Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 25: Menutup Langit yang Retak
Langit di dalam Gate… hampir hancur.
Retakan itu kini terbuka lebar.
Tangan raksasa dari balik dimensi mulai keluar sepenuhnya.
Hitam.
Retak.
Dipenuhi mata yang terbuka dan tertutup tanpa pola.
Setiap gerakannya membuat ruang bergetar.
KRRRRRAAAKKK
Realitas itu sendiri… menolak keberadaannya.
Kael melayang di udara.
Di atas Abyss Wyvern.
Tubuhnya retak halus.
Darah mengalir.
Namun matanya—
tetap fokus.
Tetap dingin.
“…Aku tidak akan biarkan kau keluar.”
Di bawah—
Raven berdiri.
Aura-nya memuncak.
Pedangnya bergetar oleh energi.
Ia menatap ke atas.
“…Sekali saja.”
Ia menarik napas dalam.
“…cukup untuk membuka celah.”
Benturan Pertama
Tangan raksasa itu bergerak.
Menjangkau.
Langsung ke arah Kael.
Kecepatannya—
tidak masuk akal.
WHOOOOM
Udara hancur di sekitarnya.
Kael mengangkat tangannya.
“Bertahan.”
Bayangan membentuk dinding besar.
BOOOOOOM
Tangan itu menghantam.
Seluruh area bergetar.
Beberapa Hunter di bawah langsung terpental.
Namun—
dinding bayangan itu masih berdiri.
Retak.
Tapi bertahan.
Kael menggertakkan gigi.
“Berat…”
Namun ia tidak mundur.
Ia mendorong kembali.
Bayangan menguat.
Serangan Balasan
“SEKARANG!”
Raven melompat.
Tubuhnya melesat seperti peluru.
Pedangnya menyala terang.
Energi terkumpul di satu titik.
Ia menebas—
langsung ke tangan itu.
SLAAAAASH
Cahaya membelah kegelapan.
Tangan raksasa itu—
terpotong sebagian.
Untuk pertama kalinya—
suara terdengar.
Bukan suara biasa.
Namun sesuatu yang lebih dalam.
Lebih tua.
Lebih mengerikan.
“—”
Tidak bisa dimengerti.
Namun semua yang mendengarnya—
merasakan ketakutan.
Tangan itu mundur sedikit.
Namun—
bukan karena lemah.
Melainkan…
marah.
Tekanan Balik
Retakan semakin melebar.
Lebih banyak bagian tubuhnya terlihat.
Bukan hanya tangan.
Tapi wajah.
Atau sesuatu yang menyerupainya.
Mata-mata itu terbuka semua.
Menatap Kael.
Fokus.
Seolah mengenali.
Sistem berbunyi.
[SISTEM ECLIPSE]
Reaksi entitas meningkat
Target mengenali host
Kael menyipitkan mata.
“…Dia tahu aku.”
Batas Terakhir
Tubuh Kael semakin retak.
Energi keluar tidak stabil.
Sistem kembali muncul.
Sinkronisasi: 47%
Batas kritis tercapai
Napas Kael berat.
Namun ia tetap berdiri.
“…Satu serangan lagi.”
Di bawah—
Raven menatapnya.
“…Kau tidak akan selamat kalau lanjut.”
Kael tidak menjawab.
Namun itu sudah cukup.
Raven tersenyum tipis.
“Kalau begitu…”
Ia mengangkat pedangnya lagi.
“…jangan mati dulu.”
Serangan Terakhir
Kael mengangkat kedua tangannya.
Semua bayangan di area—
berkumpul.
Dari tanah.
Dari monster.
Dari ruang itu sendiri.
Bahkan dari kegelapan di antara retakan.
Semuanya ditarik.
Dipadatkan.
Menjadi satu titik.
Kecil.
Namun…
menghancurkan.
Abyss Wyvern mengaum.
Dread Knight berdiri di bawah.
Seluruh Shadow Army bergetar.
Kael menatap ke depan.
Ke arah entitas itu.
“…Kembali.”
Ia melepaskan semuanya.
BOOOOOOOOOOOOOOM
Ledakan terjadi.
Bukan hanya di ruang itu—
tapi di batas dimensi.
Energi hitam menabrak retakan.
Mendorong.
Menekan.
Menghancurkan.
Raven ikut menyerang.
Pedangnya menembus cahaya.
Menyatu dengan serangan Kael.
Penutupan
Retakan itu bergetar hebat.
Semakin kecil.
Semakin sempit.
Tangan itu mencoba keluar lagi—
namun gagal.
Didorong kembali.
Mata-mata itu menatap Kael terakhir kali.
Dalam.
Diam.
Seolah mengingat.
Lalu—
CRACK
Retakan itu…
tertutup.
Kejatuhan
Sunyi.
Semua berhenti.
Tekanan hilang.
Dunia kembali normal.
Kael jatuh dari langit.
Tubuhnya kehilangan kekuatan.
“…”
Kesadarannya memudar.
Namun sebelum jatuh—
sesuatu menangkapnya.
Raven.
Ia menahan tubuh Kael.
Menatapnya.
“…Kau benar-benar gila.”
Kael mencoba tersenyum.
“…Kita hidup.”
Raven menghela napas.
“…Untuk sekarang.”
Setelahnya
Gate mulai runtuh.
Dinding dimensi retak.
“Semua keluar!”
Para Hunter segera mundur.
Satu per satu keluar dari Gate.
Cahaya menelan mereka.
Dan—
mereka kembali ke dunia nyata.
Di Dunia Luar
Gate di langit—
menutup.
Perlahan.
Lalu…
hilang.
Sunyi.
Namun tidak benar-benar tenang.
Karena semua yang ada di sana tahu—
mereka baru saja selamat dari sesuatu…
yang seharusnya tidak ada.
Raven menatap Kael yang tidak sadar.
Matanya serius.
“…Ini belum selesai.”
Di tempat lain—
dalam kegelapan—
mata itu kembali terbuka.
Lebih banyak.
Lebih dalam.
“…Dia menutupnya.”
Suara itu bergema.
“Namun…”
Sunyi sejenak.
“…dia sudah terlihat.”
Dan di dunia manusia—
tanpa mereka sadari—
perang yang lebih besar…
telah dimulai.