NovelToon NovelToon
Menggembala CEO Pemalas

Menggembala CEO Pemalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Konglomerat berpura-pura miskin / Romantis
Popularitas:487
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

Menjadi sekretaris di KALUMPERRI CORP seharusnya menjadi puncak karier Aulia Putri yang elegan. Namun, realitanya jauh dari ekspektasi. Alih-alih mengurus agenda bisnis bernilai triliunan, pekerjaan Aulia lebih mirip seorang peternak: menggembala Khatyr Ali Fatih, sang CEO super malas!

Khatyr itu jenius, tapi moto hidupnya adalah rebahan. Ia hobi bolos rapat, sembunyi di bawah meja, dan tidur di gudang arsip. Saat dewan direksi mulai gerah dan mengancam posisi Khatyr, sebuah kesepakatan rahasia terjalin. Aulia menjadi "otak" di balik layar, sementara Khatyr menjadi tameng korporatnya.

Di antara kejar-kejaran kocak di lorong kantor dan intrik politik perusahaan, Aulia sadar bahwa di balik kemalasan Khatyr, ada kejeniusan berbahaya yang siap melindungi dirinya. Mampukah Aulia menjinakkan bos ajaib ini, atau justru ia yang ikut terperangkap dalam pesona santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Besar Teratasi

Aji Naim mengerutkan dahinya, mendadak merasa tidak nyaman dengan ketenangan luar biasa dari Khatyr. "Kesalahan kalkulasi? Apa maksudmu?! Angka 33% ini adalah data resmi bursa pagi ini!"

Khatyr tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Ia hanya melirik Aulia Putri yang berdiri di belakangnya, memberi isyarat halus dengan anggukan kepalanya.

Aulia dengan cekatan menghubungkan tabletnya ke sistem proyektor ruang rapat, menggantikan diagram kepemilikan saham milik Aji Naim dengan tampilan dokumen baru yang bersampul emas resmi dari firma hukum internasional terkemuka di Swiss.

"Terima kasih atas waktu presentasi Anda yang sangat percaya diri, Tuan Aji Naim," ujar Aulia Putri dengan nada suara yang sangat merdu, tenang, namun terdengar begitu tegas dan berkelas di telinga seluruh anggota rapat.

"Namun, kami ingin memperlihatkan data transaksi bursa terbaru yang dilakukan di pasar negosiasi tertutup Swiss tepat pukul sembilan lewat lima menit tadi pagi."

Aulia menggeser layar tabletnya, menampilkan rincian transaksi akuisisi saham raksasa yang baru saja disahkan oleh otoritas bursa Zurich.

"Ketika Valkyrie Capital sibuk berburu sisa saham publik di pialang independen kelas menengah dengan harga penawaran premium 30%..."

Aulia menatap Aji Naim dengan senyum manis penuh kemenangan yang paling menawan.

"...sebuah konsorsium investasi raksasa yang dipimpin oleh Sterling Capital milik Albert Sterling, telah secara resmi membeli seluruh sisa saham publik di pasar pialang utama sebesar 25% saham total Kalumperri Corp dengan harga penawaran 35% di atas harga pasar sepenuhnya mengalahkan penawaran Valkyrie."

Aji Naim langsung memucat seolah-olah seluruh darah di tubuhnya disedot habis dalam sekejap. Matanya melebar menatap dokumen transaksi emas di layar proyektor.

"Sterling Capital... Albert Sterling?! Bagaimana mungkin pria tua bangka yang sudah bangkrut itu bisa memiliki likuiditas sebesar ini?!"

"Albert Sterling tidak pernah bangkrut, Aji Naim," potong Khatyr dingin, berdiri dari kursi pimpinannya dengan langkah tegap yang memancarkan aura kekuasaan mutlak.

"Dia hanya sedang menunggu momen yang tepat selama dua puluh tahun... untuk mengembalikan rasa sakit hati akibat pengkhianatanmu di Zurich masa lalu."

Khatyr menunjuk dokumen klausul hukum rahasia yang tertera di layar proyektor.

"Dan berdasarkan perjanjian kemitraan taktis yang ditandatangani oleh Albert Sterling tadi malam, Sterling Capital secara resmi menyerahkan seluruh hak suara operasional dari 25% saham mereka kepada faksi pengendali keluarga Fatih untuk lima tahun ke depan. Ditambah dengan 42% saham milik keluargaku dan 15% dari konsorsium lokal..."

Khatyr memotong jarak di antara mereka, berdiri tepat di hadapan Aji Naim dengan pandangan elang yang sangat menakutkan.

"...faksi pimpinanku kini secara resmi menguasai 82% hak suara mutlak di Kalumperri Corp! Sementara 33% saham yang kamu beli dengan dana pinjaman berleverage tinggi dari Bank Zurich... tidak akan pernah memiliki kekuatan suara yang cukup untuk memveto keputusan apa pun dalam RUPS ini!"

Seluruh ruangan seketika meledak oleh gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai lega dari Pak Haryo dan para direktur senior lainnya. Skenario White Knight yang dirancang oleh Aulia dan dieksekusi oleh Khatyr telah berhasil menciptakan benteng pertahanan finansial yang sepenuhnya mustahil untuk ditembus oleh kekuatan apa pun.

Aji Naim berdiri mematung di depan layar proyektor dengan tubuh yang gemetar hebat karena kemarahan dan kehinaan yang luar biasa. Wajah paruh bayanya berubah menjadi sangat merah padam, dengan keringat dingin yang membanjiri dahinya.

