NovelToon NovelToon
Hatimu Milik Siapa?

Hatimu Milik Siapa?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​Tiga tahun menikah, Tania hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Baginya, Rey adalah semesta, tapi bagi Rey, Tania hanyalah 'obat penawar' saat hatinya hancur ditinggal masa lalu.

Tania sudah memberikan segalanya, sampai dia sadar—di hati suaminya, tetap ada nama wanita lain yang tak sanggup dilepaskan.

​Saat Tania berhenti peduli dan berpapasan tanpa lagi menatap mata suaminya, Rey baru merasakan dingin yang sesungguhnya.

"Apakah mencintai harus sesakit ini? Jika kau cinta, mengapa tak menahannya, Rey?"

Terinspirasi dari lagu Arvian Dwi(Hatimu Milik Dia)

Dukung Authir yaa,,like,komen,gift hehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puing-Puing Ego dan Dinginnya Sel

Kehancuran adalah sebuah simfoni yang dimainkan perlahan. Bagi Bianca, simfoni itu dimulai dengan suara kunci sel yang berkarat. Di dalam ruang tahanan yang sempit dan berbau pesing, ia menyadari bahwa dunia tidak lagi berputar di sekelilingnya.

​"Woi, ulat bulu! Jangan bengong aja! Gosok tuh lantai kamar mandi sampai mengkilap kalau nggak mau jatah makan siang lo gue ambil!" teriak salah satu narapidana bertubuh gempal yang menjadi penguasa sel tersebut.

​Bianca gemetar. Tangannya yang dulu hanya terbiasa memegang tas branded dan gelas sampanye, kini harus memegang sikat plastik kasar. Kulitnya mulai pecah-pecah, kuku-kuku cantiknya yang dulu selalu di-manicure kini patah dan kotor. Setiap kali ia mencoba melawan, sebuah tamparan atau jambakan akan mendarat di kepalanya. Di penjara, kecantikan adalah ancaman, bukan aset. Para narapidana lain membencinya karena gaya bicaranya yang masih mencoba sok elit.

​"Kasihan ya, si 'Model' ini sekarang kerjanya jadi babu sel," ejek narapidana lain sambil meludahi lantai yang baru saja Bianca sikat.

​Bianca menangis dalam diam. Pikirannya melayang pada Rey. Ia berharap pria itu akan datang dengan pengacara paling hebat di Jakarta untuk membebaskannya. Ia tidak tahu bahwa pria yang ia harapkan itu sedang berjuang mempertahankan martabatnya sendiri yang sudah hancur lebur.

​Di sisi lain, Reynald Pratama benar-benar merasakan apa artinya "jatuh ke titik nol". Setelah rumahnya disita, ia terpaksa menempati apartemen subsidi yang sempit di lantai empat sebuah gedung tua yang liftnya sering mati. Kakinya yang tremor dan masih harus menggunakan tongkat membuatnya harus berjuang setiap hari hanya untuk naik-turun tangga.

​Sore itu, Rey duduk di meja makan plastik kecil di ruang tamunya yang pengap. Di hadapannya hanya ada sepiring nasi putih dan telur ceplok. Ia teringat bagaimana dulu Tania selalu menata meja makan dengan lilin aromaterapi dan menyajikan masakan bintang lima meski hanya di rumah.

​"Tuan ... ini ada sisa uang dari penjualan jam tangan Rolex Anda yang terakhir," Roni masuk dengan wajah lesu. Roni kini bukan lagi asisten pribadi, ia hanya seorang teman yang belum tega meninggalkan Rey dalam keterpurukan total. "Tapi, setelah membayar biaya perawatan Ibu di rumah sakit, uang ini hanya cukup untuk biaya hidup kita dua minggu ke depan."

​Rey menatap tumpukan uang itu dengan tatapan kosong. "Dua minggu ... Dulu, jumlah ini hanya cukup untuk biaya makan malamku dengan Bianca di hotel mewah."

​Tiba-tiba, televisi tua di sudut ruangan menyiarkan berita bisnis. Wajah Tania muncul di sana. Ia tampak sangat elegan dengan blazer formal, berdiri di depan sebuah instalasi interior yang memukau.

​"Desainer Interior Tania Putri memenangkan penghargaan Golden Space Award atas inovasinya dalam merenovasi ruang-ruang mati menjadi hunian berkelanjutan. Kini, Studio Rembani miliknya resmi ditunjuk untuk menangani proyek prestisius di Paris dan Dubai."

