NovelToon NovelToon
Sistem Pemburu Iblis

Sistem Pemburu Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Iblis
Popularitas:642
Nilai: 5
Nama Author: Kacarealitas

Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.

Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.

Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.

Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.

Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Evolusi Roh Putri Petir

Asuna menatap bongkahan saja di sekitarnya. "Apa yang tuan cari sebenarnya disini?"

Reyhan tersenyum tipis. "Tentu saja harta, mungkin saja ada harta tersembunyi seperti rudal atau senjata yang tidak terpakai"

Sontak Asuna terpukau karena Reyhan masih memiliki pikiran seperti itu. "Kalau begitu saya akan membantu tuan mencari apa yang tuan mau" Asuna pergi ke sisi lainnya.

Reyhan melihat dia sudah pergi, ia menghela nafas berat. "Sistem" panggilnya dalam hati.

[Ya host]

"Apa kamu bisa mengatakan padaku berapa poin yang aku dapatkan tadi?" Tanyanya gugup.

[Sejauh ini host hanya mendapatkan 58 poin, tapi host belum merubah 45 jiwa untuk di Gacha, budak, atau jadi poin]

Reyhan terkejut tapi dia mengelus dadanya karena senang ada tambahan. "Kalau begitu jadikan poin"

[Baik, total poin host yaitu 103]

Reyhan berjalan-jalan di atas reruntuhan, ia mengambil pedang salah satu Exorcist yang mati.

"Sistem apa kamu tidak menerima barter?"

[Sistem menerima barter tapi harganya bisa lebih murah dari pada dan membunuh iblis]

Reyhan menggaruk pipinya karena bingung, dia harus cepat-cepat mendapatkan tanduk halilintar itu agar Putri Petir bervolusi.

"Oke, aku akan mulai mengumpulkan barang-barang" Reyhan mengumpulkan pedang-pedang bekas yang rusak.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, Reyhan kebetulan melihat pintu masuk ke dalam bagian tembok.

Reyhan berjalan ke depan pintu itu kemudian membukanya, melihat ruangan begitu hening Reyhan tebak sudah tidak ada orang disini.

"Kalau begitu pasti ada barang berharga disini" Reyhan tersenyum percaya diri, berjalan menyusuri bagian dalam.

Setelah cukup lama berjalan, Reyhan menemukan ruang operasi yaitu tempat dibawah tanah yang luas.

Reyhan terpukau dengan kecanggihan Fasilitas ini. "Eh bukankah itu Asuna?" Reyhan berlari ke dekat meja, menatap rekamana cctv.

"Sistem nya juga masih aktif" gumam Reyhan setelah mengecek sistem rudal, senapan, dan sebagainya.

"Sistem apa kamu menerima markas ini?" Reyhan mendapatkan ide gila, mungkin saja Tembok ini sudah tidak di pakai.

[Bisa, karena fasilitas tembok yang menutupi Chengdu merupakan fasilitas terbaik maka sistem menerimanya]

Reyhan tersenyum lebar lalu dia pergi keluar dan langsung membawa Asuna menjauh.

Asuna terheran tiba-tiba di tarik mundur. "Tuan, ada apa? Kenapa tiba-tiba menjauh dari tembok?" Asuna menunjuk berbagai barang. "Aku sudah mengumpulkan banyak barang"

Reyhan mengangguk. "Terima kasih Asuna tapi sekarang aku akan ambil alih" Reyhan berpura-pura merentangkan kedua tangannya ke depan.

Sistem langsung melahap seluruh bangunan tembok melalui cahaya yang muncul dari permukaan tanah.

Asuna terbelakak karena tiba-tiba cahaya aneh memakan tembok hingga tak tersisa. Bangunan yang luar biasa itu kini jadi tanah rata.

"A-apa itu ulah Kaiju?!" Asuna waspada.

Reyhan tertawa pelan melihat eskpresi lucu Asuna. "Tenang saja Asuna, bukan kaiju tapi karena aku sengaja melakukan itu"

Asuna tersentak. "I-itu...semua tembok yang hilang itu karena tuan?" Tanyanya tak percaya.

Reyhan mengangguk. "Nah Sistem berapa poin yang kudapat?" tanyanya dalam hati.

[Host mendapatkan 314 poin dari penjualan tembok, dan 156 dari barang-barang, serta di tambah 103 dari angka semula. Maka host mendapatkan poin 573]

"Ini dia" desis Reyhan dengan semangat. "Sistem belikan aku benda berguna untuk evolusi Putri Petir"

[Membeli tanduk halilintar, seharga 500 poin selesai]

Reyhan dari tempatnya tiba-tiba memegang sebuah tanduk naga halilintar, Asuna menatap dengan bingung.

Reyhan tak mengatakan apa-apa, tapi dia memasukan tanduk itu melalui dadanya sebab itu tembus.

"Maaf Asuna, aku akan ke kesadaran ku dulu karena Putri Petir mungkin bisa berevolusi karena itu" tersenyum canggung.

Asuna mengangguk tak masalah. "Tidak apa tuan, saya akan lakukan apapun demi tuan"

Reyhan merasa lega lalu dia duduk di atas puing-puing kemudian matanya terpejam.

....

Kesadaran Reyhan, ia menatap Naga petir dan Putri Petir memerhatikan tanduk halilintar itu.

"Apa ada yang salah dengan tanduk itu?" Tanyanya lalu ikut berkumpul

Putri Petir menggeleng. "Tidak ini sempurna tapi kenapa kamu mendapatkan barang ini begitu cepat?"

Reyhan cuma tersenyum. "Itu rahasiaku, jadi apa kau akan berevolusi dengan itu Putri Petir?"

