"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA DI DASAR SAMUDRA
Kapsul logam itu meluncur membelah kegelapan air dengan kecepatan yang membuat perutku serasa tertinggal di atas. Di dalam ruang sempit yang hanya diterangi cahaya neon biru pucat, aku dan Aris terengah-engah. Di tanganku, foto bayi kembar dari kotak hitam itu terasa seperti bara api.
Subjek A (Yati) dan Subjek B (Maya).
Nama itu terus berdengung di kepalaku. Maya. Sahabat yang mengkhianatiku, wanita yang kulihat jatuh ke jurang bersama Stevanus, ternyata adalah bagian dari "Proyek Kencana". Apakah selama ini persahabatan kami, kebencian kami, bahkan persaingan kami memperebutkan Stevanus adalah sebuah eksperimen yang sudah diatur?
"Aris, apa maksudmu?" suaraku bergetar, nyaris hilang ditelan deru mesin kapsul. "Maya... dia saudaraku? Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?"
Aris menyandarkan kepalanya yang berdarah ke dinding kapsul. Matanya menatap langit-langit dengan kekosongan yang menyakitkan. "Ayahmu, Tuan Besar, menemukanku di panti asuhan itu sepuluh tahun lalu. Dia memberiku tugas tunggal: menjagamu dari 'kembaranmu'. Dia tahu jika kalian bersatu dalam kebencian, kalian akan menjadi senjata yang bisa memusnahkan garis keturunan Kencana. Tapi dia tidak pernah menduga bahwa Maya akan jatuh cinta pada Stevanus dan merusak segalanya."
"Jadi Stevanus memilih kami berdua bukan karena cinta?" aku tertawa getir, air mata jatuh membasahi foto itu. "Dia memilih kami karena kami adalah kelinci percobaan?"
"Dia ingin menciptakan 'manusia sempurna' dari rahim kalian, Widya. Dan bayi yang kau kandung sekarang... dia adalah hasil penggabungan kode genetik yang mereka cari."
DEG!
Kapsul itu berhenti mendadak dengan guncangan hebat. Suara tekanan air yang menghimpit dinding logam terdengar mengerikan. Pintu kapsul terbuka secara otomatis, memperlihatkan sebuah lorong kaca transparan yang membelah dasar laut. Di luar sana, ikan-ikan laut dalam yang aneh berenang melewati lampu-lampu sorot laboratorium yang megah.
Laboratorium dasar laut Kencana Group. Sebuah mahakarya teknologi terlarang di tahun 2026.
"Selamat datang di rumah yang sebenarnya, Subjek A," sebuah suara feminin yang sangat kukenali menggema dari sistem audio.
Aku melangkah keluar dari kapsul dengan kaki gemetar, Aris mengikutiku dengan senjata yang masih siaga. Di ujung lorong, berdiri seorang wanita yang mengenakan jubah medis putih bersih. Saat dia berbalik, aku hampir pingsan karena terkejut.
Wanita itu adalah Maya.
Tapi dia tidak terluka. Tidak ada bekas ledakan atau air laut di tubuhnya. Dia tampak sehat, kuat, dan matanya memancarkan kedinginan yang identik dengan wanita yang mengaku ibuku di bunker.
"Maya? Bagaimana kau bisa sampai di sini lebih cepat?" tanyaku, mundur selangkah.
"Maya yang jatuh bersama Stevanus itu hanyalah 'wadah' cadangan, Yati," ucap Maya sambil tersenyum sinis. "Aku adalah Maya yang asli. Dan aku sudah menunggumu untuk menyerahkan apa yang menjadi milik organisasi."
Maya berjalan mendekat, setiap langkahnya terdengar ritmis di atas lantai kaca. Dia menunjuk ke arah perutku. "Bayi itu tidak boleh lahir di dunia luar, Yati. Dia adalah milik laboratorium. Dia adalah kunci untuk menyembuhkan kerusakan sel yang dialami Kak Surya dan Stevanus."
"Kau gila!" teriakku. "Ini manusia! Ini anakku!"
"Anak kita," ralat Maya dengan nada datar. "Secara genetik, kita adalah satu. Rahimmu adalah rahimku. Dan aku tidak akan membiarkanmu membawa 'aset' ini pergi."
Tiba-tiba, Aris melepaskan tembakan ke arah Maya, namun sebuah perisai energi transparan muncul di depan Maya, memantulkan peluru itu hingga mengenai bahu Aris. Aris tersungkur mengerang kesakitan.
"Jangan bodoh, Aris," ucap Maya dingin.
Aku berlari menuju Aris, namun lantai di bawah kakiku tiba-tiba berubah menjadi transparan sepenuhnya. Aku bisa melihat sebuah tangki raksasa di bawah sana. Di dalam tangki itu, ratusan janin terapung dalam cairan biru, semuanya memiliki label yang sama: Proyek Kencana.
Namun, ada satu tangki di tengah yang paling besar. Di dalamnya, seorang pria dewasa sedang tidur dengan alat bantu pernapasan. Wajahnya... dia adalah salinan sempurna dari Stevanus, namun tanpa luka, tanpa logam.
"Itu adalah Stevanus yang asli," bisik Maya di telingaku, dia tiba-tiba sudah berada di belakangku. "Yang kau nikahi selama lima tahun adalah robot organik yang kami ciptakan untuk mengujimu. Sekarang, waktunya bertemu dengan 'suamimu' yang sebenarnya."
Layar monitor di laboratorium itu tiba-tiba menyala, menampilkan rekaman CCTV dari bunker atas yang baru saja kami tinggalkan. Di sana, Stevanus yang setengah logam mulai meleleh, tapi bukan karena magnet, melainkan karena dia sedang bermutasi menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dan mengerikan.
Maya mencengkeram bahuku, wajahnya mendekat ke wajahku. "Kau tahu kenapa Stevanus yang asli harus tidur di sini? Karena dia membutuhkan jantung dari bayi yang kau kandung untuk bangun. Dan lihat... pintunya sudah terbuka."
Pintu tangki Stevanus asli mulai terbuka. Cairan biru tumpah ke lantai. Mata pria di dalam tangki itu terbuka mata itu tidak berwarna hitam atau cokelat, tapi bersinar perak murni.
"Yati..." pria itu memanggil namaku, dan suaranya membuat bayi di rahimku menendang begitu keras hingga aku jatuh berlutut.
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰
Like Setiap Bab Kalau selesai 👍
Rate Bintang 5 🌟
Vote setiap hari Senin 🙏
Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹
Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️
Makaseh banya samua 🙇🙏😇
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
sakit jiwa nih lakik...