NovelToon NovelToon
Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Gara-Gara Biji Kedondong, Aku Menikahi Tapir

Status: sedang berlangsung
Genre:LOL / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

"Bagi orang lain, pernikahan adalah ibadah. Bagi Dira dan Bagas, pernikahan adalah kompetisi bertahan hidup dari kebodohan masing-masing."

Dira tidak pernah menyangka jodohnya adalah laki-laki yang dia temui di IGD dalam kondisi kepala kejepit pagar rumah tetangga. Di sisi lain, Bagas jatuh cinta pada Dira hanya karena Dira adalah satu-satunya orang yang tidak menertawakannya saat melihatnya(padahal Dira cuma lagi sibuk nyelametin nyawa karena keselek biji kedondong).

​Kini, mereka resmi menikah. Jangan harap romansa ala drakor. Panggilan sayang mereka adalah "NDORO" dan "TAPIR" .

Ikuti keseharian pasangan paling absurd abad ini yang mencoba terlihat normal di depan tetangga, meski sebenarnya otak mereka sudah pindah ke dengkul.

"Karena menikah itu berat, biar kami aja yang gila."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahur Perdana Pasukan Tapir dan Skandal Toa Masjid "Koplo Religi"

Jam digital di kamar Liam menunjukkan pukul 03.15 pagi. Jakarta masih sangat sunyi, kecuali suara kucing berantem di kejauhan. Liam, yang sistem jam biologisnya masih berstandar Australia, sedang tidur dengan sangat nyenyak di bawah selimut yang rapi. Liam merasa hidupnya sangat damai.

​Sampai akhirnya ... sebuah suara yang frekuensinya sanggup memecahkan gelas kristal Manda terdengar tepat di depan pintu kamarnya.

​"SAHUUUUUUUR! SAHUUUUUUR! BANGUN, DEK! JANGAN JADI POHON PISANG YANG TIDUR TERUS! SAHUUUUUUUR!"

​Itu suara Bagas. Tapi bukan sekadar suara. Bagas sedang membawa Toa Portable (pengeras suara jinjing) yang dia pinjam dari kantor Pak RT. Dan yang lebih parah, Bagas mengiringi teriakannya dengan memukul-mukul panci penggorengan Mama Ratna menggunakan sodet besi.

​TENG! TENG! TENG! SAHUUUUR!

​Liam melonjak dari tempat tidur. "YA TUHAN! MAS BAGAS! INI RUMAH, BUKAN PASAR KAGET!"

​Liam membuka pintu kamar dengan wajah bantal dan rambut yang acak-acakan. Di depannya, Bagas berdiri dengan gaya yang sangat religi-absurd. Memakai sarung yang ditarik sampai ke dada (biar nggak melorot, katanya), baju koko motif macan tutul, dan peci yang miring ke kanan. Di pundaknya, Supra sedang duduk sambil memakai peci bayi warna putih yang kekecilan.

​"Selamat puasa pertama, Dek Liam!" seru Bagas tanpa dosa, napasnya bau kopi pahit. "Ayo cepat ke ruang makan! Mama Ratna udah nyiapin menu 'Super Sahur' biar kita nggak lemes menghadapi godaan es teh manis di siang hari!"

​Liam memijat pelipisnya. "Mas ... secara psikologi, bangunin orang pake toa dan panci itu bisa nyebabin trauma akustik. Gue hampir aja ngira kiamat dateng lebih awal."

​"Halah, kalau pelan-pelan lo nggak bakal bangun! Ayo buruan!"

​Di ruang makan, suasananya sudah kayak markas perang. Mama Ratna sibuk mondar-mandir bawa piring berisi rendang terasi (lagi) dan sayur bayam yang kuahnya melimpah. Dira duduk sambil menguap lebar, berusaha tetap cantik meskipun mata tinggal segaris. Ternyata, Jaka dan Manda juga sudah ada di sana!

​"Loh, kok kalian berdua ada di sini jam segini?" tanya Liam bingung sambil duduk di kursi meja makan.

​"Gue nggak mau melewatkan momen energi subuh pertama di rumah Bagas, Li," jawab Manda. Manda pake mukena warna pink fanta yang ada glitternya. "Gue ngerasa frekuensi lapar kolektif kita bakal menciptakan aura kekeluargaan yang kuat. Plus, gue mau mastiin Supra sahur pake ikan yang udah gue kasih afirmasi sabar."

​Jaka, yang pake sarung tapi masih pake kemeja kantor (mungkin biar habis subuh langsung tancap gas cari klien), cuma bisa nyengir. "Gue butuh asupan rendang Mama Ratna, Li. Biar kalau siang-siang gue ditolak klien, perut gue tetep ngerasa dicintai."

