LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.
Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.
Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.
DIA SALAH BESAR.
Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.
kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.
Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7: JARING LABA-LABA SANG PEWARIS
Pagi itu, ruang rapat divisi properti Hadiningrat Group terasa lebih tegang dari biasanya.
Rizky duduk di ujung meja, di samping kepala divisi, Pak Budi, seorang veteran di industri properti yang terkenal konservatif.
Di hadapan mereka, layar proyektor menampilkan peta digital kota, dengan beberapa area strategis yang ditandai.
"Seperti yang saya sampaikan kemarin, Bapak dan Ibu sekalian," Rizky memulai, suaranya tenang namun penuh otoritas, "saya telah mempelajari laporan kinerja Maheswari Corp, khususnya di sektor properti.
Saya menemukan beberapa proyek mereka yang mangkrak di lokasi-lokasi yang sebenarnya sangat menjanjikan.
Pak Budi berdeham. "Tuan Muda, Maheswari Corp memang memiliki beberapa proyek yang tertunda.
Namun, pasar properti saat ini sedang lesu. Mengambil alih proyek mangkrak mereka bisa menjadi risiko besar bagi Hadiningrat.
Rizky tersenyum tipis. "Risiko selalu ada, Pak Budi. Tapi di mana ada risiko, di situ ada peluang. Saya tidak menyarankan kita mengambil alih proyek mereka secara langsung. Saya menyarankan kita untuk bergerak secara strategis di sekitar mereka.
Ia menunjuk ke peta.
"Lihat area ini. Maheswari Corp memiliki lahan seluas 5 hektar yang sudah mereka bebaskan, namun proyek apartemen mereka terhenti karena masalah perizinan dan pendanaan. Lahan ini sangat strategis, dekat dengan pusat kota dan akses transportasi publik.
"Betul, Tuan Muda," sahut seorang manajer. "Tapi perizinan di sana sangat sulit. Maheswari Corp sudah mencoba selama dua tahun.
"Dan mereka gagal," potong Rizky.
"Hadiningrat Group memiliki koneksi dan sumber daya yang jauh lebih besar. Saya ingin kita mengakuisisi lahan-lahan kecil di sekitar proyek mangkrak Maheswari Corp.
Bangun infrastruktur pendukung, seperti jalan akses baru, pusat perbelanjaan kecil, atau bahkan taman kota. Buat area di sekitar proyek mereka menjadi lebih menarik dan bernilai.
Para direktur saling pandang. Ide itu terdengar gila, namun juga brilian. Jika Hadiningrat Group meningkatkan nilai area di sekitar proyek Maheswari Corp, maka proyek mangkrak itu akan terlihat semakin tidak kompeten, dan nilai lahan mereka akan tertekan.
"Dan bagaimana dengan perizinan?" tanya Pak Budi.
"Kita tidak akan membangun di lahan Maheswari Corp," jawab Rizky.
"Kita akan membangun di lahan kita sendiri. Dan dengan kekuatan Hadiningrat, perizinan untuk infrastruktur pendukung seharusnya tidak menjadi masalah.
Setelah area itu berkembang, Maheswari Corp akan terjepit, Mereka akan terpaksa menjual lahan mangkrak mereka dengan harga yang jauh lebih rendah, atau mereka akan bangkrut karena tidak bisa bersaing.
Ada keheningan di ruangan itu. Para direktur mulai melihat kilatan kecerdasan di mata Rizky. Ini bukan sekadar ide, ini adalah strategi perang.
"Haryo," Rizky menoleh. "Saya ingin Anda bekerja sama dengan tim hukum dan tim akuisisi lahan. Mulai proses pembelian lahan-lahan kecil di sekitar proyek Maheswari Corp yang saya tandai. Prioritaskan yang paling strategis.
"Siap, Tuan Muda," jawab Haryo.
