"Meja bundar.. apa itu??"
"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."
"Siapa kakek sebenarnya??"
"Kakek bukan orang biasa, dia.."
Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.
Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.17. Ternyata..
Kara kembali turun dan dia mencari kedua teman nya di area rumah di bantu dengan Putri yang juga kebingungan karena Caca dan Usi yang secara misterius hilang. Dan karena kemarin Kara menemukan Caca di dalam pintu besi hitam yang ada di belakang rumah, kali ini dua pun kembali kesana dan membuka pintu nya, tapi tidak ada siapapun di sana.
Kara memegangi kepalanya dengan nafas naik turun, dia memikirkan kemungkinan apa saja yang mungkin bisa terjadi pada kedua teman nya.. Dan saat Kara melihat Putri yang juga sedang mencari teman nya, barulah Kara teringat dengan ucapan Usi semalam..
"Put!" Panggil Kara, Putri menoleh.
"Ya teh, teh temen - temen nya teteh nggak ada di sini." Ucap Putri, wajah Putri juga panik.
"Putri, tadi kamu yang nemuin aku di dalam, kan? Gimana cara nya kamu bisa masuk kedalam?" Tanya Kara, Putri pun kemudian mengeluarkan kunci dari saku nya.
"Pake kunci ini, teh.. Putri kan selalu pulang pergi bawa kunci." Ucap Putri, Kara diam dan mengamati kunci yang ada di tangan Putri.
"Selain kamu, siapa yang pegang kunci ruangan itu?" Tanya Kara, Putri menggeleng..
"Nggak tau Putri, teh.. tapi setau Putri kunci ini teh ada tiga.. satu di ayah nya teteh dua nya di ayah Putri, ya ini yang Putri bawa." Ucap Putri, mendengar itu.. Kara pun menelan ludah nya.
"Jadi.. nggak ada yang akan bisa masuk ke rumah ini selain kamu?" Tanya Kara, Putri mengangguk dengan polos.
Ingatan Kara pun jadi memutar pada semua kejadian yang dia alami selama dia tinggal di sana beberapa hari, tentang Nurma terutama.. Kara akhir nya mendapat jawaban atas keanehan yang dia alami selama ini, dan kecurigaan Usi.. sepertinya memiliki dasar.
"Putri.. kamu.. punya kakak?" Tanya Kara, mendengar itu.. Putri agak terdiam sebentar sebelum akhir nya mengangguk.
"Nurmala Sari.. itu kakak nya Putri?" Tanya Kara, mendengar nama itu.. Putri terkejut.
"Kok teteh tau nama itu?" Tanya Putri sambil menyentuh kedua tangan Kara.. ada rasa ragu saat Kara ingin mengucap tapi jika dia tidak mendapatkan keterangan yang benar.. dia juga tidak akan merasa tenang.
"Dia siapa, Putri?" Tanya Kara, dia lebih dulu bertanya sebelum dia menceritakan apapun pada Putri, dia butuh validasi dari Putri.
"Almarhumah.. ibunya Putri." Ucap Putri, Kara langsung jatuh terduduk di tanah dengan lemas.
"Dia udah meninggal??" Tanya Kara dan Putri mengangguk dengan sedih.
'Ternyata beneran.. dia bukan manusia..' Batin Kara, tapi yang tidak di sangka adalah.. Nurma itu bukan kakak nya Putri melainkan ibunya Putri.
Setelah itu, Kara kemudian bertanya - tanya tentang Nurmala itu pada Putri.. Dan menurut yang Putri tahu dari ayah nya, ibunya adalah seorang pendatang dari kota lain yang menikah dengan ayahnya Putri kala itu. Ayah nya Putri sendiri sejak dulu sudah bekerja di rumah kakek nya Kara sebagai penjaga rumah dan ibunya Putri yaitu Nurma menjadi salah satu pembantu di rumah itu.
Dari pernikahan itu, mereka sudah di karuniai seorang anak dan Nurma kembali hamil kedua saat anak nya yang masih kecil sudah berusia dua tahun. Hanya saja.. seminggu setelah Nurma melahirkan, dia hilang. Ayah nya Putri mengira istrinya kabur dan meninggalkan nya bersama anak - anak nya..
"Dia nggak kabur, Put." Ucap Kara, setelah mendengar keseluruhan cerita dari Kara.
