidak lama kemudian kereta api berlahan melambat____
Buzzzz...
Tid....
Suara sirine terdengar oleh Vendra yang lagi tertidur hingga terbangun.
"Waduh...!! ". Ekpresi kaget Vendra baru sadar kalau kereta api yang ia tumbangi sudah berhenti dan sampai.
Vendra bangkit menggendong tas ransel lalu melangkah pergi dari dalam kereta api.
Tidak lama kemudian Vendra berjalan kaki di sisi jalan sembari melihat sekeliling perumahan dan toko-toko ruko, sepertinya masih sama tidak ada perubahan kota yang ia kenal. Vendra menikmati suasana kota saat ini, ia terseyum senang sembari mengenang masa kecilnya dulu.
Vendra melangkah jalan menyeberangi jalan dan_____
Ckit...
"Arrrggghhh!! ". Hampir saja sebuah mobil mewah berwarna hitam menabrak vendra. Vendra kaget tiba-tiba saja mobil hitam itu melaju kencang ke arahnya dan berhenti mendadak di depan nya. membuat jantung vendra hampir copot. " HEI!! HATI-HATI DONG! APA ENGGAK LIAT LAMPU MERAH! HAH! ". Tegas vendra memarahi di dalam mobil.
Pintu mobil berlahan di buka, muncul sebuah kaki yang keluar sudah pakai hak tinggi berwarna merah muda terlihat sebuah kaki panjang sangat mulus begitu sexy dengan gaun merah yang indah di tubuh nya, terlihat ramping dan rambut panjang lurus. Dia memiliki wajah Antagonis dengan tatapan mata sinis pada vendra.
Melihat wanita gaun merah itu membuat vendra berubah ekpresi wajah kesel, vendra menyadari bahwa wanita itu cukup keras.
"HEI!! YANG ADA KAMU!! HARUS LIAT JALAN! JANGAN SEENAKNYA NYEBRANGI JALAN! ".Ucapnya dengan kedua tangan melipat sudah berada di bawah dadanya sembari ekpresi wajah yang sombong
Vendra merasa kesel, ia melangkah mendekat dan berkata____
" TUH!! JALAN MASIH LUAS! KENAPA ENGGA DI TENGAH? HAH? KENAPA HARUS DI SISI JALAN? DASAR ANEH! ". Vendra memarahi wanita sok sombong di hadapan nya sembari tunjuk jalan dengan kesel
" SIAPA PEDULI! TERSERAH AKU DONG! MOBIL-MOBIL KU! ". Ucapnya tengil dengan bernada sombong sembari melihat vendra dari bawah kaki hingga ke atas kepala, melihat tampilan vendra dengan pakaian jaket sweater abu-abu dan sepatu septi, rambut yang di ikat kebelakang kepala terlihat cewek tomboy, ia tersenyum sinis seperti ngeledek tampilan vendra.
vendra menyadari kalau dirinya di ledekin oleh wanita sok sombong itu. "APA? ".Tanya vendra ngegas pada wanita di depannya.
" Dasar kampungan! ". Jawab nya dengan nada pelan namun menyindir tampilan vendra, sembari masuk kembali ke dalam mobil langsung tutup pintu mobilnya.
Vendra hanya berdiri terdiam setelah di sindir oleh wanita sombong itu. " UUUHH! DASAR CEWEK ANEH! ". Terak vendra pada dia yang sudah berada di dalam mobil sembari mobil dia melaju pergi begitu saja meninggal kan vendra.
****
****
Kemudian Vendra sudah di dalam rumah bersama ibunya melangkah sekeliling rumah. Rumah kedua orang tua vendra cukup kaya raya memiliki rumah yang besar setiap sudut rumah memiliki barang antik berharga milik keluarga nya sendiri.
"ibu tidak menyangka! sampai bisa kesini!! Untuk apa kamu kembali ke kota ini, bukan nya kamu Harus melanjutkan kuliah di sana!!". Tanya sang ibu sambil berjalan melangkah ke atas tangga, vendra mengikuti sang ibu di belakang tubuh punggung ibu nya setiap langkah.
" aku kesini karena besok hari meninggalnya kak Sofia, aku mau ziarah pemakaman kak Sofia". Luka di hati vendra masih membekas yang harus kehilangan kakak kandung nya.
Vendra tahu kalau ibunya tidak ingin vendra berada di rumah atau di kota ini. tidak tahu alasannya apa hingga vendra tidak mengizinkan tinggal bersama mereka. secara tidak di minta vendra tidak menduga mendatangi kedua orang tuanya tanpa sepengetahuan lebih dulu.
Tampaknya raut wajah sang ibu vendra mulai cemas ia takut bahwa anaknya akan membalas kematian kakaknya, ini yang di khawatirkan.
Wanita berusia 40 tahun bernama Vena Azura mengenakan pakaian daster hanya dalam kegelisahan harus menghadapi sang anak yang baru saja tiba datang.
"Seharusnya selesai kan lebih dulu Kuliah nya, ibu tidak mengizinkan kamu ada di sini! ". Ujar Vena sambil buka pintu kamar untuk anak perempuan nya
" Ayo lah bu... apa salah aku datang ke rumah??, aku rindu kalian! hanya melepaskan rindu!? ". Ucap vendra merasa ke sentil perasaan nya, ia mulai kesel dan bete pada ibu nya sendiri
Vendra masuk ke dalam kamar dengan ekpresi wajah kesel.
" ibu tidak bermaksud menyinggung mu! tapi.. kamu harus fokus untuk kuliah nya! ". Ucap Vena melangkah mengikuti anaknya.
" Ampun dah...! ". Vendra duduk di atas ranjang kasur meletakkan tas ransel di bawah lantai. " Apa segitu penting nya, ayolah.. bu.. aku punya kehidupan.. ingin menikmati kebersamaan keluarga, apa salah?? ". Vendra berkata merasa heran dengan sang ibu selalu menekan soal kuliah.
"Ibu senang, kamu ada disini!". Ucap Vena sambil duduk di atas ranjang kasur samping sang anak. " ibu. hanya khawatir masa depan mu nanti! ". Vena berkata lagi untuk mencoba meyakinkan sang anak perempuan di samping dirinya.
Vendra terdiam duduk sembari memikirkan sesuatu.