NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Ibu!

Tiba-tiba Jadi Ibu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Susiajaaa

"Aku Jadi Ibu?" Melisa Wulandari, seorang gadis desa yang bercita-cita menjadi pengacara, berjuang menempuh pendidikan hukum di kota demi melindungi tanah kelahirannya dari mafia tanah. Hidupnya sederhana, hanya ditemani dua sahabat setianya, Diana dan Riki. Namun, suatu malam yang seharusnya biasa berubah menjadi titik balik hidupnya. Di sebuah gang sepi, tangisan bayi menggema, menggiring Melisa pada pemandangan mengejutkan—dua bayi mungil tergeletak dalam sebuah kotak. Nalurinya mengatakan untuk menyerahkan mereka kepada pihak berwajib, tetapi dunia tidak seadil yang ia kira. Alih-alih mendapatkan keadilan, Melisa justru dituduh sebagai ibu bayi-bayi itu dan dianggap berniat membuang mereka. Tak ada jalan keluar. Nama baiknya tercoreng, keluarganya di desa tak boleh tahu, dan tak ada yang percaya bahwa dia hanyalah seorang mahasiswa yang kebetulan menemukan bayi-bayi malang itu. Dengan segala keterbatasan, Melisa mengambil keputusan gila—merawat bayi-bayi itu diam-diam bersama Diana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susiajaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

Pagi kembali menjemput, dan seperti biasa, Meli sudah berjalan kaki menuju kampus pukul 07.20. Udara pagi di kota tak lagi terasa segar seperti di kampung halamannya—lebih banyak suara klakson, deru motor, dan hiruk-pikuk manusia yang berlomba dengan waktu. Tapi bagi Meli, semua itu sudah menjadi pemandangan biasa setelah dua tahun menjalani hidup sebagai mahasiswi di sana. Yang penting, dia tetap bisa berjalan santai sambil menghirup secuil ketenangan sebelum kelas dimulai.

Langkahnya menyusuri koridor kampus dengan tenang, earphone hanya terpasang satu di telinga, dan tangannya menenteng map tugas. Ia bukan tipe yang suka ramai, dan tanpa Diana atau Riki, biasanya ia hanya menjadi bayangan sunyi yang melintas di lorong fakultas.

Pagi itu pun tak jauh berbeda. Tapi seperti adegan yang sudah hafal naskahnya, ia melihat sosok familiar Riki, lengkap dengan gaya santainya, sedang menggandeng seorang mahasiswi berbeda dari yang ia lihat kemarin. Meli hanya menggeleng pelan sambil menahan senyum. Sudah tak terhitung berapa kali ia melihat pemandangan seperti itu. Riki dan cerita barunya.

Dan seperti biasa juga, Riki yang seolah punya radar terhadap Meli langsung melambaikan tangan.

"Woi, Mel! Tungguin!" serunya dengan suara beratnya yang khas, terdengar seperti bapak-bapak yang manggil anaknya pulang main.

Meli menghentikan langkah, menoleh, dan pandangannya langsung bertemu dengan tatapan sinis dari mahasiswi di samping Riki. Tatapan yang seolah berkata, “Siapa lo?”

Meli hanya tersenyum tipis, malas menanggapi. Ia terlalu kenyang dengan drama-drama cewek-cewek yang salah paham karena Riki.

"Apa, Ki?" tanyanya datar.

"Mau ke kelas kan? Titip tas ya, manis." ucap Riki santai, tanpa dosa, sebelum menyerahkan tasnya ke pelukan Meli dan segera berbalik, kembali menggandeng si cewek dengan manja.

Meli terdiam sesaat, menatap tas berat itu dengan ekspresi datar.

"Manis kepala kamu..." gumamnya sambil menghela napas. Gadis pendiam itu akan hilang kesabaran jika berurusan dengan makhluk bernama Riki, dengan malas Ia melanjutkan langkah ke gedung kelas, menenteng tas Riki seolah menggendong beban dosa laki-laki itu.

Sesampainya di gedung, Meli hanya bisa duduk di bangku kelas sambil mengelus dahinya.

“Kenapa aku harus temenan sama makhluk satu itu…” rutuknya pelan, meski di balik gerutuan itu, ia tahu—hidupnya di rantau ini akan lebih sunyi tanpa kekacauan Riki dan suara ribut Diana.

Ternyata drama hari itu belum usai. Sore menjelang malam, mereka bertiga masih tertahan di kampus demi menyelesaikan tugas kelompok yang harus dikumpulkan keesokan pagi. Dosen mereka terkenal killer dan super disiplin—terlambat lima menit saja, bisa langsung nol. Maka, mau tak mau, Meli, Riki, dan Diana memilih bertahan di sudut ruang diskusi fakultas, berselimut suara kipas angin dan cahaya lampu yang mulai redup.

"Tuh dosen... gue curiga dia keturunan iblis," gerutu Diana sambil mengetik malas di laptopnya. "Masa disuruh ngerjain tugas segede gaban ini cuma semalam. Dia kira kita Bandung Bondowoso kali ya, bikin candi semalam."

Riki yang duduk menyender di kursi ikut bersuara, ekspresi wajahnya penuh penderitaan.

"Gue udah pusing banget sumpah, ini tugas susahnya kayak soal ujian CPNS. Tiap baca soal, rasanya pengen migrain."

Di tengah kekacauan dua sejoli itu, Meli tetap tenang menatap layar laptopnya, jari-jarinya lincah mengetik.

