terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
Bila tampak cantik dengan gaun kedua berwana biru tua yang sangat pas di tubuhnya dengan mutiara di bagian belakangnya. Gama tersenyum " apa kau nyaman dengan gaun itu sayang?" Bila menganggukkan kepala dan tersenyum. Bila mendekati Gama, Tante Mery berdiri dan memeluk Bila " menantuku, Bila sayang kau sangat. cantik" mengurai pelukannya "panggil aku Tante Mery, aku sahabat Lina, maafkan Tante tidak hadir di pernikahan kalian Tante sibuk saat itu, Tante harap kau menyukai gaun pernikahan yang Tante buat khusus untukmu" menepuk tangan Bila yang ada di genggamannya, " iya Tante, saya Bila, saya sangat menyukai semua rancangan Tante dan saya merasa terhormat dengan gaun pernikahan dari Tante. Terimakasih banyak" Bila membungkuk sopan, " tidak perlu seperti itu Bila, kau adalah menantu Lina jadi kau juga sudah seperti anakku sama dengan Gama ,ingat! Jangan menganggap Tante orang lain ok, berbicaralah senyaman mu dan jangan sungkan berbicara apapun pada Tante termasuk jika Gama menyakitimu Tante yang akan maju pertama untuk membelamu" dia memberikan kartu namanya pada Bila.
Gama menghampiri Bila dan menariknya untuk mendekat padanya. " aku tidak akan menyakiti Bila Tante, itu janjiku" Mencium kening Bila. " "baiklah ayo Bila" Tante Mery langsung menggandeng tangan Bila untuk lanjut make up meninggalkan Gama. Gama mendengus dengan tingkah seenaknya Tante Mery karena hanya kakek, Tante Mery dan keponakannya yang bisa bisa bertindak seperti itu pada Gama selama ini tapi tidak jadi masalah untuk Gama karena dia menyayanginya. Dia duduk kembali dengan tenang menggunakan handphone nya untuk memanggil Seth. " apa semua sudah beres?" Seth mengangguk "iya tuan" menyerahkan beberapa lembar laporan di pesta dari daftar tamu tata letak duduk bahkan makanan yang di sajikan. Gama hanya tidak ingin satupun terlewat dan mengganggunya terutama Bila di pesta dia sudah mengecek siapa saja yang datang dan ada beberapa teman kakek dan kolega yang datang. " saya akan selalu di samping anda dan ada beberapa pengawal yang bertugas dari laki laki dan perempuan untuk nona Bila" Gama mengangguk "pesanan nona Bila sudah saya atur di mobil tuan, saya akan kembali ke mobil tuan" membungkuk dan pergi.
Saat Bila keluar mobil, Bila menghampiri Seth untuk mengambil pesanan Bila berupa topi, sarung tangan dan sepatu khusus berkebun untuk kakek di toko yang ada di mall, sekretaris Seth memang memberikan referensi beberapa toko yang bagus menjual peralatan berkebun yang berkualitas dan dia yang akan mengurusnya jika Bila sudah memutuskan.
Tante Mery memberikan sentuhan terakhir, dan menggandeng tangan Bila untuk menemui Gama. Gama tampak takjub dengan penampilan baru Bila dia tampak cantik dan elegan. Gama sudah berganti setelan jas yang senada dengan Bila dan tampak tampan dengan setelan formalnya. Tante Mery menyerahkan tangan Bila pada Gama langsung di genggamnya " aku harap kalian bahagia selalu anak anakku" menepuk tangan Gama dan Bila, " selalu Tante" ucap Gama. Tante Mery mengantar mereka sampai mobil dan melambaikan tangan sesekali menyeka air matanya terlihat bahagia.
Sekretaris Seth melihat dari kemudi ternyata anda tampak berbeda ya nona jika berpenampilan begitu. Gama mencium pipi Bila dan menatapnya lekat " apa kita pulang saja ke mansion, sepertinya aku tidak bisa membiarkan orang lain menatapmu, kau sangat cantik sayang" menempel di bahu Bila. " mana bisa begitu sayang, kita harus datang kakek menantikan kita datang" Bila menegaskan. Karena Bila tahu Gama tidak main main dengan kata katanya, bisa bisa dia gagal menghadiri pesta kakek karena sikap Gama yang seenaknya. " sekretaris Seth apa anda sudah mengambil pesanan saya?" sengaja mengalihkan pembicaraan. " sudah nona ada di belakang", " terimakasih sekretaris Seth" Gama sudah menarik Bila untuk menatapnya " jangan tersenyum pada orang lain", Bila mencium bibir Gama sekilas, dia tahu akan panjang urusannya jika dia menanggapi.