Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
saat Ara selesai makan, Ia kembali ke kamar nya iya hanya duduk melamun sambil meneteskan air mata, hatinya benar-benar sangat hancur malam ini.
namun di tengah kesedihan nya itu, ponsel nya berdering sebua telfon suara masuk dan saat Ara menggambil ponsel Itu telfon dari Dimas, perlahan Ara mengangkat telfon itu dan berusaha agar suara nya tidak terdengar sedang menangis.
" halo, sayang kamu kemana aja kok baru ngangkat telfon aku, kamu baik - baik aja kan sayang, engga ada yang nyakitin kamu kan. " tanya Dimas dari sebrang telfon.
" aku baik - baik aja kok, dan engga ada yang nyakitin aku, tadi aku lagi sibuk makanya engga angkat telfon kamu. " jawab Ara berbohong
" kamu serius kan sayang, soalnya engga tau kenapa aku tiba - tiba mikirin kamu, perasaan aku tuh engga enak banget tau engga. "
" itu cuma perasaan kamu aja kok, aku baik- baik aja buktinya sekarang aku lagi telfonan kan sama kamu kan."
" iya deh, aku percaya sama kamu, yaudah kamu istirahat dulu gih."
"Yaudah aku istrahat dulu yaa."
Dimas akhirnya merasa tenang saat mendengar suara Ara, iya tidak lagi khawatir dengan keadaan Ara.
Disisi lain Sarah yang merasa kesal dengan penolakan Dimas, merasa penasaran Dimas yang dulu sangat mencintai nya kini berubah dingin dan seolah merasa risih dengan kepulangan nya.
" pasti Dimas lagi dekat sama seseorang, makanya dia cuek sama aku engga, aku engga akan biarin itu terjadi, Dimas cuma punya aku." gumam Sarah yang tidak Terima jika Dimas dekat dengan orang lain selain dia.
Keesokan pagi nya Dimas sedang bersiap untuk pergi ke ladang nya, namun tiba - tiba Sarah datang lagi ke rumahnya.
" Dimas, kok semalam kamu matiin telfon aku sii, pas aku telfon balik HP kamu mala engga aktif, aku kan udah minta maaf soal kejadian dulu."
Dimas hanya bisa menghela nafas saat melihat kedatangan Sarah, jauh di lubuk hatinya Ia Ingin sekali mengusir wanita itu.
" ngapain sih, kamu pagi -pagi ke sini, kaya engga ada kerjaan aja kamu, soal masalah kita dulu aku sudah maafin kamu, aku juga udah engga ada masalah lagi sama kamu."
" kalau emang kamu udah maafin aku, kenapa kamu jahuin aku, kenapa setiap aku coba dekat sama kamu, kamu seolah-olah menjauh dari aku."
" aku sudah maafin kamu, tapi bukan berarti kita bisa balik kaya dulu lagi, lagian sekarang aku sudah punya pacar, dan aku sayang sama pacar aku itu."
Mendengar itu Sarah menjadi marah, namun Ia menahan nya Ia tidak Ingin memperpanjang perdebatan ini.
"Ooo gitu yaa pantes aja kamu ngejauhin aku, ternyata sudah ada orang lain yang gantiin aku di hati kamu, yaudah kalu gitu aku pulang dulu."
Sarah pun pulang dengan keadaan marah, sedih ada perasaan tidak Terima di hati nya, Ia tidak Terima jika Dimas sudah punya pacar lagi, Ia tidak akan pernah melepaskan Dimas, Sarah Ingin merebut Dimas kembali apapun cara nya.
" engga Dimas cuma punya aku, siapapun yang berani rebut Dimas dari aku dia akan berhadapan dengan aku, aku akan rebut hati Dimas lagi apapun caranya." gumam Sarah saat sampai di rumah nya.
Sarah masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kasar, hingga membuat kaget semua orang yang ada di rumah itu.
Di kamar itu sarah terus betanya dalam hati nya siapa perempuan yang sudah membuat Dimas berpaling dari diri nya, agar dia bisa menyusun rencana untuk memisahkan mereka."