"Udah hampir siap kok, tinggal dikit lagi. Kalo kita fokus, sejam juga siap," ucapnya pelan tapi mantap.

Diana menatap Meli seolah sedang menatap makhluk asing.

"Mel... please deh, sesekali Lo ngeluh dong. Kita ini udah dua tahun lebih temenan, gue belum pernah denger suara Lo ngeluh. Lo tuh manusia bukan sih?"

Riki mengangguk dramatis.

"Fix, Meli bukan manusia. Gue curiga dia peri yang jatuh dari langit. Tenang, pinter, ga pernah emosi. Udah gitu rajin pula. Lo peri ya Mel?"

"Kalo iya, berarti pas jatuh dari langit, Lo nyangkut dulu di pohon mangga sebelum sampe ke bumi," sambung Diana sembari tertawa.

"Soalnya kalo langsung jatuh, bisa geprek dong."

Meli menghela napas dan menoleh ke dua temannya yang sudah mulai tidak waras.

"Kalau aku peri, kalian berdua cocoknya jadi apa dong?" tanyanya setengah lelah.

Riki menunjuk dirinya sendiri sambil menepuk dada.

"Gue? Gue cocoknya jadi pangeran dong, yang terjebak di dunia nyata. Ganteng, tapi kurang beruntung."

Diana langsung melempar tisu ke arahnya.

"Pangeran darimana, Lo mah lebih cocok jadi kurcaci terakhir yang lupa pulang!"

"Eh jangan nyamber terus, Lo tuh mulutnya kayak knalpot racing, berisik mulu."

"Lo juga mulut kayak emak-emak, ga bisa berhenti ngomong meski salah terus."

Perdebatan klasik itu kembali memanas, membuat suasana yang awalnya tegang jadi lebih hidup. Di tengah-tengah kehebohan dua temannya yang saling lempar lelucon dan sindiran, Meli hanya bisa menatap layar laptop sambil tersenyum lelah.

Meski kadang bikin pusing, Meli tahu... tanpa mereka, hari-harinya di sini tak akan seberwarna ini.

1
kiu kiu
apa ingatan melisa bisa kembali thor...kasihan banget wanita itu...adrian apa kamu bisa mempertanggung jawabkan ini semua.klu bukan tekanan darimu melisa tk akan seperti itu...dan bukankah kau pula yg melakukan perjanjian dg melisa utk menyerahkan adiknya.klu ketahuan ethan.pasti semarah apa dia nanti...bisa bisa benci sama adrian...
Nunung Elasari
kutukan rifky terjadi....🤣🤣🤣🤣
Alya Hafidz
Terbaikkk
Kana
Kaka up lagi ya 🙏🙏 aku ga kuat nunggu besok ,semangat ya
kiu kiu
wow....ganteng banget adrian....😍😍😍😍.si ethan tampan juga seperti abangnya nggk thor..🤣🤣🤣 .ak jadi kepo nih...🤭🤭🤭
Nunung Elasari
sekarang up nya 1 ya kak?
kiu kiu
😄😄😄 adrian nih semakin lucu...melisa amnesia dia yg ketakutan .takut meli melupakan kembar beda ortu🤣🤣🤣.jika ethan tau melisa amnesia gimna reaksinya ya...pasti terkejut.apalagi si evan yg manja...pasti bakalan nangis lagi tuh anak...semoga ada saatnya mereka bertemu thor...jgn pisahin mereka dong.
Rochman Syah
lanjut thoor💪
kiu kiu
tuh...kan...si author bikin nangis gue aja..😭😭😭 kapan si melisa bangun thor...apakah mereka akan bertemu si kembar kesayangannya...tp ,si riki sama diana makin lengket aja tuh...apa mereka menikah thor..
Nunung Elasari
hayooo kak udah 3 tahun aja nih, apa melisa masih blm sadar dr komanya?
Evi Lusiana
tamat....tapi bo ong
Evi Lusiana
jgn gtu dong thor,bwt ending yg bahagia bwt smuany,udh sring mewek nih
Reni Anggraeni
kasihan Melisa tor teka teki kmana
Dewiendahsetiowati
yah endingnya bikin sedih Thor,masak dari awal cerita Melisa gak pernah bahagia... terima kasih ceritanya walaupun gak sesuai harapan
kiu kiu
thor..beneran cerita si kembar ini selesai...jadi nggk ada kelanjutannya dong..😭😭😭😭padahal thor.ak antusias banget sama cerita ini.dan apa adrian nggk punya perasaan sama wanita cantik seperti melisa.padahal episod lalu barusan di bahas.tau tau di tamatin beneran.yeah...
Susiajaaa: aku bercanda aja kok, bakalan ada S2 nya dan... lebih plot twist lagi hehe🤭
total 1 replies
Nunung Elasari
ada session 2 nya ga kak?
Anto D Cotto
gada season 2 nya Thor?
Ayunda
kasih karma buat tuh dua org yg tega pisahin anak sama emaknya
Rochman Syah
bonchap donk Thor... pengen tau Melisa dimna
kiu kiu
lanjut thor... bagaimna nasib melisa nantinya.apakah akan semakin rumit.atau apakah ada kisah cinta dlm hidup melisa mantinya.sementara 2 bocil beda ortu itu begitu bucin sama mama melisa.semangat thor..ini pasti menguras pikiran si author..🤣🤣🤣 sebab episod sebelomnya bawaanya mewek terus sampai mataku tk bisa melek gara gara nangisin perpisahan dua bocil kesayangan melisa itu...🤭🤭🤭.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!