NovelToon NovelToon
Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Ren cuma pegawai kantoran biasa.

Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.

Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:

"Tidak Melakukan Apapun."

Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.

Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Gedung AFC (Awakened Force Control) cabang Qilin menyambutnya dengan gelombang suara yang memekakkan telinga.

Sepatu bot taktis beradu kasar dengan lantai granit. Seruan tawar-menawar harga artefak dari rift. Decak kagum murahan. Ren menarik napas panjang, menahan dorongan instingtif untuk membungkam seluruh ruangan ini dengan satu kehendak penolakan.

Ia mengenakan setelan kasual hari ini. Jaket hoodie berwarna abu-abu arang dan celana kargo yang memudar di bagian lutut. Tablet bersandar dalam genggaman mantap di tangan kirinya.

Aroma keringat bercampur parfum sintetis murah, ditambah bau logam berkarat dari senjata-senjata bekas, menguar tebal meracuni sirkulasi udara sentral. Tempat ini selalu sesak. Udara di sini terasa lengket.

Di sebelah kiri lobi, para Mercenary berotot kawat tengah memamerkan bekas luka bakar seolah itu medali kehormatan. Di sudut kanan, calo-calo berjas rapi saling berbisik, bertukar chip data dengan senyum licik yang terlatih. Sementara itu, pegawai berseragam hilir-mudik membawa tumpukan dokumen fisik, sisa dari sistem birokrasi kuno yang enggan mati.

"Seperti biasa," desahnya pelan.

Kepalanya menunduk sedikit. Bahu Ren merosot rileks, tapi otot rahangnya menegang keras. Ia sudah kehabisan energi bahkan sebelum jemarinya menyentuh layar absensi lobi utama. Terlalu banyak manusia. Terlalu banyak variabel bernapas yang tidak relevan.

Ia mulai melangkah menyusuri koridor pinggir, sengaja menghindari pusat keramaian. Langkahnya diatur sedemikian presisi—tidak terlalu cepat agar tak memancing radar ancaman para S-Grade, tidak terlalu lambat agar tak ditabrak para pemula yang terlalu bersemangat.

Namun, di tengah lautan seragam kusam itu, ada satu anomali visual yang membelah lobi. Sekelompok kecil yang memancarkan aura arogansi terkendali.

Hwaran Corps.

Mata Ren menangkap emblem burung api bersepuh emas di jaket seragam mereka. Kelompok tentara bayaran elit, kecil, tapi memiliki daya hancur setara batalion militer standar.

Mereka sedang membentuk lingkaran kecil. Di tengahnya, berdiri sosok yang memegang kendali penuh atas atensi sekitarnya.

Postur wanita itu tegap sempurna. Rambut hitam legamnya diikat ekor kuda tinggi, kontras dengan kulit pualamnya yang bercahaya di bawah tembakan lampu neon lobi. Tangan Hwaran bergerak patah-patah di udara, memberikan instruksi taktis dengan nada suara tajam yang bergetar samar hingga ke ujung ruangan.

"Kalau dipikir-pikir, kenapa ya dia memilih repot-repot membentuk Mercenary sendiri?" batin Ren.

Langkahnya melambat tanpa sadar. Pikirannya membedah struktur sosial di depannya. Hwaran adalah adik kandung Han Jue, bos besar cabang AFC ini. Darah S-Grade murni mengalir deras di nadinya. Ia punya segala privilege untuk duduk manis di menara gading, memerintah dunia dari balik layar antarmuka holografik yang bersih.

Tapi tidak. Wanita itu memilih turun ke jalanan aspal yang berlumpur. Cantik, terobsesi pada efisiensi, dan mematikan. Entah kenapa, orbit pekerjaan Ren seolah dikutuk untuk selalu bersinggungan dengan grup Mercenary eksklusif ini sejak dulu.

Tiba-tiba, dagu wanita itu terangkat. Pergerakannya berhenti total.

Mata kelam Hwaran bergerak cepat bak lensa kamera mekanik, membelah kerumunan, dan mengunci pandangan Ren dari jarak lima belas meter.

Ada jeda sepersekian detik. Sebuah benturan presensi tanpa suara.

Jantung Ren tidak berdegup lebih cepat, tapi insting bertahannya menyala. Ia langsung membuang muka, memutar lehernya kembali menghadap lorong di depannya.

Langkahnya yang tadi melambat kini dipercepat dua kali lipat. Sepatunya mengetuk lantai granit dengan ritme terburu-buru.