​Mama Ratna menaruh mangkok besar di depan Liam. "Ayo, Liam, makan yang banyak! Ini rendang spesial, Mama kasih bumbu rahasia biar kamu kuat nahan laper sampe maghrib. Rahasianya adalah ... cintaaa dan sedikit tambahan petai yang sudah dihaluskan!"

​Liam tertegun. "Ma ... petai pas sahur? Secara sosial, itu adalah tindakan kriminal. Nanti pas aku ngomong sama orang-orang, bau mulutku bisa bikin mereka pingsan."

​"Nggak apa-apa, Li! Itu namanya proteksi diri!" sahut Bagas sambil lahap makan. "Bau petai itu bisa jadi pagar gaib biar orang nggak berani deket-deket lo pas lo lagi laper-lapernya!"

​Setelah makan sahur yang penuh keributan itu, Bagas mendadak berdiri tegak. Melirik jam di dinding. Pukul 04.10 pagi.

​"Oke semuanya! Sebagai Ketua Seksi Pembangunan Mental Spiritual, gue punya tugas penting. Pak RT minta gue buat ngebantu bangunin warga komplek lewat toa mushola Al-Ikhlas! Manda, Jaka, ayo ikut gue!"

​"Gue ikut!" seru Manda semangat. "Gue mau coba transmisi energi lewat speaker mushola!"

​Liam langsung panik. "Mas! Jangan! Gue punya firasat buruk kalau lo yang megang mic mushola!"

​Tapi terlambat. Bagas sudah lari duluan keluar rumah, disusul Manda dan Jaka. Liam dan Dira, karena penasaran (dan takut terjadi kerusuhan antar warga), akhirnya ikut membuntuti dari belakang.

​Sesampainya di mushola, Bagas langsung masuk ke ruang operator. Pak Marbot yang sudah sepuh cuma bisa bengong pas liat Bagas yang penampilannya kayak macan tutul sarungan itu masuk.

​"Pak, biar saya yang ambil alih! Ini edisi spesial sahur perdana!" ujar Bagas.

​Bagas menyalakan saklar speaker. NGEEEEEENG ... Bunyi feedback yang nyaring terdengar sampai ke seluruh penjuru komplek.

​"TES ... SATU ... DUA ... TIGA." suara Bagas menggelegar di seluruh langit komplek.

"ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH! WARGA KOMPLEK TAPIR PERMAI! BANGUN SEMUANYA! SAHUUUR! SAHUUUR!"

​Sampai di sini, semuanya masih normal. Tapi dasar Bagas, dia nggak bisa kalau nggak nyeleneh.

​"Biar nggak ngantuk, mari kita dengarkan sedikit 'Koplo Religi' dari vokal grup Pasukan Tapir!"

​Bagas mulai memukul-mukul mic dengan irama kendang. Manda di belakangnya mulai nyanyi dengan nada yang sangat tinggi tapi nggak nyampe. "BISMILLAH ... SAHUR ... BISMILLAH ... JANGAN LAPER ... SAHUUUR."

​Jaka ikut-ikutan jadi backing vocal dengan suara ngebass-nya. "Sahur ... sahur ... ambil rendang ... sahur ... sahur ... jangan lupa bayar hutang ... sahur!"

​Liam berdiri di bawah tiang speaker mushola, menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

"Tuhan ... cabut saja kacamata gue biar gue nggak usah liat semua ini. Ini bukan pembangunan mental spiritual, ini penghancuran mental warga komplek!"

​Warga mulai menyalakan lampu rumah mereka. Ada yang keluar rumah sambil garuk-garuk kepala, ada yang teriak "WOI! BERISIK!", tapi banyak juga yang malah ketawa-ketawa karena baru kali ini sahur mereka terasa kayak lagi di depan panggung hajatan.

​Tiba-tiba, suara Supra terdengar masuk ke dalam mic. "MEOOOOONG! MEOOOONG!"

​"Nah! Denger nggak warga?!" teriak Bagas lagi. "Supra aja udah bangun! Masa kalian yang punya cicilan KPR belum bangun?! Ayo makan! Lima belas menit lagi Imsak!"

​Pukul 04.30 pagi, Imsak berkumandang. Bagas dkk kembali ke rumah dengan perasaan puas. Bagas merasa dia sudah menjalankan tugas sucinya dengan sangat sukses.

​"Gimana, Li? Bagus kan suara gue?" tanya Bagas sambil ngelepas pecinya.