"Teteh tau mama nya Putri ada di mana?" Tanya Putri, dan Kara menggeleng.
"Kalo teteh nggak tau, kenapa teteh bisa bilang mama nya Putri teh nggak kabur? Mama nya Putri sudah ninggalin Putri sama teteh nya Putri dan ayah.." Ucap Putri, terlihat raut kesedian dari wajah Putri.
Kara yang melihat itu pun kebingungan, rasanya tidak etis jika dia mengatakan bahwa ibunya Putri yaitu Nurma.. sudah meninggal dan menjadi hantu yang selama ini menemaninya tinggal di rumah itu, sebab Kara bahkan tidak tahu dimana makam nya.
"Nanti.. kalo aku udah yakin, aku kasih tau kamu. Sekarang.. kamu bantu aku cari teman - teman aku dulu yah?" Ucap Kara, dan akhir nya Putri pun mengangguk.
"Mereka keluar nggak teh dari rumah ini?" Tanya Putri, Kara menggeleng.
"Kayak nya Putri harus panggil ayah nya Putri, teteh Putri pulang dulu ya, mau panggil ayah Putri." Ucap Putri dengan panik..
"Boleh - boleh, kalo bisa sama ustad Put." Ucap Kara, dan Putri hanya manggut - manggut dan pergi dari sana.
Setelah Putri pergi, Kara akhirnya sendirian di halaman rumah kakek nya. Kara mengedarkan pandangan nya menatap bangunan rumah kakek nya.. Kara yakin ada sesuatu yang terjadi di sana yang berkaitan dengan hal ghoib.. Dan saat dia mengedarkan pandangan nya itulah.. Kara akhir nya menatap ke bangunan samping yang semalam dia masuki.
Sambil mengepalkan tangan nya, Kara memberanikan dirinya masuk kedalam bangunan itu. Saat pintu nya di buka.. tercium bau yang sangat lembab dari perabotan di sana yang di tutupi dengan kain - kain putih. Saat Kara melihat keseluruhan ruangan, dia melihat ada sebuah foto laki - laki tua yang wajah nya sangat tegas terpajang di sana.
"Ini gudang atau apa.." Gumam Kara, dia masih menutup hidung nya..
Kara kemudian menoleh ke arah tangga yang menuju ke bawah.. Kara ingat betul dia masuk kedalam sana. Dia khawatir jika dia masuk ke bawah akan ada orang - orang yang dia lihat semalam, tapi dia juga penasaran dengan nasib perempuan yang dia lihat semalam.
Akhir nya Kara memutuskan turun, aneh nya saat dia sudah berada di depan pintu.. tidak ada bunyi aktivitas apapun dan pintunya pun terlihat sangat berdebu seolah tidak pernah ada yang masuk kedalam sana, sambil menelan ludah nya.. Kara kemudian memutuskan untuk membuka pintu itu.
"Krrreett!!" Bunyi suara pintu yang terbuka.
Yang tercium pertaman kali adalah bau yang sangat tidak sedap, bau pengap, bau besi berkarat dan bau aneh lain nya.. Kara sempat mual, dia mengambil hp nya dari kantong dan menyalakan senter.. di sana, Kara melihat..
"Cit! Cit! Cit!"
"AAAA!!!" Kara berteriak karena dia melihat ada banyak sekali tikus yang berlarian kesana kemari sesaat setelah Kara menyalakan senter hp nya.
"Cit! Cit! Cit!" Tikus itu membubarkan diri karena takut juga dengan kedatangan Kara di sana.
Kara kemudian mengarahkan senter hp nya ke dinding dan mencari saklar lampu, tapi ternyata tidak bisa. Lampu nya mati, padahal semalam Kara melihat dengan jelas orang - orang itu ada di dalam sana. Tapi memang.. kondisi nya bea jauh dengan yang semalam Kara lihat, Kara menyorotkan senter hp nya dan dia sama sekali tidak melihat ada tanda - tanda ruangan itu di sentuh manusia karena sarang laba - laba dan debu juga kotoran tikus ada banyak di sana.
"Kok bisa.." Gumam Kara, dia bingung karena dia dengan jelas semalam melihat ada aktivitas di sana.
"Kemana mereka?"
BERSAMBUNG!
di aku g ada notif lho kk