"Sungguh, apa yang aku pikirkan?" gumamnya pelan. Merutuki kebodohannya sendiri karena membiarkan fokusnya teralihkan oleh sesuatu yang jelas-jelas hanya akan membawa masalah panjang.

Ia membelok tajam ke area mesin administrasi otomatis. Mesin pemindai berdengung pelan, menembakkan laser biru sejuk yang menyapu kornea kirinya.

Akses diterima. Bunyi bip mekanik menggema pelan.

Ren menggeser layar tabletnya yang sedari tadi meredup. Jemarinya menari kaku di atas kaca tempered yang retak halus di ujung kiri atas. Laporan terkirim.

Opsi Terpilih: Ekspedisi Luar. Kategori: Penyelidikan.

Layar berkedip hijau terang, menyegel nasibnya untuk delapan jam ke depan.

Ia kembali berjalan menyusuri lorong keluar. Pikirannya melayang pada inventaris yang perlu ia bawa. Sebelum mencapai pintu putar utama, kakinya berbelok ke ruang logistik perlengkapan.

Tangan kanannya meraih sebuah objek silinder hitam dari rak logam yang dingin. Drone portabel serbaguna. Ukurannya hanya sebesar kepalan tangannya, berat padat karena baterai inti isotop di dalamnya. Permukaan metalnya terasa kasar di telapak tangannya. Benda tak bernyawa ini selalu menjadi andalannya; asisten bisu yang tidak pernah mengeluh, menuntut, atau bertanya tentang rahasianya.

Ia mengaitkan drone itu ke sabuk kargonya dengan bunyi klik tajam. Selesai.

Langkah kaki Ren bergema di sepanjang koridor sempit menuju pintu keluar sayap timur. Sensor gerak mendeteksi kehadirannya. Pintu geser otomatis terbuka lebar dengan desis hidrolik yang berat.

Udara pagi kota Qilin langsung menyembur masuk. Lembap, dingin, dan kotor.

Namun, bukan aroma aspal basah atau asap knalpot yang langsung merobek indera penciumannya. Itu adalah bau lain. Sangat pekat. Sangat spesifik.

Asap tembakau. Tebal, tengik, dan menggelitik rongga hidung hingga memancing rasa mual samar di perut Ren.

Ren menghentikan langkah kakinya tepat di ambang pintu.

Sebuah siluet tinggi bersandar sangat santai di tembok beton sebelah kiri. Pria itu menoleh perlahan, seolah sudah memprediksi kedatangan Ren sejak sepuluh menit yang lalu.

Setelan jas lusuh yang kemarin ia pakai masih membalut tubuhnya, kerahnya ditegakkan asal-asalan sekadar untuk menahan tamparan angin. Sebatang rokok kretek berujung bara merah menyala, terjepit santai di antara jari telunjuk dan tengahnya yang kapalan.

Asap abu-abu menggumpal dari sela bibir sang Detektif elit yang kini tersenyum miring ke arahnya.

Jemari Ren di pinggiran tablet menekan lebih keras hingga buku-buku jarinya memutih. Udara di sekitarnya mendadak terasa lebih sempit.

"Kapten Chen," ujar Ren. Nadanya datar, mengiris angin tanpa sedikit pun memuat intonasi persahabatan.

1
Filan
benda yang bakal memutar balikan keadaankah?
Ironside: Enggak sih, konteksnya sesuai judul cerita ini.
total 1 replies
Filan
kayaknya sekarang Ren bakal dapat kekuatan
Filan
satu Bab nya pendek juga ya.
Ironside: Legenda Penapak Langit
total 3 replies
Filan
ahli artefak dia...
Ironside: Iya, dia admin pemerintah/AFC soalnya. Jadi tahu banyak soal artifak, atau ... hal lain juga /Doge/
total 1 replies
Filan
untung ditepuknya ga kenceng ya 😅
Ironside: Kalau kencang, bisa remuk. xixixi 😆
total 1 replies
Filan
kalau langit-langit itu dalam bahasa Indonesia plafon.
Liu Bang Xie Lit (Hiastus)
sudah 28 chapter dan tidak ada insect, kecewa...
hiat: berakkkkk aja dia mah
total 6 replies
Became of Patung Berhala
Tikus Besar/Proud/
Ironside: Collosal Rat /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
cepet banget abis kak/Curse/
Ironside: Memang pendek-pendek chapternya Kak /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
keren banget kak semangat!😍
Aoooo
Insectnya mana kak/Curse/
Ironside: Tidak ada insect Kak /Curse/
total 1 replies
fernan Do
semangat thor
hiat
PoV 3 omnicient?
Ironside: /Scowl/, Hentikan /Curse/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!