NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalia dan Iblis

Di dalam, Ren melihat ruangan luas dan di penuhi prabotan mewah yang di tempatkan saling berdekatan, sama dengan mansion lainnya.

Ren dan Evan mengirim Bilah Aura ke segala arah untuk mengacaukan ruangan, setelah itu mereka pergi ke ruangan selanjutnya, mereka berdua terus membuat keributan.

Satu-satunya yang aneh dari mansion ini adalah tidak adanya pembantu, dengan ukurannya sangat tidak mungkin bagi pemiliknya untuk membersihkan seluruh area,dia pasti butuh seseorang untuk membantu.

Ren dan Evan menemukan sebuah tangga, melihat Evan menggelengkan kepalanya, Ren tahu jika tidak boleh pergi ke atas, karena hal itu, dia dan Evan lanjut ke ruangan selanjutnya.

Mereka berdua mengacak-acak dapur, gudang, ruang tamu, kamar, kamar mandi, ruang makan, dan yang lain.

" Tunggu sebentar "

" Ada apa? "

" Aku akan mendeteksi area sekitar "

" Kenapa kau tidak melakukan hal itu dari awal? "

" Yah misiku disini adalah membuat keributan, bukan menyelamatkan seseorang, jadi aku berpikir untuk menyerahkan bagian itu padamu, tapi setelah cukup lama menunggu, kau tidak kunjung melakukannya "

" Maaf, aku tidak memiliki teknik deteksi "

Evan menatap Ren seolah dia sedang bercanda.

" Seriusan? "

" Ya "

" Apa yang kau lakukan selama ini? "

" Mau bagaimana lagi, aku tidak punya guru untuk mengajariku, selain itu, belum genap tiga minggu aku mencapai bintang 1 "

Kali ini Evan menatap Ren dengan wajah terkejut" Belum genap tiga minggu, kapan kau menemukan pengetahuan tentang sistem Warior? "

" Jika tidak salah sekitar tiga minggu lalu "

" Kau ini monster ya, aku butuh setengah bulan untuk mencapai bintang 1 "

Evan menggelengkan kepalanya" Sudahlah, ayo lanjutkan "

Aura muncul di sekitar tubuh Evan, melihat hal itu Ren sekarang tahu jika Evan menekan Auranya hingga membuat seseorang tidak bisa melihatnya.

' Sungguh trik tipuan yang hebat, dengan teknik ini dia bisa menipu sesama Warior '

Sementara Ren sedang menganalisa teknik penyembunyian Aura milik Evan, Aura Evan menyebar luas dalam jumlah yang sangat sedikit dan tipis, ini adalah salah satu tekniknya, Aura Sensorik

Sama seperti Ren, Evan juga tidak memiliki guru untuk melatihnya, jadi untuk menutupi kekurangannya, dia tidak punya pilihan lain selain melakukan penelitian dan menciptakan teknik Aura sendiri.

Menggunakan Auranya sendiri, Evan dapat merasakan Aura orang lain di sekitarnya, sekarang dia menemukan Aura beberapa orang sedang berkumpul di bawah tanah.

" Mansion ini memiliki ruang bawah tanah, ada beberapa orang disana, ayo cari pintunya "

Ren mengangguk tegas, dan dia juga sudah berhasil menganalisa teknik Penyembunyian Aura dan Aura Sensorik milik Evan.

' Satu di tarik sementara yang lain di sebar, keduanya sama-sama membutuhkan kontrol yang tepat untuk bisa di gunakan! '

' Jika Evan membuat keduanya, dia pantas untuk di sebut jenius! '

Setelah beberapa saat pencarian, Ren dan Evan akhirnya menemukan pintu menuju ruang bawah tanah, ternyata pintu itu tersembunyi di bawah tangga yang mereka berdua lewati.

" Ingat ini, kita hanya akan memeriksa apakah disana ada kaki tangan Erin von Trysa,jika tidak ada kita akan meninggalkan orang-orang yang di tahan pada pihak berwenang "

" Aku mengerti "

" Kita juga akan meninggalkan “ petunjuk ” jika itu memang terjadi "

Ren mengikuti Evan turun ke bawah, menuju ruang bawah tanah, semakin mereka berdua turun, semakin gelap area sekitar, lampu sihir yang ada di bawah tidak seterang yang ada di atas, lampunya terlihat seperti akan kehilangan energi.

Ruangan bawah tanah cukup luas, di kiri dan kanan Ren dan Evan terdapat sel penjara yang memiliki beberapa wanita di dalamnya, sebagian besar dari mereka memiliki ekspresi wajah kosong.

Bahkan saat Ren dan Evan datang, mereka hanya menatap sebentar sebelum akhirnya beralih ke tempat lain, mereka bersikap seolah Ren dan Evan tidak lebih dari pengunjung yang hanya mampir sebentar sebelum akhirnya pergi.

Ren melihat sekeliling, mencari wanita yang mungkin menjadi ibu Efil, dan usahanya ini berakhir gagal dengan cepat, dia gagal menemukan ibu Efil.

Evan diam, dia menatap ruangan yang ada di ujung dengan alis mengerut, instingnya berkata jika ada sesuatu yang berbahaya disana.

"...Ayo periksa "

Ren dan Evan pergi menuju ruangan yang ada di depan, mereka hanya ingin memeriksa apakah disana ada orang atau tidak.

!!!

