NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Semua orang yang melihat reaksi Efra setelah memakan bubur panik bukan main sementara Adrene menyugar rambut sambil mengembuskan napas kasar lalu duduk di atas perut Efra untuk mengunci pergerakan gadis itu kemudian setelah mendapat posisi yang lebih baik, dia mulai mengacungkan dua jari kanan dan menotok sejumlah titik pada tubuh Efra.

Ilyar menyaksikan bagaimana dua jari Adrene melakukan gerakan kilat sampai membentuk hembusan angin ringan pada udara di sepanjang leher, dada, perut kemudian berakhir di tengah pusar Efra. Dalam kurun waktu singkat tersebut, sepasang mata Ilyar seolah merekam upaya penyelamatan Adrene hingga tubuh Efra melengkung ke atas bersamaan mulut memuntahkan bubur yang sempat masuk ke dalam tubuh tadi. Warnanya berubah jadi hitam dan mengeluarkan bau busuk.

Adrene mendecih dan segera menyingkir dari sana sambil menatap para sipir tanpa sepatah kata dan kini semua perhatian beralih cepat ke Ilyar yang masih baik-baik saja setelah menghabiskan setengah mangkuk pottage tersebut.

"Kenapa dia baik-baik saja?"

"Wah, gila. Tahanan kelas tinggi memang mengerikan."

"Dia pasti kebal terhadap racun."

"Hah ... mulai sekarang aku jadi takut melihat makanan kita."

Para tahanan mulai berbisik, membuat kantin jadi sangat bising. Sementara, Ilyar menunduk dan kembali ke kursi dengan linglung.

"Ini semua berkat Bibi Adrene, "batin Ilyar.

Dia mengingat kembali hari pertama disuntikkan racun melalui akupuntur oleh Adrene.

Pertama kali dosisnya sangatlah rendah sehingga hanya mengalami muntah hebat dan tubuh menjadi sangat lemas, kemudian dosisnya makin hari makin meningkat sehingga ada momen-momen tertentu dia merasa kematian sudah ada di depan mata, tapi tetap saja bertahan karena sudah bertekad.

Padahal mulanya dia sempat berpikir apakah semua yang dilakukan ini akan berguna serta mempertanyakan mengapa orang-orang menyiksa diri hanya untuk menjadi lebih kuat. Pertanyaan dan keraguan itu kini terjawab hari ini. Semua demi bertahan hidup.

Kalau saja dia lebih ambisius dan belajar banyak hal, saat ayahnya keracunan, dia pasti bisa mencegah itu dengan kemampuan yang dimiliki Adrene. Ilyar duduk dan memandangi kedua tangannya penuh semangat. Namun, ketiga wanita yang duduk di dekatnya menatap dengan cemas karena berpikir Ilyar mungkin syok.

"Bibi." Ilyar menatap Adrene lekat.

"Aku akan berusaha lebih keras dan menjadi sehebat dirimu!" katanya mantap dan hal itu membuat Adrene tertegun.

Pft...

Adrene dan dua lainnya menunduk dengan bahu gemetar karena menahan tawa. Mereka berpikir Ilyar akan ketakutan atau menatap dengan kesedihan, tapi malah jadi bersemangat. Sementara itu, Efra sudah diseret ke bangsal perawatan dan sejumlah sipir dikerahkan untuk mengintrogasi seluruh staff dapur dan pekerja kantin agar tidak ada lagi permasalah seperti ini.

***

Sepekan lebih berlalu sejak keracunan, Efra menerima kunjungan lagi oleh orang yang sama. Namun, kali ini dia tidak mendapati senyum pada orang tersebut. Mungkin, sudah tahu kabar terbaru di mana dirinya lagi-lagi gagal membunuh Ilyar.

"Apa kamu tahu berapa kerugian yang nyonyaku alami karena kegagalan kali ini?" Wanita berambut hitam bersanggul dengan postur tubuh tegap dan tahi lalat di sudut bibir menatap Efra dingin.

Efra menunduk lemah. Dia baru saja pulih.

Wajahnya jadi sangat tirus sampai tulang pipi menonjol. Tidak hanya itu, bibirnya pucat dan sangat kering disertai tatapan sayu dari mata cekung yang kehilangan semangat hidup, menjadi pemandangan menyedihkan bagi wanita itu.

"Sudah tidak ada lagi kesempatan untukmu," kata wanita tersebut hingga Efra mengangkat kepala dan mencekal tiang besi yang menjadi sekat antara dia dan wanita itu.

"Tolong beri saya kesempatan terakhir! Saya jamin kali ini akan berhasil!"

Wanita tersebut mendengkus dan bangkit dari kursi. "Lupakan saja. Nyonyaku sudah tidak tertarik bekerja sama denganmu. Lagi pula, kami sudah punya orang lain untuk menggantikan tugasmu."

Setelah berkata demikian, dia pergi meninggalkan Efra yang duduk lemas di kursi sambil mengusap wajah frustasi. Kesempatan untuk bebas dari Dakrossa telah pupus. Sekarang, dia akan mendekam di Dakrossa selamanya dengan tubuh yang tidak lagi berfungsi dengan baik. Akibat racun itu, beberapa fungsi tubuhnya rusak dan dia menjadi begitu lemah dengan tubuh kurus kering.

