Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Menuju Mesir
Di dalam ruangan Reyhan, Reyhan masih tak bisa tidur di tengah malam. Dia duduk dengan cemas.
"Sial kenapa aku merasa tidak enak seperti ini?" Reyhan menatap tangannya lalu hendak mengeluarkan petirnya.
Tapi petir itu langsung lenyap tak tersisa bagaikan di telan angin. "Sial, ternyata benar kalau ruangan ini anti energi" gumam Reyhan.
[Host tidak perlu kesal seperti itu, lagipula ini hanya sementara]
"Sistem?" Reyhan terkejut tapi akhirnya dia dapat lega karena masih bisa memanggil sistem.
"Sistem kenapa aku tiba-tiba di rasuki Putri Petir?" Jujur saja itu menghancurkan rencana Reyhan untuk belajar menyerap ilmu di sini.
[Itu karena host memiliki energi petir yang mengandalkan emosi, pemanahan host terhadap petir begitu dalam. Disaat bersamaan energi Putri Petir adalah emosi]
Reyhan tersentak. "Tunggu dulu jadi ada pemahaman lainnya yang berbeda?"
[Benar tapi itu hanya ada di beberapa elemen, tapi petir memiliki banyak sifat karena itulah pemahaman orang berbeda]
Reyhan mengangguk mengerti. "Jadi sistem aku sekarang harus apa?"
[Host tidak perlu lakukan apapun, karena host sendiri yang akan temukan jalan. Begitu tiba sistem akan berikan misi pada host]
Reyhan tersenyum senang karena akhirnya yang dia tunggu akan segera datang.
Segera tak lama kemudian pintu terbuka dan Andika bersama 2 tentara DGA masuk.
"Reyhan, silahkan ikuti aku" Andika berkata dengan serius. "Raja ingin bertemu denganmu"
Reyhan berdiri, dia siap untuk pergi. Segera dua tentara itu memborgol tangan Reyhan dengan alat anti energi juga.
Setelah itu mereka pergi ke ruangan pusat, disana Reyhan takjub. Ada alat-alat yang begitu banyak dan canggih yang tak pernah dia lihat.
Bahkan ada hal kemajuan lain selain robot, tapi Andika sama sekali tak terlihat ingin membahas itu jadi Reyhan tak bertanya.
Begitu tiba di layar seperti tv besar, Andika membuat Reyhan berlutut dengan sedikit tekanan ruang.
"Raja" Andika menundukkan kepalanya setengah. Reyhan mendesis dan terpaksa mengikuti alur.
Lionil menatap Andika dengan anggukan tipis lalu berpaling ke Reyhan. "Jadi dia Reyhan yang membuat dua roh puncak bertarung?" Tersenyum sinis. "Biasa saja"
Reyhan terdiam. "Maaf kalau saya lancang Raja, tapi apa hak anda mengatai saya" tatapannya tajam.
Lionil mengusap dagunya. "Hoh, kau berani menantang sosok seperti ku? Aku Raja Exorcist dan Organisasi ku. Aku memimpin jutaan Exorcist dari belahan dunia termasuk DGA"
Andika menahan kesal di hatinya, secara resmi sebenarnya DGA berdiri di atas perintah presiden lalu di ambil alih ole Lionil yang tak bertanggung jawab penuh.
Lionil mengetuk meja. "Jadi Reyhan, katakan padaku apa rahasiamu sampai membuat dua roh puncak bertarung"
Reyhan tersenyum tipis. "Maaf Raja saya tak punya rahasia, saya hanya memiliki pemahaman petir yang berbeda dari lainnya"
Lionil mengerut tak senang. "Aku benci pembohong, katakan atau aku akan memenjarakan mu selamanya"
Reyhan menyeringai. "Aku tahu Raja tidak akan melakukan itu karena Raja sendiri sangat butuh kekuatan 2 roh puncak, benarkan?"
Lionil terdiam sejenak sebelum tertawa keras. "Lelucon macam apa ini? Apa kau pikir aku butuh bantuanmu untuk Chengdu?"
Andika menyela. "Maat tak sopan Raja, tapi akhir-akhir ini 12 titik merah di belahan dunia semakin sensitif. Saya takutnya era kehancuran baru seperti Chengdu akan menyebar"
"Apa?" Lionil menggeram. "Lalu apa aku sudah dengar perintah pengerahan prajurit?"
"Sudah Raja, komandan unit ke-1 saya sampaikan padanya saat Raja tidak bisa di hubungi" jelas Andika agar tak ada kesalahpahaman.
Lionil mendesah tajam. "Oke, bawa Reyhan ke salah satu titik yang paling sensitif di Mesir"
"Hah?" Reyhan tercengang. "Kenapa sekarang tiba-tiba anda berubah pikiran?"