Setibanya disana, Ren dan Evan melihat sebuah altar yang terbuat dari tulang berwarna merah darah, di atasnya terdapat seorang wanita dan makhluk hitam ilusi sedang berhubungan badan.

Wanita itu memiliki wajah cantik dengan pesona lembut dan dewasa, karena dia sedang telanjang, Ren dan Evan dapat melihat seberapa bagus tubuhnya.

Sedangkan untuk sosok hitam ilusi itu, seluruh tubuhnya berwarna hitam, titik merah di lubang mata, tangan dan kaki yang lebih panjang dari manusia, dan Aura hitam keunguan di sekitar tubuhnya, tidak salah lagi, dia adalah iblis!

" Wanita itu...Dalia! "

Dalia, wanita tercantik di kota Lonor, pelacur yang di puja para pria!

Iblis itu memutar kepalanya 90 derajat dan melihat kearah Ren dan Evan, senyuman terbentuk di wajah anehnya, dengan suara kasar yang mengerikan, dia berkata.

" Wanita ini rasanya enak, apa kalian juga ingin mencobanya? "

Dengan tangan kanannya, iblis itu menarik kepala Dalia dan membawanya ke mulutnya, dia memakannya mirip dengan saat seseorang memakan daging yang renyah.

" Hihihi..."

Setelah selesai memakannya, iblis itu menghilang seolah dia tidak pernah ada di sana, meninggalkan Ren dan Evan yang berkeringat dingin.

Perut Dalia membengkak dengan kecepatan tidak normal, sebuah tangan kecil berwarna hitam keluar dari dalam lalu merobek perut Dalia.

Kepala berwarna hitam muncul dengan di selimuti darah, tidak ada telinga, tidak ada mata, dan tidak ada hidung.

" Kita bertemu lagi "

Katanya dengan senyuman di wajahnya.

••• ••• ••• •••

Beberapa saat yang lalu, seorang wanita berambut putih dengan jubah kesatria berwarna merah, berjalan di pinggir sungai, matanya yang berwarna kuning menatap aliran sungai, wajahnya cantik dengan pesona dingin dan tegas.

Namanya Terina von Holav, kapten kesatria sihir kota Lonor yang baru saja di angkat, usianya baru saja mencapai 20 tahun.

Di belakangnya, terdapat dua orang dengan pakaian yang sama dengannya.

" Kapten Terina, lihat disana, sekelompok petualang sedang mencoba memasuki area perumahan elit "

Kata seorang wanita yang merupakan kesatria sihir yang mengikuti Terina.

" Hmm... mungkin seseorang yang tinggal di area ini menyewa mereka semua, orang-orang barbar ini sangat suka dengan uang "

Tambah seorang pria yang juga merupakan kesatria sihir pengikut Terina.

Terina melihat kearah sekolompok petualang itu, total ada empat orang, mereka sedang mencoba masuk tapi di halangi oleh para satpam.

' Petualang ya... orang itu juga menjadi petualang setelah gagal masuk ke akademi Stella dan di usir dari keluarganya...'

Kelompok Terina akhirnya tiba di dekat jembatan, melihat seragam kesatria sihir yang di pakai oleh Terina dan yang lain, para satpam itu langsung memberi hormat.

" Ada apa ini? "

Tanya Terina dengan wajah tanpa ekspresi.

" Para petualang ini ingin masuk dan menemui nyonya Erin von Trysa, kami sudah mengatakan jika nyonya sedang tidak berada di rumahnya "

Mendengar hal itu, Terina menyipitkan matanya" Tidak ada di rumah katamu, lalu kenapa dia meminta bantuan kepada para kesatria sihir untuk melindunginya? "

Para satpam itu terlihat kebingungan setelah Terina mengatakan hal itu, sebagai orang yang bertugas menjaga keamanan di area sekitar, mereka tidak pernah melihat sesuatu yang membahayakan Erin von Trysa.

Salah satu petualang angkat bicara" Seorang gadis yang mengaku sebagai pelayan di mansion nyonya Erin mengatakan jika nyonya Erin sedang butuh seorang pengawal, karena itulah kami disini "

" Hah... nyonya Erin tidak memperkejakan seorang pelayan di mansion nya "

"...."

Terina memegangi dagunya, dia merasa ada yang tidak beres, seolah ada seseorang yang sengaja memancing orang lain untuk datang.

DUAR!!

Suara ledakan yang tiba-tiba tersebut membuat semua orang terkejut, serempak mereka langsung melihat kearah sumber ledakan, di kejauhan mereka melihat atap sebuah menara hancur.

" Itu...itu adalah menara di samping mansion nyonya Erin! "

"..."

" Lloyd, Enya, ayo pergi! "

Terina dan tim melewati para satpam dan berlari menuju menara yang baru saja di hancurkan, ke mansion milik Erin von Trysa.

Para satpam mengikuti di belakang, sebagai penjaga keamanan, mereka tidak ingin di pecat, mencari pekerjaan saat ini itu susahnya minta ampun, jika mereka tidak bisa menghasilkan uang, anak mereka akan kelaparan dan istri mereka tidak akan setia.

Keempat petualang bingung sejenak sebelum memutuskan untuk mengikuti Terina.

Setibanya di depan mansion Erin, Terina dan yang lain merasakan energi sihir hitam khas milik para iblis.

" Kuh... meskipun energi sihir hitam milik para penyembah iblis itu kotor, tapi tidak akan sekotor ini, sudah jelas jika iblis muncul di dalam mansion ini! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!