NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

Tes tes

Darah kental menetes dari tangannya yang dia iris untung saja dia masih sadar dengan tidak mengiris nadinya.

"Hahahhahaa.. Ini lebih baik." tawa Imlie karena setelah melukai dirinya. Dia akan merasa lega dan sesak di hatinya akan berkurang. Tangan itu sudah penuh dengan goresan, bukti dari rasa sakitnya.

"Hahahha hiks, hahha hiks." tawanya bercampur dengan tangisan.

Pagi pun cerah kini Imlie terbangun dari tidurnya, dia meringis melihat luka di pergelangan tangan serta di telapak

tangannya kemudian tersenyum tipis. Ya, dia akan kembali memasang topeng kebahagiaan.

Dengan hati hati Imlie mandi kemudian memakai seragamnya tak lupa dia kembali melilitkan perban di telapak serta tangannya yang di tutupi dengan plaster.

"Alhamdulillah. Imlie semangat." batin Imlie menyemangati dirinya.

Imlie dengan taletan memakai bedak baby di wajah putih mulusnya. Serta mengoleskan pelembab bibir di bibir seksinya yang sedikit tebal namun mungil.

Ya, ini salah satu yang di benci Lolita dari Imlie. Karena Imlie

adalah gadis yang sangat cantik, bahkan tanpa make up pun dia sudah memukau banyak orang. Bukan seperti Lolita yang menempelkan banyak riasan di wajahnya.

Setelah itu Imlie memasangkan cardigan rajut di tubuhnya. Tidak mewah tapi sangat rapi dan bersih. Kalau Lolita jelas saja mewah karena dia memakai pakaian branded yang beda jauh dengan Imlie.

Tap tap

Langkah kakinya di dengar keluarganya dari bawah, dia tersenyum tipis dan menunduk. Melihat senyuman itu perasaan Alvia campur aduk.

"Sialan." batinnya.

"Ck, kenapa dia sekalu nampak cantik sih." batin Lolita mengepalkan tangannya.

"Nak, kenapa?" tanya Melani Mamanya.

"Nggak kok Ma." jawabnya.

"Eh, Li.. Sini makan bareng." ajak Lolita.

"Nggak, hari ini tidak ada makanan untuknya. Karena dia sudah melukai Kamu Nak." ujar Melani, Imlie menunduk meremas tangannya.

"Kalau gitu, boleh nggak Aku minta uang jajan?" tanya Imlie.

"Nggak ada.. Sana pergi." usir

Papanya. Imlie hanya tersenyum senduh kemudian hendak menyalimi tangan Papa dan Mamanya tapi tidak di hiraukan.

"Ya sudah, Aku pergi dulu ya. Pa, Ma, Kak.. Assalamualaikum." salam Imlie dengan perutnya yang terus berdemo, karena tadi malam belum makan.

"Sabar ya perut." batin Imlie mengusap pelan perutnya dan itu di lihat Alvian karena tadi melirik Adiknya itu. Tapi, dia tidak peduli.

"Tapi Pa. Apakah....."

"Sudah Loli, makan biarin anak ini di beri hukuman." jawab Melani.

"Sana, pergi.. Kenapa masih diam?" tanya Melani kembali pada

Imlie. Imlie hanya mengangguk dan pergi dari sana. Bik Ajeng dan Bik Pipit menatap Imlie dengan sedih.

"Pit, Ini kasih buat Non Imlie." bisik Bik Ajeng dan memberikan uang 10rb yang teringgal di kantongnya, dan siapin makanan buat Non Imlie." bisik Bik Ajeng. Dan dengan cepat Bik Pipit menyiapkan semuanya di dapur dan keluar melwati pintu belakang.

"Eh, Non. Non Imlie.. Ini bibik bawain makanan dan uang 50 rb. Non terima ya, pasti Non lapar." ujar Bik Pipit.

"Kalau gitu Imlie ambil makanannya aja. Kalau uang nggak usah Bik pasti Bibi juga butuh." ujar

Imlie.

"Nggak Non, ini dari Bik Ajeng di terima ya. Kalau nggak nanti Bibi di marahin lagi sama Bik Ajeng." ujar Bik Pipit agar di terima Imlie.

"Baiklah!! Kalau Bibi maksa... Aku mah nggak bisa nolak, hhehe nanti bilang makasih ya sama Bik Ajeng." ujar Imlie.

