Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Gaun Mahal
"Kemana lagi Bintang? Lama sekali..." Keluh Han sambil melihat arlojinya lagi dengan tidak sabar.
"Iya... Ini sudah hampir satu jam..." Timpal Narendra dengan wajah yang cemberut.
"Jika kalian sudah tidak sabar, kalian bisa masuk terlebih dahulu, tidak ada yang memaksa kalian untuk menunggu adek gue..." Ucap Axel sewot dengan menatap kedua sahabatnya itu dengan kesal.
"Hei... Sembarangan saja, Kalimat macam apa yang Lo ucapin itu, siapa yang ngomong jika kita tidak sabar, sabar... Kita selalu punya stok sabar jika untuk little star," Sahut Narendra cepat memperalat ucapannya sebelumnya dan memasang wajah yang cerah kembali.
"Kalau kalian tidak masalah maka diam lah, jika tidak, maka pergilah dari sini!" Usir Axel sambil melipat kedua tangannya didepan dada lalu bersandar di pilar itu dan taut wajah yang datar.
"Eh... Enak saja, kami sudah mengalah beberapa hari ini, membiarkan Lo ngerawat Bintang sendirian, tapi untuk kali ini, BIG NO" Sahut Han dengan mendengus kasar lalu membuang muka masamnya kesamping.
'Kalian tidak tahu apa yang terjadi dalam beberapa hari ini, gue menderita karena hanya bisa diam menatap kekuasaan gue dirampas oleh Kak Xavier, kalian tidak tahu betapa gue ingin Kak Xavier dinas luar kota,'
'Tapi, jangankan luar kota, bahkan pekerjaan kantor saja Dia bawa pulang... Adek perempuan gue satu-satunya dimonopoli oleh singa tua itu...' Ucap Axel dalam hatinya dengan wajahnya yang memelas mengingat kejadian selama beberapa hari yang lalu.
"Hei Lo kenapa?" Tanya Han dan Narendra bersamaan saat melihat raut wajah Axel yang terlihat sangat sedih.
"Sudah... Kami sudah tidak mempermasalahkan itu lagi..." Ucap mereka lagi semakin membuat wajah Axel mendung.
"Hua... Kalian tidak tahu betapa gue menderita dan tertindas selama beberapa hari kemarin..." Teriak Axel pecah sambil menangis bombay meluapkan kekesalannya yang Dia pendam selama hampir satu minggu terakhir.
"Hei... Hei... Sudah... Sudah...cup cup cup," Ucap Han dan Narendra sambil memeluk dan mengelus punggung Axel.
"Kak... Kalian sedang apa?" Terdengar suara halus bernada heran dari punggung mereka, saat mereka membalikkan tubuhnya, mata mereka menangkap sosok gadis kecil yang sangat anggun dan cantik.
Bintang mengenakan gaun cantik culture limited edition, dari brand ternama yang memang khusus dirancang oleh desainer terkenal khusus untuk dirinya.
Gaun berwarna cream dengan leher sabrina dan dengan detail bunga-bunga kecil berwarna blue sea, dibagian pinggangnya, taburan mutiara dibagian dadanya, dibagian bahunya ada tali kain yang diikat berbentuk pita dan berjuntai dikedua sisinya.
Gaun dengan panjang sebetis itu masih menampakkan keindahan kaki jenjangnya yang mengenakan sepasang sepatu cantik berwarna putih cream.
Ditangan bintang tampak membawa satu kotak kayu yang berisi kado darinya, dan tangan yang lain yang membawa dasi berwarna blue sea.
Rambutnya disanggul disamping dengan beberapa rambut yang dibiarkan menjuntai disekitar sanggul itu, poni yang tertata rapi dihiasi pita rambut hadiah dari Axel.
Wajah yang biasanya tidak ber make-up itu, kini tampak semakin imut dengan make up natural dan buku mata lentiknya dilapisi maskara, disertai eyeliner menambah keindahan mata bening itu.
Saat ini Bintang menjelma bak Princess dari negeri dongeng.
"Kak... Ada apa apakah ini jelek? Sudah Bintang katakan tidak usah mengundang WO, Bintang menjadi anehkan?" Ucap Bintang kesal sambil menggembungkan satu pipinya, sesuatu hal kecil yang selalu Dia lakukan saat sedang kesal.
"Hei... Siapa yang bilang jika Princess kakak ini jelek, ini sangat cantik bahkan imut," Ucap Axel dengan mata yang berbinar lalu mencubit pipi cabi Bintang dengan gemas.
