NovelToon NovelToon
Perjamuan Langit Kultivasi Lidah Dewa

Perjamuan Langit Kultivasi Lidah Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Dan budidaya abadi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Han Shuo hanyalah seorang pelayan dapur di Sekte Awan Merah yang sering dihina karena bakat tulang yang buruk. Segalanya berubah ketika ia menemukan "Kitab Rasa Semesta", sebuah warisan kuno yang mengajarkan bahwa energi langit dan bumi paling murni tidak tersimpan dalam pil alkimia yang pahit, melainkan pada sari pati makhluk hidup yang diolah dengan api kuliner. Dengan sebilah pisau berkarat dan kuali tua, ia memulai perjalanan menantang maut demi mencicipi keabadian.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25 hidangan yang melawan balik

Stadion Awan Ungu adalah mahakarya arsitektur yang mampu menampung lima puluh ribu penonton. Hari ini, stadion itu penuh sesak. Di tengah arena, tiga puluh meja masak dari perak murni telah disiapkan. Namun, yang ganjil bukanlah mejanya, melainkan kotak-kotak baja raksasa yang dirantai di samping setiap meja. Kotak-kotak itu bergetar hebat, mengeluarkan suara cakaran logam dan geraman rendah yang membuat bulu kuduk berdiri.

Han Shuo berdiri di mejanya, mengusap permukaan Kuali Naga Merah yang terasa hangat. Di sebelahnya, Chen Yu tampak pucat namun tetap berusaha menjaga wibawanya.

"Selamat datang di babak eliminasi pertama: 'Penaklukan Rasa'!" suara pembawa acara menggelegar, dibantu oleh formasi pengeras suara Qi.

Di tribun kehormatan, di balik tirai sutra kuning transparan, terlihat siluet seorang pria yang duduk dengan tenang. Seluruh stadion mendadak hening. Kehadiran Kaisar Naga Surgawi memberikan tekanan spiritual yang luar biasa.

"Aturannya sederhana," lanjut pembawa acara. "Di dalam kotak kalian terdapat Kepiting Kristal Amarah dari palung laut terdalam. Mereka agresif, memiliki cangkang sekeras berlian, dan darah mereka mengandung racun pembeku jika tidak segera diolah. Kalian punya waktu satu jam untuk mengubah monster ini menjadi hidangan pembuka."

Bagian 1: Kotak Pandemonium

BRAK!

Segel kotak dibuka secara serentak. Seekor kepiting raksasa berukuran hampir satu meter meloncat keluar dari kotak Han Shuo. Seluruh tubuhnya transparan seperti kristal, namun di dalamnya mengalir cairan biru neon yang berdenyut. Sepasang capitnya yang besar bisa dengan mudah memotong pilar marmer.

"Gila! Mereka memberikan monster tingkat tiga untuk dimasak?" teriak salah satu koki di ujung barisan. Baru saja ia bicara, kepitingnya menyambar pisaunya dan menghancurkannya menjadi serpihan.

Han Shuo tidak langsung menyerang. Ia mengaktifkan Mata Wawasan.

Dalam pandangan sistemnya, struktur kepiting itu terlihat jelas:

* Titik Lemah: Sendi di bawah capit kedua.

* Suhu Optimal: Harus dipanaskan hingga tepat 215^\circ C dalam waktu tiga detik untuk menetralkan racun biru.

* Resonansi Energi: Membutuhkan frekuensi getaran f \= 440 \text{ Hz} untuk meretakkan cangkang tanpa menghancurkan daging di dalamnya.

"Ying, siapkan Garam Kristal Hitam dan Arak Bunga Persik!" perintah Han Shuo.

"Siap, Bos! Tapi hati-hati, capit kiri itu mengincar lehermu!"

Bagian 2: Tarian Pisau dan Api

Kepiting itu menerjang. Han Shuo tidak mundur. Ia menggunakan teknik langkah Awan Berjalan, berputar di udara dengan Kuali Naga Merah di tangannya.

DUAK!

