Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25: BENGKEL MILIKKU
Lantai logam di aula utama departemen teknis terasa bergetar pelan, seolah seluruh fondasi Sektor 1 sedang merintih akibat kematian mendadak Jenderal Aris dan berhentinya jantung produksi mereka. Charlotte melangkah dengan kepercayaan diri yang tidak lagi disembunyikan. Jubah teknisi miliknya berkibar pelan, menyapu debu yang tersisa di koridor yang kini sepi dari penjaga bersenjata yang biasanya berlalu-lalang dengan angkuh. Aroma oli mesin yang basi dan ozon dari sirkuit yang terbakar masih menggantung di udara, menjadi pengingat bisu akan kekacauan yang baru saja ia selesaikan dengan tangan dingin.
Ia berdiri di depan pintu besar ruang kendali utama, tempat di mana seluruh jalur produksi, logistik suku cadang, dan data rahasia persenjataan Radiant dikelola. Di sana, sekelompok teknisi senior dan beberapa perwira logistik tingkat rendah berdiri dengan wajah pucat. Mereka tampak seperti anak-anak yatim piatu yang kehilangan arah setelah kehancuran faksi Aris dan Thorne. Saat Charlotte mendekat, mereka secara otomatis memberikan jalan, menatapnya dengan campuran antara rasa hormat yang dipaksakan dan ketakutan yang mendalam.
Buka aksesnya, perintah Charlotte dengan suara yang rendah namun memiliki otoritas yang tidak bisa dibantah.
Seorang teknisi paruh baya dengan tangan gemetar memasukkan kode otentikasi. "Tuan Charlotte, Jenderal Kaelen baru saja mengirimkan dekrit otoritas baru. Beliau memerintahkan agar seluruh kunci enkripsi diserahkan kepada Anda."
Charlotte tidak menjawab. Ia hanya melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi oleh deretan layar monitor raksasa yang kini menampilkan status sistem berwarna merah. Tanpa membuang waktu, ia menuju terminal pusat, meletakkan lengan mekanik Phantom Reach miliknya di atas bantalan pemindai data. Saraf mekaniknya segera tersambung dengan inti server markas, mengirimkan gelombang instruksi yang akan menghapus sisa-sisa pengaruh administrasi lama selamanya.
Sistem, ambil alih kendali penuh. Sinkronkan seluruh basis data manufaktur dengan memori inti kita. Aku tidak ingin ada satu baris kode pun yang tidak berada di bawah pengawasanku, perintah Charlotte dalam hati.
[Sinkronisasi Dimulai. Merebut Kendali Penuh atas Seluruh Aset Teknis Sektor 1.]
[Membangun Ulang Protokol Keamanan. Menghapus Otoritas Pengguna Lama: Aris, Thorne, dan Borov.]
[Status: Pengambilalihan Fasilitas Manufaktur Mencapai 100 Persen.]
Charlotte merasakan aliran data yang luar biasa besar membanjiri pikirannya melalui koneksi saraf. Ia bisa melihat setiap baut yang tersimpan di gudang, setiap rencana senjata yang belum selesai, dan setiap transaksi ilegal yang pernah terjadi di tempat ini. Semuanya kini terbuka lebar di hadapannya, tidak ada lagi rahasia yang bisa disembunyikan oleh birokrasi Radiant.
Tiba-tiba, antarmuka sistem di dalam pandangan monokel Eye of the Raven miliknya berubah warna menjadi emas yang berkilau, menandakan sebuah pencapaian besar yang diakui oleh mekanisme mistis yang selama ini mendukungnya.
[Selamat. Anda Telah Berhasil Melakukan Kudeta Teknis Tanpa Pertumpahan Darah di Garis Depan.]
[Gelar Baru Terdeteksi: Administrator Bengkel.]
[Menerima Poin Administrator Bonus: 25.000 MP.]
[Kemampuan Baru Terbuka: Dominasi Manufaktur (Memungkinkan Anda Memproduksi Senjata dengan Backdoor Tersembunyi Tanpa Terdeteksi oleh Pemindai Standar).]
Charlotte menarik napas panjang, menikmati sensasi kekuatan yang mengalir di sirkuit otaknya. Ia menoleh ke arah para teknisi yang masih berdiri terpaku di belakangnya. "Mulai hari ini, tidak ada lagi produksi yang berjalan tanpa persetujuan pribadiku. Setiap blueprint, setiap perbaikan, dan setiap distribusi senjata adalah tanggung jawabku. Kalian tidak lagi bekerja untuk faksi yang korup. Kalian bekerja untuk sistem yang baru. Sistem yang efisien."