Lionil mengibas tangannya tak peduli. "Pergilah, bawa 200 Tentara DGA bersamamu. Aku dengar kau memiliki budak banyak, bawa mereka bersamamu"
Andika menundukkan kepalanya. "Siap Raja! Saya akan siapkan prajurit dan budaknya" Andika berbalik pergi.
Reyhan melihat kedua tentara pergi setelah melepas borgol di tangannya, Reyhan menatap Lionil.
"Pandangan Raja seperti ada maksud dibalik nya"
"Reyhan, aku ingin lihat petir mu" tegas Lionil.
Reyhan bingung sejenak tapi akhirnya dia melepaskan petirnya, tapi Reyhan juga tak menyangka itu.
Petirnya yang awalnya biru justru berubah ke warna merah muda. "I-ini petirku?"
Lionil menjentikan jarinya. "Sudah kuduga, Putri Petir itu ada di dalam dirimu"
"Aku?" Reyhan menunjuk dirinya sendiri. Benar saja, sosok avatar petir Putri Petir berbentuk dari petir muncul di belakang punggung Reyhan.
"Apa kau memanggilku Raja ras rendahan" ucapnya sarkasme.
Lionil mengusap dahinya. "Merepotkan, kau bisa pergi" Lionil mematikan panggilan.
Putri Petir mendengus. "Siapa juga yang mau bertemu dengan mu" Putri Petir menatap Reyhan. "Hei, apa boleh aku berbagi tempat dengan Naga petir mu?"
Reyhan terkejut sejenak. "Tapi kenapa roh puncak seperti anda ingin bersama saya?"
Putri Petir berdiri di hadapan Reyhan. "Karena aku ingin evolusi"
"Evolusi? Apa maksudmu kau bisa berubah ke bentuk baru?
Putri Petir mengangguk. "Tepat sekali, kalau begitu aku akan masuk ke tubuhmu lagi untuk mengisi energiku lagi" putri petir langsung masuk ke tubuh Reyhan.
Reyhan mendesis. "Aku tak percaya tubuhku menampung dua energi ras puncak"
Reyhan sengaja mengeluarkan dua petir di kedua tangannya, petir biru di tangan kiri dan petir merah di kanan.
"Benar-benar rumit" Reyhan berbalik pergi. "Tapi setidaknya aku akan dapat pengalaman baru"
.....
Tok tok.
"Ya sebentar" Asuna berjalan cepat lalu membuka pintu asrama, sontak mata nya berkaca-kaca lalu berlari memeluk Reyhan.
Reyhan tercengang tapi dia membiarkan Asuna memeluknya, perlahan Reyhan membalas pelukan Asuna. "Aku pulang"
Asuna mengangguk dan memeluk dengan erat seperti tak mau melepas nya. "Selamat datang tuan, aku menunggumu selalu dengan cemas"
Reyhan tersenyum lalu menarik Asuna pelan. "Asuna, kita dapat misi baru" tersenyum menantang. "Kita akan pergi ke Mesir!"
"Mesir?" Asuna mengusap air matanya. "Tapi kenapa ke Mesir?"
"Tidak tahu, tapi besok kita akan tunggu informasi dari Jenderal Grandmaster Andika"
Asuna mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam Asrama, setelah itu keduanya makan malam sebelum tidur.
...
Di Chengdu, wilayah mematikan China lebih mematikan jika di bandingkan isu area 51.
Chengdu sebenarnya kota yang bagus dan indah sebelum kejadian 10 tahun lalu Gate level 20 dan iblis level 17 bernama Kode-7 meratakan kota dengan mudah.
Akhirnya DGA dan Exorcist hanya bisa membangun tembok besar tinggi untuk membatasi gerakan Iblis-iblis level tinggi dari dalam Chengdu.
Alisa berjalan bersama Flower di atas tembok menatap Chengdu yang hancur berantakan setelah 10 tahun tak ada perubahan.
"Nak Flower, apa kira-kira tembok ini bisa bertahan lama dari serangan Kode-7?" Alisa menatap ke depan serta berhenti berjalan.
Flower berpikir sejenak, dia juga ikut menatap kota yang hancur. "Kode-7 dalam legenda di sebut monster Iblis di Jepang atau Kaiju"
Flower menatap laser pertahanan raksasa dan rudal balistik terpasang dengan jumlah banyak sepanjang tembok.
"Senjata seperti ini jelas saja tidak mampu melawan Monster kode-7" Flower menarik nafas.
Namun tiba-tiba salah satu Exorcist berjubah hitam datang memberi pesan. "Nyonya Alisa saya dapat kabar darurat dari markas DGA!"
"Katakan" ucap cepat Alisa.
"Baik, ada 12 titik yang semakin sensitif saat ledakan Gate level 8 di Jakarta. Sekarang tentara sudah di kerahkan dalam jumlah besar!"
"Dan juga termasuk anak nyonya, Reyhan di kerahkan di satu tempat paling berbahaya yaitu Mesir!"
