NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dituduh Ingin Membunuh Kaisar

Xiao Yan datang ke Istana Kekaisaran setelah sekian lama. Kali ini Xiao Yan datang karena permintaan Li Hua. Li Hua meminta kepada Xiao Yan untuk memberikan obat itu kepada Hao Lin agar Hao Lin memberikan obat itu langsung kepada Kaisar.

Di dalam Istana, Xiao Yan harus bersikap hormat kdpada Hao Lin, mengingat posisi Hao Lin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya. Di masa depan, Hao Lin akan menjadi pemimpin di Istana Kekaisaran itu.

"Sedang apa kamu di sini?" tanya Hao Lin yang berbicara dengan suara pelan, karena saat itu Kaisar baru saja bisa tertidur setelah menahan gatal yang tidak tertahankan.

"Aku datang karena Li Hua meminta kepadaku untuk memberikan obat ini kepadamu agar diberikan kepada Kaisar. Li Hua bilang, obat ini akan menyembuhkan Kaisar." Xiao Yan memberikan obat yang Li Hua buat kepada Hao Lin.

"Obat? Darimana dia mendapatkan obat ini?" tanya Hao Lin—menerima obat itu lalu kemudian langsung menyembunyikan obat itu dibalik bajunya agar tidak terlihat oleh orang lain.

"Dia membuatnya. Aku dan Shu Hua yang mencari bahan-bahan obatnya. Tidak ada bahan aneh yang dimasukkan ke dalam obat itu, bahkan aku melihat sendiri dengan mataku saat Li Hua membuatnya," jelas Xiao Yan.

"Bagaimana bisa kamu membawa sembarang obat masuk ke dalam istana? Kamu tahu 'kan, obat dari luar tidak bisa dibawa masuk ke istana! Bagaimana bisa kamu membawanya masuk begitu saja? Bagaimana jika ada orang lain yang melihat? Kamu bisa saja disalahkan jika terjadi hal yang buruk kepada Kaisar!" seru Hao Lin.

Hao Lin marah bukan karena dia tidak percaya kepada Xiao Yan dan Li Hua. Hao Lin marah karena dia mengkhawatirkan mereka berdua. Di istana, banyak mata dan telinga yang bersembunyi. Banyak pihak yang ingin menjatuhkan para Pangeran agar tempat untuk ikut berlomba mendapatkan tahta semakin berkurang.

"Jadi sekarang bagaimana?" tanya Xiao Yan.

"Sekarang lebih baik kamu kembali. Jika terlalu lama di sini, Ratu mungkin akan memanggilmu. Tidak baik jika bertemu dengannya. Lebih baik kamu pergi."

Xiao Yan terdiam; Xiao Yan patuh dengan perintah yang diberikan Hao Lin. Namun baru saja Xiao Yan ingin keluar, tiba-tiba beberapa pelayan Ratu menghentikan Xiao Yan.

"Salam kepada Pangeran Agung Xiao Yan." Para pelayan itu tampak memberi hormat kepada Xiao Yan, tetapi dalam hati Xiao Yan tahu jika mereka tidak benar-benar menghormati dirinya.

"Kalian bukankah pelayan Ratu? Sedang apa di sini?" Hao Lin mendekati Xiao Yan, memegang pundaknya dengan kuat.

"Salam kepada Pangeran Mahkota Hao Lin." Dan kali ini para pelayan itu memberi hormat kepada Hao Lin, dan jelas, rasa hormat itu benar-benar ada.

"Ratu kebetulan tidak sengaja mendengar kabar jika Pangeran Agung Xiao Yan datang berkunjung ke Istana Kekaisaran. Sudah begitu lama Ratu tidak bertemu dengannya, jadi karena itulah Ratu ingin bertemu dengan Pangeran Agung Xiao Yan," ungkap sang pelayan.

"Bertemu denganku? Ratu ingin itu? Untuk apa Ratu bertemu dengan orang rendahan sepertiku? Dan cukup beritahu kepadanya saja, aku datang bukan untuk alasan khusus. Aku datang karena aku ingin melihat Kaisar sebentar. Aku tidak akan tinggal di sini, bahkan untuk satu malam. Aku harus pergi sekarang."

Xiao Yan memberikan hormat untuk terakhir kalinya kepada Hao Lin, kemudian Xiao Yan pun pergi meninggalkan istana dan kembali ke kediamannya.

Di sana, Xiao Yan langsung disambut oleh Shu Hua yang sejak Xiao Yan pergi selalu menunggu Xiao Yan untuk kembali.

"Shu Hua? Apa yang kamu lakukan di luar malam-malam begini? Kenapa tidak masuk? Udara sangat dingin," ujar Xiao Yan.

"Bagiku tidak terlalu dingin. Lagipula aku tidak bisa tidur, jadi karena itulah aku keluar. Sekalian, aku ingin menunggumu pulang," jawab Shu Hua.