Pertemuan itu berakhir dengan para direktur yang kini menatap Rizky dengan campuran kekaguman dan sedikit ketakutan. Mereka melihat seorang pemimpin baru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kejam dalam strateginya.
Sementara itu, di kantor Maheswari Corp, suasana jauh dari kata tenang. Adelia duduk di kursinya, wajahnya tegang. Di hadapannya, Bramantyo mencoba menenangkan.
"Tenang, Sayang. Ini hanya fluktuasi pasar, kata Bramantyo, mengusap bahu Adelia.
"Fluktuasi pasar apanya!" Adelia membentak, menepis tangan Bramantyo. "Laporan keuangan menunjukkan kerugian lagi! Proyek apartemen kita di Cilandak masih mangkrak, dan sekarang bank mulai menagih utang yang jatuh tempo!"
"Kita bisa negosiasi lagi dengan bank," Bramantyo mencoba meyakinkan.
"Negosiasi apa? Mereka sudah menolak perpanjangan! Dan sekarang, Hadiningrat Group tiba-tiba mengakuisisi lahan-lahan kecil di sekitar proyek kita! Mereka membangun jalan akses baru dan pusat perbelanjaan! Itu akan membuat proyek kita terlihat semakin buruk!" Adelia menggebrak meja.
Bramantyo mengerutkan kening.
"Hadiningrat? Kenapa mereka tiba-tiba tertarik dengan area itu? Itu kan bukan area prioritas mereka.
"Aku tidak tahu!" Adelia frustrasi. "Tapi ini membuat posisi kita semakin sulit. Investor mulai menarik diri, dan harga saham kita terus anjlok!"
Adelia merasa tertekan. Sejak perceraiannya dengan Rizky, hidupnya memang terasa lebih 'bebas', tapi juga lebih berat. Ia harus mengurus semua masalah perusahaan sendirian, tanpa ada Rizky yang selalu siap sedia mengurus detail-detail kecil yang sering ia abaikan. Ia merindukan Rizky yang selalu menyiapkan sarapan, mengurus jadwalnya, bahkan mengingatkannya tentang dokumen penting. Tapi ia segera menepis pikiran itu. Rizky hanyalah masa lalu yang memalukan.
"Kita harus mencari solusi, Bram," kata Adelia. "Aku tidak bisa membiarkan Maheswari Corp hancur.
"Tentu, Sayang. Aku akan bantu," Bramantyo tersenyum, namun di balik senyum itu, ada kilatan kekhawatiran. Ia tahu, jika Maheswari Corp hancur, maka sumber keuangannya juga akan mengering. Ia harus mencari cara untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Kembali ke Hadiningrat Tower, Rizky terus menyerap ilmu. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di divisi keuangan bersama Pak Wijaya, mempelajari seluk-beluk investasi dan manajemen risiko. Ia juga sering berdiskusi dengan Ibu Karina dari divisi pemasaran, memahami bagaimana membangun citra dan menarik perhatian pasar.
"Tuan Muda, Anda belajar dengan sangat cepat," puji Pak Wijaya suatu sore. "Saya tidak pernah melihat orang yang bisa memahami laporan keuangan sekompleks ini dalam waktu sesingkat ini.
Rizky tersenyum tipis. "Saya punya motivasi yang kuat, Pak Wijaya.
Motivasi itu adalah wajah Adelia yang sombong, dan senyum licik Bramantyo.
Selain belajar, Rizky juga mulai menerapkan strateginya. Ia mengusulkan beberapa proyek baru yang agresif, namun terukur. Salah satunya adalah pembangunan kompleks perumahan terjangkau di pinggiran kota, yang akan menggunakan teknologi konstruksi cepat dan efisien. Proyek ini tidak hanya menjanjikan keuntungan besar, tetapi juga akan membangun citra positif Hadiningrat Group di mata masyarakat.