Putri Petir tersentak. "Tapi kenapa? Bukankah aku bukan rohmu?"

Naga petir menggeram. "Benar, aku adalah rohmu. Tidak masuk akal jika kamu menerika 2 roh puncak"

Reyhan tersenyum tipis, ia berjalan hingga di sebelah Putri Petir. "Permintaan ku sederhana, setelah evolusi bisa kah kau mengusir dua Kaiju itu?" Matanya menyipit. "Aku tidak mau ada korban lagi"

Putri Petir tersentak sejenak, dia kira Reyhan akan membuat permintaan yang merepotkan ternyata hanya meminta bantuan.

"Tapi dengan memberi tanduk Halilintar sama sekali tidak sepadan dengan itu" Putri Petir juga roh puncak, tentu saja dia punya martabat, harga dirinya tidak menerima barang gratis begitu saja.

Reyhan tersenyum lalu menepuk bahu nya. "Tidak apa aku tahu dan aku akan memberimu kebebasan memberiku apa saja" Reyhan berbalik pergi. "Sampai jumpa lagi" ia menghilang.

Putri Petir menatap tanduk Halilintar di tangannya dengan pandangan lesu. "Ini sebenarnya barang beharga..."

Naga petir mendengus dan bergerak di atas Putri Petir. "Kenapa bisa putri Petir sepertimu terlihat lesu? Haha" ejeknya.

Putri Petir menatap dengan kesal. "Dengar ya, tanduk ini hanya bisa di ambil dari Naga Halilintar! Meskipun dia setingkat lebih rendah darimu dia tetap naga kuat!"

Naga petir mendengus. "Aku tidak peduli dari mana dia dapat, tapi energinya terlihat besar"

Putri Petir memerhatikan tanduk itu memang menghasilkan banyak energi yang meluap-luap.

"Aku tidak boleh menyia-nyiakan Reyhan memberiku ini" Putri Petir duduk bersila dan tanduk Halilintar melayang di hadapannya.

Mata putri petir terpejam serta energi meluap dari tanduk Halilintar itu di serap cepat oleh Putri Petir.

Naga petir memerhatikan perubahan dari Putri Petir, energi itu merubah struktur tulang dan tubuh nya.

"Dia akan berevolusi" Naga petir menjauh dari posisi.

Tiba-tiba tubuh Putri Petir berkilau perak, sesaat kemudian sinar itu menghilang dan tubuh baru Putri Petir terlihat.

Tubuhnya sekarang bukan sekedar elemental lagi, tubuh Putri Petir terdiri dari darah dan daging seperti manusia.

Mata putri petir terbuka, dan dia memerhatikan tangannya yang seperti manusia.

"Aku harus melihat wajahku" Putri Petir membuat cahaya petir memantulkan wajahnya.

Putri Petir melihat ada simbol halilintar di dahinya dan ada 3 titik di sudut matanya seperti penanda orang suku.

Bukan cuma itu saja, mata Putri Petir juga merah darah seperti warna halilintar.

"Aku tampak seperti manusia sekarang" melihat tubuhnya yang seperti wanita. "Apa kau ada pakaian?" Tanya nya pada Naga petir.

Naga petir mendengus. "Tidak ada, kenapa kau tanya aku yang memiliki tubuh naga asli?"

Putri Petir menjawab dengan ketus. "Apa kau menyindirku? Aku lahir dari kekacauan petir, berbeda darimu yang lahir dari telur"

Naga petir menggeram lalu mencoba mengerti. "Baiklah tidak ada pertengkaran sekarang, selamat atas evolusimu"

Putri Petir mengangguk kemudian menatap ke atas. "Aku harus menemui Reyhan sekarang" Putri Petir melesat keluar.

Reyhan yang tengah menunggu bersama Asuna tiba-tiba di kejutkan dengan sosok wanita yang keluar dari tubuh Reyhan.

Reyhan tersentak dengan penampilan telanjang wanita itu, ia menutup matanya dengan tangan serta mendesis. "Apa kau Putri Petir?"

Asuna mendengar Reyhan memanggil wanita itu Putri Petir jelas terkejut tak percaya. "Kamu... putri Petir?" Memandang tubuhnya.

Putri Petir mengangguk dingin. "Ini adalah tubuh baruku" memegang dadanya. "Lumayan untukku"

Putri Petir memandang Reyhan yang masih menutup matanya. "Ngomong-ngomong apakah kau ada pakaian untukku Reyhan?"

Reyhan masih berusaha untuk tak menatapnya. "Um aku tidak ada, Asuna apakah kamu ada pakaian untuknya?"

Asuna berpikir sejenak. "Aku tidak ada, saya selalu memakai pakaian sama sejak pergi ke Mesir"

Reyhan menghela nafas. "Oke, kalau begitu kita akan ke Mall di sekitar sini dan memberimu pakaian"

"Sementara itu masuklah dulu ke dalam Tuanku agar tidak menyebabkan masalah di perjalanan" ucap Asuna seperti tak senang.

Itu karena Putri Petir tiba-tiba keluar dalam keadaan telanjang jelas saja membuat Asuna salah paham.

Putri Petir mengangguk dengan terpejam lalu masuk kembali ke dalam tubuh Reyhan.

Reyhan melihat putri Petir sudah kembali masuk membuka kembali matanya. "Karena sudah selesai ayo kita ke Mall di Kabupaten Meishan"

Mereka berdua akhirnya terpaksa pergi ke Mall untuk memberikan baju putri Petir, mana mungkin dia keluar untuk melawan salah satu dari Kaiju penguasa dalam keadaan telanjang?

.....

1
Anime aikō-kā
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!