Setelah sang ayah—ketua mafia legendaris—tewas misterius, Livana ikut terlempar ke dunia novel dan menjadi Bellamy, si antagonis manja yang ditakdirkan mati tragis.
Kejutan besar menantinya! Jiwa sang Papa ternyata ikut bertransmigrasi menjadi ayah Bellamy. Namun, sang Papa terikat Sistem Novel yang akan mengurangi umurnya jika ia berani mengubah alur cerita.
Untungnya, jiwa barbar Livana adalah sebuah glitch yang kebal dari hukuman Sistem!
Menggunakan celah ini, duet maut ayah-anak mafia ini kompak bekerja sama mengacak-acak plot, menendang parasit manipulatif, dan memikat Dallas—si penguasa bayangan yang dingin.
Dua jiwa mafia vs satu Sistem Novel. Siapa yang akan menang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21: Ambisi, Ancaman, dan Dua Kotak Cincin
"Kau gila, Lucianna! Kau ingin aku melamarmu di depan Papa di pesta gala nanti?! Apa kau sudah kehilangan akal?!"
Suara Javier meninggi di dalam kamar apartemen pribadi Lucianna. Pria itu berjalan mondar-mandir dengan wajah frustrasi, memegangi kepalanya yang masih terasa pening.
Lucianna yang duduk di tepi ranjang langsung meneteskan air mata buatan yang tampak begitu meyakinkan. Ia mengangkat ponselnya dengan tangan gemetar. "Aku tidak gila, Javier! Aku terpaksa melakukan ini karena kau terus menghindari tanggung jawabmu sejak pagi itu!"
"Aku tidak menghindar! Aku sudah bilang akan bertanggung jawab, tapi tidak secepat ini, dan jelas tidak di pesta gala!" bentak Javier, napasnya memburu. "Kau tahu sendiri bagaimana watak Papa Fernando! Dia hanya ingin aku menikah dengan Bellamy agar Enrique Group bisa menelan seluruh aset Guinevere! Jika Papa tahu aku menidurimu, dia akan mencoret namaku dari daftar pewaris!"
"Lalu bagaimana dengan harga diriku?!" Lucianna berdiri, menatap Javier dengan pandangan mengancam yang tajam. "Jika kau tidak berani mengumumkannya di pesta gala, aku akan menyebarkan video rekaman malam itu ke seluruh media! Biar semua orang tahu apa yang kau lakukan padaku saat mabuk! Dan jika itu tidak cukup... aku akan melompat dari gedung ini, Javier! Biarkan namamu hancur sebagai pembunuh!"
Javier tersentak mundur, wajahnya memucat pasi mendengar ancaman video dan bunuh diri itu. Ia tidak tahu bahwa video itu hanyalah gertakan sambal Lucianna untuk menutupi fakta bahwa malam setelahnya ia justru mendesah di bawah tubuh Damian.
"K-Kau... kau merekamnya?" suara Javier bergetar ketakutan. Bayangan kemarahan Fernando membuat lututnya lemas. "Sialan... Baiklah! Baiklah, Luci! Hentikan tangisanmu! Aku akan membawamu sebagai pasanganku di pesta gala dan mengumumkan hubungan kita. Puas?!"
Lucianna langsung menyembunyikan senyum kemenangannya di balik isak tangisnya, memeluk Javier dengan erat. 'Satu kebohongan mendarat dengan sempurna. Selesai kau, Bellamy,' batinnya bersorak puas.
...****************...
Sementara itu, di paviliun belakang mansion Guinevere, Odelia—ibu kandung Lucianna yang kini terikat pernikahan paksa dengan Pak Dodi—sedang sibuk menyusun berkas di dalam kamar usangnya.
"Nyonya Dodi, apa yang sedang kau lakukan pagi-pagi begini dengan dokumen-dokumen itu?" suara ketukan pintu menyela aktivitasnya. Pak Dodi berdiri di ambang pintu dengan seragam sopirnya.
Odelia menoleh dengan tatapan penuh rasa jijik. "Bukan urusanmu, Dodi! Pergi dan bersihkan mobil sana! Jangan berani-beraninya mencampuri urusanku jika kau masih ingin hidup tenang!"
