NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sekadar Maaf

Motor Devan melaju kencang menyusuri jalan yang biasa dilewati bus kota. Matanya terus melihat sisi kanan dan kiri jalan, berharap menemukan bus yang biasanya ditumpangi Kinan sepulang sekolah.

Saat melewati sebuah persimpangan, Devan sedikit memperlambat laju motornya. Namun yang ia lihat justru sosok yang sangat dikenalnya.

Kinan.

Gadis itu sedang berjalan sendirian di pinggir jalan sambil memeluk tasnya. Langkahnya terlihat cukup cepat, sesekali ia mengusap keringat di dahinya karena cuaca sore yang masih terasa panas.

Alis Devan mengernyit.

"Jalan kaki? Bukannya biasanya pulang naik bus?"

Belum sempat Devan menghampiri, terdengar beberapa suara tawa dari pinggir jalan yang membuat ia langsung mengalihkan pandangannya.

Tiga orang pria yang sedang duduk di depan sebuah warung tampak berdiri begitu melihat Kinan lewat.

"Woi, cantik," sapa salah satu dari mereka sambil menyeringai.

"Kok jalan sendiri?" timpal pria lainnya.

"Mau abang temenin nggak?" goda pria yang lain sambil tertawa bersama teman-temannya.

Kinan sama sekali tidak menoleh. Ia tetap melangkah lurus, seolah tidak mendengar satu pun ucapan mereka.

Sayangnya, salah satu dari ketiga pria itu justru berjalan menghadang di depannya hingga membuat langkah Kinan terhenti.

"Malu ya?" godanya sambil menaik turunkan alisnya.

"Permisi," ucap Kinan singkat dengan nada datar.

Bukannya memberi jalan, pria itu malah bergeser semakin menghalangi.

"Galak juga."

Kinan mencoba melangkah ke samping, tetapi pria lain ikut menutup jalannya.

"Udah, ngobrol bentar aja."

Tatapan Kinan berubah dingin saat menatap mereka satu per satu.

"Gue bilang, minggir."

Ucapan itu justru disambut tawa.

"Wah, berani juga, ya."

Salah satu dari mereka melangkah lebih dekat sambil mengulurkan tangan, seolah hendak menyentuh bahu Kinan.

Belum sempat tangan itu menyentuhnya—

Brak!

Seseorang lebih dulu menarik kerah baju pria itu hingga tubuhnya terdorong beberapa langkah ke belakang.

"Lepasin," ucap Devan dingin.

Ketiga pria itu langsung menoleh.

"Siapa lo?" tanya salah seorang dari mereka sambil mengusap kerah bajunya yang baru saja ditarik kasar.

Devan berdiri tepat di depan Kinan tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari ketiga pria tersebut.

"Gue bilang, minggir."

Salah satu pria itu terkekeh sinis.

"Kalau nggak?"

Devan tetap diam. Tatapannya tidak berubah sedikit pun.

Pria itu baru saja melangkah maju ketika sebuah pukulan keras mendarat tepat di wajahnya.

Bugh!

"Argh!"

Tubuh pria itu langsung terhuyung ke belakang sambil memegangi wajahnya. Melihat temannya dipukul, dua pria lainnya langsung ikut menyerang. Perkelahian pun terjadi di pinggir jalan hingga beberapa orang mulai menoleh ke arah mereka.

Menyadari situasi mulai menarik perhatian banyak orang, ketiga pria itu akhirnya memilih mundur sambil mengumpat pelan.

"Sialan..."

"Ayo pergi."

Mereka pun segera meninggalkan tempat itu sebelum keadaan semakin ramai.

Suasana perlahan kembali tenang. Devan masih berdiri membelakangi Kinan. Napasnya masih sedikit memburu, tetapi tatapannya tetap datar.

Baru setelah memastikan ketiga pria itu benar-benar pergi, ia menoleh ke arah Kinan.

"Lo nggak apa-apa?" tanyanya singkat.

Kinan mengangguk kecil. "Iya."

Devan memperhatikan Kinan beberapa saat. Tatapannya kemudian beralih ke jalan di depan mereka.

"Kenapa lo jalan kaki?"

Kinan ikut menoleh ke arah jalan yang baru saja dilewatinya.

"Busnya mogok. Mesinnya mati di tengah jalan," jawabnya pelan. "Katanya harus diderek, jadi semua penumpangnya disuruh turun."

Devan tidak mengatakan apa-apa. Ia berjalan ke arah motornya, lalu menaikinya sebelum kembali menoleh ke arah Kinan.

"Naik."

Kinan langsung menggeleng pelan. "Nggak usah."

"Udah sore," balas Devan tanpa mengalihkan pandangannya dari Kinan.

Kinan mengeratkan tali tas di bahunya.

"Gue bisa jalan sendiri."

Devan mengembuskan napas pelan. Tatapannya tetap lurus ke arah Kinan.

"Gue bilang naik, Kinan," ucapnya dengan nada yang lebih tegas.

Mau tidak mau, Kinan akhirnya menurut. Ia melangkah mendekat ke arah motor.

Devan mengambil satu helm cadangan dari motornya, lalu menyerahkannya kepada Kinan.

"Pake."

Kinan menerimanya tanpa banyak bicara. Setelah mengenakan helm, ia naik ke jok belakang motor sambil tetap menjaga jarak.

Sepanjang perjalanan, tidak ada percakapan di antara mereka.

Hanya suara mesin motor yang memecah keheningan, sementara angin sore berembus menemani perjalanan hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah Kinan.

Devan mematikan mesin motornya. Untuk sesaat, tak satu pun dari mereka membuka suara. Kinan turun lebih dulu. Ia melepas helm yang dipakainya, lalu menyerahkannya kembali kepada Devan.

"Makasih... udah nganter."

Baru saja Kinan hendak melangkah menuju pagar rumah, suara Devan kembali menghentikannya.

"Tunggu bentar... gue mau ngomong."

Langkah Kinan terhenti. Ia terdiam sejenak sebelum akhirnya membalikkan badan. Tatapannya bertemu dengan Devan yang masih berdiri di samping motor.

Devan menarik napas pelan.

"Gue baru sadar," ucapnya pelan. "Selama ini gue terlalu fokus sama OSIS. Gue kira selama lo nggak ngomong apa-apa, berarti semuanya baik-baik aja."

Ia terdiam sesaat sebelum kembali melanjutkan.

"Gue juga nggak pernah mikirin gimana perasaan lo waktu gue terus sama Olivia."

Kinan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Devan beberapa saat, seolah mencerna semua ucapan laki-laki itu.

"Gue ngerti," ucapnya pelan. "Tapi gue nggak mau maksa perasaan lo."

Senyum tipis terukir di bibir Kinan, meski sorot matanya masih menyimpan rasa lelah.

"Makasih udah nganter gue pulang. Hati-hati di jalan."

Tanpa menunggu balasan, Kinan berbalik dan melangkah masuk ke dalam rumah.

Devan tetap berdiri di tempatnya. Tatapannya tidak lepas dari pintu rumah yang perlahan tertutup di hadapannya.

Ia mengembuskan napas panjang.

Baru saat itu Devan benar-benar menyadari, meminta maaf ternyata tidak cukup untuk membuat semuanya kembali seperti semula.

1
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
Annisanur hasanah
kak, ceritanya seruuu dan ga ngebosenin👍
Annisanur hasanah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!