"Sama sama Non. Hati hati ya cantik, sekolah yang rajin. Hehehe." ujar Bik Pipit. Kemudian Imlie menyodorkan tangannya dan mengecup punggung tangan wanita itu. Membuat Bik Pipit tersentuh.

"Assalamualaikum Bik."

"Waalaikumsalam Non." jawab Bik Pipit.

"Masyaallah.. Anak sebaik ini tapi malah di sia siaiin." batin Bik Pipit menatap punggung rapuh gadis cantik itu.

Kali ini lagi dan lagi Alvian tak sengaja melihat Imlie dan Bik Pipit. Seperti biasa dia mencoba menghilangkan perasaan aneh dalam dirinya.

 

"Alhamdulillah. Kan masih lama masuk sekolahnya, ada baiknya Aku makan sarapan Aku dulu deh di taman depan sana, perut udah pada demo soalnya, Hehheh." batin Imlie dan akhirnya sampai ke kursi tama dekat jalan besar.

"Loh Kak, itu kan Imlie?" tanya Lolita yang berada di mobilnya Alvian yang saat ini berhenti karena lampu merah.

Alvian langsung menatap Imlie dalam diam, sedangkan Lolita tersenyum puasa.

"Mampus Lo." batin Lolita.

Sedangkan Imlie membuka kotak makannya yang berisi nasi goreng buatan Bik Ajeng.

"Alhamdulillah. Nikmat Tuhan mana lagi yang Kau dustakan... Imlie bersyukur di luar sana masih banyak orang yang lebih susah dari Kamu." batin Imlie kemudian berniat memakan nasinya, Tapi...

"Ibu, Aku lapar banget." Imlie

kaget mendengar suara anak kecil yang mengeluh lapar. Dia langsung menoleh ke samping melihat anak kecil itu menatap makanannya.

"Sabar ya Nak. Do'ain Ibu semoga hari ini dapat rezeki biar bisa beli makan." ujarnya. Imlie tersentuh dengan itu kemudian memasang wajah ceria.

"Eh, Adik kecill.. Sini." panggil Imlie.

"Maaf, buat apa ya mbak?" tanya Ibu dari anak itu.

"Ini Buk, ada rezeki dikit, ini buat Adiknya aja soalnya Saya susah kenyang kok." ujar Imlie kembali menutupi kotak makan itu dan di sodorkan pada anak kecil itu.

"Masyaallah beneran mbak?" tanya Ibu anak itu.

"Iya Buk, Saya sudah kenyang.. Lagian kalau Saya makan banyak banyak bisa gendut Sayanya. Hehhehe." ujar Imlie terkekeh, dia bahagia melihat wajah ceria dari anak Ibu itu.

"Beneran? Buat Aku Kakak?" tanyanya.

"Iya dek, dan ini nanti Ibu beli makan ya. Nggak banyak sih tapi insyaallah cukup Buk." ujar Imlie menyodorkan 40 rb dengan diam diam.

"Masyaallah. Makasih banyak Nak. Semoga Allah membalas kebaikan mu Nak." ujar Ibu itu.

"Sama sama Buk, yasudah Saya permisi dulu ya." ujar Imlie.

"Iya Nak, sekalih lagi terimakaaih banyak." ujarnya dan Imlie tersenyum mengangguk.

"Makasih ya Kakak cantik.. semoga nanti kita ketemu lagi." ujar anak kecil itu.

"Iya dek.. Yang semangat ya." ujar Imlie mengusap kepala anak itu.

"Ya, perut nasi goreng enak itu bukan rezeki kita." batin Imlie mencoba tersenyum bahagia.

"Bodoh, sedang lapar. Malah di berikan ke orang lain." batin Alvian kemudian menjalankan mobilnya. Kemudian mobil itu melewati Imlie dan Imlie hanya tersenyum pada mobil Kakaknya.

"Gadis baik." batin seorang wanita paruh baya.

"Lumayan, sisa 10 rb buat ongkos." batin Imlie.

Saat sedang asyik menunggu angkot sebuah motor besar berwarna hitam. Dengan Pria keren yang membawanya dengan keren serta wanita yang memeluk pingganya dengan erat. Imlie kenal betul siapa mereka matanya sempat bertemu dengan tatapan tajam dari Pria di balik helm itu.