"Aku hanya mengingatkanmu, Tuan James memiliki mata di mana-mana," sahut Pak Dodi dingin sebelum menutup pintu kembali.
Odelia meludahi lantai setelah suaminya pergi. Ia menatap map kulit berisi bukti-bukti masa lalu Bellamy. "Kau pikir kau bisa mengancamku dengan rekaman kopi itu, Bellamy? Di pesta gala nanti, aku sendiri yang akan menyebarkan semua bukti kekerasan dan kegilaanmu pada Lucianna sejak kalian kecil! Aku akan memastikan seluruh dunia tahu seberapa busuknya mental calon nyonya Guinevere yang baru ini!"
...****************...
Di sudut lain kota, di dalam sebuah vila pribadi yang tersembunyi di kawasan perbukitan yang asri, Dallas Enrique berdiri di samping tempat tidur ibunya, Danila. Suasana di sini sangat aman, dijaga ketat oleh belasan pengawal elit dari jaringan bisnis bayangan milik Dallas sendiri.
"Dallas... kenapa kita harus pindah ke sini secara sembunyi-sembunyi? Bagaimana kalau Tuan Besar Fernando tahu?" tanya Danila dengan raut wajah cemas, mengusap lengan memarnya yang sudah diperban rapi.
Dallas berlutut di depan ibunya, menggenggam tangan wanita itu dengan lembut namun penuh tekad. "Ibu tidak perlu khawatir lagi. Di sini Fernando tidak akan bisa menyentuhmu seujung rambut pun. Setelah pesta gala besok malam selesai, kita tidak akan pernah kembali lagi ke rumah neraka itu."
"Tapi, Nak... Fernando pasti akan marah besar jika rencananya berantakan," ucap Danila cemas.
"Biarkan dia marah, Ibu. Semua bisnis distrik barat yang dia incar sudah resmi beralih ke bawah kendaliku dan Bellamy," Dallas berdiri, membetulkan letak kerah kemejanya yang menutupi sisa luka cambukan di bahunya. Matanya berkilat tajam. "Dia ingin Javier mendapatkan Guinevere? Aku akan memastikan besok malam menjadi hari di mana Fernando kehilangan segalanya."
Setelah memastikan ibunya aman, Dallas melangkah keluar menuju mobilnya di mana Hans sudah menunggu. Di dalam saku jasnya, ada sebuah kotak beludru kecil berwarna hitam yang terus ia raba sejak tadi pagi. Sebuah cincin berlian sederhana namun elegan yang ia beli dengan seluruh hasil keringatnya sendiri.
"Tuan Muda, seluruh dokumen kerja sama dengan Guinevere Corporation sudah siap," lapor Hans saat Dallas masuk ke dalam mobil. "Nona Bellamy juga mengirim pesan bahwa dia akan menunggumu tepat di lobi aula pesta besok."
Dallas mengeluarkan ponselnya, menatap ruang obrolannya dengan Bellamy yang penuh dengan pesan-pesan gila dari gadis itu.
[Jangan lupa pakai jas hitam senada denganku besok, Calon Suamiku. Aku punya kejutan besar untukmu di pesta nanti!]
Dallas menggelengkan kepala pelan, sebuah senyuman tipis terukir di wajah kaku yang biasanya sedingin es itu. "Kejutan, ya? Kita lihat siapa yang akan mengejutkan siapa besok malam, Bellamy," gumam Dallas rendah, mengetatkan jemarinya pada kotak cincin di sakunya. Pria itu sudah memantapkan hatinya untuk melamar Bellamy di depan seluruh pasang mata besok malam, merusak total rencana Fernando dan Javier untuk selamanya.
keren nih othor...
jadi alasan Sylvester masuk ke dunia novel untuk menyelamatkan ponakannya kali yaa... tapi belum tentu pasti plot twist lagi ah nanti... 🤣
ah di othor nih... bikin penasaran aja.. dibuat nama-namanya huruf depannya D semua lagi🤣
lagi tegang gini malah ngelawak Bellamy sama Dallas mah..🤣🤣