"Tapi Tuan Charlotte, bagaimana dengan pasokan ke garis depan? Para pahlawan sedang menunggu kiriman zirah baru," tanya salah satu perwira logistik dengan suara mencicit.
"Para pahlawan akan mendapatkan apa yang aku berikan kepada mereka, di waktu yang menurutku tepat. Sekarang, keluar dari ruangan ini. Aku harus melakukan restrukturisasi total pada inti reaktor produksi," balas Charlotte tanpa menatap mereka.
Setelah ruangan itu kosong, Charlotte mengunci pintu secara digital dari terminal pusat. Ia kini benar-benar sendirian di pusat kekuasaan teknis Sektor 1. Ia menatap layar monitor yang kini mulai berubah warna dari merah menjadi hijau di bawah kendalinya. Mesin-mesin produksi yang tadi mati suri mulai mengeluarkan suara dengungan rendah, tanda bahwa mereka sedang melakukan booting ulang di bawah perintah Charlotte.
Ini bukan lagi sekadar bengkel militer Radiant. Ini adalah bengkel pribadiku, gumam Charlotte.
Ia mulai meninjau data poin yang terkumpul. Dengan tambahan poin Administrator, saldo MP miliknya kini melonjak drastis, memberikan akses ke teknologi yang sebelumnya tidak terjangkau. Namun, Charlotte tahu bahwa ia tidak boleh terburu-buru. Memegang kendali penuh berarti ia juga memegang seluruh tanggung jawab kegagalan di masa depan. Ia harus memastikan bahwa setiap senjata yang keluar dari pabrik ini adalah bagian dari jaring laba-laba yang lebih besar.
Sistem, berikan laporan aset fisik yang kita miliki sekarang, perintah Charlotte.
[Daftar Aset Terkonfirmasi:]
[1 Unit Pabrik Pencetakan Baja Mana Otomatis.]
[12 Unit Robot Perakit Presisi Tinggi.]
[Gudang Logistik dengan Stok Kristal Energi Senilai 500.000.000 Kredit.]
[Akses ke Jalur Distribusi Persenjataan Seluruh Sektor 1.]
[Poin Administrator Saat Ini: 70.000 MP.]
Charlotte tersenyum tipis. Ia berjalan menuju jendela kaca besar yang menghadap langsung ke lantai pabrik. Di bawah sana, robot-robot perakit mulai bergerak kembali dengan gerakan yang lebih sinkron dan efisien. Tidak ada lagi getaran kasar atau suara gesekan logam yang tidak perlu. Semuanya bergerak dalam harmoni digital yang sempurna di bawah kehendaknya.
Ia meraba permukaan meja terminal yang terbuat dari logam dingin. Di tempat inilah para jenderal dulunya berteriak dan memerintah dengan kesombongan mereka. Sekarang, hanya ada kesunyian yang produktif. Ia telah berhasil mengisolasi musuh-musuhnya, melenyapkan mereka melalui "kebetulan" yang tragis, dan merebut takhta yang paling penting dalam sebuah perang: takhta teknologi.
"Tuan Charlotte, Jenderal Kaelen ingin berbicara melalui jalur aman," lapor sistem melalui audio internal.
"Sambungkan," jawab Charlotte singkat.
Wajah Kaelen muncul di layar, tampak sangat lega melihat grafik produksi mulai bergerak naik kembali. "Charlotte! Kau benar-benar ajaib. Aku baru saja menerima laporan bahwa sistem manufaktur sudah kembali online. Dewan Tinggi sangat terkesan dengan kecepatanmu menangani sabotase Aris."
"Saya hanya menjalankan tugas saya, Jenderal. Kerusakannya cukup parah, namun saya telah berhasil membersihkan seluruh kode berbahaya yang ditinggalkan Aris. Markas ini sekarang jauh lebih aman daripada sebelumnya," kata Charlotte dengan nada bicara yang sopan namun penuh kepalsuan.
"Bagus, sangat bagus. Aku telah menginstruksikan dewan untuk memberikanmu akses anggaran tak terbatas guna memperbaharui fasilitas tersebut. Aku mempercayaimu sepenuhnya, Charlotte. Kau adalah pahlawan bagi stabilitas Sektor 1," puji Kaelen.
"Terima kasih, Jenderal. Kepercayaan Anda adalah prioritas saya," balas Charlotte.