"Ya, padahal kalau nggak ada Kak Viona. Aku bisa numpang.. tapi, apakah bisa? Secara kemarin

Aku sudah kabur dari apartemennya Kak Aryan." batin Imlie.

"Tapi, sepertinya hari ini Aku harus menjauh darinya. Karena pasti dia akan mencari Ku dan marah soal kemarin..Aku sudah cukup lelah. Jadi, istirahat dulu lah." batin Imlie kemudian memberhentikan sebuah angkot dan naik.

Imlie pun sampai ke sekolah, dia masuk melewati gerbang dengan semangat. Saat di depan dia melihat Aryan dan Viona lagi di kerumunan beberapa siswa. Seperti biasa mereka suka berkumpul dan melihat pangeran sekolah itu.

Saat matanya bertemu lagi dengan Imlie. Gadis itu langsung putar arah. Aryan dapat melihat tatapan kekecewaan dari mata Imlie, karena mungkin kejadian kemarin yang tidak menemuinya Imlie di saat gadis itu menelfonnya dan mengadu sakit.

"Astaga... Mampus Gue." batin Imlie dan berjalan dengan cepat.

"Ingin menghindar Sayang." batin Aryan dan berniat mengejar Imlie. Tapi, di sadari oleh Viona kemudian Viona mencegahnya dengan berpura pura juga.

"Ar, kepala Aku masih agak pusing. Tolong anterin Aku ke kelas ya." ujar Viona manja.

"Baiklah, Ayo." jawab Aryan mengerang kesal. Tapi, tidak daya dia menyayangi Viona.

"Astagaa... Pengen banget di manja kaya gitu sama Kak Aryan."

"Hahaha sebelum Lo keluarin satu huruf. Langsung di pelototin sama Kak Aryan. Hahahah." ujar para siswi tertawa.

Bugh

Imlie yang berlari dengan cepat sambil menahan lapar. Tak sadar menabrak seorang Pria, yakni Alvian Kakaknya.

"Eh, maaf Kak.. maaf Saya

permisi." ujar Imlie yang kembali bersikap layaknya orang asing, seperti kata Alvian.

Imlie pergi sambil memegang perutnya. Karena malu sejak tadi berbunyi karena keroncongan.

"Ah, Perut, ayolah!! Bekerja sama, jangan buat Gue malu dengan keluarin suara Lo itu." ujar Imlie yang samar samar masih di dengar oleh Alvian.

"Keras kepala." batin Alvian karena agak kesel dengan Imlie yang memberikan kotak makannya pada Ibu dan anak di jalan tadi.

Brak

"Astagfirullah... Lili, bikin kaget tau nggak." ujar Yoyo.

"Eh, maaf Anjel." ujar Imlie dan duduk di kursinya.

"Kaya di kejar setan aja Kamu." ujar Emina.

"Emang." jawab Imlie.

"Hah? Yang benar mybaby. Anak ku sayang.." ujar Yoyo dengan gaya gemulainya membuat seisi kelas menertawainya.

"Beneran, tapi ini setannya yang masih hidup." jawab Imlie membuat mereka bingung.

"Hah? Emangnya ada? Setan yang masih hidup!" tanya Yoyo.

"Ada dong." jawab Imlie.

"Siapa?" tanya Yoyo penasaran Lo.

"Namanya Anjelina."

"Hahahahaha." semua orang langsung tertawa mendengar candaan Imlie.

Tak lama suara langkah Kaki masuk ke dalam kelas. Dan yang masuk adalah Bobop dan Mio.

"Hai.. Masyarakat pintar nan unggul di sekolah merdeka bangsa. Boleh Mio yang tampan ini masuk?" tanya Bobop yang cukup tampan.

"BOLEH DONG." jawab beberapa siswa dan Bobop merasa bangga.

"Baik, Saya ke sini untuk menjemput sang Ratu untuk menemui sang Raja.. Yaitu, Ratu Imlie Krafina." ujarnya dengan pena

yang di jadikan mic.

"Nggak, Gue nggak mau. Bilang sama Ketua brengsek kalian itu Gue lagi males melihatnya. Jadi, katakan padanya jangan coba coba nunjukin wajah Iblisnya itu di depan Gue hari ini, kalau nggak Gue bakal....."

Degh

"Bakal apa, hmm?"

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!