"Kamu..." geram Aji Naim dengan suara bergetar menahan murka, menunjuk Khatyr dengan jarinya yang gemetar. "Kamu dan ayahmu... kalian berdua adalah iblis!"

"Pertempuranmu belum selesai di sini, Aji Naim," potong Aulia Putri dengan tenang, menyodorkan selembar dokumen resmi OJK yang baru saja diterimanya di tablet.

"Karena transaksi akuisisi saham Anda di pasar publik tadi menggunakan dana leverage tinggi dengan jaminan aset properti Valkyrie di Swiss, dan hak suara saham Anda di Kalumperri saat ini telah dibekukan akibat investigasi manipulasi pasar kemarin..."

Aulia tersenyum manis, sebuah senyuman yang terasa sangat dingin bagi Aji Naim.

"...Bank Sentral Zurich baru saja menerbitkan surat panggilan margin darurat untuk Valkyrie Capital. Jika Anda tidak bisa menyediakan dana likuiditas tambahan sebesar dua ratus juta franc Swiss dalam waktu dua puluh empat jam ke depan... seluruh aset Valkyrie di Eropa akan disita secara hukum."

Mendengar kata "margin call" dan penyitaan aset, Aji Naim seketika kehilangan keseimbangan tubuhnya. Ia terhuyung mundur setengah langkah sebelum akhirnya ditahan oleh para pengacaranya yang kini juga tampak sangat panik dengan wajah pucat.

"Tuan Aji Naim," ujar Khatyr dingin, membalikkan tubuhnya dengan gaya kasual yang sangat menawan. "Pintu keluar berada di sebelah kanan lift eksekutif. Silakan tinggalkan gedung ini sekarang, dan selamat berjuang menyelamatkan perusahaanmu dari kebangkrutan mutlak. Aulia.."

"Baik, Pak Khatyr," sahut Aulia dengan senyum kemenangan yang paling indah. "Saya akan memastikan petugas keamanan mengawal mantan investor kita ini hingga ke lobi dasar."

Dengan kekalahan mutlak yang sangat memalukan dan hancur lebur di depan seluruh dewan direksi, Aji Naim terpaksa berbalik dan melangkah keluar dari ruang konferensi dengan tubuh gemetar, meninggalkan KALUMPERRI CORP dengan kegagalan total yang akan menghancurkan hidupnya selamanya.

Kembali ke lantai 42, keheningan korporat yang menenangkan kembali menyelimuti area eksekutif.

Khatyr langsung merosot turun ke sofa mewah di ruang kerjanya dengan helaan napas panjang yang sangat lega, melepaskan dasi hitamnya dan membuka rompi tuksedo tiga bagiannya dengan wajah lelah yang sangat khas. Aura pemimpin dominannya di ruang rapat tadi lenyap seketika, kembali bertransformasi menjadi sosok CEO pemalas yang sangat menggemaskan.

"Aulia..." rengek Khatyr pelan, meletakkan bantal ayam jagonya di atas wajah tampannya.

"Berdiri tegak dengan tuksedo ketat ini dan berbicara dingin di depan Aji Naim tadi benar-benar menguras seluruh sisa energi hidupku untuk satu bulan ke depan. Otakku terasa seperti meleleh."

Aulia Putri melangkah mendekati sofa dengan senyum manis yang dipenuhi oleh kehangatan dan kelegaan luar biasa. Ia meletakkan segelas teh chamomile hangat di atas meja kecil di samping sofa, lalu duduk di pinggiran sofa di samping Khatyr.

Ia perlahan menarik bantal ayam jago yang menutupi wajah Khatyr, menatap sepasang netra gelap bosnya dengan binar cinta yang kini tidak lagi disembunyikan.

"Anda melakukan tugas Anda dengan sangat luar biasa hari ini, Khatyr," bisik Aulia lembut, mengulurkan tangannya untuk mengusap pelan dahi Khatyr yang hangat.

"Terima kasih telah berjuang begitu keras untuk melindungi perusahaan ini... dan untuk melindungi masa depan kita."

Khatyr menatap wajah cantik Aulia dari jarak dekat, merasakan kehangatan yang murni mengalir masuk dan memenuhi seluruh rongga dadanya.

Perlahan, ia meraih jemari tangan Aulia, menggenggamnya dengan sangat hangat, lalu menarik tubuh mungil sekretarisnya itu dengan lembut hingga bersandar nyaman di dada bidangnya.

"Aku akan selalu berjuang untukmu, Aulia," bisik Khatyr tulus di dekat telinga wanita itu, memeluknya dengan kehangatan protektif yang menenangkan.

"Karena bagiku... masa depan terbaik Kalumperri adalah ketika aku bisa terus duduk di kursi CEO pemalas ini, dengan kamu yang selalu setia berdiri di sisiku sebagai gembala terbaikku."

Aulia tersenyum manis di balik pelukan hangat Khatyr, merasakan debaran kebahagiaan yang murni mengalir di dalam dadanya.

Badai terbesar dari Aji Naim mungkin baru saja berhasil mereka hancurkan dengan sempurna, namun petualangan hidup dan cinta di KALUMPERRI CORP di antara sang sekretaris galak dan sang CEO pemalas baru saja melangkah masuk ke dalam babak baru yang jauh lebih indah, menantang, dan tak terlupakan seumur hidup mereka, bersama-sama, selamanya.

1
falea sezi
nyimak klo bagus q ksih hadiah thor🤭
Althea Shalmaira: semoga suka kak/Smile//Whimper/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!