Ia menghantamkan dasar kuali ke punggung kepiting. Bukan untuk menghancurkannya, tapi untuk menyalurkan getaran Qi. Han Shuo menggunakan rumus resonansi struktur untuk melemahkan ikatan molekul cangkang kristal tersebut:

Di mana \text{Qi}_{vib} adalah energi getaran yang ia alirkan melalui kuali.

Kepiting itu tertegun sejenak. Di saat itulah, Han Shuo menghunus Pisau Bulan Sabit. Cahaya merah menyambar. Dalam satu gerakan halus, ia memotong saraf pusat kepiting di bawah cangkang utama.

"Langkah Pertama: Meredam Amarah!"

Han Shuo membalikkan kepiting yang sudah lumpuh itu. Ia tidak membuang cangkangnya. Ia justru menggunakan cangkang kristal itu sebagai wadah memasak alami.

Ia menuangkan Arak Bunga Persik ke dalam tubuh kepiting. Begitu arak itu menyentuh darah biru, reaksi kimia terjadi. Asap biru beracun mulai mengepul. Han Shuo segera memanggil Api Jantung Bumi.

"Teknik Pembakaran Dalam: Menelan Langit!"

Api biru kehijauan masuk ke dalam rongga tubuh kepiting, membakar racun dan mengubahnya menjadi uap aromatik yang wangi. Penonton terkesiap. Mereka melihat seekor monster yang tadinya mengerikan kini mulai bercahaya keemasan dari dalam.

Bagian 3: Sabotase Dingin Chen Yu

Di meja sebelah, Chen Yu menggunakan Kuali Es Kristal-nya untuk membekukan kepitingnya secara instan, lalu memecahnya dengan palu perak. Ia melihat Han Shuo sedang dalam tahap krusial.

Chen Yu menyeringai. Ia menjentikkan jarinya, mengirimkan sebutir Kristal Es Jiwa yang tersembunyi di balik lengan bajunya ke arah kuali Han Shuo. Kristal itu akan meledak jika terkena panas, menurunkan suhu secara drastis dan membuat daging kepiting Han Shuo menjadi keras seperti batu.

Han Shuo merasakannya. Sensor Qi-nya menangkap gangguan dingin yang mendekat.

"Ingin bermain dingin, Chen Yu?" Han Shuo tidak menangkis. Sebaliknya, ia membuka penutup kualinya lebar-lebar.

Saat kristal es itu masuk, Han Shuo justru meningkatkan intensitas apinya. Ia menggunakan prinsip Termodinamika Kuliner: ia memanfaatkan energi ledakan es tersebut untuk menciptakan efek Flash-Freeze di permukaan daging, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan panas.

"Seni Kuliner: Paradoks Es dan Api!"

Hasilnya mengejutkan. Es dari Chen Yu justru membantu Han Shuo menciptakan lapisan tipis karamel es di atas daging kepiting yang panas, sebuah tekstur yang hampir mustahil dicapai dengan teknik biasa.

Bagian 4: Penilaian di Hadapan Kaisar

Waktu habis. Hanya lima belas koki yang berhasil menyelesaikan masakan mereka. Sisanya ada yang terluka atau masakannya hancur karena monster mereka mengamuk.

Satu per satu hidangan dibawa ke meja juri. Chen Yu menyajikan "Salju di Atas Laut"—potongan kepiting dingin dengan saus mutiara. Juri memberikan nilai tinggi: 9/10.

Lalu, Han Shuo maju. Ia tidak membawa piring. Ia membawa cangkang kepiting utuh yang masih membara dan terbungkus uap keemasan.

"Hidangan apa ini?" tanya Juri Gao, matanya berbinar penasaran.

"Ini adalah 'Jiwa Kristal yang Terlahir Kembali'," jawab Han Shuo. "Silakan pecahkan lapisan es di permukaannya."

Juri Gao memukulkan sendok emasnya. TING! Lapisan es tipis itu pecah, mengeluarkan aroma bunga persik yang sangat kuat bercampur dengan gurihnya lemak laut. Di dalamnya, daging kepiting terlihat transparan namun kenyal, berenang dalam kaldu emas.

Begitu para juri mencicipinya, suasana stadion menjadi hening. Juri Gao tidak sanggup bicara. Ia hanya menutup matanya, menikmati sensasi di mana lidahnya terasa seperti terbakar oleh rasa pedas namun segera didinginkan oleh rasa manis bunga persik.