​Rey meremas sendoknya hingga tangannya gemetar hebat. Penyesalan itu datang lagi, kali ini lebih tajam dari biasanya. Ia melihat wanita yang dulu ia anggap sebagai "pajangan rumah tangga yang membosankan" kini menjadi idola dunia industri. Tania bukan hanya sukses, ia bersinar. Dan di samping Tania, selalu ada Adrian yang menatapnya dengan binar kebanggaan yang tak tertutupi.

​"Dia bukan lagi milikku, Ron. Dia sudah terbang terlalu tinggi, sementara aku sedang membusuk di selokan," bisik Rey parau.

​Karma untuk Bianca pun naik ke level selanjutnya. Jaksa penuntut umum ternyata menemukan bukti tambahan bahwa Bianca terlibat dalam sindikat penipuan investasi bodong bersama salah satu mantan kekasihnya sebelum Rey. Bukan lagi hanya pencurian kecil di minimarket, kini Bianca terancam hukuman tujuh tahun penjara.

​Saat sidang pembacaan dakwaan, Bianca memohon-mohon pada hakim. "Tolong, Pak Hakim! Saya dijebak! Saya tidak tahu apa-apa!"

​Namun, bukti-bukti transfer ke rekening pribadinya berbicara lain. Uang para korban investasi bodong itu ia gunakan untuk membeli perhiasan saat ia masih berselingkuh dengan Rey. Di kursi pengunjung, tidak ada satu pun orang yang mendukungnya. Rey tidak datang. Ibunya pun malu untuk hadir.

​Bianca jatuh pingsan di ruang sidang saat hakim mengetuk palu untuk melanjutkan penahanan. Ia dibawa kembali ke sel, tapi kali ini ia ditempatkan di sel yang lebih keras. Kecantikannya sudah benar-benar lenyap; rambutnya rontok karena stres, dan wajahnya dipenuhi ruam karena air penjara yang tidak bersih.

​Inilah puncaknya: Bianca yang dulu menghancurkan rumah orang lain demi kemewahan, kini harus kehilangan kebebasannya sendiri dalam kemiskinan dan kehinaan.

​Malam harinya, Tania sedang duduk di balkon apartemen barunya yang menghadap ke arah cakrawala kota. Adrian duduk di sampingnya, memberikan sebuah amplop cokelat.

​"Apa ini?" tanya Tania.

​"Sertifikat kepemilikan lahan di pinggiran kota. Aku membelinya atas namamu. Aku ingin kamu mendesain panti asuhan dan sekolah seni di sana. Kamu pernah bilang itu impianmu sejak dulu, kan?"

​Tania menatap Adrian dengan mata berkaca-kaca. "Adrian ... kamu selalu memberikan apa yang aku butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan."

​"Karena mencintaimu berarti mendukung impianmu, Tania. Bukan menjadikanmu bagian dari impianku," jawab Adrian lembut.

​Tania tersenyum. Di kejauhan, lampu-lampu kota berkerlap-kerlip. Di suatu tempat di kota yang sama, Rey sedang meratapi nasibnya di apartemen sempit, dan Bianca sedang meringkuk ketakutan di balik jeruji besi. Tania tidak lagi peduli. Ia sudah memaafkan masa lalu, tapi ia tidak akan pernah kembali ke sana.

1
Daulat Pasaribu
awal yg sad thor bacanya
@Yayang ♡ Risa
Rey kamu dan Bianca sama sama dapat karmanya
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wkwkwk Bianca dibully habis"nya, mulutnya tajem juga itu narapidana
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
dia ga hanya mendukungmu tapi dia melihat kamu dengan bakatmu juga🤭
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
Adrian perhatian banget, cowo idaman
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
skrng Tania lebih bersinar iya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cie Tania dilamar Adrian ini🤭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
karma emang datang begitu cepat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🧡⃟ᴍᴜᴍᴜ⁷
mulai dari awal lagi rey, harus semangat
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
karma sedang kalian alami, semoga kalian sadar iya
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
ga selamanya kita selalu diatas
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
sabar iya
𝐀⃝🥀мυмυ
rey rey kamu harus sabar iya
Yayang Lop3♡ Risa
Bianca kamu taubat kesalahan kamu besar banget
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
semoga kamu bisa belajar dari tania iya bianca
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
maun kasian tapi itu karna buat kalian yg jahat ke tania
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
Kasian ibunya rey sakit"an tapi mau gmn dia dlu ga membela tania
☘𝓡𝓳 мυмυ
kalian berdua harus smaa" belajar berubah lebih baik lagi dan bertaubat
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
uhuy adrian romantis sekali🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
cie adrian selalu ada buat tania🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!