​Liam menatap kakaknya itu dengan tatapan kosong. "Mas, secara psikologis, gue bangga lo punya semangat pengabdian. Tapi secara sosial ... besok-besok jangan kaget kalau ada petisi warga buat mindahin rumah kita ke tengah hutan. Lo baru aja bikin sahur pertama kita jadi konser dangdut tanpa panggung."

​Manda duduk di sofa, mukenanya sudah berantakan. "Aduh, laper ya ... padahal baru lima menit Imsak. Li, lo punya kristal yang bisa bikin rasa kenyang bertahan lama nggak?"

​"Ada, Man. Namanya 'Kristal Batu Es', tapi lo nggak boleh makannya sekarang. Lo harus nunggu dua belas jam lagi," balas Liam ketus tapi sambil nahan senyum.

​Dira keluar dari kamar sambil bawa kalender puasa. "Oke, hari ini jadwalnya kita nggak ada syuting. Jadi kita bisa fokus puasa di rumah. Tapi inget ya, Bagas, dilarang masak mie instan di siang hari kalau nggak mau gue usir!"

​"Tenang, Ndoro! Gue bakal tahan godaan!" janji Bagas.

​Namun, baru dua jam matahari terbit, Bagas sudah terlihat guling-guling di lantai sambil menatap iklan sirup di TV dengan pandangan penuh gairah. Supra duduk di sampingnya, ikut-ikutan menatap TV.

​"Li ... lo liat nggak es batunya di TV itu?" bisik Bagas lemas. "Gue rasa es batu itu lagi dadah-dadah ke gue, Li. Dia manggil-manggil nama gue."

​Liam menghela napas, membuka laptopnya. "Itu namanya halusinasi akibat penurunan kadar glukosa darah, Mas. Baru jam delapan pagi. Sabar, perjalan lo masih jauh."

​Manda tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar dengan wajah pucat. "Li ... gue ngerasa aura gue berubah warna jadi oren ... kayaknya gue berubah jadi es jeruk."

​Liam menggelengkan kepalanya. "Ya Tuhan ... ini baru hari pertama. Gue rasa gue harus nulis jurnal penelitian berjudul 'Dampak Psikologis Ramadhan terhadap Kelompok Manusia Kurang Waras'. Ini bakal jadi tesis terbaik gue."

Puasa pertama baru dimulai beberapa jam, tapi pertahanan mental Pasukan Tapir sudah di ujung tanduk. Sementara Bagas sibuk berkomunikasi dengan iklan sirup, dan Manda sibuk mencari frekuensi kenyang yang tak kunjung datang, Mama Ratna sudah mulai memotong-motong buah untuk menu buka puasa nanti ... yang aromanya sampai ke ruang tamu.

​"Sabaaar ... sabaaar." gumam Jaka sambil memeluk bantalnya erat-erat.

1
🍊⃟𝐒𝐓𝐉°⁴мυмυ
manusia bernafas pake paru", kamu laper harusnya yang kenyang perut gas🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Liam kamu tumben otaknya pintar ngga kayak yang lain
Aku kamu tak terpisahkan
Jaka jangan mengantuk jadi di semprot sama Bagas
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
bagas bagas haus kan karena kebanyakan makan sate kambing 🤣🤣🤣🤣
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
cie liam terpesona smaa manda wkwkwk
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
mimpi yang indah iya bagas malah dibangunin 🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©мυмυ•§͜¢•🦢🍒
wah langsung seger si liam di ajak kencan🤣🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
hahaaaa bner kaya bagas riset asmara🤣🤣🤣🤣
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Bagas jangan mimpi terus buruan sahur
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hahaa Jaka kena semprotan bagas😅😅🤣
@Yayang Risa💏🤵👰👨‍👩‍👦👨‍
Bagas ayo semangat berpuasa baru juga hari kedua
@Yayang ♡ Risa
Bagas mending borong kerupuk sama kalengnya sekaligus jangan cuma di mimpiin saja
🏡⃟ªʸ❣zнᷟαᷴηᷟgᷴтιяυι🧡
tumben alrm bunyi liam bangun🤣🤣🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
cuma bisa ketawa pas bagian manda nahan kantuk wkwkw
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Jaka jangan mengantuk nanti kamu di tinggal sendirian oleh para jamaah
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝
Aku cuma ngakak pas bagas mimpiiin kerupuk kaleng🤣
🧡ᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
jangan ikutan bagas nnti ganggu🤣🤣🤣
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
mandan mandan ada aja celotehan nya🤣
Risa Istri Cantik
Manda ayo gas pepet Liam terus
Suamiku Paling Sempurna
Liam otaknya kamu kebagian banyak saat pembagian otak ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!