"Sial! Sial! Sial!" Efra memaki penuh penyesalan.

Sementara itu, seorang petugas mendatangi ruang penjara Ilyar, memanggil Valeris untuk membersihkan kerangkeng di mana makhluk magis tingkat menengah dikurung. Ilyar berkedip dua kali karena ternyata Valeris seorang trustee.

"Boleh saya mengajak gadis itu? Meski masih pemula, dia berbakat menjadi seorang Warden." Valeris yang sudah keluar dari ruang tahanan berbisik pada si sipir.

Sipir mengamati Ilyar yang duduk terbengong di dalam ruangan. Yah, selain Valeris, Ilyar belum pernah melakukan pelanggaran jadi tak masalah, terlebih tidak banyak tahanan berprofesi sebagai Warden yang bisa dimanfaatkan untuk membersihkan lantai delapan dan sembilan yang khusus mengurung monster-monster mengerikan itu.

"Ya, silakan."

Valeris mengacungkan jempol pada petugas lalu memanggil Ilyar untuk ikut bersamanya, sementara Adrene dan Rubia akan melakukan tugas lain atau menikmati waktu tidur siang.

Dalam perjalanan menuju lantai delapan, Valeris dan Ilyar jalan beriringan di depan petugas dan mulai berbincang.

"Sepertinya kamu sangat terkejut."

Ilyar mengangguk. "Iya. Aku tidak tahu jika Bibi memiliki tugas khusus."

"Itu karena aku seorang Warden. Mereka membutuhkan kami untuk membersihkan lantai delapan, sembilan, hingga sebelas karena kami terbiasa berhadapan dengan makhluk-makhluk itu. Jika kamu bukan ahlinya, salah sedikit saja bisa mengacaukan banyak hal."

"Lalu kenapa Bibi mengajakku? Aku bahkan belum pernah menjinakkan satu ekor hewan pun," bisik Ilyar.

Valeris tersenyum tipis. "Ini kesempatan. Kita akan diam-diam berlatih sembari bersih-bersih."

Jantung Ilyar berdegup lebih kencang. Dia belum pernah bertemu hewan magis secara langsung, hanya melalui literatur bergambar saja. Karena yang dituju lantai empat, mungkin hewan magisnya tidak terlalu mengerikan karena itu khusus hewan magis tingkat menengah.

Begitulah pikir Ilyar sebelum sampai sana hingga akhirnya ekspetasi barusan hancur lebur tatkala sederet kerangkeng raksasa berisi hewan magis besar dan menyeramkan menatapnya dengan lapas. Napas bau mereka bahkan sampai membuat baju tahanannya berkibar.

"B-bibi... " Suara Ilyar bergetar.

Valeris berkacak pinggang dan menoleh pada Ilyar dengan cengiran lebar. "Bukankah mereka menggemaskan, Ilyar?"

"Hah?" Sudut bibir Ilyar berkedut, tidak membayangkan jika Valeris sangat menikmati pemandangan ini dan mengatakan mereka menggemaskan.

Bagaimana itu bisa disebut menggemaskan ketika kebanyakan dari mereka memiliki tubuh besar bergerigi dengan mulut dipenuhi gigi besar. Belum lagi, pupil mata setipis jarum kebencian.

Wyvern, naga biasa, ular raksasa, dan binatang buas predator yang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar pada ukuran normalnya. Semua terpampang di balik jerusi besi besar di hadapannya.

"Seharusnya aku tidak ikut. Tidak, seharusnya Bibi tidak mengajakku." Ilyar menjerit dalam hati dengan tungkai yang mendadak lemas. Rasanya mau pingsan karena ketakutan.

"Nah! Kamu bagian menyapu. Nanti Warden lain akan berdatangan. Mungkin empat atau lima orang." Valeris menyodorkan sapu pada Ilyar.

Ilyar menerimanya dengan tangan gemetar lalu menatap Valeris dengan ragu. "Jika tingkat menengah saja seperti ini, bagaimana dengan tingkat yang lebih tinggi?"

Valeris terkikik, kepribadiannya jadi agak berubah mengerikan dari yang sebelumnya lebih banyak diam di balik raut wajah yang tenang. "Yang menyeramkan terlihat lebih mudah. Kamu akan terkejut jika melihat hewan magis di tingkat berikutnya. Mereka sangat menawan sampai membuatmu tertipu."

Ilyar mengerutkan dahi, tidak paham maksud perkataan Valeris.

Hah... Valeris mengembuskan napas kemudian berkata, "Lebih baik kita mulai bersih-bersih dan melakukan latihan."

Ilyar tersenyum kaku sambil menunduk, memandangi sepasang kaki yang sangat sulit diangkat. "Sepertinya aku butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri."

Valeris terbelalak seperkian detik melihat kaki Ilyar agak bergetar. Dia lantas tertawa terbahak-bahak. "Aku lupa jika kamu masih sangat pemula, Sayang."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!