Setelah sambungan terputus, ekspresi Charlotte kembali dingin. "Pahlawan? Kata yang sangat ironis bagi orang yang baru saja mencekik leher sistem mereka sendiri."
[Deteksi Kepuasan Target Jenderal Kaelen: Tinggi.]
[Menerima Poin Tambahan dari Kepercayaan Palsu: 3.000 MP.]
[Status Administrator: Kokoh.]
Charlotte menghabiskan sisa malam itu dengan menyusun ulang struktur organisasi bengkel. Ia menyingkirkan orang-orang yang dianggapnya memiliki loyalitas terlalu tinggi pada faksi lama, memindahkan mereka ke divisi pembersihan limbah atau patroli luar gerbang. Ia mengganti posisi-posisi kunci dengan teknisi-teknisi muda yang mudah ia intimidasi dan ia kontrol melalui chip pemantau tersembunyi yang ia pasang pada gelang akses mereka.
Setiap sudut pabrik kini dilengkapi dengan sensor biometrik yang terhubung langsung ke sistem sarafnya. Charlotte bisa merasakan kehadiran setiap orang di dalam fasilitas ini, ia bisa mendengar detak jantung mereka melalui getaran lantai logam. Ia benar-benar telah menjadi Administrator yang mahatahu di dalam wilayah kekuasaannya sendiri.
Bengkel rongsokan yang dulu menjadi tempatnya memulung kini telah berevolusi menjadi benteng teknologi yang tak tertembus. Namun, Charlotte menyadari bahwa dominasi di dalam Sektor 1 hanyalah langkah awal. Kekuasaan sejati tidak hanya terletak pada penguasaan satu markas, melainkan pada penguasaan kebutuhan hidup setiap prajurit dan pahlawan di dunia yang sedang hancur ini.
Ia kembali duduk di kursi Administrator-nya, menatap layar yang kini menampilkan peta strategis perang di luar Sektor 1. Ia melihat titik-titik konflik yang semakin merah, menandakan eskalasi pertempuran yang tak kunjung usai. Bagi orang lain, itu adalah tragedi. Bagi Charlotte, itu adalah peluang pasar yang tak terbatas.
"Sudah saatnya kita melangkah lebih jauh, Sistem," bisik Charlotte pada keheningan malam. "Kita sudah memiliki pabriknya. Sekarang, kita butuh merek yang akan membuat mereka memohon untuk dilindungi."
[Sistem: Menunggu Instruksi Selanjutnya untuk Ekspansi Merek.]
[Poin Administrator Siap Digunakan untuk Riset Senjata Generasi Baru.]
Charlotte memejamkan matanya, membiarkan pikirannya menjelajahi ribuan blueprint senjata yang tersimpan di memori sistemnya. Ia sudah bisa membayangkan sebuah senjata yang indah, kuat, namun memiliki sebuah rahasia kecil yang hanya ia yang tahu cara mengaktifkannya. Sebuah merek yang akan dikenal sebagai penyelamat, namun sebenarnya adalah rantai yang mengikat leher para penggunanya.
"Bengkel ini adalah milikku," katanya dengan suara yang tenang namun penuh dengan tekad yang mengerikan. "Dan segera, setiap senjata yang mereka pegang juga akan menjadi milikku."
Ia mematikan monitor utama, membiarkan dirinya tenggelam dalam kegelapan yang nyaman. Di luar sana, angin kencang mulai bertiup, membawa kabar tentang perang skala besar yang akan segera meletus. Namun, di dalam pusat kendali produksinya, Charlotte merasa sangat aman. Ia telah merebut kendali penuh, ia telah menerima poin Administrator, dan ia siap untuk menyambut badai yang akan datang dengan senyum di wajahnya.
Status: Pengambilalihan Bengkel dan Manufaktur Selesai.
Poin Administrator: 73.000 MP.
Tujuan Berikutnya: Mendengar Rumor Perang dan Menganalisis Pasar Persenjataan Global.
Lampu-lampu kecil di mesin produksi berkedip secara ritmis, seolah-olah seluruh pabrik itu adalah organisme hidup yang sedang bernapas mengikuti irama napas sang Administrator barunya. Charlotte telah benar-benar menyatu dengan tempat ini, mengubah struktur baja dan kabel menjadi kepanjangan dari ambisinya yang tak terbatas.
[Sistem: Administrator Bengkel Siap Melakukan Ekspansi Skala Besar.]