"Dear, apakah kau tahu? Saat ini kau seperti Princess, akh... Adik siapa sih ini... Cantik sekali, jadi ingin dibungkus," Ucap Han maju lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh hidung mancung Bintang dengn jari telunjuknya..
"Iya... Lihat betapa imutnya, andai Mommy melihat gadis ini, pasti tidak akan dia lepaskan... Aih sungguh sangat menggemaskan..." Ucap Narendra lalu ikut mengulurkan tangannya, tapi dengan cepat Bintang menutupi pipinya dengan tangannya dengan mata yang berkedip-kedip cepat.
Dan mereka bertiga langsung tertawa ringan saat melihat reaksi Bintang yang takut jika pipinya dicubit lagi.
Lalu mereka mengelus pucuk kepala Bintang dengan lembut dan sayang.
"Ayo... Seperti janji Bintang, hadiah untuk kak Axel karena telah membantu Bintang membuat kado untuk Nenek." Ucap Bintang sambil tersenyum manis sambil menggoyang-goyangkan dasi ditangannya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?!"
Terdengar suara berat dari arah belakang mereka membuat Bintang terkejut, dan dengan cepat menarik kakinya kebelakang.
Tapi, tanpa disadarinya jika dia sedang berada dibagian ujung tangga, hingga membuat dirinya oleng dan kehilangan keseimbangan diri, lalu, Han, Narendra dan Axel berteriak dan dengan secepat mungkin menyambar tubuh mungil itu.
"Mau sampai kapan kau akan betah berada dalam pelukanku?" Bisik Xavier tepat disamping telinga Bintang setelah sempat tertegun beberapa saat karena melihat wajah Bintang yang tampak mengenakan make-up natural, sungguh bibir pink yang hanya memakai lips blam itu sangat menganggu ketenangan dirinya.
"Akh..." Bintang langsung membuka matanya yang terpejam rapat, dan segera berdiri kembali dengan wajah yang memerah.
"Apa yang kalian lakukan, berhentilah bermain-main, tidak baik pria dan wanita bermain bersama, kalian harus menjaga jarak..." Xavier tiba-tiba merasa panas saat melihat Narendra, Han, dan Axel yang langsung mengelilingi Bintang, dan tampak sangat menghawatirkan nya.
"Kami tidak sedang bermain-main, kami juga tahu batasan kami, lagi pula bukankah ini adik perempuan kami juga, bukankah begitu Dear..." Sanggah Han membela diri dan tampak Axel dan Narendra, setuju dengan ikut mengangguk-anggukkan kepala dan juga diikuti oleh Bintang.
Xavier langsung melotot kan matanya, saat melihat Bintang yang juga ikut mengangguk-anggukkan kepalanya bak boneka hidup.
"Kau... Kalian tidak boleh bersentuhan, harus menjaga jarak, apa kalian mengerti..." Ucap Xavier terdengar sedikit panik dan bercampur posesif pada Bintang.
"Iya Bintang! Kau harus menjaga kehormatan keluarga Alexander!" Terdengar suara lain dari samping mereka, lalu mereka semua menoleh ke asal suara itu.
Disana Mereka dapat melihat empat sosok yang berjalan mendekati mereka dengan raut wajah yang penuh kepalsuan.
"Bintang... Kebiasaan mu yang dulu jangan kau bawa kesini, ini keluarga terhormat, bukan seperti keluarga kita, kau harus lebih menjaga sikapmu..." Ucap Aurora dengan lembut dan disertai senyum manis,
Tapi sorot mata itu tidak dapat berbohong, jika Dia saat ini sangat terkejut sekaligus iri pada Bintang yang tampak sangat cantik dengan gaun mahalnya.
'Sialan, brengsek, bitch, hanya seorang gadis murahan berani mengenakan gaun mahal! dasar tidak tahu diri, berani sekali Dia'
'Gaun itu seharusnya gua yang memakainya, bukan jalang itu, beruntung sekali Dia, tapi lihat saja setelah Lo kehilangan semua dukungan dan perlindungan dari mereka, lo bisa apa?', Ucap Aurora dalam hatinya dengan rasa panas bercampur sinis.
"Hei... Memangnya siapa kalian? Hingga bisa ikut campur dalam urusan keluarga Alexander..." Ucap Axel dan langsung berdiri tegap didepan Bintang dengan wajah datar dan senyum miring menatap tajam Aurora yang tampak full make up dengan mengenakan gaun yang terbuka berwarna pink, bermotif bunga berwarna hitam.
Soalnya aga bingung jadinya itu dialog punya siapa.. dan kadang koq malah nama itu tertulis, tapi di selanjutnya gak ada nama itu di situasi dialog nya 😁🙏