" siapa perempuan itu, siapa perempuan yang sudah merebut perhatian Dimas, engga aku engga boleh diam aja, aku harus cari tau siapa perempuan itu."
Setelah merasa sedikit tenang Sarah bangkit dari duduk nya, dan bertekad untuk mencari tau siapa pacar baru Dimas Ia akan merebut kembali Dimas.
Sarah mendatangi rumah Dimas kembali Ia berpura-pura ingin minta maaf karna terlalu memaksakan kehendaknya kepada Dimas, namun di balik itu ada niat tersembunyi yang dipikirkan oleh Sarah.
" Dim, aku minta maaf yaa udah maksa kamu buat balik ke aku, aku terlalu memaksakan kehendak aku ke kamu tapi aku janji engga akan maksa kamu supaya mau balikan lagi ke aku."
tampa merasa curiga dengan sikap Sarah, Dimas akhirnya mulai luluh dan bersikap sedikit lembut kepada Sarah.
" hmm, yaudah aku maafin kamu. " jawab Dimas
" kita bisa jadi teman kan Dim, tapi kalau emang kamu engga mau temenan lagi sama aku engga apa - apa juga kok, aku akan pulang sekarang."
" yaudah kita bisa temenan, tapi cuma sekedar temen yaa."
mendengar itu Sarah tersenyum ke arah Dimas, akhirnya rencana pertamanya berhasil, sekarang tinggal rencana ke dua yaitu mencari tau siapa pacar Dimas.
" makasih ya Dim, bdw kamu mau ke mana kok udah rapi banget, kamu mau ketemu pacar kamu ya. "
" iya, aku mau ketemu dia. " jawab Dimas
Mendengar itu membuat hati Sarah panas, Sarah cemburu namun Ia harus bisa menahan nya supaya tidak di ketahui oleh Dimas.
" kalau boleh tau nama pacar kamu itu siapa Dim." tanya Sarah.
" namanya Ara, dia tuh orang nya baik senyum nya manis dan lagi dia itu wanita yang hebat." jawab Dimas
sarah yang mendengar Dimas memuji perempuan lain di depan nya merasa sangat marah, Ia tidak Terima akan hal itu.
" oo gitu ya, aku jadi penasaran pengen kenalan sama dia kapan - kapan kenalin aku ke Ara dong." jawab Sarah dengan nada lembut namuan di dalam hati nya ada rasa cemburu .
Hari ini Dimas akan menemui Ara di tempat biasa mereka bertemu secara diam-diam, namun meski begitu hubungan mereka sangat harmonis mereka jarang bertengkar.
" Ara. " panggil Dimas saat melihat Ara.
Ara pun menoleh ke arah Dimas lalu tersenyum senyum yang selalu di rindukan oleh Dimas.
" kamu udah lama nunggu nya sayang, maaf yaa aku agak telat soalnya tadi ada temen aku yang datang ke rumah. "
" engga kok, aku juga baru dateng." jawab Ara.
" gimana kabar kamu, tante Rianti masi suka marah - marah ke kamu."
" aku baik kok , kalau soal tante Rianti yaa mau gimana lagi hobinya emang suka marah jadi ya Maklumin aja."
" sabar yaa sayang aku janji bakalan bawa kamu keluar dari rumah itu."
Dimas dan Ara saling bertukar cerita, mereka menghabiskan hari itu dengan penuh canda tawa, namun di tega ke harmonisan mereka ternyata Sarah dari tadi sudah mengintip dari kejauhan.
Ternyata Sarah mengikuti Dimas diam - Diam, Ia ingin melihat wajah perempuan yang berhasil merebut Dimas dari nya.
" iii mereka ngomong apa sih kok engga kedengaran, mana mesra banget lagi mereka." gumam Sarah dalam hati.
" jadi itu perempuan yang sudah ngerebut Dimas dari Aku, liat aja kamu aku bakal buat Dimas ninggalin kamu dan balik ke aku, dasar jalang." gumam Sarah lagi karna tidak Terima dengan kemesraan Dimas dan Ara.