"Kamu menungguku?" Xiao Yan senang saat tahu Shu Hua menunggu dirinya.

"Iya."

"Kenapa?"

"Aku ingin mengajak kamu berburu. Besok. Bagaimana? Kamu mau ikut?" Shu Hua harus segera menjalankan rencana awalnya: Berburu banyak binatang untuk menghasilkan banyak uang agar bisa membeli rumah untuk ditinggali bersama Li Hua.

"Berburu? Tiba-tiba saja? Kenapa tiba-tiba kamu ingin berburu?" tanya Xiao Yan.

"Karena aku perlu uang," jawab Shu Hua.

"Uang? Jika kamu perlu uang, kenapa tidak bilang kepadaku? Aku bisa berikan kamu uang. Katakan saja, berapa koin emas yang kamu inginkan?"

Mendengar perkataan Xiao Yan, Shu Hua hanya bisa tertawa. Rasanya lucu saja. Saat hidup di zaman modern, Shu Hua tidak pernah mendapatkan lelaki seperti Xiao Yan—yang bisa dengan mudah menawarkan uang yang dia miliki untuk dikuras. Dan saat Shu Hua berada di zaman kuno, dia justru mendapatkan lelaki spek CEO!

"Kenapa kamu tertawa? Aku tidak bercanda, Shu Hua."

"Iya-iya. Aku tahu kamu tidak bercanda. Tapi aku tidak mau menerima lebih banyak bantuan darimu. Aku dan Kakakku sudah memiliki cukup banyak hutang kepadamu dan Hao Lin, dan mungkin akan sulit bagi kami untuk membayar hutang itu. Jadi, aku tidak ingin menambahnya lagi!" tegas Shu Hua.

"Tapi apakah kamu harus benar-benar berburu ke hutan? Bagaimana jika kamu bertemu orang-orang aneh itu lagi?" Xiao Yan mengkhawatirkan Shu Hua.

"Jika bertemu dengan mereka, akan aku bunuh saja. Tidak sulit melakukannya setelah sudah pernah melakukan hal itu beberapa kali," ujar Shu Hua.

"Tapi tetap saja aku mengkhawatirkanmu. Dan aku sebenarnya tidak bisa ikut denganmu besok. Besok aku punya pekerjaan yang harus aku kerjakan. Dan aku tidak boleh meninggalkan pekerjaan itu." Xiao Yan merasa sangat menyesal karena tidak bisa ikut menemani Shu Hua.

"Tidak papa kalau memang kamu tidak bisa ikut. Aku bisa sendiri. Dan jika kamu tidak keberatan, boleh aku pinjam kudamu?" tanya Shu Hua dengan penuh harapan; berharap Xiao Yan akan meminjamkan kuda itu kepada Shu Hua.

"Kuda? Tapi bukannya kamu tidak bisa menggunakannya?"

"Sebelumnya memang tidak bisa, tapi tadi saat kamu pergi, aku menggunakan salah satu kuda di kandangmu, dan ternyata mudah saja menjinakkan kuda itu," ungkap Shu Hua dengan wajah ceria.

"Kuda yang mana?" tanya Xiao Yan merasa ada sesuatu yang aneh.

"Yang warna hitam. Memangnya kenapa sih? Kenapa wajahmu begitu?" tanya Shu Hua yang ikut merasa tidak enak.

"Kuda itu kuda liar, Shu Hua. Belum dijinakkan. Bagaimana bisa kamu menjinakkan kuda itu? Luar biasa!" Xiao Yan mengacungkan dua jempol kepada Shu Hua.

Shu Hua tersenyum, merasa senang dengan pujian sederhana itu. Dan malam itu, Shu Hua dan Xiao Yan terus mengobrol sampai lupa waktu.

Dan keesokan paginya, pagi-pagi sekali Shu Hua sudah meninggalkan kediaman Xiao Yan untuk mulai berburu.

Di saat Shu Hua pergi, awalnya semua baik-baik saja, tetapi tiba-tiba beberapa prajurit Istana Kekaisaran datang menerobos masuk ke dalam kediaman Xiao Yan; mereka datang atas perintah dari Ratu.

"Sedang apa kalian di sini?!" Xiao Yan tanpa takut menghadapi para prajurit itu.

Li Hua yang mendengar keributan, ikut keluar dari kamar dan bertanya kepada Xiao Yan apa yang sebenarnya terjadi.

"Xiao Yan, semua baik-baik saja? Apa yang terjadi?" tanya Li Hua.

"Tidak ada apa-apa. Tidak perlu dikhawatirkan," jawab Xiao Yan.

"Mohon maaf Pangeran Agung Xiao Yan. Kami datang kemari atas perintah dari Ratu. Ratu memberikan perintah untuk menangkap Pangeran Agung Xiao Yan dan wanita buta ini. Kalian berdua dituduh telah mencoba melakukan pembunuhan terhadap Kaisar Yang Agung!"

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!