"Proyek ini akan menjadi game changer, Tuan Muda," kata Ibu Karina, direktur pemasaran, dengan antusias. "Kita bisa menargetkan pasar menengah ke bawah yang selama ini kurang tergarap oleh pengembang besar.
Rizky mengangguk. "Dan kita akan meluncurkannya dengan kampanye pemasaran yang masif. Saya ingin proyek ini menjadi perbincangan di seluruh kota.
Di sisi lain, Haryo terus memberikan laporan rutin tentang Maheswari Corp.
"Maheswari Corp semakin tertekan, Tuan Muda," lapor Haryo. "Bank-bank mulai memperketat kredit mereka. Beberapa investor besar juga sudah menarik dana. Proyek apartemen mereka di Cilandak kini benar-benar mandek. Mereka bahkan kesulitan membayar gaji karyawan tepat waktu.
Rizky mendengarkan dengan tenang. Tidak ada kepuasan yang berlebihan di wajahnya, hanya sebuah kepastian. Ini baru permulaan.
"Bagaimana dengan Bramantyo?" tanya Rizky.
"Bramantyo masih menjadi asisten Nyonya Adelia," jawab Haryo. "Namun, kami menemukan bahwa ia diam-diam mulai menjual beberapa aset pribadinya. Mungkin untuk menutupi gaya hidupnya, atau mungkin ia mulai merasakan kapal Maheswari Corp akan tenggelam.
Rizky menyeringai. "Lintah itu akan melompat dari kapal yang tenggelam. Tapi tidak sebelum ia menggerogoti sisa-sisa kapal itu.
Ia kemudian memberikan instruksi baru kepada Haryo. "Saya ingin Anda siapkan tim untuk memantau pergerakan Bramantyo. Jika ia mencoba menjual aset-aset penting Maheswari Corp secara ilegal, saya ingin kita tahu. Dan saya ingin kita siap untuk mengambil alih aset-aset itu dengan harga terbaik.
"Siap, Tuan Muda," Haryo mengangguk.
Rizky tahu, ia tidak bisa terburu-buru. Setiap langkah harus diperhitungkan. Setiap bidak harus digerakkan dengan presisi. Ia sedang membangun jaring laba-laba yang tak terlihat, yang perlahan namun pasti akan menjerat Maheswari Corp.
Suatu malam, Suryo Hadiningrat memanggil Rizky ke ruang kerjanya.
"Rizky," kata Suryo, menatap putranya dengan tatapan serius. "Saya mendengar tentang strategi agresifmu terhadap Maheswari Corp. Saya tidak akan bertanya alasannya. Tapi saya ingin kau tahu, dunia bisnis itu kejam. Jangan biarkan emosi menguasaimu.
"Saya tidak akan, Ayah," jawab Rizky. "Saya belajar dari kesalahan saya. Saya tidak akan lagi menjadi pria yang lemah.
Suryo mengangguk. "Bagus. Tapi ingat, seorang pemimpin sejati tidak hanya menghancurkan, tapi juga membangun. Saya ingin kau menjadi pemimpin yang lebih besar dari sekadar balas dendam.
"Saya mengerti, Ayah," kata Rizky. Ia tahu, ayahnya tidak hanya mengajarinya tentang bisnis, tapi juga tentang kebijaksanaan.
Rizky kembali ke kantornya. Ia menatap ke luar jendela, ke arah kota yang gemerlap. Di suatu tempat di sana, Adelia mungkin sedang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan kerajaannya yang rapuh. Dan Bramantyo mungkin sedang merencanakan pelarian.
Ia adalah Rizky Hadiningrat. Dan ia akan memastikan, bahwa penyesalan Adelia akan menjadi legenda. Sebuah legenda yang akan diceritakan dari generasi ke generasi, tentang bagaimana seorang pria yang diremehkan bangkit dari abu, dan membuat mereka yang pernah menghinanya... menyesal tanpa ampun.
Permainan ini masih panjang, Dan Rizky siap setiap babaknya.
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️