Tiba-tiba, suara berat terdengar dari balik tirai sutra kuning.

"Bawa masakan itu ke sini."

Seluruh stadion gemetar. Sang Kaisar ingin mencicipinya secara pribadi.

Bagian 5: Lidah Sang Penguasa

Han Shuo berjalan menaiki tangga menuju tribun kehormatan. Ia merasa seolah-olah sedang mendaki gunung pedang. Energi penjaga kekaisaran menekan dari segala sisi.

Ia meletakkan hidangannya di depan Kaisar. Tangan yang kokoh dan penuh bekas luka perang keluar dari balik tirai, mengambil sepotong daging kepiting menggunakan sumpit giok.

Hening sepuluh detik. Dua puluh detik.

"Kau..." suara Kaisar terdengar rendah. "Kau menggunakan racun biru monster ini sebagai bumbu dasar? Kau tahu itu bisa membunuhku?"

"Racun dan obat hanya berbeda pada takarannya, Yang Mulia," jawab Han Shuo tenang tanpa menunduk. "Dan bagi seorang koki, ketakutan adalah bahan yang paling tidak berguna di dapur."

Kaisar tertawa. Sebuah tawa yang mengguncang aula.

"Luar biasa! Selama dua puluh tahun, aku hanya memakan masakan yang 'aman' dan hambar. Baru hari ini aku merasakan 'nyawa' dalam makananku. Han Shuo... kau lulus dengan nilai sempurna!"

Kaisar melemparkan sebuah medali kecil ke arah Han Shuo. Medali itu berwarna ungu dengan ukiran naga kecil. "Medali Selera Kaisar". Dengan medali ini, Han Shuo memiliki hak untuk menolak perintah siapapun di Ibukota kecuali Kaisar sendiri.

Malam yang Gelap

Setelah kemenangan itu, Han Shuo kembali ke penginapan. Namun, saat ia masuk ke kamarnya, Ying tidak ada di sana.

Hanya ada sebuah piring porselen putih di atas meja. Di atas piring itu, terdapat potongan lidah manusia yang masih segar, tertata rapi seperti hidangan gourmet. Di sampingnya ada pesan singkat:

"Kau memuaskan lidah Kaisar, tapi kau lupa menjaga lidah orang-orang di sekitarmu. Jika ingin asistenmu kembali, bawalah 'Kotak Bumbu Raja' ke Hutan Terlarang tengah malam ini. Datanglah sendiri, atau dia akan menjadi hidangan penutup kami."

Han Shuo meremas surat itu hingga menjadi abu. Matanya berubah menjadi merah menyala. Api Jantung Bumi di dalam tubuhnya meledak, menghanguskan lantai kayu di bawah kakinya.

"Kalian membuat satu kesalahan besar," geram Han Shuo. "Kalian mengganggu koki saat dia sedang lapar."

* Pencapaian: Lulus babak eliminasi pertama, mendapatkan pengakuan Kaisar dan Medali Selera Kaisar.

* Kultivasi: Inti Emas 35% (Meningkat karena resonansi dengan energi Kaisar).

* Situasi Darurat: Ying diculik oleh (kemungkinan) Asosiasi Gourmet Kegelapan atau sekutu Chen Yu.

1
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Tetua Agung ..kenapa pakai Kuali Tulang
Nanik S
Apa Han Suo mau dipanggang
Nanik S
Huo . masak seja sekalian Panatua Mu Chen
Nanik S
Menu yang tida akan dia Lupakan.. menu apa Jan Shuo
Nanik S
Besok memasak Wang Lin
Nanik S
Masak Mie pemutus jiwa
Nanik S
Punya Asisten baru
Nanik S
Keren...jadi Koki Dewa
Nanik S
Han Shuo.. kasih makan dan nanti bawa saja kirin ke depan Tetua Tie
Nanik S
Han Shuo .. apa yang akan terjadi dipuncak
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Han Shuo.. cerdas sekali
Nanik S
NEXT
Nanik S
Perjamuan dengan Harimau
Nanik S
Keren bener
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Hadir ...awal yang beda dari lainya
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!