"Apa?" Alisa menatap nya dengan marah. "Kenapa anakku?" Alisa meledakan energinya sampai-sampai meriam laser dan rudal di sekitarnya meledak di tempatnya.
Orang itu berlutut dengan gemetar ketakutan. "I-itu karena...
Setelah mendengar semua cerita darinya, Alisa menarik kembali energinya dan menatap langit gelap di depan.
"Dua roh puncak merebut tubuh yang sama dan pada akhirnya memilih jalan berbagi. Ini tidak biasa"
Flower mendapatkan notifikasi dari jam tangannya, segera dia melapor pada Alisa. "Nyonya arah depan ada ratusan Iblis terdeteksi! Mereka seperti terkena panggilan darurat"
Alisa menyipitkan matanya, dia memerhatikan Iblis-iblis berlari cepat ke arah mereka.
"Maka kita lawan saja" Alisa mengeluarkan pedangnya.
Wiu!!
"Semua tentara pertahanan segera datang ke pos masing-masing! Iblis level 4-7 berjumlah 456 unit menerjang dari depan!" Ucap sistem alarm.
Segera ribuan Exorcist-Exorcist tangguh melompat dari dinding untuk bertarung di bawah.
Ribuan tentara DGA mempersiapkan senjata meriam laser anti Iblis, dan pergi ke pos-pos masing-masing.
Segera bentrokan besar terjadi, hal seperti ini biasa terjadi di Chengdu di setiap harinya.
Karena itulah di pasangkan banyak sistem persenjataan yang di lengkapi AI canggih, dan di pimpin Alisa bersama gadis suci.
....
Keesokan paginya, budak-budak lainnya milik Reyhan berjumlah 30 orang sudah hadir di pelabuhan untuk pemberangkatan kapal.
"Tuan!" Mereka segera berlutut saat melihat Reyhan.
Reyhan mengangguk tipis. "Jadi, kita berangkat kapan?" Tanyanya pada Andika.
Andika menatap yang memimpin misi kali ini. "Dia adalah wakil komandan Shu Yuan, kau pasti sudah kenal dia kan?"
Reyhan mengangguk. "Tapi kenapa Wakil komandan sendiri yang pergi bersama saya?"
Shu Yuan berdehem. "Karena keamananmu juga penting, apalagi ini perintah dari Grandmaster. Jadi ada 1 kapal induk dan 5 kapal perang Jelajah dan Destroyer" tegas Shu Yuan.
Reyhan tak bisa berkata-kata karena kagum, dia tak pernah membayangkan akan bergabung operasi Militer.
"Hei kalian melewatkan satu orang" Zahra datang dengan membawa tombak api di bahunya. "Kalian tidak mengajakku hah?" Tersenyum percaya diri.
Andika berdehem. "Senior Zahra, pangkat anda tidak be-
"Shh!" Zahra menyuruhnya diam sampai membuat Andika terdiam. "Dengar aku mau ikut dia aku tak peduli pakai cara apapun"
Andika menghela nafas. "Baiklah, lagipula kami masih banyak personel disini"
"Bagus" Zahra mengangguk puas.
"Oke, kalau begitu kita berangkat" Shu Yuan berbalik lalu naik ke kapal induk.
Begitu Reyhan dan lainnya naik ke atas, Reyhan takjub karena bentuk dan model kapal induk ini lebih canggih dari pada milik Militer Amerika Serikat.
"Aku tidak pernah melihat kapal induk secanggih ini"
"Benar, apa kalian sendiri yang membuat nya?" Tanya Asuna.
Shu Yuan mengangguk. "Ya kadang kami membuat kapal induk kami sendiri dan kapal lainnya juga kami, menamainya dengan kode. Dan ini adalah kapal induk kode-8"
Ngiungg, suara nyaring dari kapal berbunyi saat mesin menyala.
"Ayo pergi ke ruangan pusat, aku akan jelaskan detail apa yang akan kita lakukan di Mesir"
Reyhan menyuruh budak lainnya menunggu di bawah, berbaris rapi, sedangkan Asuna mengikutinya bersama Zahra.
Ketika di ruang operasi, prajurit segera memberikan peta hologram dan status Gate.
Shu Yuan memahaminya sendiri lalu mengangguk. "Oke aku akan jelaskan pada kalian" Shu Yuan menatap mereka bertiga.
"Status disana sudah tidak pasti, bisa jadi Gate sudah aktif karena orang yang disana tidak bisa di hubungi" jelas Shu Yuan.
"Jadi aku meminta pada kalian untuk terus berhati-hati dan waspada karena Gate belum bisa di konfirmasi level berapa"
"Paham!" Jawab mereka serempak.
Shu Yuan mengangguk puas lalu kembali menatap lautan. "Kecepetan penuh, 45 knot!"
"Roger!" Segera kecepatan kapal meningkat dan semua orang bisa merasakannya.
...